
Wushh!
Dhuaarrr!
Sebuah serangan bola api melesat dengan kecepatan tinggi dan langsung mengenai Lin Feng yang tengah bertarung dengan Xiao Lang, beruntung, serangan itu tidak mampu melukainya, jika tidak, dia pasti akan terluka parah oleh serangan tersebut, meski begitu, serangan tersebut tetap membuatnya terlempar hingga jatuh ke tanah.
Wushh!
Dhuaarrr!
Dhuaarrr!
Shen Guang Ming juga tidak tinggal diam, ia langsung menyerang Lin Feng dengan menghujaninya menggunakan ratusan tombak cahaya, dan tidak hanya itu saja, Shen Guang Ming bahkan menciptakan tombak cahaya dengan ukuran yang sangat besar, lalu melemparkan tombak tersebut kearah Lin Feng yang masih berada di daratan.
"Apa yang kalian lakukan?!" Xiao Lang nampak marah karena mereka mengganggu pertarungannya.
"Lanjutkan serangan, jangan biarkan bocah itu bangkit lagi!" ujar Luo Li.
"Baik yang mulia!"
Seluruh pasukan Dewa Bintang mengabaikan perkataan Xiao Lang dan malah menuruti perintah Luo Li, lalu setelah itu, mereka melancarkan serangan dengan teknik terkuat yang mereka kuasai, sehingga Lin Feng yang masih berada di daratan dihujani oleh ratusan serangan.
Dhuaarrr!
Dhuaarrr!
Ledakan dahsyat terus terjadi ketika serangan mereka menghantam tanah tempat Lin Feng berada, dan suaranya terdengar bersahut-sahutan seperti alunan musik khas yang mengiringi jalannya pertarungan itu.
Tidak seorangpun dari mereka yang peduli apakah Lin Feng masih hidup atau tidak, yang jelas, tujuan mereka hanya ada satu yaitu mengalahkan Lin Feng.
"Hentikan!" ujar Xiao Lang.
"Jangan ada yang berhenti atau aku akan menghukum kalian!"
"Luo Li, apa yang kau lakukan? Hentikan serangan ini sekarang juga!"
"Gege, aku tidak akan membiarkan pemuda sombong ini berbuat seenaknya saja, dia sudah berani mengacau di dimensi ini dan akulah yang akan menghukumnya!" sahut Luo Li.
"Hentikan sekarang atau aku yang akan menghentikan kalian dengan caraku sendiri!" Xiao Lang terpaksa melepaskan aura kekuatannya agar seluruh pasukan berhenti menyerang.
Tekanan intimidasi yang berasal dari aura kekuatan Xiao Lang berhasil menghentikan seluruh pasukan, sebenarnya mereka masih belum puas dan ingin melanjutkan serangan itu lagi, tapi tidak ada seorangpun yang berani mengambil resiko, apalagi jika Xiao Lang sudah marah, pastinya mereka semua akan mendapatkan hukuman yang berat.
"Gege, apa yang kau lakukan?! Kenapa malah menghentikan seluruh pasukan?!"
"Cukup! Jangan membantahku lagi!"
Jika yang mereka serang sekarang adalah Dewa Huo, mungkin Xiao Lang tidak akan pernah mau menghentikan pasukannya, dan mungkin saja dia akan ikut melancarkan serangan bersama pasukannya. Namun, sosok yang mereka serang sekarang bukanlah sosok sembarangan, dan akan sangat gawat jika sosok itu murka kepada mereka.
Meski Xiao Lang mampu menandingi sosok itu dan yakin bahwa dirinya bisa menghentikannya, namun tidak dengan pasukannya, tidak ada seorangpun dari mereka yang mampu menandingi kekuatan Dewa Asura, dan jika mereka tidak dihentikan, maka kesalahpahaman ini hanya akan berakhir di lautan darah, dan itulah alasan kenapa Xiao Lang menghentikan pasukannya.
Wushh!
"Gawat, aku harus bisa menghentikannya, jika tidak, entah apa yang akan menimpa dimensi ini" gumam Xiao Lang.
"Aku sempat berpikir untuk memaafkan kalian dan melupakan kesalahpahaman ini, tapi kalian benar-benar tidak tahu diri! Sudah diberi hati tapi kalian masih saja meminta jantung, apa kalian semua sudah bosan hidup?"
