Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-182. Tujuan yang baru


Istana kekaisaran Yuan.


"Long'er, apa kau punya waktu?"


"Tentu saja kakek, lagipula aku sedang tidak melakukan apapun" jawab Xie Long.


"Baguslah, mari ikut kakek, ada sesuatu yang ingin kakek tunjukkan padamu" sahut Yuan Chun Zhe.


Xie Long mengangguk setuju, kemudian mengikuti kakeknya menuju ke salah satu kamar yang ada di sana, setelah berada di dalam kamar, Yuan Chun Zhe kemudian membentuk segel tangan dan membuka sebuah penghalang yang terpasang di dalam kamar tersebut.


Ketika penghalang terbuka, di lantai kamar muncul sebuah pintu rahasia yang menuju ke ruang bawah tanah, kemudian Yuan Chun Zhe mengajak Xie Long masuk ke sana.


Setibanya di dalam, Xie Long nampak sangat kagum dengan tatanan ruangan tersebut, meski berada di bawah tanah, namun ruangan itu ditata dengan sangat rapi.


"Ruangan apa ini kakek?" tanya Xie Long.


"Kamar yang tadi kita masuki adalah kamar kakek mu dan ruangan ini adalah ruangan yang ia ciptakan sendiri" jawab Yuan Chun Zhe.


"Ruangan bawah tanah ini dulunya digunakan oleh kakek mu untuk bermeditasi, namun semenjak ia meninggalkan kekaisaran, ruangan ini tidak pernah digunakan lagi" lanjutnya.


"Apa ada orang lain yang mengetahui tentang ruangan ini?"


Yuan Chun Zhe menggeleng, kemudian menjelaskan jika ruangan bawah tanah itu adalah ruangan khusus yang tidak diketahui oleh siapapun, termasuk dirinya. Ia baru mengetahui keberadaan ruangan itu setelah kembali dari pelatihan tertutupnya.


Sampai saat ini, ruangan itu selalu dijaga oleh Yuan Chun Zhe, oleh sebab itu, meskipun sudah ditinggalkan selama bertahun-tahun, ruangan tersebut masih tertata dengan rapi, karena Yuan Chun Zhe selalu datang untuk membersihkannya.


Ketika ia mengetahui kabar mengenai kematian anaknya dari Lin Feng, Yuan Chun Zhe selalu datang ke ruangan itu untuk bermeditasi, seraya berharap agar dirinya dapat bertemu dengan anaknya di alam bawah sadarnya.


Namun sayangnya, sampai saat ini pun, ia masih belum pernah bertemu dengan putranya tersebut, baik di alam bawah sadarnya saat tengah bermeditasi, ataupun di alam mimpinya saat tertidur di dalam ruangan khusus itu.


"Ruangan ini sungguh bagus dan terasa nyaman, aku yakin kakek dulu sering menggunakan ruangan ini."


"Kau benar! Karena disinilah tempat kakek mu menghabiskan waktu luangnya" Yuan Chun Zhe membenarkan.


Pandangan Xie Long yang masih mengitari seluruh ruangan, kemudian tertuju pada sebuah ukiran gambar burung berkepala tiga di dinding ruangan tersebut, dan anehnya, ia merasa seperti pernah melihat burung yang diukir didinding tersebut.


"Ukiran ini... tidak salah lagi, burung ini sangat mirip dengan burung yang ada dalam ingatan pemberian kakek" gumam Xie Long.


"Itu adalah ukiran burung Phoenix perak berkepala tiga yang melegenda, salah satu Beast terkuat yang pernah menguasai dunia kultivator ini," jelas Yuan Chun Zhe.


"Namun sayangnya, sampai saat ini belum ada yang mengetahui dimana keberadaan burung itu, dan sebagian orang mengatakan jika burung ini hanya ada dalam legenda saja."


"Itu tidak benar, jika burung ini hanya ada dalam legenda, lalu bagaimana mungkin kakek bisa memberikan ingatan mengenai burung ini padaku" ucap Xie Long dalam hatinya.


"Long'er."


"Ada apa kakek?"


"Selama kau berada di sini, kau bisa tinggal di kamar kakek mu dan kau boleh menggunakan ruangan ini untuk bermeditasi."


"Terima kasih, kakek."


"Yasudah, kalau begitu kakek pergi dulu, karena masih ada hal lain yang harus kakek urus" sahut Yuan Chun Zhe, kemudian meninggalkan ruangan tersebut.


