Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-104. Persiapan perang kedua


Setelah merasa yakin Lin Feng berada di dimensi kesepuluh, Xiao Lang dan Dewi Nuwa kemudian membuka gerbang dimensi menuju ke sana, dan karena yang menanti mereka adalah peperangan utama, mereka berdua memutuskan untuk membawa pasukan bersamanya.


Dewi Nuwa membawa 70 ribu prajurit pasukan raja malam serta delapan Dewa dimensi pertama, sedangkan Xiao Lang, ia membawa seratus prajurit terbaik yang ia miliki, namun ia tidak membawa semua bawahannya, melainkan hanya Shen Long, Dao Fang dan lima raja hewan suci saja.


"Jumlah prajurit kita hanya 170 ribu saja, apa kalian yakin bisa melawan pasukan Dewa Huo?" tanya Luo Li.


"Tenang saja istriku, 170 ribu prajurit ini bukanlah prajurit biasa, karena mereka adalah prajurit terbaik yang pernah ada" jawab Xiao Lang.


"Lalu, apa aku bisa ikut bersama kalian?"


Xiao Lang menggelengkan kepalanya, "Sebaiknya kau di sini saja bersama yang lain."


"Lalu kenapa istri Lin Feng dibolehkan ikut bersama kalian?"


"Jangan samakan aku denganmu, tujuanku ikut adalah untuk membantu suamiku dan bukannya menjadi beban untuknya" jawab Luo Ning.


"Apa katamu?!"


Xiao Lang tersenyum kecut mendengar perkataan Luo Ning, ia benar-benar tidak menyangka jika Luo Ning memiliki sikap yang sama seperti suaminya, bahkan ucapan mereka juga sama, sama-sama pedas dan suka memprovokasi orang lain.


"Sudahlah, kalian berdua memiliki marga yang sama, bukankah itu artinya kalian bersaudara?"


"Jangan harap! Aku tidak sudi punya saudari sepertinya!" ujar Luo Ning dan Luo Li serempak.


"Cukup! Jika kalian ingin bertengkar, sebaiknya tunggulah sampai masalah ini selesai."


"Setelah masalah ini selesai, aku akan mencari mu untuk menyelesaikan masalah ini."


"Tidak masalah, dan aku harap kau tidak melarikan diri!" sahut Luo Ning.


"Hah" Xiao Lang menghela napas panjang, "Sebaiknya kita berangkat sekarang" ucapnya.


***


Dimensi kesepuluh.


Setelah pertarungannya dengan empat penguasa selesai, Lin Feng tidak langsung melanjutkan perjalanannya mencari Dewa Huo dan saat ini, ia tengah bermeditasi di suatu tempat di dimensi kesepuluh untuk menenangkan dirinya, serta mengembalikan staminanya yang telah terkuras.


Walaupun pertarungan sebelumnya tidak menguras banyak tenaga dan energi, namun bukan berarti Lin Feng bisa langsung melanjutkan perjalanannya begitu saja, apalagi musuh yang akan ia hadapi selanjutnya adalah Dewa Huo.


Sejak pertarungan terakhirnya dengan Dewa Huo, Lin Feng tidak mengetahui apa yang terjadi pada Dewa Huo, begitu juga dengan kekuatan yang dimiliki oleh Dewa Huo saat ini, oleh sebab itu, ia harus memiliki stamina yang penuh untuk berhadapan dengannya nanti.


"Hah" Lin Feng menghela napas panjang dan membuka matanya, "Sepertinya mereka telah berhasil memenangkan peperangan" gumam Lin Feng, kemudian menghilang dari tempatnya bermeditasi.


Tidak lama setelahnya, Lin Feng muncul lagi di dekat istana Dewa dimensi kesepuluh yang telah hancur, dan pada saat yang bersamaan, dua gerbang dimensi dengan ukuran yang cukup besar terbuka tidak jauh darinya.


"Gege!" Luo Ning melesat terbang menghampiri Lin Feng dan langsung memeluknya dengan erat.


"Ning'er, apa kau baik-baik saja?" tanya Lin Feng sembari membalas pelukan istrinya.


Luo Ning mengangguk, "Aku baik-baik saja, bagaimana dengan Gege?"


"Aku juga baik-baik saja."


Tidak lama setelah Luo Ning keluar dari gerbang dimensi, Dewi Nuwa, Xiao Lang dan yang lainnya juga keluar dari gerbang dimensi tersebut, mereka semua terlihat sangat senang ketika mengetahui Lin Feng dalam keadaan baik-baik saja.


