
Setelah mengambil pedang dan memberikan bayaran kepada Hong Jun, Lin Feng kemudian pergi meninggalkan tempat Hong Jun dan juga kota kekaisaran Song, dan karena urusannya di benua ke-lima telah selesai, Lin Feng kemudian memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya.
Tapi sebelum pergi meninggalkan dimensi ke lima, Lin Feng ingin menemui Shen Liu Yang terlebih dahulu, karena masih ada beberapa hal yang ingin dia tanyakan padanya, terutama mengenai para penguasa di setiap dimensi, karena menurut Shen Yao, Shen Liu Yang mengenal semua penguasa di berbagai dimensi.
Dunia Dewa.
"Shen Liu Yang, ada yang ingin aku minta darimu dan aku tidak menerima penolakan" ucap Lin Feng setelah tiba di istana Dewa.
"Hah" Shen Liu Yang menghela napas panjang, "Tidak bisakah kau menyapa seseorang sebelum mengatakan sesuatu? Dan dimana sopan-santun mu?"
"Aku tidak perlu bersikap sopan pada penguasa aneh sepertimu" sahut Lin Feng.
"Cihh, memangnya apa yang kau inginkan dariku?"
"Menurut Shen Yao, kau mengetahui para penguasa dari setiap dimensi di alam semesta ini, jadi aku ingin kau menceritakan tentang mereka semua padaku!"
"Tunggu, aku harus meralat itu" sahut Shen Liu Yang.
Kemudian, ia mengatakan jika dirinya tidak mengenal semua penguasa dari berbagai dimensi, melainkan hanya beberapa penguasa saja yang ia ketahui, dan itupun bukan benar-benar mengenal mereka, tapi hanya sekedar mengetahui nama serta sedikit informasi mengenai mereka.
"Hah" Lin Feng menghela napas panjang, "Sudah kuduga, sepertinya Shen Yao terlalu melebih-lebihkan ceritanya."
"Apa katamu?"
"Tidak ada" jawab Lin Feng, "Sekarang, ceritakan tentang mereka padaku."
"Tunggu dulu, sebelum aku menceritakan tentang mereka, aku ingin mengetahui alasanmu terlebih dahulu."
"Bukan urusanmu!"
Shen Liu Yang tersenyum kecut, dan ekspresi wajahnya menggambarkan dengan jelas kekesalan yang tengah ia rasakan saat ini, "Bukan urusanku? Lalu apa menurutmu aku mau ikut campur dengan urusanmu itu?"
"Jangan basa-basi lagi, kau mau menceritakan tentang mereka atau tidak?"
"Kalau aku tidak mau bagaimana?"
"Jika memang begitu, maka aku akan memaksamu!"
"Lakukan saja jika kau bisa!"
Suasana di aula singgasana yang semula tenang tiba-tiba berubah memanas, karena baik Lin Feng ataupun Shen Liu Yang, keduanya dengan sengaja melepaskan aura kekuatan mereka masing-masing, dan hal itu menyebabkan seluruh istana Dewa bergetar akibat benturan kekuatan yang dahsyat.
Sementara itu, para Dewa hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Lin Feng dan Shen Liu Yang. Bagaimana tidak, keduanya adalah Dewa dengan kekuatan yang sangat dahsyat, namun tingkah laku mereka benar-benar kekanak-kanakan, dan sangat keras kepala.
"Yang satunya sangat suka memprovokasi, sedangkan yang satunya lagi begitu mudah terprovokasi, entah apa jadinya jika mereka berada di satu tempat yang sama untuk waktu yang lama" ucap Dewa kehidupan.
"Yang pastinya tempat itu akan rata dengan tanah."
"Sudahlah, sebaiknya kita menengahi mereka, jika tidak, istana inilah yang akan rata dengan tanah."
Karena tidak ingin situasinya menjadi semakin memanas, para Dewa kemudian menjadi penengah agar tidak terjadi pertarungan antara mereka berdua. Selain itu, Dewa kehidupan juga menceritakan semua informasi yang ia ketahui mengenai para penguasa kepada Lin Feng, agar tidak ada lagi pertengkaran antara mereka.
"Sepertinya bawahan mu jauh lebih bijak" ucap Lin Feng.
"Tanpa kau suruh pun aku akan tetap pergi, lagipula aku juga tidak mau melihat wajahmu lagi" ucap Lin Feng, kemudian menghilang dari pandangan mereka semua.
***
"Entah sudah berapa lama aku pergi, mungkin sekarang anak-anakku sudah bertambah besar, apa mereka sudah bisa berjalan?"
