Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-183. Pertemuan lima kaisar


Beberapa hari kemudian.


Setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang, jendral kekaisaran Yuan akhirnya tiba di kekaisaran Luo. Meski sempat di hadang saat hendak memasuki ibukota, namun sang jendral tetap berhasil masuk setelah menunjukkan lencana kekaisaran Yuan.


"Paman, apa yang membuat paman datang jauh-jauh ke sini?" tanya Luo Ning yang baru saja datang ke aula singgasana.


"Hormat hamba, yang mulia putri, hamba datang membawa pesan dari yang mulia kaisar Yuan" jawab sang jendral.


"Kakek? Memangnya pesan apa yang ingin kakek sampaikan?"


Kemudian, sang jendral kekaisaran Yuan menyampaikan pesan Yuan Chun Zhe kepada Luo Ning.


"Baiklah, aku akan memanggil Huise" sahut Luo Ning, kemudian menghubungi Huise melalui telepati.


Hanya dalam hitungan detik setelah Luo Ning menghubunginya, sang penguasa para Beast serta tangan kanan Dewa Kematian itu telah tiba di istana kekaisaran Luo.


"Kakak, ada masalah apa?" tanya Huise.


"Datanglah ke kekaisaran Yuan bersamanya, kau akan tahu setelah tiba di sana nanti" jawab Luo Ning.


Huise mengangguk dengan patuh, setelah berpamitan dengan istri Tuannya itu, Huise kemudian membawa sang jendral kekaisaran Yuan kembali ke wilayah Selatan, dan hanya dalam hitungan detik, keduanya kini telah berpindah ke istana kekaisaran Yuan.


"Bawahan Tuan Muda memang luar biasa, perjalanan yang aku tempuh selama beberapa hari, hanya ditempuh selama beberapa detik olehnya" gumam sang jendral.


"Hormat hamba, yang mulia" sapa Huise.


"Bangunlah, Huise, tidak pantas seorang Dewa memberi hormat pada manusia biasa sepertiku" sahut Yuan Chun Zhe.


"Tuanku yang merupakan penguasa para Dewa masih menundukkan kepala pada yang mulia, bagaimana mungkin hamba yang hanya bawahannya berani untuk tidak melakukan hal yang sama."


Yuan Chun Zhe hanya menanggapi perkataan Huise dengan senyuman, sejenak, ia merasa sangat bangga karena memiliki seorang cucu seperti Lin Feng, meski sudah menjadi sosok yang agung, namun dia tidak lupa siapa dan darimana dia berasal.


Setelah mempersilahkan Huise untuk duduk, Yuan Chun Zhe kemudian menjelaskan tujuannya mengundang Huise ke istananya, yang intinya adalah, dia meminta bantuan Huise untuk mempertemukan dirinya dengan semua kaisar di Benua Biru ini.


Sebenarnya, Yuan Chun Zhe bisa saja melakukan hal itu tanpa bantuan Huise, bahkan ia bisa datang ke wilayah Tengah tanpa harus mengurus jenderalnya, namun jika dia melakukan hal itu, pastinya akan banyak waktu yang akan terbuang.


Selain itu, ada kemungkinan jika kekaisaran Yuan akan diserang oleh bangsa siluman, karena bagaimanapun juga, Yuan Chun Zhe ikut andil dalam memusnahkan bangsa siluman tempo hari, jadi tidak mungkin dia meninggalkan kekaisaran begitu saja.


"Baiklah, aku akan membawa yang mulia menemui kaisar yang lainnya" ucap Huise setelah mendengar penjelasan Yuan Chun Zhe.


"Terima kasih" sahut Yuan Chun Zhe.


"Lalu, kapan yang mulia ingin berangkat menemui mereka?"


"Semakin cepat semakin baik, dan kalau bisa, aku ingin menemui mereka sekarang juga" jawab Yuan Chun Zhe.


"Tidak masalah, yang mulia!" ujar Huise.


Setelah itu, Huise membawa Yuan Chun Zhe pergi ke istana kekaisaran Luo di wilayah tengah, dan lagi-lagi, perjalanan yang seharusnya ditempuh selama beberapa hari, hanya ditempuh dalam hitungan detik saja oleh Huise.


Bagi orang lain, kecepatan Huise ini sudah dianggap sangat tinggi, bahkan sangat luar biasa, namun bagi Huise, kecepatannya itu masih belum bisa dikatakan tinggi, karena Tuannya bisa berpindah tempat dari satu kekaisaran ke kekaisaran yang lain hanya dalam sekejap.


"Saudara Yuan, selamat datang ke istanaku" sapa Luo Ming An.


"Kakek, selamat datang!" ujar Luo Ning.


