Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-46. Kedatangan Huise


"Semut pengganggu? Siapa kau yang berani menyebut keluargaku sebagai semut pengganggu?!"


Wushh!


Xiao Lang melepaskan aura kekuatannya, dan pada saat yang bersamaan, sebuah tanda berbentuk bunga teratai muncul di dahinya.


Kemunculan tanda serta aura kekuatan yang ia lepaskan, menandakan bahwa saat ini Xiao Lang benar-benar sangat marah, padahal awalnya ia tidak ingin memperpanjang masalah itu, namun akhirnya dia sendiri yang terbawa oleh arus.


Lin Feng tersenyum senang ketika merasakan aura kekuatan yang menerpa tubuhnya, dan tidak bisa ia pungkiri bahwa Xiao Lang memang berbeda dari para penguasa yang pernah ia temui sebelumnya, terutama dalam hal kekuatan.


Selain itu, Lin Feng juga sangat yakin bahwa Xiao Lang memiliki kekuatan yang jauh lebih unggul dari para penguasa dimensi lain, dan hal itu bisa dibuktikan dari tekanan intimidasi yang cukup kuat yang menimpa tubuhnya.


"Dewa Bintang, kita akhiri semuanya sekarang juga!" ujar Lin Feng, kemudian menghilang dari pandangan.


"Benar, aku akan mengakhiri semuanya sekarang juga!" sahut Xiao Lang, ia juga menghilang dari pandangan.


Dua kilatan cahaya kembali muncul dan melesat keberbagai arah, suara ledakan, dentingan senjata yang beradu, serta percikan api akibat benturan dua senjata kembali mengiringi pertarungan antara kedua penguasa itu.


Tidak hanya itu saja, luapan energi yang sangat dahsyat juga ikut menyertai pertarungan mereka berdua, bahkan luapan energi tersebut membuat daratan bergetar hebat dan berhasil mengguncang gunung-gunung yang menjulang tinggi.


Disisi lain.


"Yang mulia, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Shen Long.


"Kenapa malah bertanya? Tentu saja kita harus membantu suamiku!" jawab Luo Li.


"Tapi bagaimana jika yang mulia raja marah?"


"Dia tidak akan marah, dan aku yakin dia tidak akan menolak bantuan kita" jawab Luo Li, ia masih sangat kesal dan benci pada Lin Feng yang hampir saja merenggut nyawanya.


"Baik, yang mulia!" Seusai dengan arah Luo Li, Shen Long kemudian memberikan komando kepada seluruh pasukan untuk menyerang Lin Feng.


"Bantu yang mulia membunuh orang itu!" ucap Shen Long.


"Baik, jendral!" sahut seluruh pasukan, kemudian mereka semua menyerang Lin Feng secara bersamaan.


Pasukan Dewa Bintang tidak sedikitpun merasa khawatir atau takut bila serangan yang mereka lancarkan juga mengenai Xiao Lang, bahkan mereka semua sangat yakin jika Xiao Lang mampu menghindari serangan itu, lagipula, serangan mereka juga tidak akan mungkin bisa menyakiti Xiao Lang.


Dhuaarrr!


Dhuaarrr!


Suara ledakan terus terdengar menggema di udara, namun Lin Feng dan Xiao Lang masih terus melanjutkan pertarungannya, bahkan mereka tidak sedikitpun peduli pada serangan yang menghujani mereka berdua, padahal, serangan pasukan Dewa Bintang tidak bisa dipandang hanya dengan sebelah mata.


"Lihatlah kelakuan keluargamu, wajar jika aku menyebut mereka sebagai semut pengganggu!" ucap Lin Feng.


"Akulah yang meminta mereka untuk menyerang, memangnya kenapa? Apa kau tidak terima?"


"Jangan salah paham, aku justru sangat menikmati sensasi bertarung dengan dihujani oleh ratusan serangan!" jawab Lin Feng.


"Tapi aku tidak akan diam saja saat diriku dihujani oleh serangan seperti ini" lanjutnya.


Disela-sela pertarungannya, Lin Feng membentuk sebuah segel dengan tangan kirinya, dan saat segel itu selesai dibentuk, langit yang semula cerah mendadak ditutupi oleh awan gelap. Lalu, dari awan gelap itu muncul petir berwarna merah yang langsung menyambar pasukan Dewa Bintang.


"Pasukan kura-kura hitam, bentuk perisai dan lindungi yang lainnya!" ujar Xiao Lang.


Seluruh pasukan bangsa kura-kura hitam kemudian membentuk formasi pelindung untuk melindungi seluruh pasukan, dan karena tidak ingin kejadian sebelumnya terulang lagi, merekapun tidak hanya menciptakan satu formasi saja, tapi menciptakan formasi pelindung yang berlapis-lapis.


Dhuaarrr!


Dhuaarrr!


Ledakan terus terjadi ketika petir merah itu menghantam formasi pelindung yang diciptakan oleh bangsa kura-kura hitam, sambaran petir pertama dan kedua memang berhasil ditahan, namun lama-kelamaan, formasi mereka mulai retak dan hancur satu-persatu akibat dihantam secara terus menerus.


"Qin Hanzi, bantu Xuan Wu!" ucap Shen Long.


Qin Hanzi kemudian menghentikan serangannya, lalu memerintahkan seluruh pasukan bangsa Qilin untuk membantu bangsa Kura-kura Hitam mempertahankan formasi pelindung, dan berkat bantuan mereka, formasi pelindung yang sudah mulai retak bisa utuh kembali, bahkan menjadi lebih tebal.


"Yang lainnya tetap fokus menyerang, jangan biarkan pemuda itu berbuat seenaknya di dimensi kita ini!"


"Baik, jendral!"


