Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-44. Lin Feng Vs Xiao Lang (1)


Istana Dewa Bintang.


"Ibu mau kemana?" tanya Xiao Lien saat melihat ibunya yang terburu-buru keluar dari istana.


"Lien'er, ayahmu sedang bertarung dengan musuh yang sangat kuat, ibu ingin ke sana untuk membantunya" jawab Luo Li.


"Apa? Ibu, aku juga akan pergi ke sana, aku tidak ingin ayah bertarung sendirian."


"Aku juga ingin membantu ayah" sahut Xiao Ling Yun.


Luo Li mengangguk pelan, "Baiklah, mari kita ke sana" ucapnya, kemudian mereka bertiga pergi ketempat pertarungan.


Sejak awal, Luo Li juga sudah menyadari kemunculan Lin Feng di dimensi ketujuh ini, namun karena ada Shen Long dan yang lainnya, ia tidak terlalu menghiraukan hal itu, karena menurutnya, Shen Long dan yang lainnya pasti mampu menangani masalah itu dengan mudah.


Namun, kekhawatiran mulai melanda dirinya tak kala Shen Long meminta bantuan ke istana Bintang, lalu, kekhawatiran itu malah semakin bertambah ketika melihat teknik yang digunakan oleh Lin Feng, dan jika bukan karena suaminya, mungkin Shen Long dan yang lainnya telah tergeletak tak bernyawa ditempat itu.


Meski suaminya telah berada di sana, tapi rasa khawatir itu masih belum berkurang sedikitpun, hingga akhirnya, dia meminta Shen Guang Ming menyusul ke tempat itu untuk membantu suaminya, tapi lagi-lagi, rasa khawatir itu malah semakin besar ketika melihat pertarungan antara Lin Feng dan sembilan Dewa.


Oleh sebab itu, Luo Li memutuskan untuk datang ke sana, walaupun Xiao Lang tidak akan mengizinkan dirinya untuk ikut bertarung, setidaknya, kehadirannya di sana dapat membantu sang suami, walaupun hanya sedikit, dan ia yakin, semakin banyak orang yang membantu, maka akan semakin mudah untuk menundukkan Lin Feng.


***


Wushh!


Dhuaarrr!


Dhuaarrr!


Suara ledakan terus terdengar di udara mengiringi dua kilatan cahaya yang melesat dengan kecepatan tinggi. Sesaat, kedua kilatan cahaya itu nampak saling menjauh, namun sesaat kemudian, keduanya kembali beradu dan menciptakan ledakan yang dahsyat.


Dua kilatan cahaya yang terus melesat keberbagai arah itu tidak lain adalah Lin Feng dan Xiao Lang yang tengah bertarung. Kilatan cahaya merah kehitaman berasal dari aura kekuatan yang dilepaskan oleh Lin Feng, sedangkan kilatan cahaya berwarna keemasan berasal dari aura kekuatan milik Xiao Lang.


Wushh!


Dhuaarrr!


Suara ledakan kembali terdengar di udara ketika kedua kilatan cahaya itu saling beradu, namun berbeda dari sebelumnya dimana keduanya terus melesat tanpa henti, kali ini kedua kilatan cahaya itu nampak terpental cukup jauh akibat dampak dari gelombang kejut yang tercipta.


"Hahaha, pertarungan seperti inilah yang selalu aku inginkan, walaupun harus terluka parah, tapi aku tidak akan pernah menyesal karena telah menantang mu" ucap Lin Feng.


"Kau terlalu percaya diri dan begitu sombong, tapi tidak masalah, karena aku juga menikmati pertarungan ini" sahut Xiao Lang, kemudian ia melepaskan kekuatan darah Naga Azure dan membuat seluruh tubuhnya diselimuti oleh zirah berwarna biru.


"Darah naga, sepertinya kita memiliki beberapa kesamaan"


Lin Feng juga melakukan hal yang sama, namun hanya kedua lengannya saja yang diselimuti oleh armor yang memancarkan aura kekuatan yang dingin. Pada saat yang bersamaan, di dahi Lin Feng muncul sebuah tanda berbentuk seperti bola api yang digabungkan dengan es.


"Asura! Apa kau Asura?"


Alis Lin Feng mengerut ketika mendengar pertanyaan Xiao Lang, ia benar-benar tidak menyangka jika penguasa dimensi ketujuh mengetahui tentang identitasnya yang merupakan Dewa Asura, meski begitu, ia tidak terlalu menghiraukan hal tersebut, karena yang terpenting baginya adalah pertarungan yang akan ia hadapi setelah ini.