Setelah saling menyapa, Luo Ming An kemudian mengajak Yuan Chun Zhe masuk ke istana, agar mereka bisa mengobrol dengan tenang dan nyaman. Sementara Huise, ia sudah menghilang dari sana untuk menjemput kaisar yang lainnya.


"Kakek buyut!"


Langkah Yuan Chun Zhe terhenti ketika mendengar suara dua orang anak memanggilnya, dan saat menolah, ia melihat kedua cucunya yang lain tengah berdiri tidak jauh darinya.


"Ling'er, Zhen'er, kakek sungguh merindukan kalian."


"Kami juga sangat merindukan kakek buyut!" ujar keduanya serempak, lalu memeluk Yuan Chun Zhe dengan erat.


***


Di aula pertemuan kini telah hadir lima kaisar yang menguasai lima wilayah di Benua Biru ini.


Mereka adalah Luo Ming Ming yang menguasai wilayah Tengah, kemudian Yuan Chun Zhe wilayah Selatan, lalu Tang Hao Yun wilayah Utara, berikutnya Feng Jing Quo wilayah Timur dan terakhir, ada Bai Jia Xing wilayah Barat.


Sejak kedatangan Lin Feng ke wilayah Barat dan membantai kaisar Liang beserta seluruh antek-anteknya, takhta kekaisaran wilayah Barat langsung berpindah ke tangan Bai Jia Xing, dan sejak saat itu, nama kekaisaran diganti menjadi kekaisaran Bai.


"Aku ucapkan selamat datang pada para kaisar sekalian, maaf jika harus mengundang kalian dengan cara seperti ini" ucap Luo Ming An memulai pembahasan.


"Tujuanku mengundang kalian adalah karena kaisar Yuan ingin menyampaikan sesuatu pada kita semua" lanjutnya, kemudian mempersilahkan Yuan Chun Zhe untuk bicara.


Yuan Chun Zhe kemudian berdiri dari tempat duduknya, setelah menyapa para kaisar, ia lalu menjelaskan tujuannya mengadakan pertemuan tersebut, yaitu untuk membahas pertemuannya dengan bangsa siluman yang hampir menjadi iblis tempo hari.


Pada awalnya, keempat kaisar nampak meragukan cerita Yuan Chun Zhe, karena mereka semua tahu jika di Benua Biru ini sudah tidak ada lagi bangsa iblis, namun setelah mendengar penjelasannya sampai selesai, mereka akhirnya percaya pada Yuan Chun Zhe.


"Masalah ini benar-benar serius dan pastinya akan berdampak buruk pada kedamaian di Benua Biru ini" ucap Bai Jia Xing.


"Itulah kenapa aku mengumpulkan kalian semua, karena aku ingin kita mencari jalan keluarnya bersama-sama" sahut Yuan Chun Zhe.


"Aku setuju dengan kaisar Yuan, karena bagaimanapun juga, kita harus menjaga kedamaian yang telah diciptakan oleh Lin Feng" Feng Jing Quo membenarkan.


"Lalu, apa ada yang memiliki saran?" tanya Yuan Chun Zhe.


"Untuk saat ini, sebaiknya kita melakukan perburuan masing-masing, karena sampai saat ini, kita masih belum mendengar pergerakan dari mereka."


"Jika nantinya, bangsa siluman benar-benar berhasil menjadi iblis dan melakukan pergerakan, barulah kita menyerang mereka bersama-sama" ucap Tang Hao Yun.


"Aku sependapat dengan kaisar Tang, tapi akan lebih baik lagi jika kita mempersiapkan semuanya dari sekarang, setidaknya" sahut Luo Ming An.


"Maksudku, kita belum tahu sampai sejauh mana perkembangan bangsa siluman, dan mungkin saja, ada diantara mereka yang sudah menjadi iblis, atau bahkan, mereka sudah bersiap-siap untuk menyerang."


"Jadi, akan lebih baik jika kita juga memiliki persiapan, kalaupun mereka belum menjadi iblis dan belum mempersiapkan apapun, setidaknya kita sudah memiliki kekuatan sebelum mereka melakukan pergerakan" lanjutnya.


"Itu saran yang bagus dan aku setuju!" ujar kaisar Feng.


"Tidak ada alasan untuk menolak!" sahut kaisar Bai.


"Jika kalian semua setuju, pastinya akan sangat lucu jika hanya aku sendiri yang menolak, jadi aku juga setuju" ucap kaisar Tang.


Pada akhirnya, kelima kaisar setuju untuk membentuk satu pasukan khusus yang bertugas membasmi bangsa siluman, dan kemudian, pasukan ini mereka namakan sebagai pasukan Penjaga Benua Biru.