"Dasar makhluk rendahan! Beraninya kalian mengeroyok Tuanku!"


Huise sangat murka ketika melihat Lin Feng diserang oleh pasukan dimensi ketujuh, padahal ia baru saja sampai di sana dan berharap agar bisa segera bertemu dengan Lin Feng, namun setibanya di sana, ia malah disambut oleh pertarungan yang terjadi antara Lin Feng dan pasukan Dewa dimensi ketujuh.


Kemunculan Huise sontak membuat semua orang terkejut, begitu juga dengan Lin Feng, bahkan ia tidak menyangka jika Huise akan datang menyusulnya ke dimensi ketujuh ini. Meski begitu, Lin Feng tetap merasa senang, karena dengan adanya Huise, ia tidak perlu mengkhawatirkan para pengganggu itu lagi.


***


Sebelumnya, di dimensi pertama.


Karena perasaan khawatir yang ia rasakan tak kunjung hilang, Luo Ning kemudian memerintahkan Huise untuk menemui Dewi Nuwa, ia berpesan kepada Huise untuk membujuk Dewi Nuwa agar mau mengatakan dimana Lin Feng berada, walaupun mereka tidak diizinkan ke sana, setidaknya mereka bisa mengetahui dimana Lin Feng sekarang.


"Yang mulia, hamba mohon, katakan dimana Tuan berada sekarang."


"Memangnya apa yang ingin kau lakukan setelah mengetahui dimana Lin Feng berada?" tanya Dewi Nuwa.


"Yang mulia, sebenarnya hamba sangat ingin berada di sisi Tuan, tapi hamba menyadari jika keinginan hamba itu tidaklah mungkin bisa dikabulkan, oleh sebab itu, hamba hanya ingin mengetahui dimana Tuan berada" jawab Huise.


"Yang mulia, hamba benar-benar memohon agar yang mulia mau menyatakannya, setidaknya, keberadaan Tuan akan membuat kakak ipar merasa tenang" lanjutnya.


"Hah" Dewi Nuwa menghela napas panjang, "Baiklah, panggil Luo Ning dan yang lainnya kemari, ada yang ingin aku sampaikan pada mereka" ucapnya.


"Baik yang mulia" sahut Huise.


Kemudian, Huise meninggalkan istana Dewa dan kembali ke kerajaan Dunia Bawah, setibanya di sana, Huise langsung menyampaikan pesan Dewi Nuwa kepada Luo Ning dan juga yang lainnya. Lalu setelah itu, ia kembali lagi ke Alam Nirvana Agung bersama Luo Ning dan yang lainnya.


"Hormat kami, yang mulia" ucap Luo Ning dan yang lainnya serempak.


"Luo Ning, aku ingin menyampaikan sesuatu padamu."


"Hamba siap mendengarkan, yang mulia."


Dewi Nuwa mengangguk pelan, kemudian ia mengatakan bahwa Lin Feng saat ini tengah berada di dimensi ketujuh, lalu ia juga mengatakan bahwa dirinya bisa memberikan izin kepada salah seorang dari mereka untuk pergi menyusul Lin Feng.


Kabar yang disampaikan oleh Dewi Nuwa tentu membuat mereka semua senang, terutama Luo Ning, karena mereka tidak hanya mengetahui dimana Lin Feng berada, tapi juga diizinkan untuk menyusulnya, walaupun hanya salah satu dari mereka saja yang bisa ke sana, tapi hal itu sudah cukup bagi mereka.


"Yang mulia..."


"Tunggu dulu, aku masih belum selesai bicara" ujar Dewi Nuwa.


"Maaf, yang mulia" ucap Lang Diyu.


"Luo Ning, mungkin kau tidak akan senang dengan keputusanku, tapi aku tidak bisa mengizinkanmu pergi menyusul Lin Feng."


Luo Ning mengangguk setuju dan menerima sepenuhnya keputusan Dewi Nuwa, karena bagaimanapun juga, ia tidak bisa meninggalkan tanggung jawabnya sebagai Dewi Kehidupan. Selain itu, ia juga tidak bisa meninggalkan kedua anaknya begitu saja.


"Hamba tidak keberatan, yang mulia" ucap Luo Ning.


"Tapi, izinkan hamba memilih siapa yang akan pergi ke sana" lanjutnya.


"Silahkan, siapa yang akan kau pilih" sahut Dewi Nuwa.


"Huise, hamba ingin Huise yang pergi ke sana."


"Alasannya?"


"Selain hamba dan ibu, hanya Huise saja yang benar-benar memahami suami hamba, lalu, diantara mereka bertujuh, Huise adalah pengikut pertama dan orang kepercayaan suami hamba, dan yang terakhir, Huise adalah salah satu orang yang bisa menenangkan suami hamba" jelas Luo Ning.


Memang benar, diantara semua bawahan Lin Feng, hanya Huise saja yang benar-benar mengerti dan memahami Lin Feng, selain itu, Huise juga merupakan salah satu sosok yang bisa membuat Lin Feng tenang, karena selain telah terhubung melalui ikatan jiwa, keduanya juga memiliki hubungan layaknya saudara kandung.


"Apa ada yang keberatan?" tanya Dewi Nuwa.


"Kami semua setuju, yang mulia" ucap Yin Ouyang dan yang lainnya serempak.


"Baiklah, kalau begitu aku akan mengutus Huise ke sana."


"Huise, kau harus melindungi Tuan walaupun taruhannya adalah nyawamu, jika tidak, maka akulah yang akan membunuhmu!" ucap Lang Diyu.


"Nyawaku sudah kuberikan pada Tuan, dan tanpa kau beritahu pun, aku sudah siap mengorbankan nyawaku untuk Tuan!" sahut Huise.