Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-78. Kuil Dewa Asura 2


"Lin Feng, siapa yang kau bunuh barusan?" tanya Wen Chou.


"Mereka adalah orang suruhan penguasa kota Elang Emas, dan jika aku tidak salah tebak, mereka pastilah pendekar tingkat tinggi" jawab Lin Feng.


Sebenarnya Lin Feng hanya asal menebak saja, karena ia sendiri tidak mengetahui seperti apa tingkatan kekuatan seorang pendekar, namun jika melihat kemampuan mereka, Lin Feng sangat yakin mereka bukanlah pendekar biasa, karena menurut Shen Yao, hanya pendekar tingkat tinggi saja yang memiliki kekuatan diluar nalar manusia normal.


Tapi, kekuatan diluar nalar itu hanya berlaku bagi orang-orang yang berasal dari dimensi ini saja, sedangkan bagi Lin Feng, kekuatan mereka justru masih sangat rendah, karena kekuatan yang mereka anggap berada diluar nalar itu, tidak ada bedanya dengan kekuatan orang-orang yang baru belajar berkultivasi bagi Lin Feng.


"Jika mereka adalah pendekar tingkat tinggi, lalu bagaimana denganmu yang bisa membunuh mereka hanya dalam waktu sepuluh detik?"


"Yang pastinya, aku adalah manusia biasa seperti kalian" jawab Lin Feng.


"Kau terlalu merendah, jika kau manusia biasa, lalu kami ini apa?" sahut Zhang Kai.


"Kalian adalah teman-temanku."


"Sudahlah, hari sudah mulai gelap, sebaiknya kita menyalakan api untuk membakar hewan buruan yang berhasil kalian dapatkan" ucap Lin Feng.


***


Waktu kembali bergulir dengan sangat cepat dan saat ini, mereka sudah hampir tiba di kuil Dewa Asura yang kedua. Namun perjalanan mereka harus dihentikan untuk sementara waktu, karena Lin Feng ingin memberikan pelatihan khusus kepada Zhen Shao dan yang lainnya.


Sebenarnya Lin Feng tidak memikirkan apapun sebelumnya, namun setelah mereka menemukan sungai dengan aliran air yang cukup deras, Lin Feng tiba-tiba saja mendapatkan sebuah ide untuk meningkatkan kecepatan mereka berlima, dan sungai itu adalah tempat yang sangat cocok.


Latihan untuk meningkatkan kecepatan yang dimaksud oleh Lin Feng adalah, Zhen Shao dan teman-temannya harus berlari berlawanan dengan arus air sungai dan kaki mereka tidak diizinkan keluar dari dalam air, selain itu, mereka juga harus memikul beban berat dipundaknya.


"Lin Feng, apakah tidak ada latihan yang lain?" tanya Zhang Kai.


Lin Feng diam sejenak sembari memikirkan sesuatu, "Sebenarnya ada latihan lain, tapi aku takut kalian tidak bisa melewatinya" jawab Lin Feng.


"Katakan saja, asalkan jangan latihan ini, kami pasti akan melaluinya" sahut Liu Qi.


"Benarkah? Kalau begitu, latihan kalian selanjutnya adalah berduel dengan harimau emas tanpa menggunakan apapun selain ranting pohon sebesar kelingking."


Zhen Shao dan teman-temannya ternganga mendengar perkataan Lin Feng, dan tanpa menunggu aba-aba, mereka berlima langsung masuk ke sungai dan mulai berlari melawan arus air. Meski latihan kali ini terasa begitu sulit bagi mereka, tapi setidaknya, latihan itu jauh lebih baik daripada berduel melawan harimau emas.


Bagaimana tidak? Melawan sekawanan serigala tanpa menggunakan senjata saja hampir membuat mereka kehilangan nyawa, dan sekarang, Lin Feng malah ingin mereka berduel melawan harimau emas hanya dengan menggunakan ranting pohon sebesar kelingking, bukankah itu sama saja dengan meminta mereka untuk menyerahkan nyawa secara sukarela?


"Kenapa malah masuk ke air? Bukankah kalian tidak menyukai latihan ini?" tanya Lin Feng tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Hahaha, siapa yang bilang kami tidak menyukai latihan ini? Justru latihan inilah yang sudah kami tunggu-tunggu sejak lama!"


