
Disisi lain.
Pertarungan yang terjadi antara Dewa Huo dan Dewi Nuwa masih berlanjut, namun yang memimpin jalannya pertarungan itu sejak awal adalah Dewa Huo, karena kekuatan yang ia miliki sekarang sudah melebihi kekuatan Dewi Nuwa.
Oleh karenanya, setiap serangan yang dilancarkan oleh Dewi Nuwa, tidak satupun yang berhasil melukai Dewa Huo, bahkan bisa dikatakan jika serangannya sama sekali tidak mempan pada Dewa Kehancuran itu.
"Dewi Nuwa, dulu kau adalah seorang Dewi yang tidak terkalahkan, bahkan aku sendiri tidak yakin apakah mampu melawan mu atau tidak. Tapi sekarang, bagiku kau tidak lebih dari sekedar sampah!"
"Ledakan energi kehancuran!"
Dewa Huo mengarahkan telapak tangan kanannya pada Dewa Nuwa, lalu dari telapak tangannya terpancar energi berwarna hitam yang langsung melesat bagaikan cahaya laser kearah Dewi Nuwa.
Sesaat sebelum energi tersebut menghantam tubuh Dewi Nuwa, Lin Feng telah lebih dulu muncul didepannya dan berhasil menahan serangan tersebut dengan tangan kirinya yang telah diselimuti oleh armor naga.
"Dewa Huo, akulah lawan mu!" ucap Lin Feng.
Alis Dewa Huo berkerut ketika melihat Lin Feng menahan serangannya hanya dengan tangan kosong, padahal kekuatan yang ia gunakan dalam serangan itu sangatlah besar, bahkan serangannya barusan sudah cukup kuat untuk membuat seorang Dewi Nuwa terluka parah.
Selain itu, energi kehancuran yang ia gunakan seharusnya tidak bisa ditahan dengan tangan secara langsung, karena apapun yang bersentuhan dengan energi tersebut pasti akan hancur akibat efek korosif dari energi kehancuran tersebut.
"Apa saja yang telah dialami oleh bocah ini sejak hari itu? Kenapa kekuatannya bisa meningkat secepat ini?"
"Kenapa? Apa kau bingung kenapa aku bisa menahan serangan mu dengan tangan kosong?" tanya Lin Feng.
"Aku benci mengakui ini, tapi kau benar!" jawab Dewa Huo.
"Tenang saja, kau akan mendapatkan jawabannya setelah aku mengirim mu ke neraka!" ujar Lin Feng, kemudian melesat terbang mendekati Dewa Huo.
"Hahaha, kalau begitu, aku juga akan membawamu ke sana!"
Pertarungan yang sudah lama dinantikan akhirnya terjadi juga, dua sosok Dewa terkuat di alam semesta akhirnya bertarung lagi untuk menentukan siapakah yang lebih pantas untuk memimpin alam semesta ini.
Namun, pertarungan mereka kali ini tidak sama dengan pertarungan yang terjadi ribuan tahun yang lalu, karena sekarang, sosok Dewa Asura sudah jauh berbeda dengan sosoknya yang dahulu, begitupula dengan penguasa dimensi kesembilan.
Sementara itu.
"Huise, Shen Long perintahkan seluruh pasukan untuk menjauh, jangan sampai mereka terkena dampak dari pertarungan Lin Feng dan Dewa Huo" ujar Dewi Nuwa.
"Baik!" jawab keduanya serempak.
Sesuai dengan perintah yang diberikan oleh Dewi Nuwa, Huise dan Shen Long kemudian memerintahkan seluruh pasukan untuk menghindar sejauh mungkin, karena akan sangat gawat jika mereka semua terkena dampak dari pertarungan dahsyat itu.
Disaat yang bersamaan, Xiao Lang juga ikut menjauh dari tempat pertarungan Lin Feng dan Dewa Huo, walaupun ia yakin pertarungan mereka tidak akan berdampak besar pada dirinya, tapi sebagai seorang saudara, tentunya ia ingin Lin Feng bisa bertarung dengan bebas.
"Ziran, kita selesaikan pertarungan kita ditempat lain!" ujar Lin Feng, kemudian melesat terbang menjauhi tempat tersebut.
"Tidak masalah!" ujar Ziran, lalu mengikuti Lin Feng.
***
Wushh!
Dhuaarrr!
Dhuaarrr!
