Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-92. Menyegel kekuatan


Setelah beberapa jam berlalu, proses penyempurnaan segel untuk kekuatan Lin Xie Long dan Lin Xie Ling akhirnya berhasil mereka selesaikan, dan bisa dikatakan bahwa segel yang mereka ciptakan itu adalah segel terkuat yang pernah ada.


Bagaimana tidak, segel itu mereka ciptakan dari berbagai macam kekuatan yang sangat dahsyat, diantaranya ada kekuatan Dewi Kehidupan, Kekuatan Dewa kematian, kekuatan Asura dan juga kekuatan petir surga yang telah sempurna, jadi, mustahil jika segel itu hanya sekedar segel biasa saja.


"Gege, apa segel ini memiliki kelemahan?" tanya Luo Ning yang masih sedikit ragu dengan segel tersebut.


Lin Feng tersenyum, kemudian menggelengkan kepalanya, "Segel ini tidak memiliki kelemahan, bahkan tidak ada kunci yang bisa membuka segel ini."


"Lalu, apa segel ini bersifat permanen?"


"Bisa saja ia dan bisa juga tidak."


"Maksud Gege?"


"Segel ini tidak akan pernah terbuka jika mereka berdua tidak bisa mengendalikan kekuatan Asura, begitupun sebaliknya" jawab Lin Feng.


Sebenarnya ada alasan lain mengapa Lin Feng lebih memilih menggunakan mutiara inti api untuk membuat segel, karena selain ingin menyegel kekuatan kedua anaknya, ia juga ingin kekuatan itu meningkat dengan seiring berjalannya waktu.


Artinya, saat kedua anaknya berhasil mengendalikan kekuatan Asura, maka mereka tidak hanya akan mendapatkan kekuatan yang mereka bawa sejak lahir saja, tapi juga mendapatkan kekuatan yang berasal dari segel yang diciptakan olehnya dan Luo Ning.


***


Malam semakin larut, suasana di istana kerajaan sudah mulai sepi, karena semua penghuninya sudah terlelap, namun tidak dengan Lin Feng dan Luo Ning, mereka berdua saat ini masih berada di kamar kedua anaknya untuk memasang segel yang telah mereka ciptakan.


"Gege, apa proses ini akan menyakitkan?"


"Tidak Ning'er, prosesnya tidak akan menyakitkan, tapi resikonya akan sangat besar jika proses ini sampai gagal" jawab Lin Feng.


"Baiklah, aku akan memulai prosesnya sekarang, dan tugasmu adalah menyalurkan energi kehidupan kedalam tubuh mereka."


"Baik" sahut Luo Ning, kemudian berdiri diantara tempat tidur anaknya.


"Aku akan mulai" ucap Lin Feng, kemudian menciptakan formasi pelindung berlapis di dalam kamar anaknya, agar luapan energi tidak menyebar ke seluruh istana.


Setelah semua persiapan selesai dilakukan, Lin Feng kemudian mengeluarkan kedua mutiara inti api dari dalam cincin penyimpanannya, lalu setelah itu, ia menggunakan kekuatannya untuk membuat kedua mutiara itu melayang di udara.


"Long'er, Ling'er, maafkan ayah" gumam Lin Feng, lalu memasukkan dua mutiara itu kedalam tubuh anaknya.


Lin Feng memasukkan mutiara inti api langit kedalam tubuh Lin Xie Long, sedangkan mutiara inti api bumi ia masukkan kedalam tubuh Lin Xie Ling. Disaat yang bersamaan, Lin Feng juga mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menahan kekuatan kedua mutiara itu agar tidak menyakiti anaknya.


Ketika kedua mutiara itu berhasil masuk kedalam tubuh Xie Long dan Xie Ling, Lin Feng kemudian membentuk segel tangan, bersamaan dengan itu, ia juga melepaskan kekuatan Asura agar bisa menekan kekuatan dahsyat yang berada dalam tubuh kedua anaknya.


Tidak lama kemudian, benturan dua energi yang sangat dahsyat terjadi di dalam tubuh Lin Xie Long dan Lin Xie Ling, meski benturan itu tidak berdampak pada tubuh mereka dan tidak menimbulkan rasa sakit, namun benturan itu membuat energi kehidupan mereka semakin berkurang.


"Ning'er, sekarang!"


"Baik!" Luo Ning bergegas menyalurkan energi kehidupan kedalam tubuh anak-anaknya.


