
Seribu pedang energi yang ada di langit langsung melesat turun dan menghantam tubuh Ji Ling, dan tidak sedikit pula yang berhasil menancap di setiap bagian tubuhnya, bahkan, tubuh Ji Ling saat ini sudah benar-benar dipenuhi oleh pedang.
Dhuaarrr!
Setelah beberapa saat berlalu, pedang-pedang yang menancap di tubuh Ji Ling tiba-tiba meledak, dan pada akhirnya, tubuh Ji Ling pun ikut hancur berkeping-keping karenanya, begitupun dengan giok jiwa yang ditanamkan oleh Dewa Huo di dalam tubuhnya.
"Satu selesai, sekarang tinggal tiga lagi" gumam Lin Feng, kemudian mengalihkan pandangannya pada Hua Xiong dan dua penguasa lainnya.
"Cihh, aku benar-benar tidak menyangka jika bocah ini mampu membunuh Ji Ling dengan mudah."
"Sepertinya kita harus lebih berhati-hati lagi saat berhadapan dengannya, dan pastikan untuk mengerahkan semua kekuatan yang kita miliki."
Wushh!
Aura kekuatan yang sangat dahsyat terpancar dari tubuh ketiga penguasa tersebut, bersamaan dengan itu, aura kekuatan yang mereka keluarkan juga menimbulkan tekanan intimidasi yang sangat luar biasa, hanya saja, tekanan intimidasi itu masih belum cukup untuk menindas Lin Feng.
"Aura intimidasi yang sangat kuat, tapi ini masih belum cukup untuk menghentikan ku!"
Lin Feng melesat dengan kecepatan tinggi menuju kearah mereka bertiga, setelah beberapa saat, ia mendadak menghilang dari pandangan mereka, pada detik berikutnya, Lin Feng sudah muncul di dekat He Jin yang masih berusaha menyembuhkan Hua Xiong.
"Aku tidak akan tinggal diam!" ujar Yan Baihu yang juga telah berada di sana.
Dhuaarrr!
Ledakan dahsyat kembali terjadi ketika pedang Lin Feng dan Yan Baihu beradu, luapan energi yang tercipta dari serangan mereka, membuat seluruh daratan dalam jangkauan sepuluh kilometer bergetar hebat, bahkan tanah tempat mereka berpijak mendadak retak karena luapan energi tersebut.
Disaat yang bersamaan, Lin Feng mengaktifkan kekuatan darah naga yang membuat kedua lengannya diselimuti oleh armor, akan tetapi, armor lengan itu tidak lagi berwarna biru seperti biasanya, melainkan berwarna hitam pekat seperti warna jubah yang ia kenakan.
Setelahnya, Lin Feng melayangkan pukulan telak ke wajah Yan Baihu dengan tangan kirinya dan lagi-lagi, serangan Lin Feng berhasil membuat Yan Baihu terlempar sejauh puluhan meter. Tapi kali ini, Lin Feng tidak bermaksud untuk membiarkannya begitu saja.
Pada saat Yan Baihu berhasil mengendalikan dirinya, Lin Feng juga telah muncul tepat di hadapannya, kemudian ia menebaskan pedangnya dengan sangat cepat dan berhasil memenggal leher Yan Baihu, lalu ia melanjutkan serangannya dengan memotong tubuh Yan Baihu menjadi bagian-bagian yang kecil.
Lin Feng yang belum puas dengan tindakannya, kemudian menciptakan bola api emas di telapak tangan kirinya, lalu ia menggunakan bola api emas itu untuk membakar setiap bagian tubuh Yan Baihu, hingga pada akhirnya, tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh sang penguasa dimensi kesebelas itu.
"Satu lagi telah musnah, sekarang tinggal kalian berdua" ucap Lin Feng, kemudian melesat terbang mendekati He Jin dan Hua Xiong.
"Teknik formasi, belenggu kematian!"
He Jin menggunakan teknik yang sama untuk menghentikan pergerakan Lin Feng, puluhan bahkan sampai ratusan rantau berwarna hitam bermunculan dari tanah, namun tidak ada satupun dari rantai tersebut yang berhasil menangkap Lin Feng.
"Aku akan membantumu" ucap Hua Xiong, kemudian melemparkan tombaknya ke langit.
Setelah itu, Hua Xiong membentuk segel dengan kedua tangannya, bersamaan dengan itu, tombak yang sebelumnya ia lempar ke langit mendadak berubah menjadi sangat besar, bahkan ukurannya hampir menyamai ukuran pedang semesta milik Lin Feng.
