Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-60. Serangan (1)


Waktu terus bergulir, tidak terasa sudah hampir satu bulan berlalu sejak Lin Feng kembali ke dimensi pertama bersama Xiao Lang, dan selama itu pula, baik Xiao Lang ataupun Shen Long, keduanya dapat merasakan kehangatan yang begitu luar biasa dari keluarga Lin Feng.


Bagaimana tidak, hubungan antara Xiao Lang dan Lin Feng hanyalah sebatas saudara angkat, tapi perlakuan keluarga Lin Feng kepadanya tidak ubahnya seperti mereka memperlakukan keluarga mereka sendiri, termasuk ibu Lin Feng yang juga sangat perhatian padanya.


Kehangatan yang diberikan oleh keluarga Lin Feng, serta perhatian yang diberikan oleh Lin Hua membuat Lin Feng sangat bahagia, ia yang selama ini tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu, akhirnya dapat merasakan hal itu melalui Lin Hua.


Walaupun Lin Hua bukanlah ibu kandungnya dan tidak memiliki ikatan apapun dengannya, namun perhatian yang ia berikan tidak ubahnya seperti perhatian yang ia berikan kepada Lin Feng, bahkan Lin Hua benar-benar memperlakukan Xiao Lang seperti anaknya sendiri.


Halaman istana.


"Keluargamu dipenuhi oleh kehangatan, mereka bahkan berhasil membuatku merasa seperti sedang berada ditengah-tengah keluargaku sendiri" ucap Xiao Lang.


"Apa yang kau katakan? Bukankah mereka itu juga keluargamu?"


Xiao Lang tersenyum senang mendengar ucapan Lin Feng, "Terima kasih, aku sangat senang karena bisa memiliki seorang saudara sepertimu. Tapi, aku benar-benar minta maaf, karena saat kau berada di tempatku, kau justru..."


"Yang telah lalu biarkanlah berlalu, sekarang kita hanya perlu menatap masa depan" ujar Lin Feng memotong ucapan Xiao Lang.


"Kau benar, kita harus menatap masa depan dan bukannya menoleh kebelakang untuk melihat masa lalu."


Saat tengah mengobrol, Lin Feng tiba-tiba merasakan keberadaan aura kekuatan yang tengah mendekati dimensi pertama. Karena penasaran, Lin Feng kemudian menghubungi Dewi Nuwa melalui telepati, lalu menanyakan keberadaan aura kekuatan yang ia rasakan sebelumnya.


Setelah menghubungi Dewi Nuwa, raut wajah Lin Feng langsung berubah, begitu juga dengan tatapan matanya yang nampak sangat tajam dan memancarkan aura membunuh. Dan, perubahan raut wajah Lin Feng ini sontak membuat Xiao Lang kebingungan, pasalnya, wajah yang sebelumnya sangat tenang sekarang malah berubah serius.


"Apa ada sesuatu?" tanya Xiao Lang.


Lin Feng mengangguk pelan, "Sekelompok orang yang sudah tidak sayang dengan nyawanya sedang dalam perjalanan menuju ke dimensi ini."


"Maksudmu?"


"Kau akan mengetahuinya nanti, sekarang... lebih baik kau bersiap-siap untuk bertarung" jawab Lin Feng.


"Aku selalu siap kapanpun kau membutuhkanku" sahut Xiao Lang.


"Aku senang mendengarnya"


Setelah itu, Lin Feng memanggil Huise dan memerintahkannya untuk menyiapkan pasukan raja malam. Selain itu, Lin Feng juga memerintahkan Heilong, Du Fang Ren, serta Zhu bersaudara untuk menjaga empat kota yang merupakan tempat tinggal keluarganya.


Kemudian, Lin Feng memerintahkan Yin Ouyang dan Huise untuk tetap tinggal di Dunia Bawah, dan tugas mereka berdua adalah menjaga keamanan kerajaan. Sedangkan untuk Lang Diyu, Lin Feng mengajaknya untuk ikut bersamanya ke medan perang, karena kali ini, Lin Feng ingin memberikan kesempatan pada Lang Diyu untuk memimpin pasukan raja malam.


"Yang akan memimpin kalian kali ini adalah Lang Diyu, jadi apapun yang ia katakan dan perintahkan, kalian harus patuh dan menuruti perintahnya itu!"


"Baik, yang mulia!" jawab seluruh prajurit pasukan raja malam.


"Lang Diyu, lakukan yang terbaik."


