Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-127. Pertarungan pertama Xie Long


Esoknya.


Seluruh murid, guru dan para tetua telah berkumpul di alun-alun sekte Phoenix Emas, saat ini mereka tengah menunggu kedatangan Lin Feng dan juga Jin Feng Huang, karena mereka berdua lah yang akan memulai acara pada hari ini.


Tidak lama kemudian, dua orang yang sejak tadi ditunggu-tunggu akhirnya tiba, kemudian, mereka semua memberikan hormat secara serempak kepada Jin Feng Huang, lalu dilanjutkan dengan memberi hormat kepada Lin Feng, karena posisinya di sekte Phoenix Emas bukan hanya sekedar tetua biasa, melainkan tetua agung.


Meski Lin Feng terus-terusan menolak posisi ini, namun desakan dari Jin Feng Huang dan para tetua lain membuatnya tidak bisa melakukan apapun lagi, terlebih setelah tetua Liu Changhai menugaskannya secara langsung, yang membuatnya tidak mampu menolak posisi itu lagi.


"Sebelumnya, aku ucapkan selamat kepada kalian yang telah berhasil lolos ujian, dan mulai hari ini, aku nyatakan kalian sebagai murid resmi sekte Phoenix Emas" ucap Jin Feng Huang.


"Selanjutnya, aku ingin melihat kemampuan kalian semua dengan mengadakan duel di atas arena, tapi kalian juga bisa menolak jika tidak ingin bertarung" lanjutnya.


Kemudian, Jin Feng Huang mengarahkan telapak tangannya ke depan, disaat yang bersamaan, aura kekuatan yang luar biasa terpancar dari tubuhnya, lalu di hadapan semua orang muncul sebuah altar besar yang melayang di udara dan sudah lengkap dengan formasi pelindung.


"Altar ini akan menjadi arena pertarungan kalian, dan ingatlah, altar ini bukanlah altar sembarangan, karena siapapun yang memiliki niat membunuh lawannya, maka dia akan tersiksa hingga mati oleh kekuatan altar ini."


Sebenarnya, Jin Feng Huang hanya ingin mengadakan pertandingan biasa saja dan tentunya diadakan di arena biasa, namun kejadian yang menimpa Xie Long sudah terdengar olehnya, jadi dia memutuskan untuk menggunakan altar itu sebagai arena, agar tidak ada murid yang saling membunuh saat bertarung nanti.


Selain itu, Jin Feng Huang juga mengkhawatirkan Lin Feng, karena jika anaknya sampai terluka, maka tamatlah sudah riwayat sekte Phoenix Emas, kalaupun dia tidak akan melampiaskan amarahnya ke sekte, setidaknya akan banyak nyawa yang akan menjadi korban kemurkaannya.


"Lin Feng, silahkan mulai acaranya"


Lin Feng mengangguk menanggapi perkataan Jin Feng Huang, kemudian ia menghilang dari pandangan dan muncul lagi ditengah-tengah altar, namun sebelum memulai acara, Lin Feng dengan sengaja menambahkan kekuatannya kedalam altar tersebut.


"Ancaman pemimpin sekte mungkin akan kalian abaikan, tapi kekuatan yang aku tambahkan barusan, akan langsung membunuh kalian jika memiliki niat jahat."


"Baiklah, siapa yang ingin bertarung terlebih dahulu?"


"Aku!" ujar salah seorang pemuda, kemudian melompat naik ke atas altar, "Hormat, tetua agung."


Lin Feng mengangguk, namun tatapan matanya nampak sangat tajam, hal itu dikarenakan pemuda yang ada dihadapannya saat ini adalah pemuda yang mencoba membunuh Xie Long semalam.


"Tetua, apa aku diizinkan menantang peserta lain?" tanya pemuda itu.


"Tentu, memangnya siapa yang ingin kau tantang?"


"Terima kasih, tetua" jawab pemuda tersebut, kemudian mengarahkan pandangannya kepada para murid baru, "Zilong, aku menantang mu!"


"Hais, bocah ini benar-benar cari mati" gumam Liu Changhai ketika mendengar siapa yang ditantang oleh pemuda tersebut.


Disaat yang bersamaan.


"Long'er, jangan terima tantangannya, karena jika kau terluka, maka aku akan langsung membunuh bocah sialan itu!" ucap Sun Xiang berbicara melalui telepati.


"Kakak, aku rasa ayah sudah memberitahukan semuanya, jadi jangan perlakukan aku sebagai adikmu, setidaknya selama berada di sekte ini" jawab Xie Long.


"Tapi..."


"Kakak, percayalah padaku."


"Hah" Sun Xiang menghela napas panjang, "Baiklah, aku percaya padamu."


