Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-86. Aku harus pergi


Beberapa bulan kemudian.


Dengan bimbingan serta latihan keras yang diberikan oleh Lin Feng, kini Zhen Shao dan teman-temannya telah menjadi kultivator yang hebat, walaupun kultivasi mereka masih berada di ranah dasar, namun kekuatan mereka sudah bisa dikatakan luar biasa.


Apalagi, di dunia ini tidak ada kultivator lain selain mereka berlima, jadi tidak ada seorangpun yang bisa menandingi kehebatan serta kekuatan mereka berlima, dan seiring berjalannya waktu, kehebatan mereka berlima mulai tersebar ke seluruh penjuru Benua Zhanshi.


Meski begitu, masih saja ada beberapa pihak yang tidak mempercayai hal tersebut, dengan alasan tidak melihatnya secara langsung, bahkan ada yang berani menantang mereka untuk bertarung, namun akhirnya, para penantang itu dikalahkan dengan mudah oleh mereka.


Kota Elang Emas.


"Zhen Shao, dimana yang lainnya?" tanya Lin Feng yang baru saja menyelesaikan meditasi-nya.


"Hormat, yang mulia. Mereka berempat sedang ada misi, mungkin sebentar lagi akan kembali" jawab Zhen Shao.


"Bagaimana rasanya menjadi penguasa kota?" tanya Lin Feng.


Zhen Shao tersenyum canggung sembari menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal, sejujurnya, ia sendiri juga tidak berharap untuk diangkat menjadi penguasa kota, bahkan sama sekali tidak pernah menyangka jika bisa menjadi penguasa kota.


Namun setelah para penduduk kota Elang Emas mendengar cerita mengenai kehebatan mereka, dan telah menyaksikannya secara langsung, para penduduk kemudian menunjuk salah seorang dari mereka untuk menjadi penguasa kota yang baru.


Dan karena Zhen Shao adalah yang paling kuat diantara mereka berlima, akhirnya Liu Qi dan yang lainnya menunjuk Zhen Shao sebagai penguasa kota Elang Emas yang baru, karena diantara mereka berempat, tidak ada seorangpun yang menginginkan jabatan tersebut.


"Sejujurnya, aku tidak yakin apakah bisa menjadi penguasa kota yang baik atau tidak" jawab Zhen Shao.


Lin Feng tersenyum, kemudian menepuk pelan pundak Zhen Shao, "Yakinlah pada kemampuanmu sendiri, dan aku percaya kau mampu untuk memimpin kota ini dengan baik" ucapnya.


"Terima kasih, yang mulia!"


"Hormat, yang mulia" ujar Liu Qi dan yang lainnya yang baru saja tiba di istana kota.


"Bagaimana perkembangannya?" tanya Zhen Shao.


"Untuk saat ini, sudah ada beberapa kota yang setuju untuk beraliansi dengan kita" jawab Zhang Kai.


"Aliansi? Apa kalian merencanakan sesuatu saat aku bermeditasi?"


Zhen Shao menganggukkan kepala, "Aku memang sudah merencanakan sesuatu yang mungkin saja akan berguna untuk masa depan nanti" ucapnya, kemudian menjelaskan rencana yang ia maksud.


Selama Lin Feng bermeditasi, Zhen Shao dan teman-temannya sudah menyusun beberapa rencana untuk kedepannya nanti, dan salah satu rencana yang mereka susun itu adalah membuat Aliansi dengan kota-kota terdekat.


Tujuan dari pembentukan Aliansi ini adalah untuk mencegah terjadinya peperangan antar kota, meski tidak akan bisa mencegah sepenuhnya, setidaknya Aliansi itu nanti akan membatasi ataupun mengurangi terjadinya peperangan antar kota.


"Rencana kalian sangat bagus" ucap Lin Feng.


"Lalu, apakah yang mulia setuju dengan rencana kami ini?" tanya Zhang Kai.


"Jika untuk kebaikan bersama, tidak ada alasan bagiku untuk tidak setuju dengan rencana kalian ini" jawab Lin Feng.


"Terima kasih, yang mulia" sahut mereka berlima serempak.


"Apa maksud yang mulia? Apakah yang mulia sudah mau pergi meninggalkan kami?"


