Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-301. Huoshen yang jahil


Sementara itu.


"Apa tidur kalian nyenyak?"


Xie Long dan Xiao Xue yang baru saja menyelesaikan pertarungan, dibuat kaget oleh Huoshen yang tiba-tiba muncul di depan mereka berdua.


Selain itu, mereka juga sangat kaget mendengar pertanyaan Huo Shen, karena ia bertanya seolah tidak mengetahui berbagai macam hal yang telah mereka alami selama ini.


Dan bagaimana mungkin mereka bisa tidur dengan nyenyak, sementara setiap malamnya, mereka selalu sibuk bertarung demi mempertahankan kebun Huoshen.


"Kalian terlihat sangat lelah, apa telah terjadi sesuatu selama aku tidur?"


"Tidur? Jadi selama ini senior benar-benar tidur?" tanya Xie Long yang nampaknya tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


Huoshen mengerutkan dahi, "apa maksudmu?"


"Senior, anda sudah tidur sangat lama, bahkan aku sampai tidak ingat kapan senior meminta kami untuk menjaga kebun ini."


"Benarkah? Tapi aku hanya tidur selama setahun, apa itu sangat lama?"


Xie Long dan Xiao Xue dibuat tercengang mendengar perkataan Huoshen, tubuh mereka langsung lemas seolah seluruh tenaganya menghilang tanpa sebab.


Sejak datang ke pulau Huoshen, keduanya tidak pernah menghitung hari, sehingga mereka tidak menyangka jika waktu sudah berlalu selama satu tahun.


"Tidur selama satu tahun, apa itu masuk akal?"


"Entahlah, sebaiknya kau tanya pada orangnya langsung" jawab Xie Long.


"Jadi, apa yang terjadi selama aku tidur?" tanya Huoshen seolah tidak mengetahui apapun.


Xie Long menghela napas panjang, kemudian menjelaskan semua hal yang telah terjadi selama satu tahun terakhir, termasuk mereka yang tidak pernah tidur saat malam hari.


"Ah, benar juga, aku lupa memberitahu kalian jika ada formasi khusus untuk melindungi kebun ini."


"Aku minta maaf, semua ini adalah kesalahanku."


Lagi-lagi, Xie Long dan Xiao Xue dibuat tercengang oleh perkataan Huoshen. Bahkan, mereka merasa jika Huoshen telah mempermainkan mereka selama ini.


Meski sangat kesal karena dipermainkan, namun keduanya tidak bisa melakukan apapun, karena mustahil mereka bisa mengalahkan ataupun melawan Huoshen.


"Aku benar-benar minta maaf dan sebagai tanda terima kasihku, aku akan mengembalikan kekuatan kalian."


Walaupun sudah membuat mereka kesal, namun perkataan Huoshen barusan berhasil membuat keduanya senang, karena sekarang, mereka bisa mendapatkan kekuatannya lagi.


Lalu setelah itu, Huoshen menjentikkan dari tangannya dan seketika itu juga, kekuatan dalam diri mereka langsung kembali seperti semula, bahkan telah meningkat.


Selain kekuatan, basis kultivasi mereka tentunya juga telah meningkat, padahal, selama setahun terakhir mereka tidak berkultivasi dan hanya bertarung setiap malam.


Sebelumnya, kultivasi Xie Long berada di ranah Supreme Emperor bintang lima, dan sekarang, kultivasi-nya telah mencapai ranah Yin dan Yang bintang lima.


Lalu untuk Xiao Xue, kultivasi-nya sebelum ini berada di ranah Yin dan Yang bintang tujuh, dan sekarang ia sudah mencapai ranah Mortal bintang tujuh.


"Senior, kenapa kultivasi kami bisa meningkat secepat ini?"


Huoshen tersenyum, lalu menjelaskan jika peningkatan itu adalah hadiah untuk mereka, karena selama setahun ini mereka telah menjaga kebunnya dengan baik.


"Baiklah, apa kalian sudah siap untuk menjalani ujian ketiga?"


Xie Long dan Xiao Xue mengangguk bersamaan, "kami siap, senior!"


"Bagus! Tapi untuk saat ini, sebaiknya kalian beristirahat terlebih dahulu, jika sudah siap, temui aku di istana."


"Baik, senior!"


Setelah itu, Huoshen meninggalkan mereka berdua dan kembali ke istananya yang berada di puncak bukit.


***


Xie Long dan Xiao Xue kini tengah berdiri tepat di bawah kaki bukit, menatap anak tangga yang menjadi satu-satunya jalan menuju ke istana Huoshen di puncak bukit itu.


Keduanya mengangguk, lalu menginjakkan kakinya di anak tangga yang pertama, dan saat itu juga, tekanan yang cukup besar langsung menimpa tubuh mereka.


Tekanan yang menimpa tubuh mereka, setara dengan sepuluh persen kekuatan mereka berdua, sehingga tidak terlalu sulit bagi mereka untuk mengatasinya.


"Senior Huoshen benar-benar penuh dengan misteri" ucap Xiao Xue.


"Itu wajar, karena dia adalah kultivator yang begitu luar biasa" sahut Xie Long, kemudian melanjutkan langkah kakinya.


