
Tidak lama kemudian, di istana Dewa muncul lima sosok yang memancarkan aura luar biasa dari tubuh mereka, namun mereka bertiga tidak bisa melihat siapa lima sosok itu, karena mereka menggunakan topeng emas untuk menutupi wajahnya.
"Tunggu dulu, aku mereka tidak asing dengan salah seorang dari mereka" gumam Lin Feng.
"Bocah, kita bertemu lagi" ujar salah satu sosok tersebut.
"Kau..." Lin Feng mengamati sosok yang berbicara dengannya itu, "Bukankah kau sosok penjaga lorong waktu?"
"Jawabanmu sangat tepat!"
"Apa tujuanmu datang ke sini?" tanya Lin Feng.
"Tuan kami ingin bertemu dengan kalian bertiga" jawab penjaga lorong waktu.
Lin Feng, Dewi Nuwa dan Xiao Lang benar-benar kaget mendengar ucapan penjaga lorong waktu, bagaimana tidak? Kekuatan salah seorang dari mereka saja sudah jauh di atas kekuatan Asura dan ia baru saja mengatakan jika Tuan mereka ingin datang.
"Sial! Jika bawahannya saja sekuat ini, lalu seberapa kuat Tuan yang mereka maksud" gumam Lin Feng.
Sementara itu, Dewi Nuwa langsung berlutut ketika lima sosok itu muncul di depannya. Bagi Lin Feng dan Xiao Lang, kelima sosok itu mungkin sangat asing, namun bagi Dewi Nuwa, ia sangat mengenali kelima sosok tersebut, karena merekalah yang telah membantunya.
Ya! Lima sosok inilah yang pernah Dewi Nuwa temui saat ia kalah telak dari Yama dan Dewa Huo, dan berkat bantuan mereka berlima, Dewi Nuwa berhasil memutar ulang waktu dan memperbaiki kesalahannya dahulu, sehingga saat ini, mereka berhasil memenangkan peperangan.
Akan tetapi, Dewi Nuwa sendiri tidak pernah mengetahui jika lima sosok luar biasa itu masih memiliki seorang Tuan, padahal, selama ini ia selalu berpikir jika mereka berlima adalah sosok yang terkuat di alam semesta ini.
"Maaf jika aku lancang, tapi siapakah Tuan yang kalian maksud?" tanya Xiao Lang.
"Kalian akan tahu sebentar lagi, tapi sebelum Tuan datang, ada yang harus kami lakukan" jawab salah seorang dari sosok tersebut, kemudian menjentikkan jari tangannya.
Sesaat kemudian, mereka bertiga sudah berada di sebuah istana yang sangat luar biasa megah, tidak hanya mereka bertiga saja, tapi semua orang yang berhubungan dengan mereka juga ada di sana, termasuk pasukan aliansi yang sebelumnya berperang melawan Dewa Huo.
"Kekuatan ini benar-benar sudah diluar nalar, bagaimana mungkin dia bisa memindah orang sebanyak ini ke dimensi lain hanya dalam sekejap mata?"
"Gege, kita ada dimana?"
Lin Feng menggelengkan kepalanya, "Aku juga tidak tahu."
"Tuan sudah menunggu kalian di dalam, dan ingatlah, jaga sikap kalian jika tidak ingin mati sia-sia!"
Meski masih bingung dengan apa yang sedang terjadi, namun mereka semua tetap mengikuti kelima sosok tersebut memasuki istana, lagipula memang sudah tidak ada pilihan lain yang bisa mereka ambil selain menuruti perkataan kelima sosok itu.
"Xiao Lang, jika terjadi sesuatu yang buruk, aku harap kau sudah siap untuk bertarung" ucap Lin Feng bicara melalui pikiran.
"Tenang saja, aku sudah siap sejak mereka muncul di istana Dewa" sahut Xiao Lang.
Setelah memasuki pintu masuk istana, meraka langsung dihadapkan pada sebuah ruangan yang benar-benar sangat luas, bahkan luas dari ruangan tersebut hampir mencapai luas setengah istana kerajaan Dunia Bawah.
Selain ukurannya yang sangat luas, istana itu juga sangat megah, bahkan mereka semua sampai tidak tahu lagi bagaimana harus menggambarkan kemegahan istana tersebut, apalagi hanya sekedar digambarkan dengan kata-kata saja.
Namun, yang menjadi fokus utama mereka bukanlah kemegahan dari istana tersebut, melainkan satu sosok yang tengah duduk di singgasana di depan mereka semua.
Sekilas, sosok yang duduk di singgasana itu terlihat biasa saja, namun aura kekuatan yang terpancar dari tubuhnya sangatlah luar biasa, bahkan auranya melebihi aura milik lima sosok yang membawa mereka ke sana.
Selain itu, Lin Feng dan Xiao Lang sudah mencoba untuk mengukur kekuatan sosok tersebut, tapi mereka tidak mendapatkan hasil apapun, karena kekuatan sosok itu benar-benar jauh berada diluar jangkauan mereka berdua.
"Selamat datang semuanya, apa perjalanan kalian menyenangkan?"
"Menyenangkan?"
Semua orang dibuat kebingungan dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh sosok tersebut, bagaimana tidak? Mereka tidak merasa telah melakukan perjalanan, jadi bagaimana mungkin mereka bisa menjawab pertanyaan yang terdengar konyol itu.
"Maaf jika kelima bawahan ku bersikap kurang sopan, tapi hanya ini satu-satunya cara yang bisa mereka lakukan."
