
Setibanya di kota Elang Emas, Zhen Shao langsung mengajak Lin Feng menuju ke markas mereka berlima, yaitu sebuah tempat yang mereka gunakan sebagai tempat berkumpul, atau yang biasanya mereka sebut sebagai markas lima pemburu.
"Selamat datang di markas kami" ucap Zhen Shao ketika mereka sampai di markasnya.
Awalnya, Lin Feng sempat berpikir jika markas mereka adalah sebuah tempat yang pastinya sangat luar biasa, namun setelah tiba di sana dan melihat markas mereka secara langsung, ia hanya bisa tersenyum kecut, karena ekspektasinya tak sesuai dengan realita.
Bagaimana tidak, tempat yang mereka sebut sebagai markas nyatanya hanyalah sebuah bangunan biasa ditengah-tengah kota. Selain itu, markas mereka berlima ternyata hanyalah sebuah kedai yang menjual daging hewan buruan.
Dan konyolnya lagi, alsan kenapa mereka menyebut tempat itu disebut sebagai markas hanya karena di bagian atas pintu masuk tempat itu tertulis kalimat "Markas Lima Pemburu."
"Kenapa kau malah melamun? Ayo masuk" ucap Zhen Shao.
"Apa daging harimau itu akan kalian jual?" tanya Lin Feng.
"Harimau emas adalah salah satu hewan langka yang sangat sulit ditemukan, tentu saja kami akan menjualnya. Selain itu, penguasa kota sangat menginginkan kulit harimau ini, bahkan dia sanggup membayar dengan harga mahal" jawab Guo Fan.
"Kau tenang saja, kami pasti akan memberikan bagian mu, karena bagaimanapun juga, kaulah yang telah mengalahkan harimau emas ini" sahut Liu Qi.
"Terima kasih."
Saat mereka tengah mengobrol sembari membuka kedai, beberapa orang prajurit tiba-tiba datang ke kedai mereka dan meminta Harimau Emas.
"Zhen Shao, serahkan harimau emas itu, yang mulia ingin melihatnya secara langsung" ucap salah seorang prajurit.
Seperti yang sudah dijelaskan oleh Zhen Shao sebelumnya, harimau emas adalah salah satu hewan langka yang sangat sulit ditemukan, kalaupun berhasil menemukannya, belum tentu bisa menangkapnya dalam keadaan hidup atau mati, karena kekuatan harimau tersebut sangatlah luar biasa.
Dan saat ini, kelompok lima pemburu baru saja membuat seisi kota heboh dengan tangkapannya, karena mereka tidak hanya berhasil menemukan Harimau Emas, tapi juga berhasil membawanya pulang, walaupun dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi.
Karena harimau emas adalah hewan yang langka, berita mengenai kelompok lima pemburu yang berhasil menangkapnya pun menyebar dengan begitu cepat dan terdengar sampai ke telinga penguasa kota, oleh sebab itu, ia langsung mengutus beberapa prajurit untuk membawa harimau itu ke istana.
"Tenang saja, aku pasti akan menyerahkan kulitnya kepada yang mulia, asalkan bayarannya sesuai dengan yang dijanjikan" jawab Zhen Shao.
"Kau akan menerima bayaran mu setelah yang mulia mengatakan bahwa harimau itu adalah harimau emas, jika tidak, kau tidak akan mendapatkan bayaran apapun!"
"Kalau begitu aku minta maaf, karena aku memegang teguh prinsip berdagang ku, jika kalian tidak memberikan uang, jangan harap bisa mendapatkan barang yang kalian inginkan" ucap Zhen Shao.
"Zhen Shao! Jangan memaksa kami menggunakan cara kasar!"
"Aku tidak memaksa, tapi jika memang itu yang kalian inginkan, kami pun tidak akan segan-segan" sahut Zhen Shao.
Prajurit yang berbicara dengan Zhen Shao nampak kesal dan sangat marah, ia kemudian mencabut pedang yang ada di pinggangnya dan bersiap untuk menyerang Zhen Shao.
"Ingin menggunakan cara kasar? Mari! Biar aku temani kalian bermain-main" ucap Lin Feng.
