Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-308. Perjuangan terakhir (2)


Kemunculan serigala putih di samping Jia Zhen membuat Xin Yi berdiri dari singgasananya, ia juga nampak terkejut ketika mengetahui kekuatan yang dimiliki oleh serigala itu.


"Sial! Dimana dia menemukan hewan sialan itu?!"


"Cihh! Kalau begini, aku juga harus mengeluarkan pasukan terkuat" gumam Xin Yi, lalu membuka portal dimensi lagi.


Sama seperti sebelumnya, sejumlah besar prajurit monster juga keluar dari dalam portal itu, meski jumlahnya hanya sedikit, tapi kekuatannya jelas melebihi dua pasukan sebelumnya.


"Tuan, biar aku saja yang menangani semut-semut itu."


"Akan lebih cepat jika kita maju bersama-sama. Lagipula, mereka tidak akan membiarkanku mendekati Xin Yi" sahut Jia Zhen.


"Kalau begitu, naiklah ke punggungku, Tuan."


Jia Zhen menggeleng pelan, "kau adalah rekanku dan bukan bawahan ku, dan satu lagi, mulai hari ini, namamu adalah Yin Lang."


Setelah itu, Jia Zhen menggores ujung telunjuknya, kemudian meneteskan darahnya di dahi serigala putih dan seketika itu juga, tubuh keduanya diselimuti oleh cahaya terang.


"Terima kasih, Tuan."


"Apa lagi yang kalian tunggu? Habisi mereka sekarang juga!" ujar Xin Yi.


"Majulah, biar aku tunjukkan pada kalian betapa mengerikannya penjaga neraka Asura!"


Yin Lang kemudian mengibaskan salah satu ekornya, lalu setelah itu, puluhan bola api berwarna hitam muncul di udara dan langsung melesat ke arah pasukan monster di depan mereka.


Dhuaaar!


Dhuaaar!


"Yin Lang, teruslah menyerang dengan kekuatan api hitam-mu itu."


"Baik, Tuan!"


Setelah memberikan perintah, Jia Zhen kemudian melesat kearah pasukan monster, lalu ia menyerang mereka tanpa menghiraukan ledakan dan api hitam yang berkobar.


***


Peperangan yang terjadi di dimensi pertama, berhasil dimenangkan dengan mudah oleh Lin Feng dan pasukannya, namun kemenangan itu tidak membuat mereka bahagia sedikitpun.


Alasannya hanya ada satu, yaitu kerena mereka semua mengkhawatirkan keadaan Jia Zhen, dan sampai sekarang, belum ada yang mengetahui bagaimana keadaannya di garis terdepan.


"Ayah, semuanya sudah berkumpul."


Lin Feng mengangguk pelan, kemudian menatap seluruh prajurit yang ada di sana. Selain pasukan dimensi pertama, di sana juga sudah berkumpul pasukan dari dimensi ketujuh.


"Ini akan menjadi peperangan terakhir dan peperangan ini, akan menentukan nasib alam semesta kedepannya."


"Apapun yang akan kita hadapi nanti, aku harap, kalian semua bisa berjuang sampai akhir."


Semua orang diam dan mendengarkan perkataan Lin Feng, mereka tentu mengetahui jika peperangan ini sangatlah penting, karena hasil akhirnya, akan menentukan segalanya.


"Jika kalian ragu, maka sekaranglah saatnya, aku tidak akan memaksa jika kalian tidak mau berperang bersama-ku."


"Kami siap mengorbankan nyawa!" ujar seluruh prajurit.


Lin Feng tersenyum dan berkata, "kalau begitu, mari kita akhiri semua ini!"


Setelah itu, Lin Feng membuka gerbang dimensi yang terhubung langsung dengan tempat Xin Yi berada, atau lebih tepatnya, garis terdepan peperangan tersebut.


"Jia Zhen, kau harus bertahan sampai ayah datang!"


***


Wushh.


Dhuaaar!


Xin Yi yang hanya diam sejak awal, tiba-tiba saja menyerang Jia Zhen. Serangan yang dilakukan secara diam-diam dan sangat cepat itu, berhasil membuat Jia Zhen terlempar sangat jauh.


Selain itu, serangan energi yang mengenainya, juga memberikan luka dalam yang cukup parah, namun api kehidupan dalam dirinya langsung menyembuhkan luka tersebut.


"Tuan!" ujar Yin Lang kemudian menghampiri Jia Zhen.


"A-aku baik-baik saja" sahut Jia Zhen.


