
Pertarungan terus berlanjut, baik Xie Long ataupun Huanran, keduanya nampak mulai kesulitan dan kewalahan menghadapi musuh.
Huanran kesulitan karena lawan yang ia hadapi cukup banyak. Sedangkan Xie Long, ia kewalahan karena kekuatan lawannya yang jauh lebih besar.
Meski begitu, keduanya masih belum memiliki niat untuk menyerah ataupun melarikan diri, atau lebih tepatnya, mereka tidak memiliki niat untuk melakukan hal tersebut, khususnya Xie Long.
Sebagai seorang putra Dewa Kematian, rasanya sangat pantang baginya untuk menyerah ataupun lari dari pertarungan, walaupun Lin Feng tidak pernah mengajari hal itu, namun ia akan malu jika ayahnya tahu mengenai hal tersebut.
Lin Feng memang selalu mengajarkan pada anak-anaknya untuk tidak mudah menyerah, tapi ia juga selalu mengingatkan mereka untuk melihat situasinya, jika tidak memungkinkan, maka tidak ada salahnya untuk mundur.
"Mundur bukan berarti menyerah atau kalah, tapi mempersiapkan diri untuk menyambut kemenangan yang lebih besar."
Kata-kata itulah yang selalu diajarkan oleh Lin Feng pada anak-anaknya, agar mereka selalu ingat untuk tidak bertindak dengan gegabah. Namun, kalimat itu tidak terlalu berguna bagi Xie Long, karena ia lebih suka menantang batasannya sendiri.
"Bocah, sebaiknya kau menyerah dan ikut kami kembali ke sekte, mungkin aku bisa membujuk pemimpin serta para tetua agar tidak membunuhmu."
"Hahaha!" Xie Long malah tertawa mendengar perkataan pria tersebut, "Menyerah hanya untuk orang lemah sedangkan aku, aku tidak selemah yang kau bayangkan!"
"Dasar bocah tidak tahu diri! Jangan salahkan aku jika merenggut nyawamu!" ujar pria tersebut.
Setelah itu, ia mengangkat dan mengarahkan telapak tangannya ke langit, tidak lama kemudian, di langit muncul lingkaran sihir berwarna kuning dengan, lalu dari dalamnya muncul sebuah tombak dengan ukuran yang sangat besar.
Disaat yang bersamaan, aura intimidasi yang sangat besar muncul dan berhasil menindas Xie Long dan Huanran, yang membuat keduanya kesulitan untuk bergerak, bahkan Xie Long hampir dibuat berlutut olehnya.
"Bocah, jika ingin menang, sekaranglah saatnya! Gunakan kekuatanku dan aku jamin, kau akan memang dengan mudah!"
"Diam kau, sialan!" ujar Xie Long.
"Bocah, ini adalah akhir dari perjalanan hidupmu!"
Setelah menyelesaikan kalimatnya, pria tersebut menurunkan tangannya dan seketika itu juga, tombak raksasa yang muncul di langit langsung melesat turun ke arah Xie Long.
Sementara itu, para kultivator yang berhadapan dengan Huanran sudah menghindar dan menjauh darinya, karena tidak seorangpun dari mereka yang ingin terkena dampak dari serangan dahsyat tersebut.
"Zilong..."
Dibawah tekanan yang menimpa tubuhnya, Xie Long masih sempat menoleh pada Huanran dan tersenyum dibalik penutup wajahnya, tatapan matanya seolah memberitahu Huanran jika mereka akan baik-baik saja.
"Aku akan melindungi mu!" ujar Xie Long, kemudian, mata ungunya memancarkan cahaya yang tidak terlalu terang.
Wushh!
Boom!
Ledakan energi yang sangat besar terjadi di tubuh Xie Long, sehingga membuat tekanan yang menindas mereka lenyap saat itu juga. Lalu, sesaat sebelum tombak itu menyentuh tubuhnya, Xie Long mendadak menghilang dari pandangan.
Dhuaaar!
Ledakan yang jauh lebih dahsyat terjadi ketika tombak itu menghantam tanah tempat Xie Long berdiri, dampak yang disebabkan oleh ledakan tersebut meninggalkan sebuah kawah raksasa di tanah.
Tidak hanya itu saja, gelombang udara yang tercipta dari ledakan itu juga berhasil menerbangkan pepohonan di sekitarnya, bahkan gua tempat Xie Long bermeditasi langsung hancur saat itu juga.