"Gege, energi kehidupan yang aku salurkan tidak cukup besar!"


"Bertahanlah, aku akan membantumu" sahut Lin Feng sembari mengeluarkan dua botol kecil dari cincin penyimpanannya, kemudian, ia menuangkan air di dalam botol kecil itu kedalam tubuh anak-anaknya.


"Air ini... apa air ini adalah air yang sama dengan waktu itu?"


"Benar, ini adalah air yang aku berikan pada kakek, namanya air kehidupan" jawab Lin Feng.


"Apa?"


"Aku akan menjelaskannya nanti, yang penting kedua anak kita selamat."


Setengah jam berlalu, proses penyegelan akhirnya berhasil diselesaikan dengan sempurna, mereka berdua tidak hanya berhasil menyegel kekuatan Asura saja, tapi keduanya juga berhasil menyelamatkan anak-anak mereka dari bahaya yang mengintai nyawa.


***


"Gege, dimana Gege mendapatkan air kehidupan itu?"


Lin Feng kemudian mengeluarkan botol yang sama seperti sebelumnya dari cincin penyimpanannya, "Ini untukmu" ucapnya memberikan botol itu pada Luo Ning.


"Gege, aku tidak..."


"Minumlah, aku masih punya banyak" ujar Lin Feng.


"Tapi..."


"Apa kau butuh bantuan untuk meminumnya?"


Luo Ning bergegas meraih botol kecil itu dari tangan suaminya, "Tidak perlu!"


Lin Feng tersenyum, kemudian berkata, "Aku ingin keluar sebentar, kau sebaiknya bermeditasi saja di kamar." Kemudian, Lin Feng meninggalkan kamarnya dan langsung menghilang setelah melewati pintu kamar.


Sesaat kemudian, Lin Feng muncul lagi di puncak sebuah bukit yang tidak terlalu jauh dari kerajaan Dunia Bawah, ia menatap gelapnya langit malam yang dihiasi oleh jutaan cahaya bintang juga bulan purnama yang bersinar terang.


"Malam bulan purnama, terlihat indah untuk dipandang oleh semua orang, tapi menyimpan banyak kengerian bagiku."


"Hah" Lin Feng menghela napas panjang, "Sepertinya sekarang adalah saat yang tepat untuk menjalankan rencana."


***


Istana Bintang, dimensi ketujuh.


"Saudaraku, apa yang membuatmu datang ke sini?" tanya Xiao Lang yang nampak bingung dengan kedatangan Lin Feng.


"Bukan apa-apa, aku hanya ingin membantumu saja" jawab Lin Feng.


"Kebetulan sekali, kami memang membutuhkan bantuan mu saat ini" sahut Xiao Lang.


"Benarkah? Bantuan seperti apa yang kalian butuhkan?"


"Kami butuh pendapatmu" jawab Xiao Lang, kemudian menjelaskan semua rencana yang telah ia susun bersama bawahannya.


"Rencana kalian sudah bagus, tapi menurutku, ada baiknya kita berdua saja yang mendatangi mereka, agar tidak ada kesalahpahaman yang terjadi nantinya" ucap Lin Feng setelah mendengar rencana Xiao Lang.


"Aku sependapat denganmu, tapi jika kita yang datang secara langsung, pastinya akan memakan banyak waktu, apalagi tempat untuk pertemuan itu belum di siapkan" sahut Lin Feng.


"Baiklah, kalau begitu aku saja yang mendatangi mereka."


"Apa kau yakin?"


Lin Feng mengangguk pelan, "Tentu saja, lagipula aku juga sudah mengenal beberapa penguasa dan aku yakin mereka tidak akan menolak undangan ku."


"Baiklah, kalau begitu, tugas ini aku serahkan padamu."


***


Di dimensi pertama.


"Ayah, aku ingin mengunjungi kakek buyut" ucap Lin Xie Ling.


"Baiklah, mari kita kerumah kakek buyut kalian."


"Tunggu!" ujar Luo Ning, kemudian menarik tangan Lin Feng menjauhi anak-anak mereka.


"Dimana suamiku?" tanya Luo Ning setelah mereka berada cukup jauh dari Xie Long dan Xie Ling.


"Maaf, Tuan melarang ku mengatakannya."


"Katakan dimana dia atau aku akan melenyapkan mu!"


"Maaf, Nona. Tapi aku tidak bisa membantah perintah Tuan."