Setelah pembicaraan singkatnya dengan Sun Xiang berakhir, Xie Long kemudian melompat naik ke atas arena untuk menjawab tantangan tersebut, dan tidak lupa, ia juga memberikan hormat pada ayahnya sendiri.


"Peraturan dalam pertarungan ini hanya ada dua, pertama silahkan menggunakan teknik apapun dan senjata apapun, yang kedua, pertarungan akan berakhir jika ada yang menyerah, apa kalian mengerti?"


"Baiklah, pertarungan dimulai!" ujar Lin Feng.


Tepat setelah Lin Feng memulai pertarungan, keduanya langsung melesat maju dan beradu pukulan, meski tubuhnya jauh lebih kecil dibandingkan lawannya, namun kekuatan fisik yang dimiliki oleh Xie Long tidak kalah dari lawannya itu.


"Lumayan juga, aku tidak menyangka jika kau mampu menahan tinjuku, bocah!" ujar pemuda tersebut, kemudian menarik tangannya dan melayangkan tendangan kearah Xie Long.


Xie Long melompat ke udara untuk menghindari serangan itu, dan disaat yang bersamaan, ia juga melayangkan tendangan ke wajah pemuda tersebut, namun serangannya berhasil ditangan oleh pemuda itu dengan menggunakan lengannya.


Setelah berhasil menahan serangan Xie Long, pemuda itu kembali melancarkan serangan dengan bertubi-tubi, bahkan ia tidak memberikan kesempatan pada Xie Long untuk bisa membalas serangannya itu.


Wushh!


Boom!


Satu tendangan keras dilancarkan oleh pemuda tersebut, meski berhasil ditahan oleh Xie Long, namun besarnya kekuatan yang dikerahkan membuatnya terlempar hingga menabrak dinding formasi.


Xie Long tersenyum dibalik penutup wajahnya, "Kekuatan yang luar biasa, sepertinya aku juga harus mengerahkan semua kekuatanku" gumamnya.


Wushh!


Xie Long melepaskan aura kekuatannya, lalu ia melesat dengan kecepatan tinggi menuju pemuda tersebut, sama seperti yang pemuda itu lakukan sebelumnya, Xie Long juga melancarkan serangan bertubi-tubi, namun dengan kecepatan yang luar biasa.


Meski di mata para kultivator tingkat tinggi kecepatan Xie Long tidak seberapa, namun bagi kultivator yang setingkat dengan dirinya, kecepatannya saat ini jelas sudah sangat cepat, bahkan hampir mustahil bagi kultivator setingkat dengannya untuk mengimbangi kecepatan itu.


"Si-sial, kecepatan bocah ingi tidak main-main, aku bahkan tidak bisa melihat pergerakannya"


"Kalau begitu..."


Wushh!


Pemuda itu melepaskan aura kekuatannya untuk menghentikan Xie Long dan benar saja, cara yang ia lakukan benar-benar berhasil membuat Xie Long terhenti, namun tidak lama, karena beberapa saat setelah itu, Xie Long kembali melancarkan serangannya.


Tapi kali ini, pemuda itu mulai terbiasa dengan kecepatan Xie Long, ia bahkan berhasil melancarkan beberapa serangan balasan, hanya saja, serangannya masih bisa dihindari dengan mudah oleh Xie Long.


Karena posisinya sangat tidak menguntungkan, pemuda itu kemudian melompat kebelakang untuk menghindari Xie Long, lalu setelah itu, ia mengeluarkan sebilah pedang dari cincin penyimpanannya.


"Kau sungguh hebat, bahkan kau berhasil membuatku mengeluarkan senjata ini" ucap pemuda tersebut.


Xie Long mengerutkan alisnya sembari memandangi pedang dengan bilah berwarna merah di tangan pemuda itu, ia juga bisa merasakan adanya luapan energi yang tidak stabil dari dalam pedang tersebut.


"Aku sarankan kau jangan menggunakan pedang itu."


"Hahahaha, apa kau takut?"


"Jangan salah paham, aku hanya sedang memperingatkan dirimu" jawab Xie Long.


Sebagai seorang anak dari Dewa Pedang, Xie Long tentunya sudah banyak memahami berbagai macam jenis senjata, termasuk senjata jiwa dan juga karakteristik dari senjata tersebut. Dan dari pengamatannya, Xie Long bisa mengetahui jika senjata pemuda itu masih belum stabil.


"Hahaha, memangnya kau tahu apa? Aku sudah memiliki pedang ini sejak lama dan aku sudah mengetahui semua hal tentang pedang ini!" bantah pemuda tersebut.


"Terserah kau saja, tapi jangan salahkan aku jika kau dilukai oleh senjata mu sendiri" sahut Xie Long.