"Jawab aku! Apa kau Dewa Asura?" tanya Xiao Lang.


Lin Feng tersenyum, kemudian menghilang dari pandangan Xiao Lang, sesaat kemudian, ia telah muncul lagi tepat di hadapan Xiao Lang sembari menebaskan pedangnya, namun berhasil ditahan oleh Xiao Lang dengan tombaknya. Bersamaan dengan itu, Lin Feng juga melancarkan sebuah pukulan dengan tangan kirinya, tapi lagi-lagi berhasil ditahan oleh Xiao Lang.


"Asura, ada yang ingin aku bicarakan denganmu" ucap Xiao Lang.


"Selesaikan dulu pertarungan ini!"


"Sesuai keinginanmu!"


Wushh!


Keduanya melepaskan aura kekuatannya masing-masing, lalu mereka menghilang dari pandangan semua orang yang ada di sana, dan karena gerakan mereka berdua yang sangat cepat, sulit bagi Shen Long dan yang lainnya untuk bisa mengikuti ataupun melihat pergerakan mereka berdua.


Dhuaarrr!


Dhuaarrr!


Suara ledakan kembali terdengar di udara mengiringi pertarungan dahsyat antara Lin Feng dan Xiao Lang. Benturan kekuatan yang sangat dahsyat membuat tempat itu bergetar, bahkan orang-orang yang menyaksikan pertarungan itu dapat merasakan tekanan intimidasi yang sangat besar ditubuhnya.


"Asura, dengarkan aku, Dewa Huo memang sempat datang ke sini dan aku juga pernah menahannya, tapi sekarang dia telah melarikan diri" ucap Xiao Lang disela-sela pertarungan.


"Melarikan diri? Apa kau tahu kemana dia pergi?"


"Aku tidak tahu, kami semua sedang berusaha mencarinya, dan inilah yang membuat pasukan ku salah paham padamu" jawab Xiao Lang.


"Aku tidak peduli! Mereka sudah berani menyerang ku lebih dulu, jadi aku harus membalas perbuatan mereka" sahut Lin Feng.


"Aku meminta maaf, ini semua terjadi karena kesalahanku."


"Aku akan memaafkan mu jika kau berhasil mengalahkan ku, itupun kalau kau mampu!"


"Baiklah, jangan salahkan aku!" ujar Xiao Lang.


Sebenarnya Xiao Lang tidak ingin memperpanjang masalah ini, namun karena Lin Feng yang sangat keras kepala, iapun hanya bisa meladeninya bertarung sampai puas, lagipula, ia bisa merasakan tidak ada niat membunuh dalam setiap serangan Lin Feng, yang artinya Lin Feng hanya ingin bertarung saja.


Meskipun begitu, Xiao Lang tetap harus melawannya dengan serius, karena Lin Feng bukanlah Dewa yang bisa ia remehkan begitu saja, apalagi setelah mengetahui identitas Lin Feng sebagai Dewa Asura. Dan setidaknya, ia harus melayani Lin Feng bertarung sampai benar-benar puas.


Tapi, kapan rasa puasnya itu akan tiba tidak ada seorangpun yang tahu, karena Lin Feng sendiri tidak pernah merasa puas untuk bertarung, apalagi jika rasa haus akan darah muncul, bisa dipastikan ia tidak akan pernah puas sampai rasa haus itu terlampiaskan, atau setidaknya sampai semua musuhnya mati dengan mengenaskan.


Disaat yang bersamaan.


"Shen Long, kenapa kalian diam saja?" tanya Luo Li yang baru saja sampai di sana bersama kedua anaknya.


"Yang mulia melarang kami untuk ikut campur" jawab Shen Long.


"Walaupun dia melarang, setidaknya kalian harus membantunya secara diam-diam, bagaimanapun juga, dia adalah raja kalian, bagaimana bisa kalian membiarkan raja kalian bertarung sendirian?"


"Tapi..."


"Aku tidak ingin mendengar alasan apapun, kalian harus membantunya sekarang juga!" ujar Luo Li.


Shen Long dan yang lainnya benar-benar bingung, di satu sisi, mereka tidak bisa ikut campur karena Xiao Lang melarang mereka, tapi disisi lain, mereka tidak bisa mengabaikan perintah Luo Li begitu saja, karena ada resiko yang akan mereka dapatkan jika mengabaikan perintahnya.


"Baiklah, kami akan membantu yang mulia" sahut Shen Long yang akhirnya memutuskan untuk menuruti perkataan Luo Li, lagipula ia masih sangat kesal pada Lin Feng yang telah menghina dirinya.