"Bagus, teruslah berlari dan jangan berhenti sebelum aku kembali ke sini" ucap Lin Feng, kemudian menghilang dari pandangan mereka berlima.


Setelah meninggalkan Zhen Shao dan teman-temannya, Lin Feng kemudian muncul lagi di sebuah gua yang letaknya lumayan jauh dari tempat itu, atau lebih tepatnya, ia sekarang berada di mulut gua di hulu sungai tersebut.


"Sebelumnya aku merasakan sesuatu yang aneh dari sini, tapi kenapa sekarang malah tidak ada apa-apa?" gumam Lin Feng sembari melangkahkan kakinya memasuki gua tersebut.


Lin Feng menghentikan langkah kakinya setelah berada di bagian terdalam gua, dan pandangannya langsung tertuju pada sebuah patung yang sangat besar dan juga tinggi. Tapi, bukan ukuran patung itu yang membuat Lin Feng tertarik, melainkan wujud dari patung itulah yang membuatnya sangat tertarik.


"Patung Dewa Asura" gumam Lin Feng, lalu menghampiri patung tersebut.


"Selamat datang, Zhao Feng" sapa Dewa Asura.


"Boleh aku menanyakan sesuatu?"


"Silahkan."


"Kenapa wajahmu sangat mirip dengan wajah Lin Feng? Maksudku, tubuh pemuda ini?"


"Sebenarnya, Lin Feng yang berasal dari dunia kultivator adalah reinkarnasi diriku, sedangkan kau, kau mewarisi jiwaku" jawab Dewa Asura.


"Maksudmu?"


"Ingat pria tua yang kau temui di kehidupan pertamamu?"


Lin Feng menganggukkan kepalanya, "Aku masih mengingat dia, karena dia adalah guruku, hanya saja, aku sudah lupa siapa namanya."


"Jika kau berhasil mengingat namanya, maka misteri mengenai dirimu akan terjawab sepenuhnya" sahut Dewa Asura.


"Sekarang, bersiaplah, karena aku akan memberikan warisanku yang kedua" lanjutnya.


Sebenarnya Lin Feng masih sangat penasaran dengan semua misteri yang ada pada dirinya, namun untuk saat ini, dia masih memiliki tujuan yang jauh lebih penting daripada mengungkap semua itu, yaitu segera kembali ke dimensi kesembilan untuk menghentikan Dewa Huo.


Setelah itu, Lin Feng duduk dengan sikap meditasi, lalu setelah menenangkan hati dan pikirannya, Lin Feng langsung menutup matanya dan bersiap untuk menerima warisan kedua yang akan diberikan oleh Dewa Asura kepadanya.


Pada saat yang bersamaan, wujud Dewa Asura yang berada didepan Lin Feng berubah menjadi kristal es, kemudian melesat terbang memasuki tubuh Lin Feng. Seketika itu juga, kekuatan darah naga muncul lagi di dalam tubuh Lin Feng, namun kekuatannya berkali-kali lipat lebih besar dari sebelumnya.


"Kekuatan darah Phoenix membentuk roh yang melambangkan energi, lalu kekuatan darah Naga membentuk raga yang melambangkan kekuatan fisik."


"Itu artinya, kekuatan fisikku sudah kembali seperti sebelumnya, tidak... kekuatan fisikku sudah meningkat berkali-kali lipat dari sebelumnya."


***


Disisi lain.


"Sampai kapan kita akan berlari? Ini sudah sangat jauh dari tempat sebelumnya" ucap Liu Qi.


"Sabarlah, aku yakin Lin Feng akan datang sebentar lagi" sahut Zhang Kai.


Setelah Lin Feng pergi meninggalkan mereka, Zhen Shao dan teman-temannya terus berlari melawan arus sungai tanpa henti, bahkan mereka sendiri tidak tahu lagi sudah berapa jauh mereka berlari melawan arus sungai tersebut.


"Kalian sudah lelah?" tanya Lin Feng yang tiba-tiba muncul didekat mereka berlima.


"Lin Feng, kau hampir saja membuat jantungku melompat keluar!"


"Kalian bisa istirahat sekarang dan kebetulan sekali didepan sana ada gua yang cocok untuk tempat istirahat" sahut Lin Feng.


"Kau mau kemana?"


"Aku akan menjemput kuda-kuda kita, sekaligus mencari makanan untuk kita semua" jawab Lin Feng, lalu menghilang lagi dari pandangan mereka semua.