Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-131. Misi pertama Wu Nan


Setelah mengetahui semua hal tentang Dewa Huo, Wu Nan tiba-tiba saja berlutut di hadapan Lin Feng, "Guru, setelah aku menjadi penguasa nanti, aku berjanji akan menjaga dimensi kesembilan dan akan melenyapkan siapapun yang ingin menghancurkannya."


Lin Feng tersenyum senang mendengar janji yang diucapkan oleh muridnya itu, meski dia belum resmi menjadi penguasa, namun Lin Feng sangat senang karena muridnya itu memiliki tekad yang sangat besar dalam dirinya, dan hal itu membuat Lin Feng semakin yakin dengan keputusannya.


"Aku senang karena kau memiliki tekad yang kuat, tapi kekuatanmu sekarang masih sangat jauh dari kata kuat, untuk itu, aku akan melatih mu lebih keras lagi" ucap Lin Feng.


"Baik, guru!" sahut Wu Nan.


Setelah beristirahat sejenak di alam para Dewa, Lin Feng kemudian membawa Wu Nan menuju ke alam manusia, agar muridnya itu bisa mengenal bagaimana alam manusia di dimensi kesembilan ini.


Selain itu, masih ada satu hal penting yang harus dilakukan oleh Wu Nan sebelum menjadi penguasa, yaitu memusnahkan para pengikut Dewa Huo yang mungkin masih ada di dimensi kesembilan ini.


Memang benar jika Dewa Huo dan pasukannya sudah musnah dalam peperangan, tapi hal itu tidak menutup kemungkinan jika masih ada pengikutnya di dimensi kesembilan ini, karena bagaimanapun juga, Dewa Huo pernah menguasai dimensi kesembilan sebelumnya.


"Wu Nan, kultivasi mu sudah berada di ranah Supreme Emperor, jadi sudah saatnya kau menjalankan misi pertama dariku" ucap Lin Feng.


"Misi pertamamu adalah menemukan dan menghabisi para pengikut Dewa Huo yang mungkin masih ada di dimensi kesembilan ini" lanjutnya.


"Baik, guru! Tapi, bagaimana cara mengenali mereka?" tanya Wu Nan.


"Aku akan menunjukkan caranya setelah kita tiba di alam manusia" jawab Lin Feng.


Tidak berselang lama, mereka berdua akhirnya tiba di alam manusia, keduanya kemudian melesat terbang menuju ke kota terdekat untuk beristirahat serta mengisi tenaga, dan yang lebih penting, Wu Nan harus mengisi perutnya yang mulai keroncongan.


Setibanya di kota, mereka berdua langsung menuju ke restoran yang cukup mewah, namun saat hendak memasuki restoran tersebut, Lin Feng tiba-tiba merasakan keberadaan aura kegelapan yang berasal dari dalam restoran.


"Kebetulan sekali, ada seorang kultivator yang menjadi pengikut Dewa Huo di dalam restoran ini" ucap Lin Feng.


"Bagaimana guru bisa tahu?"


"Lebih baik kita masuk terlebih dahulu, aku akan menjelaskan semuanya saat kita makan nanti" jawab Lin Feng, kemudian memasuki restoran tersebut.


Saat ini, Lin Feng dan Wu Nan tengah duduk di salah satu meja restoran, sembari menunggu pesanan mereka datang, Lin Feng kemudian menjelaskan cara untuk merasakan atau membedakan mana yang pengikut Dewa Huo dan mana yang bukan.


Cara yang pertama adalah dengan merasakan aura kekuatan mereka, jika orang itu adalah pengikut Dewa Huo, maka di tubuhnya akan terpancar aura kegelapan yang sangat besar, namun hal ini saja masih belum cukup, karena bisa saja orang itu adalah kultivator kegelapan.


Lalu cara yang kedua adalah dengan merasakan energinya, jika orang itu adalah pengikut Dewa Huo, maka energi kegelapan di dalam tubuhnya akan terasa berbeda dari energi kegelapan biasa, bahkan sangat jauh berbeda dari energi kegelapan bangsa iblis.


"Lalu, bagaimana cara membedakannya, guru?"


"Gunakan energi spiritual mu, tapi jangan sampai ada yang mengetahui jika kau sedang mengawasi keadaan sekitar. Cara yang kedua, lepaskan kekuatan jiwamu, maka kau akan mengetahui apa perbedaannya" jawab Lin Feng.


