
"Hah" Zhen Shao menghela napas panjang, "Sepertinya memang tidak bisa diajak bicara baik-baik" ucapnya, kemudian melepaskan aura kekuatannya.
Wushh!
Aura kekuatan yang sangat besar terpancar dari tubuh Zhen Shao, menciptakan tekanan intimidasi yang sangat dahsyat dan berhasil menekan pasukan yang hendak menyerang mereka berlima.
Saat ini, kultivasi Zhen Shao sudah berada di ranah Heaven Spiritual bintang sembilan, jadi tekanan yang ditimbulkan dari aura kekuatannya mampu menindas siapapun yang menjadi lawannya.
Dengan kekuatan dan tingkat kultivasinya saat ini, Zhen Shao menjadi kultivator terkuat di daratan Zhanshi, sedangkan keempat temannya, masing-masing mereka berada satu tingkatan di bawahannya.
"Si-sial, rumor itu ternyata benar, mereka memang memiliki kemampuan yang tidak masuk akal!"
"Ini peringatan terakhir, jika kalian tidak mau menyerah, jangan salahkan aku jika membunuh kalian semua!" ujar Zhen Shao.
Semua orang yang awalnya hendak menyerang Zhen Shao dan teman-temannya, langsung bergidik ngeri mendengar ancaman dari Zhen Shao, dan dengan kemampuannya itu, sudah pasti tidak akan sulit baginya untuk membunuh mereka semua.
Dengan tekanan besar yang menimpa tubuh mereka, para prajurit itu mulai menjatuhkan senjatanya, lalu setelah itu, mereka semua berlutut dan meminta pengampunan pada Zhen Shao, mereka juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.
"Aku pegang janji kalian, jika suatu saat kalian melakukan hal ini lagi, maka aku sendirilah yang akan membunuh kalian" ucap Zhen Shao, kemudian menarik aura kekuatannya.
Seketika itu juga, tekanan berat yang menimpa tubuh semua orang langsung menghilang, namun pada saat yang bersamaan, pemimpin pasukan itu melesat maju dan menyerang Zhen Shao dengan pedang ditangannya.
Slash!
Suara tebasan terdengar dengan begitu jelas dan mengejutkan semua orang, tidak lama kemudian, kepala pemimpin pasukan itu terjatuh dan menggelinding di tanah, lalu diikuti oleh tubuhnya yang terjatuh tepat di depan Zhen Shao.
"Hal inilah yang akan kalian dapatkan jika berani mengingkari janji yang telah kalian ucapkan" ucap Liu Qi setelah membunuh pemimpin pasukan tersebut.
"Ba-baik, yang mulia" jawab mereka semua serempak.
"Sekarang, ikut kami ke kota kekaisaran, kalian semua akan dilatih untuk menjadi prajurit, tapi aku tidak akan memaksa jika kalian hanya ingin menjadi penduduk biasa" ucap Zhen Shao, kemudian mereka semua kembali ke kota kekaisaran Long Zhu.
Setibanya di kota kekaisaran Long Zhu, Zhen Shao kemudian memerintahkan beberapa prajurit untuk mengurus orang-orang yang datang bersamanya, mereka yang ingin menjadi prajurit akan langsung diarahkan ke tempat pelatihan, sementara mereka yang ingin menjadi penduduk biasa, akan di bawa ke kota.
***
Dimensi pertama.
Saat ini, Lin Feng dan keenam saudaranya sudah berada di hutan tempat tinggal Xiao Xue dan Xie Xie, yaitu sebuah hutan yang letaknya tidak terlalu jauh dari sekte Phoenix Emas, juga merupakan tempat ujian penerimaan murid baru sebelumnya.
Ketika mereka tiba di sana, Lin Feng langsung memanggil kedua Beast kembar tersebut, meski bukan dia yang menjalin kontrak jiwa dengan mereka, namun ia bisa memanggil mereka dengan mudah, karena di dalam tubuh mereka terdapat kekuatan milik Lin Feng.
"Hormat, yang mulia" ucap kedua Beast itu serempak.
"Kekuatan kalian sudah meningkat dengan pesat, tapi masih belum cukup untuk melindungi kedua anakku."
"Xiao Xue, Xiao Xie, aku sangat berharap pada kalian berdua, karena untuk kedepannya nanti, kalian berdua lah yang akan selalu berada disisi kedua anakku, jadi aku ingin kalian memiliki kekuatan yang cukup untuk menjaga mereka."
