Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-167. Rencana Xu Heijin


Sementara itu.


"Ketua, apa yang harus kita lakukan sekarang?"


"Tetap pada rencana awal, kita harus membawa bocah itu bagaimanapun caranya!" jawab Xu Yan.


"Baik, ketua!"


Meski sudah diperingati oleh komandan Ye, namun bukan berarti Xu Yan akan mengurungkan niatnya untuk membawa Xie Long menghadap kepala keluarga Xu, karena jika mereka gagal melakukannya, maka merekalah yang akan dihukum oleh Xu Heijin.


Akan tetapi, rencana mereka untuk membawa Xie Long terpaksa harus ditunda untuk sementara waktu, karena Xu Yan yakin jika komandan Ye masih berada di sekitar Xie Long, dan akan sangat gawat jika rencana mereka diketahui oleh komandan Ye.


Komandan Ye, meski statusnya di kerajaan hanyalah sebagai komandan pasukan, namun sosoknya sangat disegani dan dihormati oleh para penduduk, karena dia dikenal sangat tegas dan merupakan orang yang sangat taat pada aturan kerajaan.


Jika ada orang yang berani melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh raja, maka orang itu harus siap untuk berhadapan dengan komandan Ye, namun bagi mereka yang sudah mengenal komandan Ye, mereka akan lebih memilih untuk tidak berurusan dengannya.


Disaat yang bersamaan.


Setelah Xie Long pergi meninggalkannya, komandan Ye langsung kembali ke istana kerajaan untuk melaporkan masalah itu kepada raja, ia juga meminta izin kepada Qing Zong Xian agar dirinya menjadi pengawal pribadi Xie Long yang akan menjaganya dari kejauhan.


"Keluarga Xu! Mereka benar-benar keterlaluan!" ujar Qing Zong Xian.


"Jendral Zhuo!"


"Hamba yang mulia!"


"Aku ingin kau mengawasi setiap gerak-gerik keluarga Xu, terutama Xu Heijin, segera laporkan padaku jika dia melakukan tindakan yang membahayakan cucuku!"


"Baik, yang mulia!" jawab jendral Zhuo, kemudian menghilang dari pandangan.


"Komandan Ye!"


"Hamba yang mulia!"


"Jaga dan lindungi cucuku, jangan sampai keluarga Xu melukainya, jika tidak, kaulah yang akan aku hukum karena lalai menjaga cucuku!"


"Jika perlu, musnahkan siapapun yang mengancam keselamatan cucuku!"


"Baik, yang mulia!" jawab komandan Ye, lalu pergi meninggalkan istana kerajaan.


"Keluarga Xu, kalian pasti akan menyesal karena sudah membuat yang mulia murka" gumam komandan Ye.


Selama ini, Qing Zong Xian dikenal sebagai raja yang tenang dan tidak suka dengan keributan ataupun peperangan, para penduduk juga mengenalnya sebagai raja yang ramah dan baik hati.


Akan tetapi, dibalik semua itu, tersimpan kekejaman yang hanya diketahui oleh para prajurit kerajaan saja, bahkan komandan Ye dan jendral Zhuo sampai tidak berani membayangkan apa yang akan terjadi jika Qing Zong Xian murka.


***


Waktu kian berlalu, matahari yang menyinari daratan kini sudah digantikan oleh bulan dan jutaan bintang yang menghiasi langit malam. Suasana kota Shuijing juga sudah mulai sunyi, karena pada penduduknya sudah terlelap dalam tidur mereka masing-masing.


Ditengah kesunyian malam, sekelompok pasukan berpakaian serba hitam tengah bergerak dalam diam menuju ke salah satu penginapan di kota tersebut, pasukan itu tidak lain adalah pasukan keluarga Xu yang dipimpin oleh Xu Yan.


"Bagaimanapun caranya, malam ini kita harus berhasil membawa bocah sialan itu!"


"Baik, ketua!"


Setelah berada cukup dekat dengan penginapan tempat Xie Long berada, Xu Yan kemudian menghentikan langkahnya dan memerintahkan seluruh bawahannya untuk menyebar, namun saat mereka hendak melakukan serangan, komandan Ye mendadak muncul di atap bangunan penginapan.


"Komandan Ye, mohon Anda memberi muka, ini adalah masalah pribadi keluarga Xu dan tidak ada hubungannya dengan kerajaan" sahut Xu Yan.


