Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-145. Amarah Xie Long


"Kalian sudah datang ke sini, jadi jangan harap bisa pergi begitu saja!"


"Apa lagi yang kau inginkan?" tanya Xie Long.


"Adikmu sudah menantang kami sebelum kau datang, dia juga sudah setuju dengan syarat yang kami ajukan."


Tatapan mata Xie Long langsung berubah, tangannya nampak gemetar menahan amarah yang sudah semakin membesar dalam dirinya, namun ia berusaha dengan keras untuk menahan amarahnya itu, karena jika tidak, akan ada hal buruk yang akan terjadi.


"Ling'er, apa yang dia katakan itu benar?" tanya Xie Long, nada suaranya terdengar berbeda dari sebelumnya, bahkan Xie Ling sampai tertegun dibuatnya.


"Ti-tidak, dia berbohong, aku belum menerima dan tidak akan menerima syarat seperti itu" jawab Xie Ling.


"Kau dengar itu? Adikku tidak menerima syarat kalian, jadi jangan pernah mengganggu kami lagi!"


"Kami tidak peduli, dia sudah datang dan menantang kami semua, itu artinya, dia setuju dengan syarat apapun yang kami ajukan!"


"Jika kalian menolak, maka jangan salahkan kami bila menggunakan cara yang kasar pada kalian berdua!"


Xie Long mengepalkan tangannya, amarah dalam dirinya benar-benar sudah hampir mencapai batas, jika bukan karena ia menahan amarahnya itu dengan sekuat tenaga, mungkin ia sudah menggila ditempat latihan tersebut.


Pemuda itu ataupun para murid yang ada di sana, memang belum melakukan apapun kepada Xie Ling, namun perkataan pemuda itu menandakan jika mereka memiliki niat jahat dan secara tidak langsung, mereka sudah menyakiti Xie Ling.


"Dengarkan aku baik-baik, biarkan kami pergi atau..."


"Atau apa? Apa kau mau menghajar kami semua?!" ujar salah seorang murid memotong ucapan Xie Long.


"Iya! Karena hanya itulah yang pantas diterima oleh sampah seperti kalian!" ujar Xie Long yang telah muncul di depan pemuda tersebut.


Disaat yang bersamaan, Xie Long juga melayangkan tendangan kearah pemuda itu dan berhasil mendarat di wajahnya, akibatnya, pemuda malang itu terlempar sejauh beberapa meter hingga menabrak dinding dibelakangnya.


Amarah yang ditahan oleh Xie Long akhirnya terlepas juga, ketenangan yang selalu ia tunjukkan selama ini, langsung lenyap saat itu juga dan digantikan oleh kemarahan yang sangat besar, bahkan ia yang sekarang terlihat seperti seseorang yang benar-benar berbeda.


Dengan santainya, Xie Long menghajar belasan murid yang menghalangi jalan mereka berdua, bahkan ia tidak memberikan kesempatan kepada para murid itu untuk menghindari serangannya, ataupun melakukan serangan balasan.


Mereka semua seperti samsak tinju yang diciptakan secara khusus untuk Xie Long, sehingga begitu mudah baginya untuk menghajar mereka semua tanpa menerima perlawanan sedikitpun, lagipula yang namanya samsak memang diciptakan untuk dipukul.


Tidak butuh waktu lama, hanya dalam hitungan detik saja, belasan murid sudah terkapar di lantai tempat tersebut, beruntung mereka hanya mengalami luka ringan, karena Xie Long masih mampu menahan kekuatannya, jika tidak, mungkin sudah ada yang mati karenanya.


"Cihh, jangan terlalu sombong bocah!"


Pemuda yang sebelumnya ditendang oleh Xie Long menjadi sangat kesal melihat teman-temannya yang telah terkapar di lantai, kemudian ia melesat maju dan langsung melancarkan serangan, namun semua serangan yang ia lancarkan tidak satupun yang berhasil mengenai Xie Long.


"Sial! Bocah ini jauh lebih hebat dari perkiraan ku" gumam pemuda tersebut sembari terus melancarkan serangan.


"Sebelumnya sudah aku peringatkan, tapi kau masih saja keras kepala, sekarang tidak akan ada lagi yang bisa menyelamatkan mu" ucap Xie Long, kemudian menghilang dari pandangan.