Lin Feng masih berdiri tegak ditempat ia berada sebelumnya, walaupun tanah disekitarnya sudah hancur dan menjadi lubang yang sangat besar, namun tidak dengan tempat ia berdiri, tanah di bawah kakinya bahkan tidak retak sedikitpun, begitupun dengan rerumputan hijau yang tumbuh di sana.
"Asura, aku benar-benar minta maaf, aku berjanji..."
"Maaf? Apakah menurutmu aku bisa memaafkan mereka begitu saja?"
Xiao Lang terdiam, ia mengerti bagaimana perasaan Asura saat ini, karena jika dirinya berada di posisi Asura, mungkin dia juga akan merasakan hal yang sama, dan yang pasti, akan sangat sulit baginya untuk memberikan maaf kepada orang-orang yang telah berani menuduh serta menyerangnya seperti barusan.
"Bocah sombong, apa kau pikir kau bisa menghadapi kami semua? Dan apa yang kau katakan tadi? Sudah bosan hidup? Justru kaulah yang sudah bosan hidup karena berani mengacau di dimensi ketujuh ini!" ucap Luo Li.
Lin Feng mengarahkan tatapan tajam pada Luo Li, "Aku paling benci dengan wanita yang memiliki mulut penuh bisa!" ucapnya, kemudian menghilang dari pandangan.
Sesaat kemudian, Lin Feng telah muncul lagi di hadapan Luo Li dan bersiap untuk menebas lehernya, namun sesaat sebelum pedang itu mencapai leher Luo Li, Xiao Lang telah muncul lebih dulu dan berhasil menahan pedang Lin Feng
dengan menggunakan Dragon Spear, jika tidak, mungkin kepala Luo Li sudah terpenggal saat itu juga.
"Asura, apa kau ingin membunuh istriku?"
"Oh, jadi wanita beracun ini istrimu? Kalau begitu, akan aku habisi kalian berdua sekaligus!"
Lin Feng benar-benar murka, sebelumnya ia memang sempat ingin memaafkan pasukan Dewa Bintang dan melupakan kesalahpahaman diantara mereka, lalu tujuannya mengajak Lin Feng berduel hanya karena ingin mengetahui sehebat apa kekuatan seorang penguasa dimensi ketujuh.
Tapi, saat dirinya sudah tidak memikirkan kejadian itu lagi, mereka semua malah menyerangnya secara diam-diam, bahkan mereka melancarkan serangan beruntun tanpa memikirkan keadaannya, dan bisa dikatakan bahwa mereka semua sama sekali tidak peduli apakah dia masih hidup atau tidak.
Oleh sebab itu, kekesalan yang awalnya sempat menghilang malah muncul dan berganti menjadi kemarahan, kemudian diiringi dengan munculnya kebencian yang menyebabkan bangkitnya rasa haus akan darah. Dan itulah alasan mengapa Lin Feng ingin membunuh Luo Li, karena selain benci dengan mulutnya yang berbisa, Lin Feng juga ingin melampiaskan rasa haus darahnya itu.
Pertarungan yang seharusnya hanya ajang untuk menguji kekuatan masing-masing, sekarang malah berubah menjadi pertarungan yang diiringi dengan niat membunuh. Bahkan, Xiao Lang yang sebelumnya masih santai, sekarang malah bertarung dengan serius dan ingin menghabisi Lin Feng, alasannya hanya ada satu, yaitu karena Lin Feng sebelumnya ingin membunuh istrinya.
"Tebasan kematian!"
"Naga membelah langit!"
Dhuaarrr!
Ledakan dahsyat kembali terjadi ketika energi pedang berbentuk bulan sabit menghantam seekor naga yang tercipta dari teknik Xiao Lang, luapan energi yang berasal dari kedua teknik tersebut membuat daratan bergetar hebat, bahkan gelombang kejut yang tercipta dari ledakan itu berhasil menumbangkan pepohonan dan meratakan bukit nan tinggi.
Dhuaarrr!
Suara ledakan kedua membuat Xiao Lang mengarahkan pandangannya kearah pasukan Dewa Bintang, ia sangat kaget ketika melihat banyak pasukannya yang telah tergelatak bersimbah darah di tanah, walaupun mereka masih hidup, namun keadaan mereka benar-benar mengkhawatirkan.
"Apa yang kau lakukan?!" Xiao Lang sangat marah karena Lin Feng menyerang pasukannya.
"Dalam sebuah pertarungan, apapun bisa dilakukan, termasuk membunuh semut-semut pengganggu!" jawab Lin Feng.