
"Kau... kau benar-benar membuatku murka!"
Swosh!
Aura kekuatan yang sangat besar terpancar dari tubuh Shen Guoshi, ia benar-benar sangat murka karena perbuatan Lin Feng yang sangat keterlaluan dan tidak memberikan muka sedikitpun padanya, dan parahnya lagi, Lin Feng sudah mendaratkan pukulan keras sebanyak dua kali ke wajahnya.
Aura kekuatan yang dilepaskan oleh Shen Guoshi menyebabkan tanah berguncang hebat, selain itu, aura tersebut juga menimbulkan tekanan intimidasi yang luar biasa. Namun sayangnya, tekanan intimidasi itu hanya mampu menindas para pasukan saja, sedangkan Lin Feng, ia bahkan tidak merasakan apapun ditubuhnya.
"Hari ini, aku akan menghancurkan apapun yang ada di dimensi ini, termasuk dua bocah sialan yang dikatakan oleh Dewa Huo!" ujar Shen Guoshi, kemudian menciptakan sebuah pedang dengan menggunakan energinya.
Lin Feng tersentak kaget mendengar perkataan Shen Guoshi, meskipun ia tidak menyebutkan nama dua bocah sialan yang ia maksud, namun Lin Feng sangat yakin kalau dua bocah itu adalah kedua anaknya. Dan karena ucapannya itu, Lin Feng akhirnya mengerti apa tujuan Shen Guoshi datang ke dimensi pertama ini.
"Jadi kau ingin membunuh anak-anakku?"
"Hahahaha, kau benar! Awalnya aku ingin menuruti saran Dewa Huo untuk menculik mereka, tapi aku tidak peduli lagi! Dan setelah membunuhmu, aku akan membunuh mereka berdua dengan tanganku sendiri!"
Wushh!
Boom!
Aura kematian yang sangat dahsyat terpancar dari tubuh Lin Feng dan menyebabkan seluruh tempat itu diselimuti oleh kengerian, tidak hanya itu saja, karena aura kematian yang dilepaskan oleh Lin Feng juga berhasil menekan aura kekuatan yang dilepaskan oleh Shen Guoshi.
"Habis sudah! Sekarang tidak akan ada lagi yang bisa menghentikannya" gumam Xiao Lang.
"Shen Guoshi, bersiaplah untuk mati!" ucap Lin Feng, kemudian mengeluarkan pedang Dewa Asura dari cincin penyimpanannya.
Setelah itu, Lin Feng menghilang dari pandangan dan sesaat kemudian, ia telah muncul lagi di hadapan Shen Guoshi, bersamaan dengan itu, Lin Feng juga menebaskan pedangnya kearah leher Shen Guoshi, namun sayangnya, serangan itu malah berhasil ditahan olehnya.
"Kau tidak akan pernah bisa membunuhku walaupun hanya dalam mimpimu!"
Sebagai seorang penguasa, kekuatan Shen Guoshi tentunya tidak lebih lemah daripada kekuatan penguasa lainnya, namun bila dibandingkan dengan kekuatan Xiao Lang, jelas kekuatan Shen Guoshi masih kalah jauh, dan bisa dikatakan bahwa kekuatan Shen Guoshi hanya sedikit lebih unggul dari kekuatan Shen Liu Yang.
Wushh!
Boom!
Dhuaarrr!
Ledakan terus terjadi di udara ketika serangan keduanya saling beradu, baik Lin Feng ataupun Shen Guoshi, keduanya saling menyerang dengan menggunakan kemampuan terbaiknya. Terutama Shen Guoshi, ia bahkan tidak pernah menyangka jika Lin Feng ternyata mampu menandingi kekuatannya.
Disisi lain.
Luo Ning yang telah menyelesaikan urusannya menghampiri Xiao Lang yang masih berada di balik awan, "Saudara Xiao, apa yang membuat suamiku sangat murka?" tanya Luo Ning, karena sebelumnya ia tidak mendengar percakapan antara Lin Feng dan Shen Guoshi.
"Apa kau tidak mendengar percakapan mereka sebelumnya?" tanya Xiao Lang.
Luo Ning hanya menggelengkan kepalanya, karena ia memang tidak mendengar percakapan mereka sebelumnya, dikarenakan dirinya terlalu bersemangat saat membantai pasukan Shen Guoshi, sehingga ia tidak menghiraukan yang lain.
"Selain ingin menghancurkan dimensi pertama, tujuan Shen Guoshi datang ke sini adalah untuk membunuh anak kalian, dan itulah alasan yang membuat suamimu sangat murka" jelas Xiao Lang.
"Apa? Membunuh anak-anakku?" Luo Ning nampak terkejut mendengar penjelasan Xiao Lang.
"Kau tenang saja, Shen Guoshi tidak akan bisa mencapai tujuannya, karena Lin Feng tidak akan membiarkan hal itu terjadi" ucap Xiao Lang.