Tidak lama setelah kakek buyutnya pergi, Xie Long kemudian naik ke atas tempat tidur dan duduk di sana, lalu ia menutup kedua matanya dan mulai melakukan meditasi untuk meningkatkan kekuatannya lagi.


"Jendral!"


"Hamba yang mulia" jawab jendral pasukan kekaisaran.


"Datanglah ke wilayah Tengah dan temui istri cucuku, katakan padanya untuk mengirim salah seorang bawahan suaminya ke sini."


"Baik, yang mulia!" jawab jendral tersebut, kemudian pergi meninggalkan istana kekaisaran.


Pertemuan mereka dengan bangsa siluman yang hampir menjadi iblis tempo hari, membuat Yuan Chun Zhe tidak bisa tenang, meski mereka belum sepenuhnya menjadi iblis, namun kekuatan mereka sudah jauh diluar dugaannya.


Oleh sebab itu, Yuan Chun Zhe ingin menyampaikan kabar tersebut kepada kaisar yang lainnya, agar mereka dapat melakukan tindakan pencegahan sebelum bangsa iblis benar bangkit lagi.


Dan jika bangsa iblis benar-benar berhasil dibangkitkan lagi, maka Benua Biru ini akan kembali ke era kekacauan seperti sebelumnya, dan kedamaian yang telah diciptakan oleh Lin Feng pastinya akan menghilang dari Benua Biru ini.


"Semoga saja belum terlambat" gumam Yuan Chun Zhe.


***


Ruangan bawah tanah.


Wushh!


Aura yang sangat kuat terpancar dari dalam tubuh Xie Long setelah beberapa jam bermeditasi, dan tidak lama lagi, tingkat kultivasinya akan meningkat ke ranah yang selanjutnya, yaitu ranah Heaven Spiritual.


Menggunakan kekuatan Asura dalam pertarungan sebelumnya, tidak sepenuhnya memberikan dampak buruk pada Xie Long, karena kekuatan itu juga memberikan dampak yang baik pada dirinya, yaitu meningkatnya energi di dalam Dantian miliknya.


Oleh karena itu, Xie Long terus bermeditasi selama beberapa hari terakhir ini, karena ia ingin segera meningkatkan kultivasinya ke ranah selanjutnya, dan saat ini, ia sedang berusaha untuk melakukan terobosan tersebut.


Boom!


Setelah lebih dari setengah jam kembali berlalu, dari dalam tubuh Xie Long akhirnya terdengar suara ledakan teredam, yang menandakan jika dirinya telah berhasil menerobos ke ranah selanjutnya, yaitu ranah Heaven Spiritual.


Satu jam kemudian.


Xie Long akhirnya membuka mata setelah satu jam bermeditasi sejak kultivasinya meningkat dan saat ini, pondasi kultivasinya benar-benar sudah stabil da berada di ranah Heaven Spiritual bintang satu.


"Kakek, sebentar lagi aku akan siap untuk menjalani ujian yang pertama" gumam Xie Long.


Selain ingin melindungi keluarganya, kini Xie Long telah memiliki tujuan lain dalam hidupnya, yaitu menjalankan ujian untuk mendapatkan semua warisan yang telah ditinggalkan oleh kakeknya.


Akan tetapi, setiap ujian yang harus ia lewati adalah ujian yang sangat berbahaya, bahkan nyawa bisa saja menjadi taruhannya, oleh karena itu, ia harus benar-benar siap sebelum menjalankan ujian tersebut.


Dalam ingatannya, ujian pertama yang harus Xie Long lakukan adalah mencapai ranah Supreme Emperor sebelum berusia tujuh belas tahun, dan bisa dikatakan jika dirinya sekarang tengah menjalani ujian pertama itu.


Meski terdengar sangat mustahil, karena Xie Long hanya memiliki waktu selama empat tahun lagi, namun bukan berarti ia tidak bisa melakukannya, karena di dalam dirinya, mengalir darah seorang jenius yang tiada bandingannya.


Ya! Siapa lagi kalau bukan ayahnya sendiri, yaitu Lin Feng, satu-satunya kultivator yang berhasil mencapai ranah Supreme Emperor dalam waktu yang sangat singkat.


Saat itu, Lin Feng mulai berkultivasi saat umurnya lima belas tahun, dan hanya butuh lima tahun baginya untuk menjadi seorang kultivator hebat tiada bandingan, dan saat ini, ia benar-benar menjadi legenda hidup yang dikenal oleh semua kultivator di alam semesta.


"Ayah, sepertinya aku harus berjuang lebih keras lagi untuk mengalahkan ayah."