"Cihh! Habisi bocah tengik itu!"
"Baik!" ujar prajurit yang lainnya, kemudian mereka semua menyerang Lin Feng bersama-sama.
Pertarungan pun terjadi antara Lin Feng dan lima prajurit kota Elang Emas, walaupun jumlah mereka lebih banyak serta menggunakan zirah dan senjata, namun Lin Feng masih dapat menghindari serangan mereka dengan mudah.
Meski dirinya saat ini hanyalah manusia biasa, namun pengalamannya dalam pertarungan jelas jauh lebih banyak dari para prajurit tersebut, baik itu pengalaman di dunia yang sekarang ini, atau bahkan pengalamannya di kehidupan pertamanya dulu.
Selain mengandalkan pengalaman, Lin Feng juga mengandalkan refleknya yang jauh lebih cepat dari orang normal, insting yang kuat, serta gerakan yang lincah juga membuat dirinya jauh lebih unggul dibandingkan lima prajurit tersebut.
Dan yang paling penting adalah, tujuan Lin Feng bertarung bukan untuk mencari sebuah kemenangan seperti yang dilakukan oleh para prajurit tersebut, tapi tujuan Lin Feng bertarung hanyalah untuk mencari kesenangan dan kepuasan diri.
Pada akhirnya, Lin Feng berhasil menjatuhkan mereka semua hanya dalam waktu yang kurang dari satu menit, dan kejadian itu sontak membuat orang-orang yang menyaksikan pertarungan mereka terkejut, terutama Zhen Shao dan teman-temannya.
"Sudah kuduga, Lin Feng pastilah pendekar yang sangat hebat" ucap Zhen Shao.
"Pergilah! Dan katakan pada penguasa kota, jika dia menginginkan harimau emas itu, berikan harga dua kali lipat, jika tidak, jangan harap bisa mendapatkannya!"
"Kau! Berani sekali kau memeras penguasa kota!"
"Apa kau percaya kalau aku bisa melakukan hal yang lebih daripada ini?"
Prajurit itu terdiam, sebagai seorang pendekar ia tentunya mengetahui kapan harus berbicara dan kapan harus bungkam, apalagi musuh yang ia hadapi sekarang jauh lebih hebat darinya, dan jika masih tetap bicara, maka akan ada harga yang harus siap ia bayar.
"Kita pergi sekarang" ucapnya, kemudian beranjak pergi meninggalkan kedai Zhen Shao, namun setelah beberapa langkah, ia tiba-tiba berhenti, "Zhen Shao, kali ini kau beruntung karena dibantu oleh pendekar hebat, tapi lain kali, kau tidak akan seberuntung ini."
"Lagi-lagi pendekar, sebenarnya apa yang mereka sebut sebagai pendekar itu?" Lin Feng yang masih bingung bertanya-tanya dalam hatinya.
Sebagai seseorang yang telah hidup di dua kehidupan dan dua dunia yang berbeda, Lin Feng tentunya mengerti apa yang dimaksud dengan pendekar, hanya saja, ia masih bingung karena tidak yakin apakah pendekar yang dimaksud oleh orang-orang itu sama dengan pendekar yang ada dalam pikirannya.
Jika apa yang mereka sebut sebagai pendekar itu memang sama, artinya Lin Feng saat ini berada di sebuah dimensi yang bukan merupakan dimensi dimana dunia kultivator berada, dan hal itu bisa dijadikan alasan kenapa kekuatannya bisa menghilang secara misterius.
Pendekar sebenarnya adalah julukan yang hampir sama dengan kultivator, yaitu julukan yang diberikan kepada orang-orang yang memiliki kemampuan di atas kemampuan manusia normal, contohnya saja seperti Lin Feng yang sebelumnya mampu bertarung melawan Harimau Emas.
Namun yang membedakan antara pendekar dan kultivator adalah, pendekar lebih mengandalkan kemampuan fisik dan tidak banyak yang memahami tentang energi spiritual atau yang mereka sebut sebagai tenaga dalam, sedangkan kultivator, mereka justru sangat mengandalkan energi spiritual untuk melakukan apapun.