Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-253. Memberi pengampunan


Empat kekaisaran penguasa, meski sering ada perseteruan dan masalah antara satu sama lain, namun sebenarnya keempat kekaisaran ini memiliki hubungan erat yang tidak bisa dipecah belah oleh apapun.


Hubungan keempat kekaisaran ini sudah terjalin sejak terbentuknya empat penguasa, empat orang yang saat itu memutuskan untuk membangun kekaisaran, tidak hanya memiliki hubungan erat, melainkan adalah saudara sedarah.


Dengan kata lain, empat kekaisaran sebenarnya adalah saudara, karena mereka yang sekarang berkuasa adalah keturunan dari empat penguasa pertama, dan secara tidak langsung, mereka berempat sebenarnya memiliki satu leluhur yang sama.


Oleh karena itu, saat terjadi masalah seperti saat ini, mereka harus bersatu untuk menyelesaikan masalah itu bersama-sama. Sedangkan keempat pria yang baru saja datang itu adalah Beast penjaga yang ditinggalkan oleh kaisar terdahulu.


***


Du Fang Ren mengamati empat pria yang tengah menatapnya dengan tatapan sinis, dan dari pengamatannya, Du Fang Ren berhasil mengetahui jika keempat pria itu sebenarnya bukanlah manusia, melainkan empat Beast yang telah berhasil mengubah wujudnya.


"Aku tahu siapa kalian sebenarnya, jadi aku akan memanggil lawan yang cocok untuk kalian" ucap Du Fang Ren.


Setelah itu, Du Fang Ren melepaskan kekuatan yang sangat dahsyat dan memanggil Beast peliharaannya, yaitu seekor ular hijau dengan ukuran tubuh yang sangat besar, begitupula dengan kekuatannya.


"Hijau, bantu aku menghadapi mereka" ucap Du Fang Ren.


"Menghadapi Beast dengan Beast, bocah ini lumayan pintar juga!" ujar Lang Diyu.


Sementara itu.


Empat pria yang memang sudah kesal dengan Du Fang Ren, sekarang malah lebih kesal lagi karena meminta peliharaannya untuk berhadapan dengan mereka. Meskipun sesama Beast, namun menurut mereka, statusnya jauh lebih tinggi.


Dengan kata lain, Du Fang Ren telah menghina mereka dengan meminta ularnya untuk melawan mereka berempat. Padahal, mereka tidak tahu jika ular Du Fang Ren bukanlah ular biasa, melainkan ular yang telah mendapat anugerah dari sang Dewa Asura.


"Anak muda, jangan sampai menyesal jika peliharaan mu mati ditangan ku!" ujar salah seorang dari mereka, kemudian melesat maju.


Karena lawannya sudah bergerak, ular hijau juga bergerak maju untuk menyerang pria tersebut, meski tubuhnya sangat besar, namun gerakannya sangatlah gesit, bahkan ia bisa menghindari serangan pria itu dengan mudah.


Wushh.


Boom!


Ledakan terjadi ketika ular hijau mengibaskan ekornya untuk menyerang pria tersebut, namun sayangnya, serangan itu berhasil dihindari sehingga ekornya hanya menghantam tanah dan menciptakan ledakan.


"Matilah, ular sialan!" ujar pria tersebut, kemudian menciptakan bola api dan langsung menyerang ular hijau.


Meski berhasil menghindari serangan itu, namun tubuh ular hijau tetap terbakar oleh kekuatan api yang sangat kuat tersebut, hanya saja, kekuatan api itu masih belum berhasil menembus sisiknya yang sangat keras.


Ditengah kobaran api yang membakar tubuhnya, ular hijau tetap melancarkan serangan dengan menyemburkan racun dari mulutnya, tapi setiap serangan yang ia lancarkan selalu berhasil dihindari oleh pria tersebut.


"Kulitmu lumayan keras, kalau begitu, coba yang ini!"


"Sambaran Phoenix!"


Pria itu menciptakan bola api yang sangat besar. Kemudian, bola api raksasa tersebut berubah menjadi seekor burung Phoenix dan langsung menyambar ular hijau.


Dhuaaar!


Ledakan yang sangat besar terjadi ketika Phoenix yang tercipta dari api itu menghantam tubuh ular hijau. Sesaat, hal itu membuat pria tersebut berpikir jika dirinya sudah menang, namun tidak lama setelahnya, ia justru terkejut melihat ular hijau yang baik-baik saja.


"I-ini tidak mungkin!"


"Pak tua! Jika kau menganggap Hijau hanya sebagai ular biasa, maka kau sudah salah besar!" ujar Du Fang Ren.


"Di dalam tubuhnya mengalir darah seorang Dewa Racun yang tidak terkalahkan, dan perlu kalian ketahui, satu tetes racun dalam darahnya saja sudah bisa membunuh satu Benua!"


Jika membahas masalah racun, maka Du Fang Ren adalah orang yang sangat tepat, karena kekuatan racunnya hampir tidak tertandingi. Namun, kekuatan racunnya masih belum bisa dibandingkan dengan sang Dewa Racun sesungguhnya, yaitu Lin Feng.


Sama halnya dengan Du Fang Ren, ular hijau juga mendapatkan anugerah dari sang Dewa racun, yaitu berupa satu tetes darah yang mengandung kekuatan racun yang sangat luar biasa kuat, dan satu tetes darah itu berhasil membuat ular hijau menjadi ular beracun terkuat yang pernah ada.


"Sepertinya kitalah yang terlalu meremehkan musuh."