Sesaat kemudian, Xie Long telah muncul di belakang pemuda itu, lalu ia melayangkan tendangan dan berhasil mendarat di kepala pemuda tersebut. Untuk yang kedua kalinya, pemuda itu kembali dibuat terlempar sangat jauh karena tendangan Xie Long.


Akan tetapi, Xie Long yang masih belum puas kemudian menghilang lagi dari pandangan, lalu ia muncul kembali didekat pemuda yang kini telah terkapar di lantai, "Jangan salahkan aku bertindak kejam, tapi salahkan dirimu sendiri yang terlalu bodoh" ucapnya.


"Zilong, jangan lakukan itu!"


"Te-tetua, selamatkan aku, bocah ini sudah gila!" ujar pemuda tersebut.


"Zilong, dengarkan aku, turunkan tanganmu sekarang juga!"


Xie Long hanya diam seolah tidak mendengar perkataan tetua pertama, sementara pemuda yang terkapar di lantai, ia malah tersenyum sinis pada Xie Long seolah-olah dia sudah memenangkan pertarungan tersebut.


"Aku suka senyuman licik itu" ucap Xie Long kemudian mendaratkan tinjunya ke bagian perut pemuda itu.


Boom!


"Arkhhh!" Pemuda itu berteriak dengan kencang sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.


"Sudah aku katakan, tidak ada ada seorangpun yang bisa menyelamatkan mu" ucap Xie Long, kemudian menghampiri adiknya.


Setelah itu, Xie Long meraih tangan Xie Ling dan membawanya pergi meninggalkan tempat tersebut, ia bahkan tidak menghiraukan keberadaan tetua pertama yang ada di sana. Selain itu, tatapan matanya masih sangat tajam dan memancarkan aura yang mengerikan.


Sementara itu.


Tetua pertama ingin menghentikan Xie Long, namun perioritas utamanya saat ini adalah menyelamatkan para murid yang terluka, khususnya pemuda yang kultivasinya telah dihancurkan oleh Xie Long.


"Darimana dia belajar teknik ini?" gumam tetua pertama saat memeriksa keadaan pemuda tersebut.


"Kalian yang ada di sana, panggil bantuan dan bawa mereka ke kediaman tetua keempat untuk diobati."


"Baik, tetua!"


Setelah memberikan perintahnya, tetua pertama kemudian membawa pemuda di hadapannya itu ke aula pertemuan, karena menurutnya, masih ada kesempatan untuk menyelamatkan masa depan pemuda tersebut.


Setibanya di aula pertemuan, tetua pertama langsung menceritakan apa yang telah terjadi, ia juga meminta bantuan kepada Jin Feng Huang dan para tetua lainnya agar dapat menyelamatkan pemuda tersebut.


Tapi, setelah memeriksa keadaannya, baik para tetua ataupun Jin Feng Huang, mereka hanya bisa menghela napas panjang sembari menggelengkan kepalanya, karena sudah tidak mungkin lagi untuk menyelamatkan pemuda tersebut.


"Hah" tetua pertama juga menghela napas panjang, "Sayang sekali, padahal pemuda ini termasuk murid yang jenius" ucapnya.


"Mau bagaimana lagi, salahnya sendiri yang sudah membangunkan naga yang sedang tidur" sahut Jin Feng Huang.


"Yang pemimpin katakan memang benar, tapi aku sempat mencoba untuk menghentikan tindakan Zilong, hanya saja, dia seperti tidak menghiraukan ku sama sekali."


"Apa kau lupa dia itu anak siapa? Kalian semua tentu tahu bagaimana ayah mereka berdua, jika dia ingin membunuh seseorang, maka tidak akan ada yang bisa menghentikannya, termasuk Dewa sekalipun."


"Benar juga, aku bahkan sampai lupa siapa dia sebenarnya, tapi tetap saja, aku masih tidak menyangka jika dia yang selama ini terlihat sangat tenang ternyata memiliki sisi yang mengerikan" ucap tetua pertama.


"Justru orang seperti inilah yang lebih mengerikan, bahkan lebih mengerikan dari ayahnya sendiri" sahut Jin Feng Huang.