"Tentu saja ada hubungannya, karena tindakan kalian akan mengganggu ketenangan penduduk kota!"


"Dan satu lagi, tindakan kalian ini sudah melanggar aturan yang ditetapkan oleh yang mulia raja, jadi aku tidak bisa membiarkan kalian bertindak seenaknya saja!"


"Kalau begitu, kami terpaksa membungkam mulutmu!" ujar Xu Yan.


"Lakukan saja jika kalian mampu!"


"Serang!"


Seluruh bawahan Xu Yan kemudian melesat maju dan langsung menyerang, begitu pula dengan komandan Ye yang tidak ingin tinggal diam saja.


Dengan mudahnya, komandan Ye mulai menjatuhkan bawahan Xu Yan satu-persatu, dan setiap serangan yang ia lakukan tidak menimbulkan suara sama sekali, sehingga tidak ada penduduk yang terganggu karena pertarungan mereka.


Bergerak dengan senyap dan menyerang secara diam-diam tanpa menimbulkan suara adalah keahlian utama komandan Ye, hal ini jugalah yang membuat musuh-musuhnya sangat kewalahan saat berhadapan dengannya.


Karena selain gerakannya yang sulit untuk dibaca, serangan yang ia lakukan juga sangat sulit untuk ditebak, apalagi ditambah dengan kecepatan dan kekuatannya yang luar biasa, membuat setiap musuhnya benar-benar kesulitan melawannya.


Xu Yan datang dengan membawa tiga puluh kultivator tingkat Heaven Spiritual bersamanya, namun hanya dalam hitungan detik saja, komandan Ye sudah berhasil menjatuhkan lebih dari setengah pasukan tersebut.


"Sial! Jika pertarungan ini dilanjutkan, seluruh pasukan pasti akan terluka parah" gumam Xu Yan, kemudian memerintahkan seluruh bawahannya untuk mundur.


"Xu Yan, jika kau masih tidak mau mendengar peringatan ku, maka jangan salahkan aku jika ada diantara kalian yang meregang nyawa!" ujar komandan Ye.


"Tunggu saja, aku pasti akan membalas penghinaan ini!" sahut Xu Yan, kemudian melanjutkan langkah kakinya.


***


Wilayah keluarga Xu.


Jendral Zhuo yang ditugaskan untuk mengawasi gerak-gerik keluarga Xu, berhasil mendapatkan dua informasi yang sangat mengejutkan, informasi yang pertama adalah tentang Xu Heijin yang berencana untuk melenyapkan Xie Long.


Sedangkan informasi yang kedua adalah, Xu Heijin berencana untuk melakukan pemberontakan dan ingin menyingkirkan Qing Zong Xian, bahkan ia dan pasukan keluarga Xu sudah bersiap-siap untuk melancarkan serangan ke istana kerajaan.


"Xu Heijin, kau pasti akan menyesali perbuatan mu ini" gumam jendral Zhuo, kemudian bergegas kembali ke istana kerajaan.


Setibanya di istana kerjaan, jendral Zhuo langsung menyampaikan dua informasi penting yang berhasil ia dapatkan, namun kemarahan Qing Zong Xian justru jauh lebih besar saat ia mendengar informasi mengenai rencana Xu Heijin yang ingin membunuh cucunya.


"Jendral Zhuo!"


"Hamba yang mulia!"


"Siapkan pasukan kerajaan, aku ingin melenyapkan siapapun yang berani mengancam cucuku!"


"Baik, yang mulia!" sahur jendral Zhuo, kemudian pergi dari hadapan Qing Zong Xian.


Setelah sang jendral pergi meninggalkannya, Qing Zong Xian pun beranjak pergi meninggalkan aula singgasana, lalu menuju ke sebuah ruangan khusus yang telah ia segel untuk waktu yang sangat lama.


"Sudah bertahun-tahun berlalu sejak hari itu, dan sekarang, sepertinya aku harus menggunakannya sekali lagi" gumam Qing Zong Xian, kemudian membuka formasi yang menyegel ruangan tersebut.


Ketika pintu ruangan terbuka, dari dalamnya terpancar aura kekuatan dahsyat yang berasal dari sebuah zirah dan juga sebilah pedang, yang merupakan senjata sekaligus armor kebanggan Qing Zong Xian.


"Lama tidak bertemu" ucap Qing Zong Xian, kemudian masuk kedalam ruangan tersebut.