"Hahahaha! Apa kau masih sanggup?"


Jia Zhen menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya, "tentu saja, serangan seperti ini masih belum bisa menghentikan-ku!"


"Benarkah?"


"Apa yang sudah kau lakukan, sialan?!"


"Hahahaha!"


Tawa bahagia keluar dari mulut Xin Yi, ia cukup puas melihat Jia Zhen yang terluka karena serangannya. Namun, ia pasti akan lebih puas lagi jika serangannya itu berhasil membunuh Jia Zhen.


Akan tetapi, membunuh Jia Zhen dengan satu serangan itu hampir mustahil untuk dilakukan, walaupun dia belum menjadi dewa sepenuhnya, namun kekuatan dalam dirinya sudah menyamai dewa.


Selain itu, di dalam dirinya juga ada kekuatan api suci yang akan terus menjaga tubuhnya, terutama kekuatan api kehidupan yang senantiasa menyembuhkan luka apapun yang dialami oleh Jia Zhen.


"Yin Lang, tahan mereka sebentar, aku harus menyembuhkan luka ini."


"Baik, tuan!"


Untuk berjaga-jaga, Yin Lang kemudian melindungi tubuh Jia Zhen dengan kekuatan api emas, agar tidak ada seorangpun dari mereka yang berani mendekati tuannya itu.


"Maaf sudah membuat kalian menunggu!" ujar Yin Lang.


Wushh.


Dhuaaar!


Dhuaaar!


Sebilah pedang energi dengan ukuran yang sangat besar, tiba-tiba saja muncul dan menghantam pasukan monster, kemudian disusul oleh sambaran petir merah yang tidak terhitung jumlahnya.


Xin Yi tersentak kaget melihat Serangan mendadak itu, "serangan itu... sial! Aku melupakan mereka!"


"Xin Yi, akulah yang seharusnya kau hadapi!" ujar Lin Feng yang telah muncul bersama pasukannya.


"Hahahaha! Aku tidak menyangka kau akan datang secepat ini" sahut Xin Yi.


"Aku juga tidak menyangka seseorang sepertimu ternyata tidak memiliki harga diri!"


"Hahaha!" Tawa lantang keluar dari mulut Xin Yi, "demi mencapai tujuanku, apapun akan ku korbankan, termasuk harga diri!"


"Ayah, percuma saja bicara dengannya" sahut Jia Zhen, kemudian menghampiri ayahnya.


Lin Feng mengangguk, ia tentu mengetahui jika obrolan itu tidak akan berguna, karena mau bagaimanapun juga, Xin Yi tidak akan pernah mendengarkan perkataannya.


"Mundur-lah, ayah akan..."


Perkataan Lin Feng terhenti kala melihat tatapan putranya itu, meski tidak mengatakan apapun, namun ia dapat memahami apa yang diinginkan oleh putranya tersebut.


"Hah" Lin Feng menghela napas panjang, "kepemimpinan ada di tanganmu, putraku."


"Kau juga diizinkan memimpin pasukan-ku" sahut Xiao Lang.


"Terima kasih, ayah. Terima kasih, paman!"


Disisi lain.


Xin Yi yang semula berada di belakang, sekarang telah berada di depan pasukannya. Selain itu, ia juga sudah bertranformasi ke wujudnya yang menyerupai bangsa iblis.


"Pasukan-ku, hancurkan dan musnahkan mereka semua!"


Setelah memberikan perintah dan pasukan monster itu bergerak maju, Xin Yi kemudian melesat terbang ke udara, lalu menciptakan puluhan bola api yang sangat besar.


"Yin Lang!"


"Tenang saja, Tuan. Akan ku tunjukkan api siapa yang lebih panas!"


Jia Zhen mengangguk, kemudian menoleh pada Xiao Lang, "paman, aku butuh bantuan paman."


"Aku mengerti" sahut Xiao Lang, kemudian membentuk segel tangan, lalu di langit muncul sebuah formasi berlapis yang sangat besar.


"Aku jamin, dampak ledakannya tidak akan mengenai pasukan kita."


"Ayah, aku..."


"Tidak usah khawatir, ayah akan mengatasi para pengganggu."


"Zhen'er, ini adalah panggung-mu, tunjukkan pada mereka bahwa kau adalah adikku yang paling hebat!"


"Ibu akan selalu mendukungmu, begitupun dengan yang lainnya."


Jia Zhen tersenyum dan mengangguk pelan, "mari kita akhiri semua ini!"