Dua aura kekuatan yang sangat dahsyat memenuhi medan perang, ledakan demi ledakan terus terjadi saat keduanya bertukar serangan, disaat yang sama, kehancuran juga mulai terjadi di sana, bahkan daratan di alam Dewa ikut bergetar karenanya.
"Kau tidak perlu khawatir, aku tahu apa yang harus aku lakukan!" sahut Lin Feng, kemudian membuka segel kekuatannya.
Wushh!
Aura kekuatan yang jauh lebih besar keluar dari tubuh Lin Feng ketika ia membuka segel, namun karena segel itu tidak ia buka bersama Luo Ning, kekuatan Asura yang muncul pun tidaklah sempurna dan hanya setengahnya saja.
"Hahahaha! Inilah yang aku harapkan darimu!" ujar Dewa Huo, kemudian menghilang dari pandangan Lin Feng.
Sesaat kemudian, Dewa Huo telah muncul lagi tepat di hadapan Lin Feng dan langsung melayangkan tinjunya, namun serangan dan pergerakannya dapat dibaca dengan mudah oleh Lin Feng, sehingga ia berhasil menghindari serangan itu.
Pada saat yang bersamaan, Lin Feng juga melayangkan tendangan dengan kaki kirinya, tapi serangannya juga berhasil ditahan dengan mudah oleh Dewa Huo. Selain itu, ia juga melancarkan serangan kedua kearah Lin Feng.
Wushh!
Dhuaarrr!
Kekuatan energi kehancuran yang ditembakkan oleh Dewa Huo melesat melewati udara kosong dan menghantam tanah, sedangkan Lin Feng, ia telah menghilang sebelum serangan itu mengenai dirinya.
Detik berikutnya, Lin Feng telah berada di samping Dewa Huo sembari menebaskan pedangnya, tapi pergerakan dan gaya bertarung Lin Feng juga sudah terbaca oleh Dewa Huo, sehingga ia dapat menghindari tebasan itu dengan mudahnya.
"Jurus seribu pedang!"
Seribu pedang energi berwarna merah kehitaman muncul di langit dan menghujani Dewa Huo, tapi lagi-lagi, Dewa Huo berhasil menghindari setiap pedang yang menuju kearahnya, bahkan ada juga yang berhasil ia hancurkan hanya dengan tangan kosong saja.
"Serangan mu sangat lemah!" ujar Dewa Huo, kemudian melesat kearah Lin Feng.
Hanya dalam waktu satu tarikan napas, Dewa Huo sudah muncul didepan Lin Feng sembari melancarkan serangannya, tapi sama seperti sebelumnya, Lin Feng juga berhasil menghindari serangan itu dengan mudah, bahkan ia hanya menggeser tubuhnya ke samping untuk menghindari pukulan Dewa Huo.
"Kena kau!"
Dhuaarrr!
Diluar dugaan, serangan pertama yang dilancarkan oleh Dewa Huo ternyata hanyalah pengalihan, sedangkan serangan yang sesungguhnya ia lancarkan ketika Lin Feng menghindari serangan pertamanya.
Akibatnya, energi kehancuran yang ditembakkan oleh Dewa Huo dari telapak tangan kirinya, berhasil mengenai tubuh Lin Feng dengan telak, sehingga membuat Lin Feng terlempar sejauh puluhan meter hingga menghantam bukit yang cukup tinggi.
"Hahahaha, bagaimana rasanya diserang dengan gaya bertarung mu sendiri?"
"Aku benar-benar tidak menyangka jika kau akan meniru gaya bertarung ku" ucap Lin Feng.
"Jangankan hanya meniru gaya bertarung mu, untuk bisa membunuhmu, aku bahkan bisa meniru semua teknik yang kau kuasai!" ujar Dewa Huo.
Setelah itu, Dewa Huo menciptakan ribuan pedang dengan menggunakan energi kehancuran, lalu ia menghujani Lin Feng yang masih berada di bukit dengan ribuan pedang tersebut.
"Lihatlah! Bukankah teknik ini sama dengan punyamu?!"
"Bentuknya memang sama, tapi kekuatannya jelas berbeda!" jawab Lin Feng, kemudian menggunakan jurus seribu pedang untuk menghadapi teknik Dewa Huo.
Dhuaarrr!
Dhuaarrr!
Ledakan dahsyat kembali terjadi di udara ketika ribuan pedang energi itu saling bertabrakan, walaupun jumlah pedang milik Lin Feng tidak sebanyak milik Dewa Huo, namun kekuatan dari setiap pedangnya jelas melebihi kekuatan Dewa Huo.