Wu Nan mengangguk, kemudian mempraktekkan cara pertama yang diajari oleh gurunya, dan benar saja, cara yang pertama itu memang berhasil membuatnya merasakan aura kegelapan yang tersembunyi, hanya saja, ia masih belum bisa membedakannya.


Karena cara pertama masih belum berhasil sepenuhnya, Wu Nan kemudian menggunakan cara yang kedua, yaitu dengan cara melepaskan kekuatan jiwanya, dan setelah itu, barulah ia bisa merasakan perbedaan besar antara aura kegelapan yang ia rasakan sebelumnya.


"Bagaimana?"


"Yang guru katakan benar, di dalam restoran ini memang ada pengikut Dewa Huo" jawab Wu Nan.


"Tapi, energi kegelapan jenis apa itu guru?Kenapa auranya terasa sangat aneh?"


"Karena kau sudah mengerti, maka tugasmu sekarang adalah melenyapkan orang itu" lanjutnya.


"Baik, guru!"


Lin Feng bukannya ingin menjadikan muridnya sebagai orang yang kejam sama seperti dirinya, namun dia hanya ingin mengajarkan pada muridnya itu agar tidak mengampuni musuh-musuhnya, apalagi musuh yang memang tidak pantas untuk diampuni seperti Dewa Huo dan para pengikutnya.


***


Setelah selesai makan, Lin Feng dan Wu Nan tidak langsung meninggalkan restoran tersebut, mereka masih mengobrol sembari menunggu orang yang merupakan pengikut Dewa Huo beranjak dari sana, lalu setelah orang itu pergi, barulah mereka keluar dan mengikutinya.


Di bagian luar kota.


"Keluarlah, aku sudah mengetahui keberadaan mu sejak tadi" ucap pria tersebut.


Wu Nan kemudian keluar dari persembunyiannya, "Apa kau pengikut Dewa Huo?"


Pria itu mengerutkan alisnya mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Wu Nan, "Bagaimana kau bisa mengetahuinya?"


"Itu tidak penting, karena aku akan membunuhmu!" ujar Wu Nan, lalu melesat mendekati pria tersebut dan langsung menyerangnya.


Wushh!


Dhuaarrr!


Serangan cepat yang dilakukan oleh Wu Nan berhasil mendarat di tubuh pria itu hingga membuatnya terlempar, namun serangan itu nampak tidak memberikan dampak apapun kepada pria tersebut, buktinya, ia masih bisa tersenyum setelah menerima serangan Wu Nan.


"Lumayan, tapi kekuatanmu masih belum cukup untuk membunuhku, bocah!"


"Benarkah? Kalau begitu mari kita buktikan siapa yang akan mati lebih dulu!"


Keduanya melesat maju dengan kecepatan tinggi, pertukaran serangan pun terjadi antara keduanya, namun masih belum ada yang mengerahkan kekuatan penuh, karena mereka masih mencoba untuk mengukur seberapa besar kekuatan musuhnya itu.


Terutama Wu Nan yang baru saja menginjakkan kakinya di dimensi kesembilan, jadi ia tidak bisa bertarung dengan gegabah tanpa memperhitungkan kekuatan lawan terlebih dahulu, sekalipun ia sudah mengetahui tingkatan kultivasi lawannya, ia tetap tidak bisa meremehkannya begitu saja.


Setelah bertarung selama kurang dari sepuluh menit, Wu Nan mulai mengerti pola serangan musuhnya, ia juga sudah bisa menebak seberapa besar kekuatan musuhnya jika ia mengerahkan kekuatan kegelapan dalam dirinya.


"Saatnya untuk serius" gumamnya, kemudian melompat mundur menjauhi pria tersebut.


"Jangan berpikir untuk melarikan diri!"


"Kau salah paham, aku tidak bermaksud untuk melarikan diri darimu!" sahut Wu Nan, kemudian mengeluarkan sebilah pedang dari cincin penyimpanannya.


"Tebasan Dewa Kematian!" ucapnya sembari melancarkan serangan.


Energi pedang berwarna biru yang tercipta dari tebasan pedang Wu Nan, melesat dengan kecepatan tinggi menuju pria tersebut, namun serangan itu masih berhasil ia tahan dengan menggunakan pedangnya.


Dan pada saat yang bersamaan, Wu Nan yang semula berada di hadapannya, sekarang telah muncul tepat di belakangnya, lalu ia melancarkan serangan dan berhasil memenggal leher pria tersebut.


"Sekarang kau bisa bergabung dengan Dewa Huo di alam kematian."