
Dewi Nuwa mengabaikan pertanyaan yang dilontarkan oleh Yan Baihu dan tetap melanjutkan beberapa penjelasan penting mengenai Dewa Huo, namun kejadian ini justru membuat Yan Baihu merasa tersinggung, karena menurutnya, Dewi Nuwa sama sekali tidak menghargai dirinya.
"Dewi Nuwa, bukankah aku sudah mengajukan pertanyaan padamu? Lalu kenapa kau malah mengabaikannya?" tanya Yan Baihu.
"Aku tidak mengabaikannya, dan aku yakin penjelasan ku ini akan menjawab semua pertanyaan yang ingin dan yang telah kau ajukan barusan" jawab Dewi Nuwa.
"Kau benar! Tapi bukankah menjawab pertanyaan itu secara langsung akan jauh lebih baik daripada menjelaskannya secara rinci?" sahut Ji Ling.
"Dewi Nuwa, semua yang duduk di kursi saat ini adalah penguasa, jadi aku yakin semuanya sudah bisa memahami maksud dari tujuanmu yang sebenarnya tanpa perlu kau jelaskan secara rinci" lanjutnya.
"Aku sependapat dengan penguasa dimensi kesepuluh, lagipula, kau hanya seorang wanita dan rasanya sedikit tidak pantas bila kau dibandingkan dengan kami" ucap Hua Xiong.
Entah apa maksud ketiga penguasa itu, namun setiap perkataan yang mereka lontarkan terdengar seperti sebuah hinaan dan juga sindiran untuk Dewi Nuwa, apalagi saat Hua Xiong mengatakan jika Dewi Nuwa tidak bisa dibandingkan dengan mereka semua, karena dia adalah seorang perempuan.
Pada saat yang bersamaan, beberapa penguasa juga mulai mengeluarkan pendapat mereka, bahkan mereka mulai mempertanyakan tentang status Dewi Nuwa yang sebenarnya, karena pada saat dia memperkenalkan diri sebelumnya, dia mengatakan bahwa dirinya hanyalah penguasa sementara.
Sebenarnya tidak ada larangan yang melarang seorang wanita menjadi pemimpin, namun permasalahannya sekarang adalah, mereka merasa bahwa Dewi Nuwa tidak pantas duduk setara dengan mereka, karena dirinya hanyalah penguasa sementara, yang artinya, bagi mereka Dewi Nuwa tidak lebih dari seorang bawahan.
"Penguasa sekalian, aku harap kalian menjaga ucapan, karena bagaimanapun juga, Dewi Nuwa tetaplah penguasa dimensi pertama" ucap Xiao Lang mencoba menengahi.
"Bocah, kami semua jauh lebih tua darimu, jadi sebaiknya jangan ikut campur dalam masalah ini!" ujar He Jin.
"Dewi Nuwa, bagaimana kalau kau menjadi istriku saja, dan aku jamin kau akan menjadi penguasa di dimensi kesepuluh" ucap Ji Ling.
"Benar juga! Aku juga tertarik dengan wanita yang datang bersamamu itu, bagaimana kalau kau serahkan dia padaku" sahut Hua Xiong.
"Jaga ucapan mu, sialan!" ujar Huise.
"Oh, apa sekarang seekor anjing peliharaan sudah mulai berani menggonggong pada Tuannya?"
"Hua Xiong dan kalian semuanya, aku tidak keberatan jika kalian menghinaku, tapi sebaiknya jangan macam-macam dengannya, jika tidak, aku jamin kalian semua akan berakhir di lautan darah" ucap Dewi Nuwa.
"Hahahaha, apa kalian dengar itu? Sepertinya penguasa sementara dimensi pertama sudah berani mengancam kita."
"Aku bukannya mengancam, tapi hanya memperingati kalian saja" sahut Dewi Nuwa.
Disisi lain, Xiao Lang hanya bisa menghela napas panjang, ia benar-benar tidak menyangka jika pertemuan antar para penguasa akan menjadi kacau seperti ini, meskipun belum ada pertarungan yang terjadi, namun seiring berjalannya waktu, api permusuhan pasti akan menyala diantara mereka.
"Ini terasa sedikit aneh, mereka semua adalah penguasa yang terhormat, tapi kenapa sikap mereka malah seperti orang tidak terhormat?" gumam Xiao Lang.
