
Setelah mengetahui siapa Lin Feng yang sebenarnya, Xiao Lang akhirnya semakin yakin bahwa Lin Feng adalah sosok yang jauh lebih hebat darinya, dan bisa dikatakan sangat mustahil jika dirinya bisa dibandingkan dengan Lin Feng, apalagi perbedaan kekuatan antara mereka sudah terlihat dengan jelas.
Saat mereka bertarung sebelumnya, Lin Feng membuka segel Dewa Asura yang belum sempurna, namun kekuatan yang Lin Feng miliki sudah setara dengan kekuatan penuh milik Xiao Lang. Dengan kata lain, jika segel itu sempurna, maka bisa dipastikan bahwa Xiao Lang tidak akan pernah bisa menandingi Lin Feng.
"Lin Feng, takdirmu sudah terlihat dengan jelas, dan aku berjanji, aku akan..."
Lin Feng mengangkat tangannya untuk menghentikan Xiao Lang, "Aku lebih suka memilih takdirku sendiri, dan perlu kau ketahui, menjadi seorang Dewa sebenarnya bukanlah takdir yang aku inginkan."
"Apa kau tidak mau menerimanya?"
"Untuk saat ini, anggap saja aku menerima takdir itu, atau aku mengikuti jalan yang diinginkan oleh takdir, tapi pada saatnya nanti, kau akan mengetahui jalan mana yang akan aku pilih" jawab Lin Feng.
"Lin Feng, kau adalah satu-satunya orang yang layak untuk itu, jadi tidak ada alasan bagimu untuk menolaknya."
"Kau salah lagi, semua orang layak untuk itu, termasuk dirimu. Hanya saja, kau harus membuktikan apakah dirimu memang layak atau tidak untuk mendapatkannya" sahut Lin Feng.
"Apa maksudmu?"
Xiao Lang benar-benar dibuat kebingungan dengan cara berpikir Lin Feng, padahal takdir sudah menuntunnya ke jalan yang tidak bisa ditempuh oleh orang lain, namun ia malah lebih suka memilih jalan sendiri yang bahkan tidak disukai oleh banyak orang.
Selain itu, jika yang berada diposisi Lin Feng saat ini adalah orang lain, mungkin mereka tidak akan pernah mengatakan tidak, sekalipun mereka dipaksa untuk mengatakannya. Tapi Lin Feng, ia malah lebih memilih untuk berkata "tidak" walaupun dipaksa untuk tidak mengatakannya.
"Kau akan tahu nanti."
"Hah" Xiao Lang hanya bisa menghela napas panjang, "Aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiranmu" ucapnya.
"Apapun yang ingin aku lakukan, maka itulah yang akan aku lakukan, sekalipun takdir menentang keinginanku itu, aku akan tetap melakukannya. Walaupun banyak rintangan yang akan menghadang ku, aku tidak akan pernah mundur apalagi menoleh kebelakang."
"Lin Feng, kata-katamu sungguh luar biasa, sama halnya dengan dirimu, jika saja aku terlahir di tahun yang sama denganmu, mungkin aku akan mengikuti mu sebagai seorang teman ataupun bawahan."
"Saudara, aku lebih suka menyebutnya sebagai saudara."
Xiao Lang menganggukkan kepalanya, kemudian mengeluarkan belati kecil dari cincin penyimpanannya, lalu setelah itu, Xiao Lang menggores telapak tangannya hingga membuat darahnya mengalir keluar. Disaat yang bersamaan, Lin Feng yang sudah mengetahui apa yang akan Xiao Lang lakukan, juga melakukan hal yang sama dengannya.
"Darah ini akan menjadi saksi, dan mulai hari ini, kita berdua adalah saudara!" ucap keduanya serempak.
Darah mereka yang menetes kemudian melayang dan menyatu di udara, lalu setelah itu, darah tersebut terbagi menjadi dua dan melayang kembali ke dalam goresan luka di telapak tangan mereka berdua. Tidak lama kemudian, luka goresan itu mulai sembuh hingga menghilang sepenuhnya.
Ditempat lain.
Dhuaarrr!
Dhuaarrr!
Langit biru yang dihiasi oleh awan putih mendadak diselimuti oleh awan gelap yang terus-menerus menembakkan petir, namun petir yang ditembakkan oleh awan gelap tersebut bukanlah petir biasa, melainkan dua macam petir berwarna abu-abu dan juga merah darah.