"Iya! Aku harus pergi sekarang, karena masih ada hal lain yang harus aku selesaikan" jawab Lin Feng.


"Tidak bisakah yang mulia tinggal lebih lama lagi?"


"Hah" Lin Feng menghela napas panjang, "Sebenarnya aku ingin tinggal lebih lama lagi, tapi tugas yang sangat penting sudah menungguku, jadi aku harus segera kembali ke duniaku."


"Sudahlah, jangan sedih seperti itu, jika tugasku selesai nanti, aku pasti akan datang lagi untuk mengunjungi kalian, dan saat aku kembali nanti, aku harap kalian berlima sudah menjadi kultivator yang sangat hebat."


"Terakhir, jaga dan lindungi apa yang pantas kalian lindungi, dan jangan lupa untuk mengajari orang lain cara berkultivasi, agar ada orang lain yang akan melanjutkan tugas kalian suatu hari nanti."


"Baik, yang mulia!"


"Baiklah, kalau begitu aku pamit pergi" sahut Lin Feng, kemudian menghilang dari pandangan mereka berlima.


Kesedihan nampak terukir jelas di raut wajah Zhen Shao dan teman-temannya, meski mereka sudah berusaha untuk menahannya, namun kesedihan itu terlalu besar untuk mereka sembunyikan, karena bagaimanapun juga, sosok Lin Feng sudah menjadi sosok yang sangat berarti untuk mereka berlima.


Akan tetapi, mereka berlima juga tidak bisa menahan Lin Feng lebih lama lagi, karena mereka sendiri mengetahui siapa Lin Feng yang sebenarnya dan mustahil baginya untuk tetap tinggal di dunia mereka. Selain itu, mereka juga menyadari jika dunia yang mereka tempati bukanlah dunia yang cocok untuk ditempati oleh Lin Feng.


***


Dimensi pertama.


Kota Zuanshi, Benua Biru.


Suasana di klan Lin nampak sangat berbeda dari biasanya, walaupun semua anggota klan berada di sana, namun wilayah klan mereka sangatlah sunyi dan seperti, bahkan wilayah klan Lin tidak ubahnya seperti sebuah wilayah yang tidak memiliki penghuni.


Penyebab kesunyian itu hanya ada satu yaitu, semua anggota klan sedang bersedih, karena pemimpin atau Patriark klan mereka, yakni Lin Jianheeng sedang sakit keras dan belum ada satu orangpun yang bisa menyembuhkannya.


Berbagai macam usaha telah dilakukan, para tabib hebat dari tiga kekaisaran juga sudah di datangkan, namun usaha mereka tidak membuahkan hasil sedikitpun, bahkan Luo Ning sang Dewi Kehidupan juga tidak bisa memberikan kesembuhan kepada kakek suaminya itu.


Satu-satunya harapan yang mereka harapkan sekarang hanyalah Lin Feng, namun sampai saat ini, keberadaan Lin Feng masih belum diketahui, bahkan Dewi Nuwa sendiri juga tidak mengetahui dimana Lin Feng berada.


"Huise, bagaimana? Apa kau berhasil menemukan Lin Feng?" tanya Lin Hua setelah Huise kembali ke kota Zuanshi.


"Maafkan aku, ibu. Tapi, kami semua tidak berhasil menemukan Tuan" jawab Huise.


Lin Hua langsung lemas mendengar jawaban Huise dan hampir saja ia jatuh pingsan, beruntung Luo Ning segera menangkap tubuhnya yang ingin terjatuh ke lantai dan langsung menyalurkan energi kehidupan padanya, jika tidak, Lin Hua pasti akan benar-benar pingsan saat itu juga.


"Ibu, tenanglah, Gege pasti akan segera kembali" ucap Luo Ning.


"Lin Feng, dimana kau sekarang, nak? Segeralah kembali, kakakmu sangat membutuhkan bantuan mu" ucap Lin Hua lirih.


"Huise, pergilah ke Alam Nirvana Agung, minta yang mulia Dewi Nuwa untuk membantu kakek sampai Gege kembali!" ujar Luo Ning.


"Baik" sahut Huise, kemudian menghilang dari pandangan semua orang.