"Oleh karena itu, aku sengaja datang kesini untuk melatih kalian, tapi apa kalian bersedia menerima latihan ini?"
"Baguslah, mulai sekarang, kalian akan dilatih oleh mereka berenam dan sekeras apapun latihan yang mereka berikan, aku harap kalian tidak menyerah" sahut Lin Feng.
Setelah itu, Lin Feng meninggalkan hutan tersebut dan kembali ke kediamannya, sementara Huise dan yang lainnya, mereka tengah bersiap-siap untuk memberikan latihan keras kepada Xiao Xue dan Xiao Xie.
"Kita akan memulai latihannya sekarang, tapi bukan disini tempatnya" ucap Huise, kemudian menjentikkan jarinya.
Sesaat kemudian, mereka semua telah berpindah ke suatu tempat yang sangat jauh dari Benua Biru, atau lebih tepatnya, sebuah tempat yang berada di dimensi khusus yang telah diciptakan oleh Huise.
Dengan kekuatan yang ia miliki sekarang, serta gelar Dewa Alam yang ia sandang, tentunya tidak sulit bagi Huise untuk menciptakan dimensinya sendiri, atau yang biasa disebut sebagai dunia kecil ciptaan Dewa.
Setelah itu, Huise menjelaskan latihan apa saja yang akan mereka lakukan ditempat tersebut, ia juga menjelaskan jika di setiap latihan itu nanti, mereka berdua akan disiksa hingga mencapai batasan mereka sendiri, jadi mereka harus benar-benar siap untuk menghadapinya.
"Apa ada yang ingin kalian tanyakan?"
"Tidak, senior!"
"Baguslah, kalau begitu kalian bisa memulai latihannya sekarang" sahut Huise, kemudian mengarahkan pandangannya pada Jinhu.
"Jinhu, kau akan mendapat giliran pertama."
"Baik, kakak" jawab Jinhu, kemudian menghampiri Xiao Xue dan Xiao Xie, "Aku tidak suka menyiksa orang lain, jadi latihan pertama kalian tidak akan sulit" ucapnya.
"Latihannya adalah, kalian berdua harus bertarung denganku, jika salah satu dari kalian berhasil mendaratkan serangan padaku, maka latihan kalian akan selesai."
Latihan tersebut memang terdengar mudah dan tidak sulit, namun menghadapi Jinhu yang kekuatannya sudah berada di ranah Supreme God bintang sembilan, apakah itu masih bisa dianggap mudah?
Selain itu, Jinhu tidak mengatakan seberapa besar kekuatan yang akan ia kerahkan dalam pertarungan itu nanti, dengan kata lain, Jinhu bisa saja mengerahkan kekuatan penuh saat bertarung dengan mereka.
Kekuatan Jinhu memang tidak sebanding dengan kekuatan Huise dan yang lainnya, namun sebagai anggota terakhir pilar kematian, sosoknya tentu tidak bisa diremehkan begitu saja, apalagi dia telah mendapatkan anugerah dari dua Dewa sekaligus.
Intinya, semudah apapun latihan yang dimaksud oleh Jinhu, tetap akan terasa sangat sulit dan sangat berat bagi Xiao Xue dan Xiao Xie, karena ada perbedaan yang sangat besar antara kekuatan mereka dan kekuatan yang Jinhu miliki saat ini.
"Senior, apa latihan ini memiliki batasan waktu tertentu?" Xiao Xue memberanikan diri untuk bertanya.
"Tidak, latihan ini hanya akan berakhir saat kalian berhasil mendaratkan serangan di tubuhku" jawab Jinhu.
"Terima kasih, senior!" ujar keduanya serempak.
Sementara itu, Huise dan yang lainnya sudah beranjak dari tempat tersebut, karena mereka harus menyiapkan latihan khusus untuk Xiao Xue dan Xiao Xie, jadi saat latihan pertama selesai, mereka bisa langsung menjalankan latihan kedua.
"Du Fang Ren, selanjutnya giliran mu, lalu Heilong, setelah itu, Lang Diyu, kemudian Yin Ouyang dan aku akan menjadi yang terakhir" ucap Huise.
"Kenapa harus berurutan?" tanya Lang Diyu.
"Karena ini perintah Tuan, jadi jangan tanya padaku" jawab Huise.