"Syukurlah, aku benar-benar lega melihat kau baik-baik saja, saudaraku" ucap Xiao Lang.


"Lin Feng, apa yang telah terjadi di sini?" tanya Dewi Nuwa.


"Seperti yang kalian lihat, disini telah terjadi peperangan sama seperti di dimensi pertama dan ketujuh."


"Apa Gege menghadapi mereka sendirian?"


Lin Feng mengangguk, "Aku tidak punya siapa-siapa disini, jadi hanya bisa mengandalkan diriku sendiri."


"Bagaimana dengan Dewa Huo, apa kau mengetahui dimana dia berada?"


"Sayangnya tidak, tapi aku yakin dia akan datang dengan sendirinya, apalagi kita semua sudah berkumpul di sini, hanya saja, aku tidak tahu kapan dia akan datang."


"Baiklah, kalau begitu kita akan menunggunya di sini, dan sampai saat dia datang, sebaiknya kita beristirahat untuk memulihkan tenaga" sahut Xiao Lang.


"Aku setuju denganmu, lagipula, aku sudah menyiapkan tempat untuk kalian semua."


Setelah itu, Lin Feng membawa mereka ke tempat yang ia maksud, yaitu sebuah tempat yang tidak terletak di luar dunia Dewa dimensi kesepuluh, dan tempat itu juga adalah tempat dia bermeditasi sebelum mereka semua datang.


"Tempat ini benar-benar indah dan sangat cocok dijadikan sebagai tempat untuk beristirahat" ucap Xiao Lang.


Tempat yang dimaksud oleh Lin Feng adalah sebuah hamparan rumput yang dikelilingi oleh bukit-bukit yang menjulang tinggi, selain itu, di sana juga ada danau kecil serta sungai yang sangat jernih, dan ada juga hutan rimba yang sangat luas.


Selain memiliki pemandangan yang indah dan udara yang segar, tempat itu juga memiliki sumber energi kehidupan yang cukup besar, sehingga akan sangat membantu para prajurit yang ingin bermeditasi untuk memulihkan tenaganya.


"Kalian semua diizinkan beristirahat sekarang, pulihkan tenaga kalian untuk menghadapi peperangan kedua" ucap Dewi Nuwa.


"Baik, yang mulia!" jawab seluruh prajurit.


Kemudian, para prajurit berpencar dan membagi jumlah mereka kedalam dua kelompok, kelompok pertama akan menyiapkan makanan, sedangkan kelompok kedua akan bermeditasi untuk mengambilkan tenaga terlebih dahulu.


"Kalian juga beristirahatlah, aku akan menyiapkan makan malam untuk kita semua" ucap Lin Feng.


"Apa tidak masalah melakukannya sendirian?" tanya Xiao Lang.


"Aku sudah terbiasa, jadi kau tidak perlu khawatir, lagipula, aku akan dibantu oleh kedua bayanganku" jawab Lin Feng, kemudian meninggalkan mereka untuk menyiapkan makan malam bersama kedua bayangannya.


***


Di suatu tempat diluar dimensi kesepuluh.


"Hahaha, mereka semua ternyata sudah berkumpul di sana, berarti aku tidak perlu repot-repot lagi menemui mereka satu-persatu" ucap Dewa Huo yang mengetahui kedatangan Xiao Lang dan Dewi Nuwa ke dimensi kesepuluh.


"Tuan, apa perintah Anda."


"Untuk saat ini biarkan saja mereka bersantai terlebih dahulu, setelah itu, barulah kita berikan kejutan untuk mereka semua, khususnya Lin Feng, ia pasti akan sangat senang dengan kedatangan mu" sahut Dewa Huo.


"Baik, Tuan!"


Setelah itu, Dewa Huo beranjak dari tempat duduknya lalu pergi menemui seratus ribu pasukannya, "Tidak akan lama lagi kita akan menyerang mereka, apa kalian semua sudah siap?"


"Kami siap, yang mulia!" jawab seluruh prajurit.


"Bagus! Jawaban seperti inilah yang ingin aku dengar dari kalian semua" sahut Dewa Huo.


"Lin Feng, rencana ku kali ini pasti tidak akan gagal dan akan aku pastikan kau tersiksa melihat kehancuran yang akan aku ciptakan" gumam Dewa Huo.