Sembari melesat terbang melewati lorong dimensi ruang dan waktu, Lin Feng tak henti-hentinya memikirkan kedua anaknya, sempat terbesit dihatinya untuk kembali ke dimensi pertama untuk bertemu dengan kedua buah hatinya, namun niat itu ia kubur dalam-dalam, karena ia tidak ingin kembali sebelum misinya selesai.
Dan saat ini, Lin Feng tengah dalam perjalanan menuju ke dimensi yang selanjutnya, yaitu dimensi keempat. Awalnya ia ingin langsung pergi ke dimensi ke enam, namun karena sebelumnya ia langsung ke dimensi kelima, jadi ia tidak sempat memeriksa dimensi keempat dan juga dimensi ketiga.
Walaupun keberadaan Dewa Huo belum bisa dipastikan ada di kedua dimensi itu, tapi tidak menutup kemungkinan jika dia berada di sana atau pernah melewati kedua dimensi itu sebelumnya. Dan kalaupun Dewa Huo tidak ada di sana, setidaknya ia bisa mendapatkan informasi dari penguasa dimensi tersebut.
"Dewa Huo, jika aku menemukanmu, aku pasti akan menyiksamu sampai puas sebagai kompensasi karena telah membuatku terpisah dengan keluargaku" gumam Lin Feng.
***
Dimensi kesembilan.
"Hormat kepada yang mulia penguasa."
"Siapa kau dan apa tujuanmu datang ke sini?"
"Yang mulia, nama hamba Huo, tujuan hamba datang kemari untuk meminta bantuan dari yang mulia penguasa."
Setelah berhasil melarikan diri dari penjara istana bintang di dimensi ketujuh, Dewa Huo kemudian pergi menuju ke dimensi kesembilan, dan sama seperti sebelumnya, ia juga dicegat oleh salah seorang Dewa yang berasal dari dimensi tersebut.
Akan tetapi, kedatangan Dewa Huo kali tidak sama seperti sebelumnya, dimana ia datang tanpa persiapan apapun, dan kali ini, ia sudah menyiapkan sebuah rencana yang menurutnya tidak akan mungkin gagal, apalagi kekuatannya sekarang telah pulih, jadi ia sangat yakin jika rencananya akan berjalan dengan mulus.
"Bantuan apa yang kau inginkan dariku?" tanya Shen Guoshi, penguasa dimensi kesembilan.
Lagi-lagi, Dewa Huo menceritakan hal yang sama seperti sebelumnya, dan tentunya, tidak lupa pula ia melebih-lebihkan ceritanya itu agar penguasa dimensi kesembilan percaya bahwa Lin Feng adalah orang yang patut untuk dimusnahkan.
"Hahaha" Shen Guoshi tiba-tiba tertawa setelah mendengar cerita Dewa Huo, "Apa kau pikir aku ini anak kecil yang mudah dibohongi? Dewa Huo, jika kau ingin berbohong, kau salah memilih orang" ucap Shen Guoshi.
Dewa Huo mengerutkan alisnya, ia tidak pernah menyangka jika penguasa dimensi kesembilan akan mengetahui rencananya, "Maaf yang mulia, hamba tidak bermaksud untuk membohongi yang mulia" karena niatnya sudah diketahui, Dewa Huo hanya bisa merendahkan dirinya sendiri untuk menghindari masalah.
"Katakan padaku apa tujuanmu yang sebenarnya, mungkin dengan begitu aku bisa mempertimbangkan untuk mengampuni nyawamu" ucap Shen Guoshi.
Dewa Huo menundukkan kepalanya, ia benar-benar tidak menyangka bahwa rencana yang telah ia susun dengan sangat rapi ternyata malah gagal, bahkan rencana itu telah gagal sebelum dijalankan. Dan dengan situasi saat ini, hanya ada dua pilihan yang bisa ia ambil.
Pertama, ia terpaksa harus jujur dengan menjelaskan semua rencananya, kedua dia harus melawan Shen Guoshi, tapi dengan kekuatannya saat ini, rasanya mustahil dia bisa melawan Shen Guoshi, terlebih lagi kekuatan Shen Guoshi sangatlah misterius, bahkan Dewa Huo sendiri tidak bisa melihat tingkatan kekuatannya.
"Jangan khawatir, asalkan kau mau jujur, aku berjanji tidak akan melakukan apapun padamu, karena aku hanya ingin mendengar rencana mu saja."
"Apa yang mulia bisa memegang ucapan?"
"Hahaha, Dewa Huo, aku adalah Shen Guoshi, selama hidupku aku tidak pernah mengingkari apa yang sudah aku katakan."
"Selain itu, membunuhmu hanya akan mengotori tanganku saja."
Karena melihat kejujuran dalam ucapan Shen Guoshi, Dewa Huo kemudian memutuskan untuk menjelaskan rencananya, "Baiklah, hamba akan menceritakan semuanya" ucapnya.