Pada saat yang bersamaan, angin yang semula berhembus pelan mendadak bertiup kencang, kemudian di susul oleh getaran hebat mengguncang seluruh daratan, bahkan getaran tersebut membuat lautan memunculkan gelombang yang sangat besar.
Fenomena aneh tersebut tidak hanya terjadi di dimensi ketujuh saja, tapi juga menimpa semua dimensi yang membuat setiap penguasanya kebingungan, karena tidak seorangpun dari mereka yang mengetahui penyebab dari fenomena itu, kecuali dua penguasa terdahulu.
Dimensi pertama.
"Takdir memang tidak bisa ditebak dan sekarang, takdir malah menyatukan dua penguasa yang luar biasa" gumam Dewi Nuwa.
"Semoga saja takdir tidak menuntun mereka ke jalan yang berseberangan, jika tidak, alam semesta ini pasti akan berguncang lebih dahsyat lagi."
Sebagai salah seorang penguasa terdahulu yang telah melewati berbagai macam hal, Dewi Nuwa tentunya mengetahui apa yang akan terjadi jika takdir menuntun Lin Feng dan Xiao Lang ke jalan yang berbeda, dan jika hal itu benar-benar terjadi, maka tidak akan ada yang bisa menghentikan kekacauan yang akan terjadi.
"Yang mulia, pertanda apakah ini?" tanya Luo Ning.
"Kau ingin mendengar hal yang baik atau yang buruk?"
"Maksud yang mulia?"
"Fenomena ini menjadi pertanda akan dua hal yang mungkin akan terjadi di masa depan nanti, pertama adalah hal yang baik dan yang kedua adalah hal yang buruk, jadi kau ingin mendengar yang mana?"
"Keduanya, hamba ingin mendengar keduanya, yang mulia."
"Baiklah, aku akan menjelaskannya" ucap Dewi Nuwa, kemudian menjelaskan apa yang mungkin akan terjadi di masa depan nanti.
Dewi Nuwa mengatakan bahwa fenomena ini adalah pertanda bahwa dua penguasa yang ditakdirkan telah bersatu, namun, bersatunya dua penguasa ini tidak hanya membawa hal yang baik saja, tapi juga akan membawa hal buruk untuk seluruh alam semesta.
Sisi baiknya, jika kedua penguasa ini berjalan di sisi yang sama, maka tidak akan ada lagi kegelapan yang bisa menyelimuti alam semesta, karena kekuatan keduanya mampu untuk melenyapkan segala jenis kegelapan yang ada.
Kemudian sisi buruknya, jika kedua penguasa ini berjalan di sisi yang berbeda, maka merekalah yang akan menjadi penyebab dari kehancuran alam semesta ini. Mereka mungkin akan melenyapkan kegelapan, tapi setelah itu, merekalah yang akan menjadi sumber dari kegelapan yang sesungguhnya.
"Yang mulia, memangnya siapa dua penguasa yang ditakdirkan ini?" tanya Luo Ning.
"Suamimu dan penguasa dimensi ketujuh."
"Apa?" Luo Ning nampak kaget mendengar perkataan Dewi Nuwa, "I-ini tidak mungkin, bukankah suamiku sudah melepaskan takdirnya itu? Lalu kenapa hal ini masih bisa terjadi?"
"Luo Ning, takdir tidak akan hilang hanya karena kau menolaknya, begitu juga dengan Lin Feng. Walaupun dia berusaha keras untuk menolak, namun akhirnya, takdir akan tetap membawanya ke jalan yang sama."
"Aku harus menghentikan semua ini, bagaimanapun caranya, aku tidak akan membiarkan suamiku menjadi penyebab dari kehancuran alam semesta" sahut Luo Ning.
"Luo Ning, jangan lupa kalau kau dan yang lainnya juga bisa menjadi penyebab dari kehancuran itu."
"Apa maksud yang mulia?"
"Apa kau lupa bagaimana murkanya Lin Feng saat kau disakiti? Apa kau tidak mendengar cerita bagaimana murkanya Lin Feng saat ibunya di lukai?"
"Luo Ning, kalian adalah kunci dari semua ini" lanjutnya.
"Baik, yang mulia."