"Tombak penghancur semesta!" ucap Hua Xiong, kemudian menyerang Lin Feng dengan tombak raksasa itu.
Tombak raksasa yang semula berdiri tegak mengarah ke langit, mendadak bergerak dan melesat turun dengan kecepatan tinggi ke arah Lin Feng, walaupun ukurannya sangatlah besar, namun kecepatan tombak itu sangat jauh diluar perkiraan.
Sebenarnya Lin Feng memiliki kesempatan untuk menghindar, bahkan ia sebenarnya bisa menghindari serangan itu dengan mudah, tapi yang Lin Feng inginkan bukanlah menghindarinya, melainkan ingin mengadu kekuatan senjata mereka.
DHUAARRR!
Ledakan yang benar-benar sangat dahsyat terjadi ketika pedang hitam Lin Feng beradu dengan tombak raksasa itu, walaupun ukurannya ribuan kali lipat lebih kecil dari tombak tersebut, namun kekuatan pedang hitam jelas melebihi kekuatan tombak itu.
Sementara itu, Hua Xiong dan He Jin dibuat tercengang melihat gerakan tombak raksasa yang terhenti, padahal jika melihat ukurannya, rasanya sangatlah mustahil untuk bisa menghentikan tombak raksasa tersebut.
"I-ini tidak mungkin! Kenapa pedang sekecil itu bisa menahan tombak surga milikku?!"
"Kau salah, pedangku tidak hanya bisa menghentikannya, tapi juga bisa menghancurkannya dengan mudah!" jawab Lin Feng.
Krak!
Dhuaarrr!
Setelah Lin Feng menyelesaikan ucapannya, suara retakan terdengar dengan sangat jelas, lalu beberapa saat setelah itu, tombak raksasa milik Hua Xiong langsung meledak dan hancur berkeping-keping, disaat yang bersamaan, Hua Xiong juga memuntahkan darah segar.
"Hua Xiong, apa kau baik-baik saja?"
"Tenanglah, ini hanya luka ringan, jadi kau tidak perlu khawatir" jawab Hua Xiong.
Tombak surga milik Hua Xiong bukanlah sebuah senjata biasa, melainkan sebuah senjata jiwa yang didapatkan dengan melakukan kontrak darah. Oleh karenanya, saat tombak itu hancur, Hua Xiong juga akan menerima dampaknya.
"Siapa bocah ini sebenarnya? Kenapa dia bisa memiliki kekuatan melebihi seorang penguasa?"
"Sudah tidak ada gunanya mencaritahu, karena yang harus kita lakukan sekarang adalah mengalahkannya dengan seluruh kemampuan kita" jawab He Jin.
Walaupun kedua temannya sudah mati, namun He Jin dan Hua Xiong masih belum ingin menyerah ataupun melarikan diri, atau lebih tepatnya, mereka sudah tidak punya pilihan lain selain menghadapi Lin Feng sampai akhir.
Jika mereka melarikan diri, keduanya pasti akan dibunuh oleh Dewa Hua dan jika mereka menyerah, belum tentu Lin Feng memberikan pengampunan, jadi satu-satunya pilihan mereka sekarang hanyalah berusaha dengan segenap kekuatannya.
Disisi lain.
Lin Feng yang mengetahui jika lawannya sudah tidak mampu memberikan perlawanan yang berarti, akhirnya memutuskan untuk menyudahi semuanya, lagipula, memang sudah tidak ada hal lain yang bisa ia lakukan selain membunuh mereka.
"Maafkan aku, tapi hanya inilah satu-satunya cara yang bisa aku lakukan untuk membantu kalian" ucap Lin Feng dalam hatinya.
Kemudian, Lin Feng mengacungkan pedangnya ke langit, bersamaan dengan itu, langit yang semula cerah langsung diselimuti oleh awan gelap.
"Dengan ini, jiwa kalian akan bebas untuk selamanya" gumam Lin Feng, kemudian menurunkan pedangnya.
Seketika itu juga, puluhan petir berwarna merah muncul dari awan hitam dan langsung menyambar tubuh He Jin dan Hua Xiong.
Tidak hanya itu saja, Lin Feng juga menciptakan bola api emas di telapak tangannya, lalu melempar bola api tersebut kearah dua penguasa tersebut, dan pada akhirnya, kedua penguasa yang tersisa berhasil dibunuh oleh Lin Feng.