
Daratan Suci.
Perjalanan Xie Long dalam menyusuri Daratan Suci sudah berlangsung cukup lama, bahkan sudah lebih dari setahun berlalu sejak pertama kali Xie Long menginjakkan kakinya di Daratan Suci ini.
Saat ini, Xie Long tengah berada di bagian Timur daratan suci, tepatnya di sebuah hutan yang sangat luas. Dan kini, Xie Long tengah bermeditasi untuk meningkatkan kekuatannya lagi, karena waktu ujiannya hanya tersisa dua tahun.
Selama ini, Xie Long memang berusaha keras untuk meningkatkan kekuatannya, bahkan terkesan seperti memaksakan diri dalam meningkatkan kekuatannya itu, dan hal itu ia lakukan demi memenuhi janjinya kepada Yuan Long.
Jika bukan karena janjinya, Xie Long tidak akan mungkin memaksakan diri untuk meningkatkan kekuatannya, dan jika bukan karena ingin membanggakan mendiang kakeknya, Xie Long tidak akan melakukan hal yang bisa membahayakan nyawanya.
Selain meningkatkan kekuatannya, Xie Long juga terus berusaha untuk mendekatkan diri pada sosok kekuatan Asura dalam dirinya, ia tidak memiliki niatan untuk menundukkan sosok tersebut, karena ia lebih senang menjadikannya sebagai teman.
Namun sayangnya, mendekatkan diri dengan sosok itu justru jauh lebih sulit daripada mendekati seorang perempuan, karena sosok Asura dalam dirinya sangat keras kepala dan tidak mau mendengarkan perkataannya.
Meski begitu, Xie Long tidak pernah berhenti untuk berusaha, ia sangat yakin jika suatu saat nanti, kebencian yang dimiliki oleh sosok Asura itu akan menghilang dengan sendirinya, hanya saja, ia masih harus bersabar hingga hari itu tiba.
Wushh!
Boom!
Dari tubuh Xie Long memancar aura yang sangat kuat, kemudian diikuti oleh suara ledakan teredam yang terdengar dari dalam tubuhnya, hal itu menandakan jika Xie Long telah berhasil meningkatkan kekuatannya lagi.
Untuk saat ini, kultivasi Xie Long telah mencapai ranah Tyrant bintang lima, sedangkan kekuatannya sendiri sudah setara dengan seorang kultivator ranah Tyrant bintang sembilan, itupun saat dirinya tidak menggunakan kekuatan Asura.
"Zilong, akhirnya kau berhasil" ucap Huanran setelah Xie Long membuka mata.
"Terima kasih, Xiao Hua" sahut Xie Long seraya menunjukkan senyuman terbaiknya.
"Dimana Xiao Xue?" tanya Xie Long ketika tidak melihat keberadaan Xiao Xue di sana.
"Dia sedang berburu, mungkin sebentar lagi akan kembali" jawab Huanran.
Tidak lama berselang, Xiao Xue akhirnya datang menghampiri mereka dengan membawa seekor rusa yang cukup besar, ia nampak senang ketika melihat Xie Long yang telah menyelesaikan meditasi-nya.
"Tuan, selamat karena telah berhasil menerobos ke tingkat yang lebih tinggi" ucap Xiao Xue.
"Terima kasih."
Karena Xie Long baru saja menyelesaikan meditasi-nya, Xiao Xue kemudian berpamitan untuk membersihkan rusa yang berhasil ia tangkap, karena ia yakin Tuannya itu sudah merasa lapar, apalagi ia bermeditasi dalam waktu yang cukup lama.
"Xiao Xue, setelah ini aku ingin kembali ke Benua Biru, aku ingin mengunjungi ayah dan ibu."
"Baik, Tuan!"
"Aku juga ingin bertemu ibu, aku rindu pelukannya yang hangat" sahut Huanran.
"Baiklah, kalau begitu mari kita siapkan makanan terlebih dahulu."
***
Selesai menyantap daging rusa bakar, mereka bertiga kemudian bersiap-siap untuk kembali ke Benua Biru. Sebenarnya Xiao Xue mengajukan diri untuk menjadi tunggangan mereka, namun Xie Long menolak dengan alasan tidak ingin Xiao Xue kelelahan.
Padahal, mustahil seekor Beast sekuat Xiao Xue bisa merasakan lelah hanya dengan membawa dua orang di punggungnya, lagipula, perjalanan mereka tidak akan memakan waktu yang lama, karena kecepatan yang dimiliki Xiao Xue sangatlah luar biasa.
Istana Dunia Bawah.
"Ayah, ibu" ucap Xie Long ketika menghampiri kedua orang tuanya yang tengah duduk di taman belakang istana.
