Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-195. Kekuatan asing & mata ungu


Di alam bawah sadarnya, Xie Long merasakan adanya sesuatu yang tengah masuk ke dalam dirinya, disaat yang bersamaan, Xie Long juga merasakan kemunculan kekuatan baru di dalam dirinya, namun ia masih tidak tahu kekuatan apa itu.


Awalnya Xie Long berniat mengehentikan meditasi-nya untuk mencaritahu apa yang terjadi, namun setelah merasakan tidak ada yang aneh dengan tubuhnya, ataupun kekuatan yang baru saja muncul dalam dirinya, Xie Long akhirnya mengurungkan niatnya tersebut.


***


Satu bulan kemudian.


Wushh!


Boom!


Boom!


...


Aura kekuatan terpancar dari tubuh Xie Long beriringan dengan suara ledakan teredam yang berbunyi sebanyak empat kali dari dalam dirinya, yang menandakan bahwa tingkat kultivasi-nya telah meningkat sebanyak empat bintang.


Dengan kata lain, kultivasi Xie Long saat ini telah mencapai ranah Heaven Spiritual bintang enam, sedangkan kekuatan penuhnya sendiri, sudah setara dengan kultivator ranah Expert bintang satu.


Memang tidak bisa dipungkiri bahwa Xie Long adalah kultivator muda yang jenius, namun kejeniusannya tentu masih belum setara dengan sang ayah, karena Lin Feng hanya membutuhkan waktu kurang dari satu bulan untuk meningkatkan kultivasi-nya sebanyak empat bintang.


Tapi hal tersebut dapat dimaklumi, karena Lin Feng memiliki kemampuan khusus yang dapat mempercepat proses penyerapan, apalagi setelah ia mendapatkan tanda petir surga, yang memungkinkannya untuk dapat menyerap energi jauh lebih cepat lagi.


Sementara Xie Long, ia tidak memiliki kemampuan khusus seperti itu, melainkan murni dari kemampuan penyerapan tubuhnya sendiri, dan bisa dikatakan bahwa, Xie Long masih jauh lebih hebat dalam melakukan penyerapan secara alami.


"Peningkatan sebanyak empat bintang, lumayan memuaskan" gumam Xie Long setelah membuka matanya.


"Hmm? Rasanya ada yang berbeda dengan penglihatan ku?"


Setelah membuka matanya, Xie Long dapat melihat dengan jelas wujud dari energi alam di sekitarnya, padahal, hal tersebut sangatlah mustahil untuk dilakukan, karena energi alam memang tidak bisa dilihat, melainkan hanya bisa dirasakan.


"Sudah selesai?" tanya Huanran.


Xie Long mengangguk, kemudian mengarahkan pandangannya pada Huanran, ia nampak memicingkan mata ketika melihat energi yang berasal dari tubuh Huanran.


"Ada apa?"


"Bukan apa-apa" jawab Xie Long.


"Wah, matamu terlihat sangat indah."


"Maksudmu?"


"Sebentar!" ujar Huanran, kemudian menyerahkan mangkuk kecil berisi air pada Xie Long, "Lihatlah."


Xie Long meraih mangkuk kecil berisi air tersebut, kemudian melihat pantulan wajahnya di sana, "Ini..."


Perasaan bingung mulai menyelimuti Xie Long saat melihat pupil matanya yang telah berubah warna, padahal ia masih ingat betul jika pupil matanya berwarna hitam, tapi sekarang malah berubah menjadi warna ungu cerah.


"Kenapa warna mataku bisa berubah?"


"Entahlah, aku juga tidak tahu!" ujar Huanran.


"Tapi... aku suka dengan warna matamu itu" lanjutnya.


"Hah" Xie Long menghela napas panjang, "Semoga saja ibu dan adikku juga menyukai warna mata ini, jika tidak... entah apa yang harus aku jelaskan pada mereka."


"Aku yakin mereka pasti suka" sahut Huanran.


"Apa kau lapar?"


"Kalau begitu, mari kita makan, karena aku sudah menyiapkan makanan untuk kita berdua."


Saat menyantap makanan yang disiapkan oleh Huanran, Xie Long sering kali mengarahkan pandangannya pada Huanran. Selain penasaran dengan energi yang berasal dari tubuhnya, Xie Long juga merasa seperti ada yang berbeda dengan Huanran.


