Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-184. Bertemu Phoenix perak


Dengan terbentuknya pasukan penjaga Benua Biru, maka dengan itu pula, lima kekaisaran yang menguasai setiap wilayah di Benua Biru ini resmi menjadi Aliansi, dan untuk pertama kalinya, kelima kekaisaran bekerjasama untuk menjaga perdamaian Benua Biru.


"Para kaisar sekalian, karena kalian sudah ada disini, maka izinkan aku melayani kalian selayaknya tamu kehormatan" ucap kaisar Luo.


"Sebenarnya masih ada urusan yang harus aku selesaikan, tapi tidak pantas rasanya jika aku menolak ajakan ini" sahut kaisar Tang.


"Lalu bagaimana dengan yang lainnya?"


Tiga kaisar lainnya saling berpandangan, lalu mereka mengangguk bersamaan, "Kami setuju!"


"Baiklah, sekarang, mari kita ke meja makan" ucap Luo Ming An, kemudian memimpin jalan menuju ke ruang makan yang disiapkan khusus untuk para tamu kehormatan.


***


Istana kekaisaran Yuan.


Selesai bermeditasi, Xie Long kemudian beranjak dari tempat tidur dan hendak meninggalkan ruangan tersebut, namun sebelum ia mencapai pintu keluar, Xie Long tiba-tiba saja merasakan keberadaan energi asing di tempat tersebut.


Karena penasaran, Xie Long kemudian mengurungkan niatnya untuk meninggalkan ruangan tersebut, lalu berusaha mencaritahu darimana energi yang ia rasakan itu berasal, dan tidak butuh waktu lama, ia akhirnya menemukan sumbernya.


"Dari dalam dinding? Apa jangan-jangan di belakang dinding ini ada ruangan lain?" gumamnya.


Energi asing yang Xie Long rasakan berasal dari dalam salah satu dinding ruangan tersebut, lebih tepatnya di dinding yang terdapat ukiran burung Phoenix perak berkepala tiga.


"Sepertinya memang ada ruangan lain di balik dinding ini" gumam Xie Long setelah menyelidiki sumber energi tersebut.


Kemudian, Xie Long menempelkan telapak tangannya pada dinding, lebih tepatnya pada ukiran burung Phoenix perak berkepala tiga. Ia sendiri tidak mengerti kenapa, tapi firasatnya mengatakan bahwa hal itulah yang harus ia lakukan.


Tidak lama setelahnya, ukiran burung Phoenix perak berkepala tiga itu memancarkan cahaya, bersamaan dengan itu, dinding yang disentuh oleh Xie Long mendadak bergetar, kemudian terbelah menjadi dua dan terbuka layaknya sebuah pintu.


"I-ini..." Xie Long kehabisan kata-kata setelah mengetahui isi dari ruangan tersebut.


Di dalam ruangan rahasia itu terdapat banyak sekali sumberdaya yang menumpuk bagai bukit, tidak hanya itu saja, di dalam saja juga terdapat puluhan peti kayu yang berisi tanaman herbal, baik itu yang biasa ataupun yang langka.


Kaget dan bingung, dua hal inilah yang dirasakan oleh Xie Long saat melihat isi ruangan tersebut. Kaget karena melihat jumlah sumberdaya yang sangat banyak, dan bingung karena tidak tahu bagaimana cara kakeknya mengumpulkan semua itu.


Perlahan namun pasti, Xie Long mulai melangkahkan kakinya memasuki ruangan tersebut, tapi setelah beberapa langkah, sebuah lingkaran sihir mendadak muncul di bawah kakinya, bersamaan dengan itu, sosok Yuan Long juga muncul tepat didepannya.


"Kakek!"


"Karena kau berhasil membuka pintu ruangan rahasia ini, aku yakin kau adalah keturunanku, entah itu anakku ataupun cucuku, yang pastinya, di dalam tubuhmu mengalir darah ku, darah keluarga kekaisaran Yuan."


"Yang ingin aku sampaikan adalah, kau bisa memiliki semua yang ada di ruangan ini, tapi kau harus mengabulkan satu permintaanku, yaitu lindungi kekaisaran Yuan ini dengan segenap kekuatanmu."


"Terakhir, jika kau melihat pesan jiwa ini, artinya aku sudah tidak ada lagi di dunia ini, jadi aku minta maaf karena tidak bisa melihatmu secara langsung."


Setelah penjelasannya selesai, sosok Yuan Long yang muncul didepan Xie Long itupun menghilang dari pandangannya, kemudian diikuti oleh lingkaran sihir yang sebelumnya memancarkan cahaya yang cukup terang.


"Kakek tenang saja, aku pasti akan mengabulkan permintaan terakhir yang kakek buat" gumam Xie Long, kemudian melanjutkan langkah kakinya memasuki ruangan tersebut.