Lin Feng dan Luo Ning berdiri, kemudian menghampiri putra sulung mereka, lalu memberikan pelukan hangat sebagai ucapan selamat datang dan untuk melepaskan rindu. Setelahnya, Luo Ning menghampiri Huanran dan melakukan hal yang sama padanya.
"Tidak ada masalah apapun, ayah. Aku hanya ingin kembali karena merindukan ayah dan ibu" jawab Xie Long.
Lin Feng tersenyum kemudian menepuk pelan pundak putranya itu, "Ayah senang kau kembali, karena jika tidak, ibumu pasti akan menyusul-mu ke sana."
Xie Long menoleh pada ibunya yang tengah bercengkerama dengan Huanran, ada rasa harus yang muncul dalam dadanya ketika melihat kebahagiaan di raut wajah ibunya, dan ia juga merasakan betapa besarnya kerinduan yang dirasakan oleh ibunya itu.
"Ayah, dimana mereka berdua?" tanya Xie Long.
"Setahun yang lalu, ayah membawa mereka ke Alam Nirvana untuk berlatih bersama paman Lao Tzu" jawab Lin Feng.
"Mereka pasti sudah sangat kuat sekarang, aku jadi penasaran bagaimana peningkatan mereka selama setahun ini."
"Ayah juga penasaran, tapi sebaiknya jangan mengganggu mereka, biarkan saja mereka berlatih sampai pamanmu sendiri yang membawa mereka kembali ke sini."
Setelah saling menyapa, Lin Feng kemudian mengajak mereka untuk mengobrol di ruang keluarga, karena selain lebih nyaman mengobrol di sana, ada sesuatu yang sangat penting yang ingin Lin Feng sampaikan kepada Xie Long dan Huanran.
Ruang keluarga.
"Huanran, apa kau tahu jika nyawamu sedang terancam?" tanya Lin Feng.
Huanran dan Xie Long nampak kaget mendengar pertanyaan Lin Feng, bahkan Xie Long nampak mengerutkan dahi karena tidak percaya pada apa yang baru saja ia dengar dari mulut ayahnya.
"Maksud ayah?" tanya Xie Long.
Lin Feng menghela napas panjang, kemudian menjelaskan maksud dari perkataannya barusan, namun ia tidak mengatakan jika dirinya sudah mengetahui siapa yang mengancam nyawa Huanran, karena tidak ingin melihat mereka khawatir.
Setelah mengatakan semuanya, Lin Feng kemudian berjanji akan selalu menjaga mereka berdua, ia juga berpesan pada keduanya untuk selalu berhati-hati, karena musuh bisa menyerang kapan saja, dan jika hal itu terjadi, akan sangat gawat jika mereka tidak memiliki persiapan.
Tidak hanya itu saja, Lin Feng juga meminta Xie Long untuk meningkatkan kekuatannya lagi, meski dirinya sudah berjanji akan melindungi mereka, namun tentu tidak selamanya ia bisa berada di dekat mereka, dan ada kalanya dimana dirinya mendapatkan halangan lain.
"Ayah tenang saja, aku akan menjaga Xiao Hua dengan baik" ucap Xie Long.
"Memang sudah seharusnya kau melakukan hal itu, kecuali kalau kau tidak menganggapnya sebagai sosok yang sangat berharga bagi dirimu" sahut Lin Feng.
"Tidak ayah, justru Xiao Hua sangat berharga bagiku."
"Begitupun dengan ayah, kau adalah harta yang sangat berharga dan ayah benar-benar tidak ingin melihatmu celaka" ucap Lin Feng dalam hatinya.
"Bagus! Tunjukkan jika Huanran sangat berharga bagimu, lindungi dia dan jangan biarkan siapapun menyakitinya."
"Untuk sementara waktu, ayah akan memerintahkan paman Huise dan yang lainnya mengawasi kalian, setidaknya sampai kalian bisa menjaga diri sendiri dan tidak membutuhkan bantuan mereka lagi."
"Baik, ayah!" ujar Xie Long.
Sebenarnya Xie Long ingin menolak keinginan ayahnya itu, tapi tentunya tidak mungkin ia lakukan, karena ia tahu jika ayahnya adalah orang yang tidak suka dibantah, apalagi tujuannya melakukan hal itu demi kebaikan mereka, tentu ia akan sangat marah jika dibantah.
"Satu lagi, besok ayah akan pergi, karena masih ada tugas yang harus ayah selesaikan."
"Bagaimana dengan ibu?" tanya Xie Long.
"Ibu sangat ingin ikut bersama ayahmu, tapi sayangnya dia tidak mengizinkannya" jawab Luo Ning.
"Ayah benar, Bu. Sebaiknya ibu di sini saja" Xie Long membenarkan keputusan ayahnya.
"Justru inilah yang ibu takutkan, ibu takut ayahmu tidak akan pernah bisa kembali lagi" ucap Luo Ning dalam hatinya.