"Ini hanya perasaanku saja atau dia memang seumuran denganku?"


Huanran memang jarang menunjuk wajahnya, karena selalu ditutupi oleh cadar transparan, tapi bukan berarti wajahnya tidak terlihat sama sekali dan Xie Long masih ingat betul jika wajah Huanran tidak sama seperti sebelumnya.


Wajah Huanran sebelumnya terlihat seperti wajah gadis berusia tujuh belas tahun pada umumnya, tapi sekarang, wajahnya malah terlihat seperti remaja seusianya, yaitu tiga belas tahun.


Meski begitu, Xie Long lebih memilih untuk mengubur rasa penasarannya, dan menurutnya, perubahan wajah Huanran itu mungkin berasal dari matanya yang mendadak bisa melihat wujud dari energi alam.


"Apa ada yang salah dengan wajahku?" tanya Huanran yang menyadari tatapan Xie Long.


"Ma-maaf."


"Setelah ini mau kemana?"


"Entahlah, yang jelas aku akan menyusuri seluruh Daratan Suci ini dan tidak akan kembali sebelum kultivasi-ku mencapai ranah Supreme Emperor."


"Lalu, bagaimana dengan sekte Naga Angin?"


"Pesan kematian anggota sekte mereka sudah mereka terima, jadi mereka pasti akan datang dengan sendirinya" jawab Xie Long.


***


Ditempat yang cukup jauh, sekelompok kultivator nampak tengah melesat terbang menyusuri hutan, mereka adalah kultivator yang berasal dari sekte Naga Angin, dan tujuan mereka datang ke hutan ini adalah untuk mencari Xie Long dan Huanran.


Pemimpin sekte benar-benar marah saat mendapatkan pesan kematian beberapa anggotanya, meski belum mengetahui siapa yang membunuh anggotanya, namun pemimpin sekte tetap mengerahkan pasukan untuk melakukan balas dendam.


Akan tetapi, pencarian yang mereka lakukan selama satu bulan ini masih bum membuahkan hasil apapun, jangankan menemukan keberadaan pelaku, bahkan jejak merekapun tidak berhasil ditemukan, seolah para pelaku itu telah lenyap dari Daratan Suci ini.


"Ketua, aku merasakan keberadaan dua orang di depan sana" ucap salah seorang dari mereka.


Pria yang dipanggil ketua itu mengangguk pelan, "Semoga saja mereka bisa memberikan petunjuk untuk kita."


Tidak lama berselang, para kultivator tersebut telah sampai di gua tempat Xie Long dan Huanran berada, namun mereka tidak langsung masuk begitu saja, melainkan menunggu di depan mulut gua.


"Tuan, maaf jika kehadiran kami mengganggu Tuan, tapi apakah Tuan berdua berkenan untuk keluar sebentar?"


Ketua kelompok itu berkata dengan sopan, ia tidak ingin ucapannya menyinggung dua orang yang ada di dalam gua tersebut, karena bukan tidak mungkin jika orang yang ada di dalam gua adalah kultivator yang lebih hebat dari mereka.


Sementara itu.


"Sepertinya mereka sudah datang" ucap Xie Long ketika mendengar suara dari luar gua.


"Siapa?"


"Siapa lagi kalau bukan anggota sekte Naga Angin."


"Kenapa kau sangat yakin?"


"Hanya firasat ku saja" jawab Xie Long, kemudian mengajak Huanran menemui sekelompok kultivator yang ada di luar gua.


Sebenarnya Xie Long mengetahui hal itu bukan karena firasat belaka, melainkan ia benar-benar bisa melihat dengan jelas sekelompok orang yang ada di luar gua, bahkan ia juga bisa melihat tingkatan kultivasi mereka, padahal jaraknya lebih dari dua ratus meter.


"Mata ungu ini memberikan kemampuan yang luar biasa padaku, tapi... darimana mata ini berasal?"


Xie Long mencoba memikirkan beberapa kemungkinan yang mungkin saja membuatnya memiliki mata ungu tersebut, namun semua kemungkinan yang ia pikirkan tidak ada sangkut pautnya dengan mata ungu tersebut.