Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-80. Mencari kuil terakhir


Karena sekelompok pendekar itu mengabaikan peringatan darinya, Zhen Shao akhirnya memutuskan untuk menyelesaikan masalah itu dengan cara yang berbeda, ia kemudian turun dari kudanya dan langsung menghampiri sepuluh pendekar tersebut.


"Aku sudah memperingati kalian, jadi jangan salahkan aku jika bersikap kasar!" ujarnya, kemudian menyerang sepuluh pendekar itu sendirian.


Sementara itu, Liu Qi dan tiga temannya juga ingin turun dari kuda untuk membantu Zhen Shao, namun mereka justru dihentikan oleh Lin Feng, karena ia sangat yakin jika Zhen Shao mampu mengatasi sepuluh orang pendekar itu seorang diri.


Disisi lain.


Latihan keras yang di jalani Zhen Shao selama ini benar-benar membuahkan hasil yang sangat memuaskan, karena dengan santainya, ia berhasil menghindari serangan para pendekar itu serta berhasil mendaratkan pukulan telak ke tubuh mereka dengan sangat mudah.


Dari segi kecepatan, Zhen Shao sudah memiliki kecepatan di atas rata-rata kecepatan para pendekar hebat, lalu dari segi kekuatan, mungkin kekuatannya saat ini sudah setara dengan seorang pendekar terhebat yang ada di daratan ini, bahkan, sepuluh pendekar itu saja sampai tidak berkutik saat berhadapan dengannya.


"A-ampuni kami tuan, to-tolong jangan bunuh kami."


Sepuluh pendekar itu berlutut dan memohon pengampunan pada Zhen Shao, mereka benar-benar tidak menyangka jika Zhen Shao seorang diri ternyata berhasil mengalahkan mereka semua dengan sangat mudah, bahkan Zhen Shao seperti tidak mengerahkan seluruh kekuatannya saat menghadapi mereka.


"Apa tujuan kalian yang sebenarnya?" tanya Zhen Shao.


Para pendekar itu nampak ragu untuk menjawab pertanyaan Zhen Shao, namun melihat situasi mereka sekarang ini, mereka sudah tidak punya pilihan lain selain menjelaskan maksud dan tujuan mereka yang sebenarnya, jika tidak, Zhen Shao pasti akan melenyapkan mereka.


"Tu-tuan, ka-kami hanya menerima perintah dari seseorang, dia menjanjikan bayaran yang sangat besar jika berhasil membunuh kalian semua."


Zhen Shao mengepalkan tinjunya menahan amarah, "Katakan! Siapa yang memerintahkan kalian untuk membunuh kami?"


"Di-dia..."


"Katakan!"


"Dia adalah penguasa kota Elang Emas, dan saat ini, berita mengenai kalian sudah menyebar luas dan banyak pendekar yang berlomba-lomba untuk melenyapkan kalian."


Bugh!


Zhen Shao yang sudah tidak tahan akhirnya melayangkan tendangan keras kearah pria tersebut, sehingga membuat topeng yang menutupi wajahnya hancur dan berhasil membuatnya terlempar cukup jauh kebelakang.


"Penguasa kota, aku pasti akan membalas perbuatan mu ini!" ujar Zhen Shao penuh amarah.


"Pergilah! Jangan pernah muncul di hadapanku lagi, jika tidak, aku pasti akan mencabut nyawa kalian saat itu juga!"


"Ba-baik Tuan!"


Setelah sepuluh pendekar bertopeng itu pergi, Zhen Shao kemudian menghampiri Lin Feng, "Yang mulia, apa yang harus kita lakukan sekarang?"


"Pertama, jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi. Kedua, kalian bebas melakukan apapun yang menurut kalian benar untuk menyelesaikan masalah ini. Ketiga, aku tidak akan ikut campur kecuali nyawa kalian sudah terancam."


"Terima kasih, yang... maksudku, Lin Feng" sahut Zhen Shao.


"Jadi apa yang akan kalian lakukan sekarang?" tanya Lin Feng.


"Menurutku, kita abaikan saja masalah ini dan fokus pada tujuan utama kita, yaitu menemukan kuil terakhir, jika dalam perjalanan nanti masih ada yang menghalangi kita, barulah kita akan bertindak" jawab Wen Chou.


"Aku setuju dengan pendapat Wen Chou, lagipula, tidak ada gunanya menghentikan perjalanan kita hanya karena masalah ini saja" imbuh Zhang Kai.


