Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-300. Dalam proses


"Zhen Jia, bantu aku melepaskan kekuatan api emas yang lebih besar lagi."


"Tapi itu sangat beresiko untuk tubuh kakak."


"Aku tahu, tapi tidak ada jalan lain, kalau tidak, pertarungan ini takkan pernah usai" sahut Jia Zhen.


"Baiklah, akan kulakukan."


Kemudian, mereka berdua melepaskan kekuatan sejatinya masing-masing, dan karena Zhen Jia berada dalam tubuh kakaknya, kekuatan yang mereka lepaskan itupun ikut menyatu.


Tornado api emas yang bercampur dengan petir merah muncul di tengah kobaran api biru, kekuatan itu sangatlah mendominasi hingga membuat api biru seperti bergerak menjauh dari sana.


Selain itu, para Phoenix yang tercipta dari kekuatan api dingin juga mulai terbang menjauh, namun tornado itu pusaran yang sangat kencang itu berhasil menarik mereka semua untuk mendekat.


Ditengah pusaran tornado api emas, Jia Zhen nampak tengah mengendalikan kekuatan dahsyat itu, walaupun kekuatan itu berasal dari dirinya, namun tidak mudah untuk mengendalikannya.


"Kak, kekuatan ini sudah cukup, jika diteruskan, kakak bisa terluka."


"Tidak, mereka semua masih belum musnah, jika berhenti sekarang, malah akan memperburuk keadaan."


Saat ini, Jia Zhen sudah mencapai batasannya, namun ia masih belum mau berhenti dan mencoba untuk melewati batasan itu, karena kalau ia berhenti, ia tidak akan pernah bisa melewati batasan itu lagi.


Seiring dengan berjalannya waktu, ratusan Phoenix yang tercipta dari kekuatan api dingin akhirnya berhasil dilenyapkan, dan kini, Jia Zhen bisa melihat cahaya berwarna hijau di depannya.


"Cahaya hijau itu mungkin berasal dari api kehidupan" gumam Jia Zhen, kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan wilayah kedua.


Tidak berselang lama, Jia Zhen akhirnya sampai di wilayah ketiga, yaitu wilayah api kehidupan, dan sama seperti Sun Xiang, Jia Zhen juga tidak menemukan masalah apapun di sana.


"Kak, gunakan kesempatan ini untuk berkultivasi, aku yakin kekuatan kita bisa meningkat dengan pesat di sini"


"Kau benar, lagipula aku butuh waktu untuk istirahat dan memulihkan tenaga."


Ketika Jia Zhen duduk, tempat yang semula dipenuhi dengan kobaran api hijau, tiba-tiba saja berubah menjadi hamparan padang rumput yang tidak terhitung luasnya.


Langit biru yang membentang sejauh mata memandang, angin yang berhembus pelan, serta suasana yang begitu tenang, berhasil menimbulkan kenyamanan dalam diri Jia Zhen.


Tidak hanya itu saja, karena suasana di tempat itu berhasil membuat Jia Zhen mendapatkan ketenangannya lagi, bahkan ketenangan itu jauh lebih besar dari sebelumnya.


Pada saat yang bersamaan, energi Dewa dalam tubuh Jia Zhen meningkat secara perlahan, begitupun dengan kultivasi-nya yang juga ikut meningkat.


Wushh.


Energi yang sangat besar terpancar dari tubuh Jia Zhen, bersamaan dengan itu, tubuhnya diselimuti oleh cahaya merah dan melayang dengan sendirinya di udara.


***


Alam Nirvana Agung.


Lin Feng yang tengah duduk mengobrol di istana Dewa, tiba-tiba saja berdiri dari tempat duduknya, karena ia merasakan adanya getaran yang berasal dari neraka Asura.


"Gege, ada apa?" tanya Luo Ning.


Lin Feng mengabaikan pertanyaan istrinya, kemudian menutup kedua matanya untuk memantau keadaan Jia Zhen yang masih berada dalam neraka Asura.


Kebisuan Lin Feng serta tindakan yang ia lakukan membuat semua orang panik, terutama Luo Ning yang sangat mengkhawatirkan keadaan putra dan putrinya.


