
"Hah" Wu Nan menghela napas panjang, "Tawanya sungguh meyakinkan, tapi ucapannya malah seperti itu" gumamnya pelan.
"Apa katamu?!"
"Ti-tidak, a-aku tidak mengatakan apa-apa" jawab Wu Nan sembari menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Sudah diputuskan, saat guru kembali nanti kau harus menanyakan hal ini padanya.
"Bai... apa? Kenapa harus aku?"
"Dengarkan aku, Wu Nan, kau itu adalah adikku, jadi apapun yang aku perintahkan, maka kau harus mematuhinya tanpa mempermasalahkan perintah itu, kau paham?"
"Sejak kapan ada peraturan seperti itu?"
"Sejak kau menjadi murid guru. Sudah, jangan membantah atau aku akan menghajar mu!"
"Baiklah" Wu Nan menjawab dengan lesu, ia benar-benar tidak menyangka jika saudara seperguruannya akan melakukan hal seperti ini padanya.
Setelah puas berkeliling dan memperkenalkan segala sesuatu yang ada di Sekte Phoenix Emas, Sun Xiang kemudian mengajak Wu Nan ke kediaman tetua Liu Changhai untuk menemui Xiao Liang, karena bagaimanapun juga, Wu Nan juga harus mengenal Xiao Liang.
Selain itu, Sun Xiang juga ingin memperkenalkan Wu Nan pada tetua Liu Changhai, yang tidak lain adalah guru dari guru mereka, atau yang biasa mereka panggil sebagai guru besar.
"Sun Xiang, siapa yang datang bersamamu ini?" tanya tetua Liu Changhai.
"Guru besar, dia adalah murid kedua guru" jawab Sun Xiang.
"Wu Nan memberi hormat pada guru besar" sahut Wu Nan kemudian bersujud sebanyak tiga kali.
"Wu Nan, aku menerima hormatmu, berdirilah" ucap tetua Liu Changhai.
"Terima kasih, guru besar."
"Jadi, dari wilayah mana kau berasal?"
Wu Nan diam sejenak sembari mengarahkan pandangannya pada Sun Xiang, namun Sun Xiang hanya mengangguk tanda mengizinkan Wu Nan mengatakan darimana dia berasal.
"Guru, aku bukan berasal dari dimensi ini, melainkan dari dimensi kedua, dan selama ini, aku tengah melakukan perjalanan bersama guru di dimensi kesembilan."
Tetua Liu Changhai mengerutkan alisnya ketika mendengar penjelasan Wu Nan, sementara Sun Xiang hanya menghela napas panjang seraya menggelengkan kepalanya, ia memang mengizinkan Wu Nan mengatakan asalnya, tapi bukan mengenai perjalanannya.
"Apa maksudmu? Lin Feng selama ini tidak pergi kemana-mana dan selalu ada di sekte ini" ucap tetua Liu Changhai.
"I-itu..." Wu Nan menghentikan ucapannya karena tidak tahu harus memberikan penjelasan seperti apa kepada tetua Liu Changhai.
Tidak lama kemudian, Xiao Liang datang menghampiri mereka, "Kakak, siapa ini?"
"Dia Wu Nan, murid kedua guru" jawab Sun Xiang.
"Wu Nan memberi hormat pada kakak kedua" sapa Wu Nan.
Xiao Liang mengangguk, "Selamat datang di sekte Phoenix Emas."
"Terima kasih, kakak kedua."
"Wu Nan, apa kau yakin yang berpetualang bersamamu selama ini adalah Lin Feng?"
"Tentu saja, guru besar, aku tidak mungkin salah mengenali orang lain sebagai guruku" jawab Wu Nan.
Raut wajah tetua Liu Changhai berubah ketika mendengar penjelasan Wu Nan, "Bocah itu, berani-beraninya dia membohongi gurunya sendiri!"
"Tunggu saja, akan kuberi dia pelajaran saat kembali nanti!"
Sun Xiang, Xiao Liang dan Wu Nan hanya bisa tersenyum kecut mendengar ucapan tetua Liu Changhai, meski mereka sudah mengetahui kehebatan guru mereka itu, namun tetap saja, kehebatan yang ia miliki tidak akan berguna di hadapan tetua Liu Changhai.
