Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-187. Tiba di Daratan Suci


Hari yang ditunggu-tunggu oleh para kultivator di seluruh Benua Biru pun tiba, di setiap wilayah, mereka yang penasaran dan ingin menambah pengalaman baru, telah bersiap-siap menunggu terbukanya portal menuju ke Daratan Suci.


Ya! Lin Feng memang sengaja menciptakan lima portal dan menempatkannya di masing-masing wilayah Benua Biru, hal ini ia lakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat portal tersebut terbuka.


Selain itu, menciptakan lima portal juga memudahkan setiap kultivator yang ingin datang ke Daratan Suci, karena mereka tidak perlu datang jauh-jauh ke tempat portal tersebut akan terbuka.


Untuk kekaisaran Yuan sendiri, portal menuju ke Daratan Suci terbuka tidak jauh dari kota kekaisaran, sehingga Yuan Chun Zhe bisa dengan mudah menertibkan para kultivator yang hendak masuk ke portal tersebut.


Sementara itu, Xie Long yang juga ingin datang ke Daratan Suci, kini telah berada ditempat portal itu terbuka, namun ia menutup sebagain wajahnya dengan kain hitam, begitupun dengan pakaiannya yang telah ia ganti menjadi warna hitam.


Namun sialnya, niat awal mengubah penampilan agar tidak mencolok, malah gagal total, karena kemunculannya di sana justru menjadi pusat perhatian. Bagaimana tidak? Penampilannya saat ini mengingat mereka semua pada seseorang.


Ya! Siapa lagi kalau bukan Lin Feng.


Pakaian serba hitam, bagian bawah wajah yang ditutupi, jubah hitam yang menyelimuti tubuh, serta pedang yang berada di belakang punggung, bukankah semua orang akan memikirkan hal yang sama saat melihatnya?


Jika saja tubuhnya sedikit lebih besar dan tinggi, mungkin semua orang yang ada di sana akan berpikir bahwa Xie Long adalah Lin Feng, apalagi ciri khas yang dimiliki oleh Lin Feng benar-benar ada padanya, yaitu sikap dingin dan sorot mata yang tajam.


Disisi lain.


Gadis bercadar yang tempo hari membuntuti Xie Long juga telah berada ditengah-tengah kerumunan, ia juga masih setia mengikuti Xie Long kemanapun remaja itu pergi, bahkan ia malah semakin tertarik dan penasaran dengan Xie Long.


Semuanya berawal tiga hari yang lalu, saat itu Xie Long tengah berhadapan dengan sekumpulan Beast yang cukup kuat, kekuatan mereka rata-rata setara dengan kultivator ranah Earth Spiritual puncak.


Pada awalnya, gadis bercadar itu berniat membantu Xie Long, karena menurutnya, Xie Long tidak akan mampu menghadapi mereka semua sendirian, tapi apa yang ia pikirkan ternyata salah, karena semua Beast itu malah jadi sasaran empuk bagi Xie Long.


Sejak saat itu, rasa penasarannya pada Xie Long semakin menjadi-jadi, namun ia tidak mau menanyakan secara langsung kepada remaja tersebut, oleh karenanya, dia selalu mengikuti Xie Long sampai hari ini.


***


"Hormat kami, yang mulia kaisar!"


Semua orang yang ada di sana langsung membungkuk hormat saat Yuan Chun Zhe dan pengawalnya datang.


"Tidak akan lama lagi, portal menuju Daratan Suci akan terbuka dan aku harap, kalian semua baik-baik saja selama berada di sana" ucap Yuan Chun Zhe. Pandangannya mengarah pada semua orang yang ada di sana sembari mencari keberadaan cucunya.


"Penampilannya benar-benar sama seperti Lin Feng" gumam Yuan Chun Zhe ketika menemukan sosok cucunya dengan penampilan yang berbeda.


Tidak lama berselang, portal menuju ke Daratan Suci pun terbuka, lalu para kultivator yang sudah menunggu sejak tadi, akhirnya masuk secara bergiliran ke sana, sebenarnya mereka ingin saling mendahului, namun itu tidak mungkin, karena kaisar Yuan ada di sana.


"Portal sudah terbuka, kenapa kau masih belum masuk juga?" Gadis bercadar itu akhirnya menghampiri Xie Long yang sejak tadi masih diam ditempatnya.


"Kenapa harus buru-buru, lagipula Daratan Suci bukanlah sumberdaya yang harus diperebutkan" jawab Xie Long.