Tapi kemudian, kekhawatiran itu lenyap saat melihat senyuman yang terukir di bibir Lin Feng, dan sekarang, mereka penasaran dengan apa yang sedang terjadi.


"Gege, katakan sesuatu, apa yang terjadi pada mereka?"


"Selain itu, gelarnya sebagai dewa kehampaan mungkin akan menjadi kenyataan" lanjutnya.


Jia Zhen memang memiliki gelar seorang dewa bahkan memiliki energi Dewa dalam dirinya, tapi bukan berarti ia sudah menjadi dewa yang sebenarnya.


Dengan kata lain, Jia Zhen masihlah seorang manusia yang baru memiliki gelar Dewa saja, dan untuk menjadi dewa sebenarnya, ia masih harus menempuh perjalanan panjang.


"Maksudmu?" tanya Dewi Nuwa.


"Jika dia berhasil keluar dari neraka Asura, maka dia akan menjadi dewa yang sesungguhnya."


"Aku juga sulit untuk percaya, tapi saat ini, Jia Zhen sedang menjalani proses untuk menjadi seorang dewa."


Penjelasan Lin Feng membuat semua orang tercengang, karena tidak menyangka jika Jia Zhen akan menjadi seorang dewa di usianya yang masih begitu muda.


Meski begitu, mereka semua tentunya senang mendengar hal tersebut, dan kalau Jia Zhen berhasil, maka dia akan menjadi dewa termuda yang pernah ada.


"Zhen'er, berjuanglah, ibu yakin kau pasti bisa melakukannya!"


"Berjuanglah, adikku!"


***


Neraka Asura.


Entah sudah berapa lama Jia Zhen berkultivasi di wilayah ketiga dalam neraka Asura, tapi yang jelas, waktu sudah berlalu sangat lama dan dia masih terus saja berkultivasi.


Berbeda dengan Sun Xiang yang memiliki batasan waktu tertentu, Jia Zhen justru tidak memiliki batasan itu, karena tujuannya ke sana bukanlah untuk menjalani ujian.


Oleh karena itu, Jia Zhen bebas untuk berada di dalam sana selama yang ia mau, selagi ia sanggup berada di dalam sana, maka tidak akan jadi masalah yang berarti untuknya.


Namun, satu-satunya masalah yang harus ia hadapi adalah, menemukan jalan keluar dari neraka Asura, dan kalau dia gagal, maka dia akan terjebak di sana untuk selamanya.


Untuk keluar dari sana, ia harus berhasil melewati wilayah ke tujuh, dan karena sekarang ia ada di wilayah ketiga, artinya masih ada empat wilayah yang harus ia lalui.


Wushh.


Aura kekuatan terpancar dari tubuh Jia Zhen, ia yang sebelumnya melayang di udara, sekarang sudah mulai turun secara perlahan ke tanah.


Tidak lama berselang, Jia Zhen membuka kedua matanya dan kini, tatapan matanya benar-benar sangat tenang, begitupun dengan hati dan pikirannya.


"Akhirnya kultivasi-ku meningkat lagi" gumam Jia Zhen, ia benar-benar senang karena kultivasi-nya sekarang sudah berada di ranah Saint bintang tiga.


Sama halnya dengan sang kakak, Zhen Jia juga mendapatkan peningkatan yang luar biasa, bahkan ia sudah bisa mengontrol kekuatan api emas dengan sempurna.


"Kak, bukankah sudah saatnya untuk melanjutkan perjalanan?"


Jia Zhen mengangguk, "benar, sudah saatnya memasuki wilayah keempat, yaitu wilayah api ungu."


Setelah itu, Jia Zhen melangkah maju dan memasuki wilayah keempat dalam neraka Asura, yakni wilayah yang dipenuhi oleh kobaran api berwarna ungu, atau kekuatan api roh.


Ketika sampai di sana, Jia Zhen langsung disambut oleh ratusan monster yang siap membunuhnya, meski begitu, ia tidak merasakan takut sedikitpun, dan ekspresinya terlihat begitu tenang.


"Zhen Jia, mari kita mulai."


"Baik, kakak" sahut Zhen Jia, lalu melepaskan kekuatan api emas dan disaat yang bersamaan, Jia Zhen juga melepaskan kekuatan petir surgawi.