Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-132. Memilih guru


Dimensi pertama.


Beberapa hari telah berlalu sejak acara penerimaan murid baru sekte Phoenix Emas diadakan, dan saat ini, para murid baru itu sudah resmi menjadi bagian dari sekte, bahkan mereka sudah mulai melakukan berbagai macam kegiatan sekte.


Lalu, dari pertandingan yang diadakan sebelumnya, Lin Xie Ling berhasil meraih posisi pertama dan menjadi murid baru terkuat sekte Phoenix Emas, sedangkan posisi kedua diisi oleh sang kakak, Lin Xie Long, itupun karena ia sengaja mengalah saat bertarung dengan adiknya itu.


Kabar mengenai kehebatan dua anak misterius itu menyebar dengan sangat cepat, bahkan berita itu sudah terdengar sampai ke telinga kaisar Feng, tidak hanya itu saja, berita mengenai kehebatan mereka juga sudah terdengar sampai ke sekte besar lainnya.


Kemunculan dua jenis misterius ini tentu menimbulkan banyak tanda tanya, khususnya pertanyaan mengenai identitas mereka yang sebenarnya, namun sampai sekarang, belum ada yang mengetahui darimana kedua jenius ini berasal, kecuali beberapa orang yang memang memiliki hubungan dengan mereka.


Sekte Phoenix Emas.


"Lin Feng, apa kau sudah memikirkan siapa yang akan menjadi guru dari anak-anakmu?" tanya Jin Feng Huang.


"Mereka sudah besar, jadi biarlah mereka sendiri yang menentukan jalannya, dan tugasku sekarang hanyalah mengawasi mereka agar tidak salah dalam memilih" jawab Lin Feng.


"Benarkah? Berarti, tidak masalah jika salah satu dari kami yang menjadi guru mereka?"


"Tentu saja, itupun kalau mereka mau dan menerima kalian tanpa adanya paksaan."


"Hahaha, kalau begitu aku akan menemui mereka sekarang juga!" ujar Jin Feng Huang, kemudian beranjak dari kursinya.


"Pemimpin, Anda tidak bisa gegabah seperti ini, apa Anda lupa kalau kami juga menginginkan hal yang sama?"


"Aku tidak peduli, yang penting mereka bisa menjadi murid ku!"


"Baiklah, kita lihat saja siapa yang akan mereka pilih!"


Setelah itu, mereka pergi menuju ke kediaman khusus milik Xie Long dan Xie Ling, mereka bahkan tidak menghiraukan keberadaan Lin Feng ataupun tetua Liu Changhai yang masih berada di sana.


"Hah" Liu Changhai menghela napas panjang, "Feng'er, apa tidak apa-apa membiarkan mereka seperti itu?"


"Tidak apa-apa, guru, lagipula mereka tidak mungkin menimbulkan keributan" jawab Lin Feng.


"Tapi kenapa guru masih ada di sini? Apa guru tidak ingin mengangkat kedua anakku menjadi murid guru?"


"Tentu aku ingin, bahkan sangat ingin menjadikan mereka sebagai murid ku, tapi... aku sudah memiliki murid yang luar biasa dan sampai kapanpun, posisinya tidak akan tergantikan oleh orang lain" jawab tetua Liu Changhai.


"Terima kasih, guru!"


Sementara itu.


Kediaman yang disediakan secara khusus untuk Xie Ling dan Xie Long mendadak ramai, kedatangan pemimpin serta para tetua sekte ke sana, mendatangkan rasa penasaran bagi murid-murid yang lain, sehingga mereka beramai-ramai mendatangi kediaman tersebut untuk mengetahui apa yang terjadi.


Setelah mendengar obrolan sekaligus perdebatan pemimpin dan para tetua, murid-murid sekte yang ada di sana akhirnya mengetahui apa tujuan pemimpin dan para tetua sekte datang ke kediaman si kembar, yaitu untuk memperebutkan saudara kembar itu.