"Kalau begitu, mari kita hadapi bersama-sama."


Tiga pria lainnya kemudian melesat terbang mendekati pria yang sebelumnya berhadapan dengan ular hijau, lalu setelah itu, mereka bertiga melepaskan kekuatan yang sangat dahsyat dari tubuhnya.


Pada saat yang bersamaan, tubuh mereka nampak diselimuti oleh aura yang sangat besar, hingga kemudian, mereka berempat menunjukkan wujudnya yang sebenarnya.


Wujud sebenarnya dari keempat pria itu adalah, Naga biru, Phoenix api, Harimau putih, dan Kura-kura hitam.


"Wujud mereka mengingatkanku pada seseorang, apalagi naga itu, wujudnya sedikit mirip dengan naga sombong itu" ucap Lang Diyu.


"Yang mulia Dewa Bintang, bukankah dia juga memiliki peliharaan yang mirip seperti mereka?"


"Benar juga! Tapi peliharaan yang mulia Dewa Bintang jauh lebih hebat dari mereka berempat."


"Sial! Wujud harimau itu malah sangat mirip denganku!" ujar Yin Ouyang yang nampak kesal.


***


Du Fang Ren tersenyum senang menyaksikan perubahan wujud keempat musuhnya, kekuatan yang mereka miliki juga membuat semangat dalam dirinya membara.


Walaupun kekuatan mereka berempat tidak sebanding dengannya, namun kekuatan yang mereka miliki sudah cukup besar untuk memuaskan keinginan bertarungnya.


"Hijau, kita hadapi mereka bersama-sama!" ujar Du Fang Ren yang telah naik ke kepala ular hijau.


"Majulah, hibur aku dengan kekuatan kalian!" ujarnya.


Setelah itu, ular hijau melesat maju mendekati keempat Beast di depannya itu, pada saat yang bersamaan, Du Fang Ren juga telah siap untuk melancarkan serangan pertamanya.


"Bunuh manusia sombong itu!" ujar Naga biru.


***


Sementara Du Fang Ren tengah sibuk dengan pertarungannya, Jia Zhen nampak sedang bermeditasi untuk mencoba menemukan keberadaan ayahnya, ia menggunakan cara yang sama seperti saat ia menemukan pedang hitam.


Setelah menyusuri luasnya dimensi dengan kekuatan kesadarannya, Jia Zhen akhirnya berhasil menemukan kekuatan yang sama dengan dirinya, bahkan ia merasakan kekuatan itu berada cukup dekat dengan tempat mereka sekarang.


"Kakak, bagaimana?" tanya Zhen Jia.


"Aku berhasil menemukan ayah" jawab Jia Zhen.


"Benarkah? Dimana?"


"Tidak terlalu jauh, kita hanya perlu melewati beberapa dimensi lagi" jawab Jia Zhen.


"Tunggu apa lagi, mari kita ke sana sekarang, aku yakin ayah sedang menunggu kedatangan kita" sahut Zhen Jia, ia benar-benar senang karena kakaknya berhasil menemukan ayah mereka.


Jia Zhen mengangguk pelan, "Baiklah, aku akan menyampaikan hal ini pada yang lainnya" ucapnya, kemudian meninggalkan Zhen Jia.


Setelah kesadarannya kembali ke tubuhnya, Jia Zhen langsung menyampaikan tentang keberadaan ayahnya pada Huise dan yang lainnya, dan kabar itu berhasil membuat mereka semua merasa senang.


"Tuan Muda, mari kita berangkat sekarang" ucap Lang Diyu.


"Bagaimana dengan paman Fang Ren?"


"Aku akan membantunya!" ujar Zhu Ling, kemudian melesat mendekati pertarungan.


Wushh!


Dhuaaar!


Tanpa banyak bicara dan ada kata permisi, Zhu Ling langsung melancarkan serangan yang sangat kuat pada keempat Beast tersebut, sehingga membuat mereka berempat terlempar sangat jauh.


Du Fang Ren nampak kesal karena pertarungannya di ganggu, namun setelah mengetahui jika yang mengganggunya adalah Zhu Ling, kekesalan itu langsung lenyap begitu saja.


"Cepat selesaikan, keberadaan Tuan sudah ditemukan!" ujar Zhu Ling.


"Apa?!"


"Simpan keterkejutan-mu itu untuk nanti dan selesaikan pertarungan ini sekarang juga!"


"Ba-baik!"


Karena keberadaan Lin Feng sudah diketahui, Du Fang Ren memutuskan untuk menyelesaikan pertarungan itu secepatnya, bahkan ia langsung melepaskan kekuatan Dewa-nya untuk membunuh keempat Beast tersebut.


"Aku minta maaf, tapi kesenangan ini harus aku akhiri sekarang juga!"


"Tu-tunggu!" ujar keempat kaisar menghentikan tindakan Du Fang Ren.


Dibawah tekanan intimidasi yang sangat dahsyat, keempat kaisar itu berusaha keras untuk mendekati Du Fang Ren dan bersujud di hadapannya, kemudian mereka memohon pada Du Fang Ren agar mau melepaskan keempat Beast tersebut.


Du Fang Ren sebenarnya tidak peduli dengan permohonan mereka, namun saat melihat Jia Zhen menganggukkan kepala, Du Fang Ren akhirnya melunakkan hatinya untuk memberikan pengampunan, karena bagaimanapun juga, perintah Jia Zhen adalah sesuatu yang tidak bisa ia abaikan.