
Perjalanan Xie Long menelusuri kekaisaran Feng sudah hampir mencapai puncaknya, meski belum sepenuhnya mengitari kekaisaran tersebut, namun saat ini, ia sudah hampir mencapai perbatasan antara wilayah Timur dan wilayah Selatan.
Lebih tepatnya, Xie Long saat ini hampir mencapai sebuah kota yang dulunya pernah disinggahi oleh Lin Feng, yaitu kota Yumin. Namun perjalanannya harus terhenti karena memerlukan istirahat sembari mengembalikan energinya, sebab, ia baru saja selesai bertarung dengan Beast tingkat tinggi.
Selama bermeditasi, konsentrasi Xie Long lagi-lagi diganggu oleh perwujudan kekuatan Asura dalam dirinya, dan sama seperti sebelumnya, ia masih berusaha membujuk Xie Long agar mau menggunakan kekuatannya, namun sayangnya, usahanya malah tidak membuahkan hasil apapun.
"Lin Xie Long, keteguhan hatimu memang sangat luar biasa, tapi sampai kapan kau bisa menahan kekuatanmu yang sesungguhnya ini?"
"Seiring dengan berjalannya waktu, kau pasti akan menjumpai masalah yang membuatmu harus menggunakan kekuatan kebencian ini" gumam sosok tersebut.
Alam bawah sadar Xie Long.
"Lin Xie Long"
Suara seseorang memanggil namanya terdengar jelas di telinga Xie Long, namun karena berpikir jika suara itu berasal dari sosok kekuatan Asura dalam dirinya, iapun lebih memilih untuk mengabaikan suara tersebut.
"Lin Xie Long!"
Suara itu terdengar lagi, namun jauh lebih jelas dari sebelumnya dan terasa sangat dekat dengan dirinya, tapi Xie Long masih berusaha untuk tidak menghiraukan suara tersebut, karena ia tidak ingin meditasi-nya terganggu.
"Xie Long, buka matamu."
Kali ini, Xie Long benar-benar tidak bisa untuk tidak membuka matanya dan menghentikan meditasi-nya, karena ia merasakan tangan seseorang telah menyentuh pundaknya.
Xie Long yang masih berpikir jika itu adalah sosok kekuatan Asura, kemudian berdiri dan hendak melayangkan pukulannya, namun gerakannya terhenti saat melihat sosok pria di depannya bukanlah sosok yang ada dalam dirinya.
"Siapa kau?" tanya Xie Long.
Pria misterius itu tersenyum pada Xie Long, kemudian berkata, "Datanglah ke kekaisaran Yuan, maka kau akan mengetahui siapa aku sebenarnya" kemudian, sosok itu menghilang tanpa jejak.
"Kekaisaran Yuan? Bukankah itu kekaisaran yang dipimpin oleh kakek buyut? Tapi siapa orang itu?"
Xie Long menyentuh bahunya, tepatnya ditempat pria misterius itu menyentuhnya sebelum menghilang, "Sentuhan tangannya sungguh hangat dan menenangkan" gumamnya.
Saat tengah berpikir mengenai pria misterius tersebut, Xie Long baru menyadari jika dirinya berada ditempat yang berbeda dari sebelumnya, yaitu sebuah hamparan padang rumput yang sangat luas.
"Dimana lagi ini?"
"Hah" Xie Long menghela napas panjang, "sepertinya tempat ini berada didalam bawah sadar ku sendiri" gumamnya, lalu menutup kedua matanya.
Disaat yang bersamaan, Xie Long yang tengah bermeditasi di hutan membuka matanya, namun ia masih memikirkan perkataan pria misterius yang mendatanginya sebelumnya, dan entah mengapa, ia tiba-tiba saja memiliki keinginan yang besar untuk datang ke wilayah Selatan.
Karena energinya sudah pulih, Xie Long memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya, ia yang sebelumnya tidak memiliki tujuan yang pasti, akhirnya memilih wilayah Selatan sebagai tujuannya yang selanjutnya.
Selain penasaran dengan pria misterius yang menemuinya, Xie Long juga ingin menemui kakek buyutnya di sana, lagipula sudah sangat lama ia tidak menemui kakek buyutnya itu, karena memang jarak antara wilayah Timur dan Selatan sangatlah jauh.