"Kakek, aku pasti akan menggunakan semua sumberdaya ini untuk melindungi kekaisaran Yuan."


Xie Long melambaikan tangannya, kemudian semua sumberdaya yang berguna meningkatkan kultivasi, serta semua tanaman herbal yang ada di sana terserap masuk ke dalam cincin penyimpanannya.


Isi ruangan tersebut benar-benar telah dikuras habis oleh Xie Long, kecuali satu benda yang masih tergeletak di lantai ruangan tersebut, benda itu berwarna perak dan menyerupai bulu burung dengan ukuran yang sangat panjang.


"Bulu perak ini terasa tidak asing" gumam Xie Long, kemudian meraih bulu tersebut.


Namun, yang membuatnya kaget bukanlah tempat ia berada sekarang, melainkan sosok burung berkepala tiga yang ada didepan matanya.


"Aura tubuhmu berbeda dengan Yuan Long, siapa kau? Kenapa kau bisa datang ke tempat ini?" tanya burung tersebut.


"A-aku Lin Xie Long, cucu Yuan Long" jawab Xie Long memperkenalkan dirinya.


"Kenapa kau bisa datang ke tempat ini?" Burung berkepala tiga itu mengulang pertanyaannya.


"A-aku sendiri tidak tahu, tapi aku bisa sampai di sini setelah menyentuh bulu perak ini" jawab Xie Long, kemudian menunjukkan bulu berwarna perak di tangannya.


Phoenix perak berkepala tiga itu menatap tajam ke arah bulunya yang dipegang oleh Xie Long, "Kenapa buluku ada di tanganmu? Dan, dimana Yuan Long?"


"Bulu ini kutemukan di ruangan rahasia milik kakekku, sedangkan dia sendiri sudah lama meninggal jauh sebelum aku dilahirkan."


Phoenix perak berkepala tiga menatap tajam Xie Long sembari berusaha mencari kebenaran dari matanya, dan benar saja, ia tidak menemukan adanya kebohongan dari tatapan remaja berusia tiga belas tahun didepannya itu.


"Bocah, jika kau ingin memiliki buluku, maka kau harus membuktikan jika dirimu pantas."


"Bagaimana caranya?"


"Jika kau benar-benar keturunan Yuan Long, aku yakin kau sudah mengetahui caranya. Dan ingatlah, jika kau gagal, maka kau akan menjadi santapan ku!"


Xie Long mengangkat sudut bibirnya, "Jangan khawatir, aku tidak akan gagal dan sebaiknya kau persiapkan dirimu untuk menjadi pengikut ku!"


"Hahahaha! Aku akan memenuhi janjiku pada Yuan Long jika kau memang berhasil melewati semuanya!"


"Janji?"


"Kau akan tahu saat semuanya selesai!" ujar Phoenix perak berkepala tiga, kemudian mengepakkan salah satu sayapnya.


Terpaan angin yang sangat kencang membuat tubuh Xie Long terlempar sangat jauh dari sana, namun sesaat kemudian, ia telah muncul lagi di dalam ruangan rahasia milik kakeknya, dengan bulu peras yang masih berada dalam genggaman tangannya.


"Phoenix perak, entah kenapa aku merasa dia jauh lebih kuat daripada Xiao Xue" gumam Xie Long, kemudian meninggalkan ruangan tersebut.


Setelah keluar dari ruangan bawah tanah, Xie Long tidak langsung pergi meninggalkan kamar kakeknya, melainkan duduk bermeditasi dengan menyerap beberapa sumberdaya yang ia ambil dari ruangan rahasia.


"Bocah, aku sarankan kau tidak gegabah."


Xie Long yang baru saja ingin memulai meditasi-nya, malah diganggu oleh perwujudan kekuatan Asura dalam dirinya.


"Bukan urusanmu!"


"Memang bukan urusanku, tapi umurmu masih belum bisa menampung kekuatan yang terlalu besar, jadi lebih baik kau tunda dulu meningkatkan kekuatanmu."


"Lagipula, kekuatanmu yang sekarang sudah lumayan kuat, dan mustahil ada remaja seusia mu bisa menandingi kekuatanmu yang sekarang."


"Sudah aku katakan, ini bukan urusanmu!"


"Yasudah, aku hanya berbaik hati dengan mengingatkanmu, tapi jangan menyesal jika aku akhirnya bisa menguasai tubuhmu sepenuhnya."


"Apa maksudmu?"


"Tadi sudah aku jelaskan, jadi kau pasti mengerti maksud dari perkataan ku barusan, kecuali kalau kau itu anak bodoh yang memang tidak mengerti apa-apa."