"Habis sudah, kita pasti akan mendapatkan hukuman dari guru" ucap Sun Xiang.
"Maaf, tapi sepertinya hanya kalian saja yang akan mendapatkannya" sahut Xiao Liang.
"Apa maksudmu?"
"Pertama, yang menyebabkan semua ini adalah kalian berdua dan yang kedua, aku tidak mengetahui apa penyebab guru besar begitu marah pada guru hingga mau menghukumnya" jawab Xiao Liang dengan santainya.
"Kau... bukankah kita ini adalah saudara? Jika satu kena hukum, maka yang lainnya juga harus kena hukum."
"Maaf, kakak pertama, tapi aku tidak mau dihukum oleh guru!"
Sementara itu, di kerajaan Dunia Bawah.
Setelah tidak sadarkan diri untuk waktu yang lama, Xie Long akhirnya membuka mata, namun keadaannya masih sangat lemah akibat banyaknya energi yang terkuras selama ia berhadapan dengan wujud kekuatan Asura dalam dirinya.
Walaupun mereka tidak sampai bertarung, namun kemunculan wujud kekuatan Asura dan tekanan yang ia berikan, membuat Xie Long kehabisan banyak energi saat menahan tekanan tersebut, belum lagi ditambah dengan wujud kekuatan Asura yang terus menyerap energinya.
"Ibu, ayah..."
"Long'er, syukurlah akhirnya kau sadar juga."
"Nak, bagaimana keadaanmu?"
"Aku baik-baik saja, ayah, hanya sedikit lelah saja" jawab Xie Long.
"Ning'er, gunakan kekuatanmu untuk memulihkan keadaan tubuhnya."
Luo Ning mengangguk, kemudian mengalirkan energi kehidupan kedalam tubuh Xie Long dan seketika itu juga, kondisi tubuh Xie Long mulai membaik secara perlahan-lahan, selain itu, energi yang telah banyak terkuras juga sudah mulai pulih seperti semula.
Setelah keadaannya benar-benar membaik, Xie Long kemudian bangkit dan duduk di atas tempat tidurnya, "Ayah, sebenarnya sosok apa yang itu?" tanya Xie Long mengingat sosok yang ia temui sebelumnya.
Lin Feng tersenyum, "Kau masih belum pulih total, dan sekarang bukan waktu yang tepat bagimu untuk mengetahui siapa sosok itu sebenarnya."
"Tapi, bagaimana kalau dia muncul dan menyerang ku lagi?"
"Kau tenang saja, Long'er, ayahmu sudah menyegel sosok itu, jadi dia tidak akan bisa muncul di depanmu lagi" jawab Luo Ning.
Meski sudah dijelaskan oleh kedua orang tuanya, namun Xie Long masih belum bisa merasa tenang, karena ia takut suatu saat nanti sosok itu akan muncul lagi dan melakukan hal yang sama pada dirinya, tapi disaat yang bersamaan, ia juga mengingat ucapan sosok itu yang mengatakan jika dirinya masih terlalu lemah.
"Benar! Aku masih sangat lemah dan belum bisa melakukan apapun, bahkan menghadapi sosok itu saja aku masih belum mampu" ucap Xie Long dan hatinya.
"Long'er, jangan dengarkan perkataan sosok itu, karena sebenarnya, kau memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari kekuatannya."
"Jika itu memang benar, lalu kenapa aku tidak bisa melawannya, ayah?"
"Karena memang belum saatnya bagimu untuk melawan sosok tersebut" jawab Lin Feng.
"Kau tenang saja, ayah dan ibu pasti akan melatih mu hingga kau menjadi kultivator yang sangat kuat, dan saat itulah kau harus melawan dan mengalahkan sosok itu" sahut Luo Ning.
"Bagaimana kalau sekarang saja?"
Lin Feng dan Luo Ning menggelengkan kepala bersamaan, "Tidak, nak, kondisimu masih belum pulih total, dan untuk beberapa hari ke depan, ayah tidak mengizinkanmu melakukan latihan apapun."
"Tapi..."
"Long'er, dengarkan apa kata ayahmu, lagipula ibu juga tidak mengizinkanmu melakukan latihan apapun sampai kondisimu pulih total."
"Baik, Bu."