Lin Feng yang sejak awal sudah murka, sekarang malah semakin menjadi-jadi ketika mendengar teriakan istrinya, bahkan, ia langsung melepaskan segel Dewa Asura hanya untuk menghadapi Shen Guoshi. Padahal, kekuatan normalnya saja sudah cukup untuk membunuh penguasa dimensi kesembilan itu.
Aura kematian yang jauh lebih dahsyat lagi terpancar dari tubuh Lin Feng setelah ia membuka segel, aura yang sebelumnya hanya mampu menekan aura kekuatan Shen Guoshi, sekarang justru memberikan tekanan intimidasi yang sangat besar ditubuhnya, bahkan, aura kematian tersebut berhasil membuat tubuhnya gemetaran.
Setelah melepaskan segel kekuatannya, Lin Feng kemudian mengacungkan pedangnya ke langit, kemudian, di langit muncul sebuah pedang raksasa yang tercipta dari energi berwarna merah kehitaman. Dan, kemunculan pedang tersebut juga memberikan tekanan yang jauh lebih dahsyat lagi di tubuh Shen Guoshi.
"Mati!"
Lin Feng menurunkan pedangnya dan bersamaan dengan itu, pedang raksasa yang berada di langit juga ikut turun menuju ke arah Shen Guoshi.
"Jangan remehkan aku!"
Meskipun tubuhnya ditekan oleh aura intimidasi yang sangat besar, namun Shen Guoshi tidak ingin diam saja menunggu kematian datang menjemputnya. Lalu, dengan menggunakan seluruh kekuatannya, ia menciptakan sebilah pedang energi yang ukurannya jauh lebih kecil daripada pedang Lin Feng.
Wushh!
DHUAARRR!
Ledakan yang sangat dahsyat terjadi di udara ketika kedua pedang energi itu saling bertabrakan, namun karena perbedaan kekuatan yang sangat besar, pedang yang diciptakan oleh Shen Guoshi pun langsung hancur saat itu juga, sehingga membuat pedang Lin Feng berhasil menghantam tubuhnya.
"I-ini tidak mu-mungkin."
"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini" sahut Lin Feng yang telah berada di dekat Shen Guoshi yang tergelatak di tanah.
Hantaman pedang raksasa ciptaan Lin Feng memang tidak berhasil merenggut nyawa Shen Guoshi, karena saat pedang itu mengenai tubuhnya, Lin Feng menahan kekuatan pedang tersebut agar tidak menghancurkan tubuh Shen Guoshi.
Meski begitu, keadaan Shen Guoshi sekarang justru lebih buruk dari kematian, karena yang tersisa setelah hantaman itu hanyalah tubuh dan kepalanya saja, sedangkan kedua tangan dan kakinya telah hancur berkeping-keping.
Tidak lama kemudian, Xiao Lang dan Luo Ning menghampiri mereka berdua, namun saat tiba di sana, Luo Ning langsung menusuk dada Shen Guoshi dengan pedangnya, tapi ia sengaja tidak menusuk jantungnya, karena tidak ingin Shen Guoshi mati dengan mudah.
Tidak puas hanya memberikan satu tusukan saja, Luo Ning kemudian mencabut pedangnya dan menusuk tubuh Shen Guoshi berulang kali, "Kau ingin membunuh anak-anakku? Sekarang biar aku tunjukkan apa akibatnya!" ucapnya sembari terus menusuk tubuh Shen Guoshi.
"Lin Feng, kau tidak mau menghentikan istrimu?" tanya Xiao Lang.
Lin Feng menggelengkan kepalanya, "Biarkan saja, dia akan berhenti setelah amarahnya terlampiaskan."
"Hah" Xiao Lang menghela napas panjang, "Kalian berdua benar-benar pasangan yang sangat serasi" ucap Lin Feng.
"Terima kasih."
"Aku sedang tidak memujimu."
"Aku tahu itu."
Setelah puas menusuk tubuh Shen Guoshi, Luo Ning kemudian menyudahi kekejamannya dengan memenggal kepala Shen Guoshi, kemudian ia memotong tubuhnya menjadi beberapa bagian, dan setelah itu, Luo Ning meminta Lin Feng untuk menghancurkan setiap bagian tubuh yang telah ia potong.
"Kau sudah puas?"
Luo Ning mengangguk pelan, tubuhnya terlihat gemetar ketika mengingat perkataan Shen Guoshi sebelumnya. Walaupun ia tidak mendengarnya secara langsung, namun ucapan Shen Guoshi itu menimbulkan perasaan yang sulit untuk ia jelaskan.
Lin Feng menghampiri Luo Ning dan langsung memeluknya untuk menenangkan istrinya itu, "Tenanglah, selama aku masih hidup, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti anak-anak kita" ucapnya.