Setiap menaiki satu anak tangga, tekanan itu akan meningkat sebanyak sepuluh persen, hingga kemudian, tekanan itu setara dengan kekuatan mereka berdua.


Meski begitu, keduanya tetap tidak mau menyerah, walaupun langkah mereka sangat berat, mereka masih terus berusaha untuk menaiki anak tangga yang selanjutnya.


Disisi lain.


Setelah kembali ke istana, Huoshen kemudian pergi ke ruangan khusus yang ada di istananya, ruangan yang selama ini tidak pernah ia masuki dan selalu ia segel dengan formasi.


Aura yang sangat kuat menerpa tubuh Huoshen saat pintu ruangan itu terbuka, setelah diam selama beberapa saat, Huoshen kemudian melangkah masuk ke ruangan itu.


Di dalam ruangan yang sangat luas itu tidak ada apapun, kecuali sebuah altar yang cukup besar dengan sebilah pedang berwarna perak yang tertancap di tengahnya.


"Sebentar lagi, kau akan mendapatkan pendamping yang luar biasa" gumam Huoshen.


Setelah itu, Huoshen mengalirkan energi kedalam pedang perak tersebut, dan pada saat yang bersamaan, pedang perak itu bergetar dan memancarkan cahaya.


Kemudian, cahaya yang keluar dari dalam pedang perak itu itu membentuk siluet seekor burung, yang tidak lain adalah burung Phoenix perak berkepala tiga.


"Apa kabar, teman" sapa Huoshen.


"Sama seperti sebelumnya, bagaimana denganmu?"


"Tidak ada bedanya denganmu."


"Sudah lama sejak terakhir kali kau mengunciku di sini, jadi, apa keturunan Yuan Long sudah ada di sini?"


Huoshen mengangguk pelan, kemudian menjelaskan jika keturunan Yuan Long yang dimaksud, tengah menjalani ujian yang ketiga atau ujian terakhir.


"Apa kau sudah menjelaskan semuanya pada mereka?"


"Tidak, aku sengaja tidak menjelaskan apapun pada mereka" jawab Huoshen.


"Alasannya?"


Huoshen mengangkat sudut bibirnya, "sepertinya kau sudah lupa bagaimana temanmu ini" ucapnya.


"Sampai kapan kau akan terus seperti ini? Setidaknya, ubahlah sikap buruk mu yang selalu jahil itu."


"Hahahaha!"


"Justru akan aneh jika seorang Huoshen tidak jahil."


Huoshen memanglah seorang kultivator yang sangat kuat, bahkan dirinya pernah menjadi kultivator paling di takuti di masa lalu.


Selain kuat, Huoshen juga terkenal karena kejahilannya, bahkan semua teman-temannya sendiri sampai tidak tahan dengan kejahilannya itu.


Bahkan, kejahilannya itu sampai membuat Xie Long dan Xiao Xue sangat kewalahan, karena dirinyalah yang mendatangkan pasukan Beast untuk menyerang kebunnya sendiri.


"Kau benar, tapi apa kau lupa kalau kejahilan mu itu pernah hampir mendatangkan malapetaka untuk semua orang?"


"Ayolah, itu sudah lama berlalu, bahkan aku sudah lupa kapan hal itu terjadi."


"Kau mungkin lupa, tapi aku tidak, karena aku juga hampir menjadi korban kejahilan mu waktu itu."


"Hahahaha" Huoshen tertawa canggung, "maafkan aku teman, aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi."


"Semoga saja."


***


Sementara itu.


Xie Long dan Xiao Xue kini telah sampai di pertengahan jalan, namun tekanan yang begitu dahsyat memaksa mereka untuk berhenti sejenak untuk beristirahat.


"Tuan, sebaiknya kita melanjutkan langkah."


Xie Long mengangguk pelan, "kau benar! Lagipula, semakin lama kita berada di sini, maka situasinya akan semakin buruk."


Perlahan namun pasti, keduanya mulai melangkahkan kakinya lagi menuju anak tangga yang berikutnya, tapi langkah mereka terasa sangat berat.


Langkah mereka akhirnya berhasil mencapai anak tangga berikutnya, namun pada saat yang bersamaan, darah segar nampak mengalir dari mulut dan juga hidung mereka.


"Xiao Xue, apa kau masih sanggup?"


"Tentu saja, tuan. Tekanan ini masih belum bisa menghentikan langkahku" jawab Xiao Xue.


Setelah berusaha keras, mereka akhirnya berhasil maju satu langkah lagi, namun keduanya kembali berhenti sejenak untuk mengumpulkan tenaga.


Beberapa saat kemudian, keduanya kembali melanjutkan langkah kakinya, namun pada saat yang bersamaan, tekanan yang menimpa tubuh mereka tiba-tiba lenyap.


"Kenapa kalian lama sekali, aku sudah bosan menunggu" ucap Huoshen.


"Senior, kami terhambat karena..."


"Sudahlah, lupakan ujiannya dan segera ke sini."


"Ujian?"


"Sudah kukatakan, lupakan ujiannya dan segera naik ke atas" sahut Huoshen, kemudian kembali ke istananya.