"Benar juga!" ujar gadis tersebut, "Namaku Huanran, siapa namamu?"


"Kau akan tahu nanti!" jawab Xie Long kemudian menghilang dari pandangan gadis itu.


"Bocah sialan! Jangan sampai aku bertemu denganmu lagi!" ujar Huanran, kemudian melesat terbang mengikuti Xie Long yang telah masuk ke portal terlebih dahulu.


"Yang mulia, berikan saja perintah padaku dan akan aku bereskan pengganggu itu sekarang juga!" ucap jendral kekaisaran.


Yuan Chun Zhe menggeleng pelan, "Cucuku saja tidak menganggapnya sebagai pengganggu, jadi biarkan saja, lagipula, gadis itu tidak akan mampu menyentuh cucuku."


Daratan Suci.


Angin yang berhembus pelan menerpa wajah remaja tiga belas tahun yang baru saja menginjakkan kakinya di Daratan ini, nuansa dan suasana yang berbeda langsung bisa ia rasakan ketika hembusan angin menerpa tubuhnya.


Peperangan yang terjadi beberapa tahun lalu sempat membuat Daratan Suci berguncang hebat, kehancuran dan kematian yang timbul akibat peperangan hampir saja membuat Daratan Suci menjadi tanah gersang tanpa penghuni.


Namun, berkat bantuan dari para Dewa dan Dewi yang menjaga dimensi ini, Daratan Suci yang kala itu berada diambang kehancuran, berhasil dibangkitkan lagi hingga menjadi Daratan yang begitu indah.


"Keputusanku untuk datang ke sini adalah keputusan yang sangat tepat!" gumam Xie Long.


Berulang kali Xie Long menarik napas panjang untuk menikmati segarnya udara di Daratan Suci ini, kesejukannya membuat Xie Long seperti dibuai oleh kenyamanan, suara rerumputan dan dedaunan yang bergoyang karena tiupan angin, terdengar seperti alunan melodi yang begitu menenangkan.


Tapi sayangnya...


"Tolong!"


Ketenangan Xie Long seketika menghilang saat mendengar suara teriakan seseorang, walau terdengar sangat jauh dan samar-samar, namun ia bisa mengenali suara orang yang berteriak tersebut.


"Hah" Xie Long menghela napas panjang, "Apalagi yang dilakukan wanita keras kepala itu!" ujarnya.


Suara teriakan minta tolong itu berasal dari gadis bercadar yang selama ini membuntuti dirinya, ingin rasanya Xie Long mengabaikan teriakan gadis itu dan pergi begitu saja, namun hati kecilnya malah mengatakan hal yang sebaliknya.


Pada akhirnya, Xie Long memutuskan untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi, walau ia masih kesal dan jengkel pada gadis bercadar tersebut, tapi ia tetap tidak bisa mengabaikan seseorang yang membutuhkan bantuannya.


Sikap dingin ayahnya memang ada pada dirinya, namun kelembutan hati sang ibu juga ada padanya, apalagi, sejak ia kecil, kedua orang tuanya selalu mengajarkan dirinya untuk memberikan pertolongan pada orang yang membutuhkan.


***


Hanya dalam hitungan detik, Xie Long sudah berada di dekat sumber suara teriakan itu berasal, dan benar saja! Gadis bercadar itu memang membutuhkan bantuan, karena dirinya tengah dikejar oleh Beast Monster tingkat tinggi.


"Kekuatan hewan ini terlalu tinggi, tidak mungkin aku bisa melawannya sekarang" gumam Xie Long, kemudian menghilang dari pandangan.


Sesaat kemudian, Xie Long telah berada di dekat Huanran yang tengah berlari, dengan gerakan yang sangat cepat, Xie Long meraih tangan gadis bercadar itu dan langsung membawanya menghilang dari sana.


*


Assalamu'alaikum semuanya!


Di hari yang fitrah ini ada baiknya jika kita melupakan dan saling memaafkan kesalahan yang pernah terjadi, meski kita tidak bertatap muka secara langsung, tapi bukan berarti tidak ada kesalahan yang mungkin saja terjadi tanpa disadari.


Oleh karena itu, Author benar-benar meminta maaf kepada teman-teman semua, atas kesalahan dan kekhilafan yang mungkin pernah author lakukan hingga menyinggung perasaan teman-teman semua.


Akhir kata. Minal Aidzin Walfaizin, mohon maaf lahir dan batin 🙏🏻🙏🏻. Selamat hari raya Idul Fitri untuk kita semua yang merayakan.