Karena merasakan ada sesuatu yang aneh, Xiao Lang kemudian menggunakan teknik mata bintang secara diam-diam, lalu ia menyelidiki setiap penguasa dimensi yang masih saja mengusik Dewi Nuwa. Akan tetapi, ia tidak menemukan apapun dan semuanya terlihat normal-normal saja.
"Tidak ada yang salah dengan mereka, tapi kenapa sikap mereka malah seperti ini?"
Xiao Lang kemudian menceritakan kecurigaannya itu kepada Dewi Nuwa melalui telepati, dan benar saja, Dewi Nuwa ternyata juga merasakan keanehan yang sama seperti Xiao Lang, namun sayangnya, Dewi Nuwa juga tidak menemukan penyebab dari keanehan tersebut.
"Untuk saat ini, sebaiknya kita lebih waspada terhadap mereka, dan jangan lakukan apapun sebelum mereka bertindak lebih jauh" jawab Dewi Nuwa.
"Baiklah, aku akan mengikuti saran mu."
"Aku rasa penjelasannya sudah cukup, jadi apa kalian semua setuju dengan dibentuknya aliansi ini?"
Untuk menghindari masalah yang mungkin saja akan segera terjadi, Xiao Lang langsung menanyakan inti dari pembahasan mereka dalam pertemuan itu, yaitu meminta persetujuan dari para penguasa untuk membangun sebuah aliansi.
"Aku tidak keberatan, asalkan aku bisa menjadi pemimpin aliansi itu" ujar Shen Huang.
"Tidak! Akulah yang lebih pantas untuk menjadi pemimpin!" sahut Hua Xiong.
"Sudah kuduga, pasti inilah yang akan terjadi" gumam Xiao Lang.
Sebelum mengadakan pertemuan ini, Xiao Lang sudah menduga perebutan kekuasaan ini akan terjadi, sebab, tidak ada seorangpun dari mereka ingin tunduk pada penguasa yang lain, dan menurut mereka, yang paling pantas untuk menjadi pemimpin adalah diri mereka sendiri.
Ditengah-tengah perdebatan yang sedang terjadi, Xiao Lang kemudian menjelaskan jika aliansi ini hanya akan bersifat sementara, karena setelah tujuan mereka tercapai, maka aliansi ini akan dibubarkan lagi. Namun sayangnya, para penguasa itu tetap menolak untuk tunduk pada yang lainnya.
"Aku punya saran yang lebih bagus, bagaimana kalau kita bertarung saja, dan siapapun yang akan menang nanti, maka dialah yang akan memimpin Aliansi ini" ucap Liu Yang.
"Aku setuju dengan usulan itu, tapi maaf, aku tidak akan bergabung dengan aliansi ini" sahut Gong Sun.
"Jika tidak ingin bergabung, lalu kenapa kau malah setuju dengan usulan penguasa dimensi kelima?" tanya Yan Baihu.
"Aku hanya ingin menguji kemampuan kalian saja" jawab Gong Sun enteng.
"Bagus! Kalau begitu aku yang akan menjadi lawan mu yang pertama!" ujar Ji Ling.
Penguasa dimensi ketiga dan penguasa dimensi kesepuluh telah bersiap untuk bertarung, namun Xiao Lang langsung mencegah mereka berdua agar tidak bertarung, karena ia tidak ingin adanya rasa dendam serta permusuhan diantara para penguasa dimensi.
"Kenapa kau selalu saja menghalangi kami? Apa kau berpikir kau bisa berbuat seenaknya seperti ini?"
"Tidak, aku tidak bermaksud seperti itu, hanya saja..."
"Sekarang aku tahu, jangan-jangan kau ingin menjadi pemimpin aliansi ini, dan aku yakin, itu jugalah tujuan utamamu mengumpulkan kami semua di sini!" ujar Ji Ling.
"Kau salah paham, aku sama sekali tidak..."
"Cukup! Aku sudah muak dengan sikapmu, sejak tadi, kau bersikap seolah kau adalah penguasa kami semua, memangnya kau pikir kami tidak menyadari akal bulus mu itu?"
Posisi Xiao Lang menjadi serba salah sekarang, padahal niatnya hanya ingin mencegah terjadinya pertarungan antar sesama penguasa, tapi malah dia yang dituduh ingin menjadi pemimpin aliansi, bahkan mereka semua menatapnya dengan tatapan tajam dan tidak bersahabat.
"Kenapa malah jadi seperti ini?" gumam Xiao Lang.