"Akhirnya selesai juga" ucap pemimpin kelompok tersebut.
"Masih terlalu cepat untuk mengatakan hal itu" ujar Xie Long yang kini tengah melayang di udara dengan Huanran yang berada dalam gendongannya.
"Apa!? Ini tidak mungkin!"
"Lumayan, aku tidak menyangka kau bisa menghindari serangan ku. Tapi... sampai kapan kau akan terus menghindar, bocah sialan!"
"Sampai kalian aku berhasil melenyapkan kalian semua!" ujar Xie Long, matanya yang berwarna ungu kembali memancarkan cahaya.
Wushh!
"Arkhhh!"
Disaat yang sama, dua orang anggota kelompok tersebut tiba-tiba saja berteriak kesakitan. Teriakan mereka tentunya membuat yang lainnya kaget, namun yang lebih mengejutkan adalah, api hitam yang dipadukan dengan warna perak yang tiba-tiba saja membakar tubuh mereka.
"Zilong, meski baru pertama kali menggunakannya, tapi kau sudah bisa menggunakan kekuatan itu dengan baik, sepertinya keputusanku tidaklah salah" ucap Huanran yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri.
Ya! Api langit yang tiba-tiba saja membakar dua orang dari mereka bukan karena Xie Long mampu mengendalikan api itu dari jarak jauh, melainkan karena kekuatan misterius yang berasal dari mata ungu miliknya.
Disisi lain.
"Apa yang terjadi?"
"To-tolong aku!"
"Jangan menyentuh mereka!" ujar pemimpin kelompok menghentikan salah seorang dari mereka yang hendak menyentuh api tersebut.
"Ketua..."
"Mereka tidak bisa diselamatkan lagi, daripada kalian ikut terbakar, lebih baik bunuh mereka berdua!"
"Baik!"
Pemimpin serta anggotanya yang tersisa melancarkan serangan ke arah Xie Long yang masih berada di udara, namun anehnya, serangan mereka tiba-tiba saja berbelok sebelum mengenai Xie Long, bahkan ada beberapa serangan yang justru berbalik pada mereka.
"Sial! Kekuatan macam apa ini?"
Xie Long mengarahkan pandangannya pada pedangnya yang tertancap di tanah, kemudian, pedang tersebut melayang ke arahnya. Setelah meraih pedangnya, Xie Long kemudian menggunakan jurus tujuh tebasan kematian untuk menyerang musuhnya.
Tujuh energi pedang melesat kearah musuh-musuhnya, namun berbeda dengan biasanya, karena ketujuh energi pedang itu dapat bergerak sesuai dengan keinginan Xie Long, sehingga ia berhasil membunuh tiga anggota kelompok tersebut.
"Cihh! Kau benar-benar membuatku muak!" ujar pemimpin kelompok, kemudian menggunakan teknik yang sama seperti sebelumnya untuk menyerang Xie Long.
Sebuah tombak raksasa kembali muncul di langit dan langsung melesat kearah Xie Long, namun tombak tersebut mendadak terhenti saat Xie Long menatapnya. Selain itu, tombak yang seharusnya mengarah padanya dan Huanran, sekarang malah mengarah pada musuhnya.
"I-ini tidak mungkin!"
Mata ungu Xie Long memancarkan cahaya lagi dan seketika itu juga, tombak raksasa yang tertahan di udara itu melesat ke arah penciptanya sendiri. Namun, pemimpin kelompok itu tidak tinggal diam saja, dengan seluruh kekuatannya, ia berusaha membalikkan arah tombak tersebut.
"Zilong, jangan paksakan kekuatan mu, jika tidak, kau akan terluka" ucap Huanran.
"Xiao Hua, aku tidak peduli jika harus terluka, yang penting aku bisa melindungi mu" sahut Xie Long, kemudian mengarahkan pandangannya pada tombak raksasa itu lagi.
Wushh!
Dhuaaar!
Ledakan dahsyat kembali terjadi ketika tombak raksasa itu menghantam pencipta dan anggota kelompoknya, besarnya jumlah kekuatan yang digunakan membuat dampak kehancuran yang ditimbulkan menjadi jauh lebih besar dari sebelumnya.
Pada akhirnya, Xie Long dan Huanran berhasil memenangkan pertarungan tersebut, namun disaat yang bersamaan, Xie Long mendadak kehilangan kesadarannya sehingga ia dan Huanran jatuh ke tanah.