Semua orang masih terdiam dan tidak mengatakan apapun, bukannya tidak mau menanggapi perkataan sosok itu, tapi semuanya benar-benar tidak tahu apa yang harus mereka katakan, karena kejadian yang baru saja mereka alami terasa seperti mimpi.
"Kenapa kalian diam saja? Apa sambutannya kurang ramah? Atau kalian mau sambutan yang meriah?"
"I-itu tidak perlu, yang mulia" Dewi Nuwa memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan sosok tersebut.
"Kalian yakin?" tanya sosok itu lagi, "Jika kalian memang ingin sambutan yang meriah, maka katakan saja dan aku akan melakukannya untuk kalian" ucapnya.
"Baiklah" sahut sosok tersebut, kemudian menjentikkan jari tangannya.
Disaat yang bersamaan, di ruangan luas yang semua tidak ada apa-apa itu mendadak muncul sebuah meja yang sangat panjang beserta ratusan kursi, dan diatasnya sudah tersaji berbagai macam makanan dan minuman.
"Silahkan duduk, anggap saja seperti rumah sendiri. Dan jangan lupa untuk mencicipi makanannya."
Meski ada banyak pertanyaan di benak mereka semua, namun tidak seorangpun dari mereka yang berani membantah perkataan sosok tersebut, dan dengan sedikit ragu-ragu, mereka duduk di setiap kursi yang ada di sana.
Setelah itu, mereka memberanikan diri untuk mencicipi makanan yang tersaji di atas meja, dan benar saja, rasa makanan tersebut benar-benar sangat enak, bahkan Lin Feng sendiri tidak bisa memungkiri hal itu.
"Bagaimana? Apa kalian suka dengan makanannya?"
Semua orang menganggukkan kepala, dan entah mengapa, rasa khawatir dan gugup yang menyelimuti tubuh mereka sebelumnya mendadak lenyap begitu saja.
"Baguslah, aku senang mendengarnya" ucap sosok tersebut, kemudian turun dari singgasananya dan ikut bergabung bersama mereka.
Saat sosok luar biasa itu duduk di kursinya, Lin Feng dan Xiao Lang tiba-tiba merasa seperti tidak asing lagi dengan sosok itu.
"Sepertinya aku pernah bertemu dengan orang ini" ucap keduanya dalam hati.
"Kalian benar, aku memang pernah menemui kalian" ujar sosok tersebut.
Xiao Lang dan Lin Feng tersentak kaget, keduanya tidak menyangka jika sosok itu bisa mendengar ucapan mereka. Namun, perkataan sosok itu malah membuat keduanya berpikir dengan keras untuk mengingat dimana mereka bertemu dengannya.
Tidak lama kemudian, Xiao Lang mendadak berdiri dari tempat duduknya, lalu berlutut di hadapan sosok tersebut, "Yang mulia, maafkan hamba yang baru menyadari keberadaan yang mulia" ucapnya.
Ketika mendengar Xiao Lang menyebut kata "yang mulia" istrinya, Luo Li dan semua orang dari dimensi ketujuh langsung menyadari siapa disini tersebut, mereka kemudian beranjak dari tempat duduknya dan ikut berlutut seperti Xiao Lang.
"Hahahaha! Tidak perlu sungkan seperti itu, bukankah sudah aku katakan untuk menganggap istana ini sebagai rumah kalian sendiri?"
"Yang mulia, ka-kami tidak berani" jawab Xiao Lang.
Lin Feng yang semakin bingung akhirnya memutuskan untuk bertanya, "Siapa kau sebenarnya?"
"Apa kau sudah lupa padaku?" jawab sosok tersebut, kemudian mengubah wujudnya menjadi pria tua yang pernah Lin Feng temui dulu.
Lin Feng tersentak kaget, kemudian melakukan hal yang sama seperti Xiao Lang, "Maafkan hamba yang mulia" ucapnya.
Sementara itu, Dewi Nuwa dan semua orang dari dimensi pertama justru semakin kebingungan, apalagi saat melihat Lin Feng berlutut dan menundukkan kepalanya, yang menandakan bahwa sosok didepan mereka itu adalah sosok yang sangat dihormati olehnya.
"Kalian semua! Berlutut sekarang juga!" ujar Lin Feng.
"Sudahlah, kalian tidak perlu berlutut, dan kalian semua, silahkan bangkit dan duduk lagi di kursi kalian."
"Yang mulia, sangat tidak pantas jika kami duduk ditempat yang setara dengan yang mulia" sahut Xiao Lang.
"Bangkit dan duduk di kursi kalian!"
Tiba-tiba, tubuh mereka semua bergerak dengan sendirinya dan kembali duduk di kursi mereka masing-masing, walaupun mereka sudah berusaha menolak, namun tubuh mereka seperti tidak bisa mereka kendalikan.
"Nah, begini jauh lebih baik."
"Gege, siapa sebenarnya pria ini?" tanya Luo Ning bertanya melalui transmisi suara.
"Benar juga, aku belum memperkenalkan diri pada kalian" ujar sosok tersebut, kemudian berdiri dari tempat duduknya.
"Perkenalkan, aku adalah pencipta kalian!"
Semua orang gemetaran, jantung mereka berdetak dengan sangat cepat, keringat dingin mulai bercucuran, bahkan bulu kuduk mereka ikut berdiri ketika pria itu memperkenalkan dirinya.
Sebenarnya, mereka ingin bersujud saat itu juga, namun ada kekuatan dahsyat yang menahan mereka dan membuat mereka tidak bisa beranjak dari tempat duduknya.
"Ma-maafkan sikap lancang kami, yang mulia!"
"Hahahaha, sudahlah, aku tidak mempermasalahkan hal itu lagi."