"Aku tidak akan membuat Tuan kecewa" sahut Lang Diyu, kemudian memimpin pasukan keluar dari Dunia Bawah.


Setelah pasukan raja malam berangkat, Lin Feng kemudian mengajak Xiao Lang dan Shen Long keluar dari Dunia Bawah, karena bagaimanapun juga, ia ingin melihat secara langsung siapa yang begitu berani menyerang dimensi pertama, apalagi saat dia sedang berada di sana.


"Gege, tunggu!" ujar Luo Ning menghentikan langkah suaminya.


"Ning'er, ada apa?"


"Gege, aku juga ingin bertarung."


"Aku mohon, Gege. Aku benar-benar merindukan suasana saat kita bertarung bersama."


"Hah" Lin Feng menghela napas panjang, "Baiklah, tapi jangan memaksakan dirimu, aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk padamu."


"Tentu" sahut Luo Ning.


***


Di ujung wilayah Selatan Benua Biru.


Sebuah gerbang dimensi dengan ukuran yang sangat besar muncul di langit, lalu dari dalam gerbang dimensi tersebut muncul seorang pria yang tidak lain adalah Shen Guoshi, kemudian diikuti oleh lima ratus ribu prajurit yang telah ia siapkan untuk menghancurkan dimensi pertama.


"Aku tidak menyangka jika ada daratan seindah ini di dimensi pertama. Tapi... keindahan ini tidak akan ada lagi, karena sekarang, aku akan menghancurkan semuanya" ucap Shen Guoshi.


"Ucapan mu benar-benar sombong, memangnya kau pikir menghancurkan dimensi ini semudah membalikkan telapak tangan?" sahut Lang Diyu yang baru saja muncul di sana bersama pasukan raja malam.


"Hahahaha!" Shen Guoshi tertawa lantang ketika melihat kemunculan Lang Diyu bersama pasukannya, "Apakah kau mau menghentikan ku?"


"Bukan menghentikan mu, tapi melenyapkan kalian semua" jawab Lang Diyu.


"Hahaha! Apa aku tidak salah dengar? Memangnya kau dan pasukan semut mu yang tidak seberapa itu mampu mengalahkan pasukan ku?"


"Kau akan segera tahu setelah melihatnya secara langsung."


"Cihh, habisi semut-semut sombong ini, yang lainnya lakukan tugas kalian dan hancurkan apapun yang kalian lihat!" perintah Shen Guoshi.


"Baik, yang mulia!"


Setelah itu, pasukan Shen Guoshi membagi jumlah mereka menjadi dua pasukan, pasukan pertama jumlahnya sedikit lebih banyak dari pasukan raja malam dan merekalah yang akan menghadapi Lang Diyu dan pasukannya, sedangkan pasukan kedua, tugas mereka adalah memporak-porandakan daratan tersebut.


"Bunuh mereka semua, jangan biarkan satu orangpun lolos dari kematian!"


"Baik!"


Disisi lain.


Lin Feng, Luo Ning dan Xiao Lang nampak masih mengamati jalannya peperangan dari balik awan, mereka bertiga memang sengaja tidak menampakkan diri terlebih dahulu, karena mereka ingin mengetahui siapa yang telah berani menyerang dimensi pertama.


"Jumlah mereka tidak main-main, apa kau yakin pasukan mu bisa mengatasi mereka?" tanya Xiao Lang.


"Tenang saja, mereka pasti bisa mengatasinya, lagipula, Shen Long juga ikut berperang bersama mereka" jawab Lin Feng.


"Tapi, siapa mereka dan apa tujuan mereka menyerang dimensi pertama?" tanya Luo Ning.


"Itulah yang harus kita cari tahu, tapi dari kekuatan yang terpancar dari tubuh pria itu, sepertinya dia adalah penguasa dari dimensi lain" jawab Xiao Lang.


"Kau benar, aku juga bisa merasakan aura penguasa dari tubuhnya" imbuh Lin Feng.


"Gege! Pasukan kedua sepertinya sudah mulai bergerak!"


"Biar aku mengatasi mereka" sahut Xiao Lang, kemudian membentuk segel tangan.


Setelah segel tangan itu selesai dibentuk, di atas tanah muncul sebuah lingkaran Yin dan Yang dengan ukuran yang cukup besar, kemudian lingkaran tersebut membentuk sebuah kubah raksasa dan berhasil mengurung hampir sebagian pasukan kedua Shen Guoshi.