"Kakek, aku datang!" ujar Xie Long, kemudian melesat meninggalkan tempat tersebut.
***
Waktu kian berlalu, Xie Long kini telah sampai di kota Yumin, sebuah kota dengan suasana dan lingkungan yang sangat berbeda dengan kota-kota lainnya, karena di Benua Biru ini, hanya kota Yumin yang menyajikan pemandangan laut secara langsung.
"Kota ini sungguh indah" gumam Xie Long.
Sementara itu.
Dari kejauhan ada seorang pria yang tengah memperhatikan Xie Long, sejak ia datang ke kota Yumin, pria tersebut selalu memperhatikannya, sesekali ia terlihat ingin menghampiri Xie Long dan mengajaknya bicara, namun ia malah mengurungkan niatnya itu.
Xie Long yang juga menyadari keberadaan pria tersebut akhirnya memilih untuk menghampirinya, karena sejak datang, ia sudah merasakan adanya sepasang mata yang tengah mengawasi dirinya, namun ia mengabaikannya karena tatapan itu tidak memiliki kebencian sedikitpun.
"Paman, apa yang membuat paman mengikuti ku sejak tadi?" tanya Xie Long.
"Ma-maaf, Tuan Muda, aku tidak bermaksud mengganggumu, tapi wajahmu benar-benar mirip dengan temanku" jawab pria tersebut.
"Benarkah? Memangnya siapa nama teman paman itu?" tanya Xie Long penasaran.
"Namanya Lin Feng, dia datang dari wilayah Timur, apa Tuan Muda mengenalnya?"
Xie Long mengangguk dan tersenyum, "Paman, aku tidak hanya mengetahui orang yang paman maksud, bahkan aku sangat mengenalinya, karena dia adalah ayahku."
Pria itu nampak terkejut, tapi kemudian ia tertawa dengan lantang, "Hahaha, pantas saja kau sangat mirip dengannya."
"Perkenalkan, namaku Qiao Chen, teman sekaligus saudara ayahmu."
Xie Long yang mendengar penjelasan pria itu ikut terkejut, karena sebelumnya, Xie Long sempat berpikir jika pria itu hanyalah salah seorang ayahnya saja, tapi siapa sangka jika dia adalah saudara ayahnya juga.
"Lin Xie Long memberi hormat pada paman" ucap Xie Long sembari membungkukkan badannya, namun tubuhnya ditahan oleh Qiao Chen.
"Teman-teman! Lihat, siapa yang datang ke kota kita!?"
Qiao Chen berteriak dengan kencang, kemudian puluhan pria yang tengah sibuk dengan aktivitasnya masing-masing, mendadak berhenti dan langsung menoleh kearah Xie Long dan Qiao Chen.
"Dengarkan aku! Dia adalah Lin Xie Long, putra saudara kita, Lin Feng!"
Para pria itu nampak tersenyum bahagia, kemudian mereka menghampiri Xie Long dan membungkuk padanya, "Hormat kami, Tuan Muda!" ucap semuanya serempak.
Xie Long tersenyum canggung karena belum pernah menerima perlakuan seperti ini sebelumnya, walaupun ia adalah keluarga kekaisaran, namun sangat jarang mendapat perlakuan seperti itu.
Bukan karena tidak ada yang mengenali dirinya, tapi ia melarang keras para penduduk kekaisaran menundukkan kepala mereka padanya, karena menurutnya, ia belum pantas mendapatkan rasa hormat mereka.
"Semuanya, mohon angkat tubuh kalian, aku tidak pantas menerima perlakuan seperti ini" ucap Xie Long yang juga membungkukkan badannya.
"Long'er, jangan bicara seperti itu, kau itu adalah anak saudara Lin, jadi sudah sepatutnya kami menghormatimu seperti kami menghormati ayahmu" sahut Qiao Chen.
"Teman-teman! Sampaikan berita ini pada yang lainnya, malam ini kita akan berpesta di rumahku!" ujar Qiao Chen.
"Baik, kapten!"
Setelah itu, Qiao Chen mengajak Xie Long menuju ke rumahnya, agar mereka bisa mengobrol dengan nyaman, lagipula, ia yakin Xie Long membutuhkan istirahat setelah perjalanan jauh.