"Aku juga setuju" sahut Liu Qi.


"Begitu juga denganku!" ujar Guo Fan.


"Sekarang, apa keputusanmu, Zhen Shao?" tanya Lin Feng.


Lin Feng mengangguk pelan, "Aku hanya akan turun tangan jika nyawa kalian berada dalam bahaya."


Meski perjalanan mereka sempat tertunda karena masalah yang datang, namun pada akhirnya mereka tetap melanjutkan perjalanannya untuk mencari kuil terakhir, namun kali ini mereka jauh lebih waspada, karena mereka yakin akan ada banyak musuh yang sudah menanti mereka di depan sana.


***


Waktu kembali berlalu dengan begitu cepat dan tidak terasa, satu bulan telah berlalu sejak mereka menemukan kuil keempat, namun sampai saat ini, mereka masih belum berhasil menemukan kuil Dewa Asura yang terakhir.


Bahkan, Lin Feng sudah mencoba mencari keberadaan kuil terakhir itu dengan menggunakan kekuatannya, namun hasilnya masih tetap sama, jangankan menemukan kuil terakhir tersebut, ia bahkan tidak menemukan petunjuk apapun mengenai keberadaannya.


Selain itu, disepanjang perjalanan mereka justru menemukan banyak halangan, bahkan tidak pernah satu hari pun mereka lalui tanpa pertarungan, tapi sebanyak apapun musuh yang menghadang, selalu berhasil dikalahkan oleh Zhen Shao dan teman-temannya.


Dipinggiran Hutan.


"Liu Qi, fokuskan lagi pikiranmu, jangan goyah hanya karena gangguan kecil" ucap Lin Feng.


"Guo Fan, cobalah untuk lebih tenang."


Saat ini, Lin Feng tengah mengajari Zhen Shao dan teman-temannya cara untuk merasakan energi alam disekitarnya, walaupun sebelumnya mereka sempat berhasil merasakan keberadaan energi alam, namun masih harus terus dilatih sampai mereka benar-benar bisa merasakannya.


"Jika dalam beberapa hari kedepannya kalian berhasil merasakan energi alam secara langsung, maka aku akan mengajari kalian cara untuk menyerapnya" ucap Lin Feng.


Groarrr!


Mereka berlima yang sedang fokus berlatih tiba-tiba dikejutkan oleh suara raungan yang berasal dari hutan, dan seketika itu juga, Lin Feng langsung melepaskan kekuatan jiwanya untuk mengetahui hewan apa yang sudah mengganggu latihan Zhen Shao dan teman-temannya.


"Lin Feng, hewan apa itu?" tanya Zhen Shao.


Lin Feng mengangkat sudut bibirnya, "Sepertinya kalian harus mengerahkan kekuatan penuh, karena hewan ini adalah hewan spiritual tingkat empat."


"Apa?"


"Kenapa? Apa kalian takut?"


Zhen Shao dan teman-temannya terdiam, mereka tidak tahu haru berkata apa, karena selama ini, mereka belum pernah bertemu dengan hewan spiritual tingkat empat, apalagi berhadapan secara langsung dengannya.


"Aku beri kalian pilihan, hadapi hewan itu bersama-sama atau hadapi aku" ucap Lin Feng.


"Hahaha, tentu saja kami lebih memilih untuk menghadapi hewan sialan itu bersama-sama!" ujar Zhang Kai.


"Kenapa? Bukankah menghadapi ku jauh lebih mudah?" tanya Lin Feng.


"Tidak, tidak, kami tidak ingin menghadapi musuh yang mudah, benarkan, teman-teman?" ucap Liu Qi.


Menghadapi Lin Feng mungkin memang lebih mudah, namun resiko yang akan mereka dapatkan belum tentu semudah menghadapinya, jadi lebih baik mereka memilih untuk menghadapi hewan spiritual tingkat empat itu, karena resikonya sudah pasti tidak seberapa bila dibandingkan dengan menghadapi Lin Feng.


"Baiklah, kalau begitu aku akan memantau kalian dari kejauhan" ucap Lin Feng, kemudian menghilang dari pandangan mereka berlima.


"Zhen Shao, bagaimana sekarang?" tanya Guo Fan setelah Lin Feng menghilang.


"Kita hadapi saja hewan itu, lagipula, Lin Feng tidak mungkin memberikan tugas yang mustahil untuk kita selesaikan!"


"Itu benar! Lagipula, ini adalah saat yang tepat untuk menunjukkan hasil latihan kita selama ini!"