Kejadian ini sontak membuat para murid menjadi sangat antusias, karena sebelumnya, peristiwa semacam ini belum pernah terjadi, bahkan Lin Feng sang murid terbaik di sekte Phoenix Emas, juga tidak menimbulkan hal seperti sekarang saat ia masuk dahulu.


"Lihatlah, kedua bocah itu sudah mulai besar kepala, hanya karena mereka diperebutkan oleh pemimpin dan tetua sekte, mereka sampai mengabaikan keberadaan kita."


"Kau benar, aku saja sudah melakukan berbagai macam usaha untuk menjadi murid salah satu tetua, tapi usahaku tidak pernah membuahkan hasil apapun."


"Sudahlah, mereka memang pantas mendapatkan perhatian itu, karena keduanya adalah anak yang jenius."


"Jenius apanya? Satu-satunya jenius yang tidak tertandingi adalah senior Lin, lalu di bawahnya ada Sun Xiang dan Xiao Liang. Jika kedua bocah ini mampu melampaui tiga orang itu, barulah pantas disebut jenius!"


"Kau ini ada-ada saja, bagaimana mungkin anak berumur dua belas tahun bisa menandingi kehebatan senior Lin?"


"Itu benar! Senior Lin memang tidak memiliki bandingan di dunia ini dan tidak pantas dibandingkan dengan siapapun."


Disisi lain.


Perdebatan antara pemimpin dan para tetua sekte masih terus berlanjut, mereka semua benar-benar keras kepala dan tidak ada seorangpun yang ingin mengalah, bahkan mereka sampai menjanjikan berbagai macam hal jika si kembar mau menjadi muridnya.


"Pemimpin, para tetua sekalian, maaf jika aku lancang, tapi kami berdua baru saja masuk ke sekte ini, jadi tidak pantas rasanya jika kami langsung menerima kehormatan seperti ini" ucap Xie Long.


"Tidak nak, kalian justru sangat pantas mendapatkannya, karena kalian berdua adalah jenius yang jarang muncul di dunia kultivator" sahut Jin Feng Huang.


"Itu benar, dan aku yakin kalian akan mengikuti jejak ay... maksudku tetua agung." ucap tetua kedua yang hampir saja membocorkan identitas mereka berdua.


"Zilong, Ziling, dengarkan aku, kalian berdua memiliki bakat yang tinggi, jadi sangat disayangkan jika kalian tidak memiliki seorang guru" tetua keempat menambahkan.


Xie Long diam sejenak sembari memikirkan perkataan mereka, "Baiklah, kami akan memilih siapa yang akan menjadi guru kami, tapi kami butuh waktu untuk memikirkannya."


"Tidak masalah! Gunakan waktu sebanyak mungkin untuk berpikir, setelah kalian siap datanglah ke aula pertemuan" sahut Jin Feng Huang.


Setelah setuju dengan keinginan Xie Long, Jin Feng Huang berserta para tetua sekte kemudian meninggalkan kediaman mereka, begitupun dengan para murid yang sebelumnya berkumpul di sana, namun tidak semuanya pergi dengan raut wajah yang senang.


Bahkan, beberapa murid senior langsung menunjukkan permusuhannya secara terang-terangan kepada mereka berdua, tapi hal itu tidak membuat keduanya gentar sedikitpun, karena bagaimanapun juga, mereka sudah memegang teguh prinsip yang ditanamkan oleh Lin Feng sejak mereka kecil.


"Jangan takut untuk melangkah selagi berada di jalan yang benar, jika ada yang tidak suka, jangan pernah mundur ataupun berubah arah, teruslah maju dan hadapi apapun yang menghalangi jalan kalian."


Kata-kata inilah yang selalu terngiang dibenak mereka berdua, oleh sebab itu, setelah memutuskan untuk melangkah maju, mereka berdua tidak akan pernah mundur walaupun hanya satu langkah, karena mereka diajari oleh Lin Feng untuk menghadapi masalah dan bukannya menghindari masalah.


"Kakak, siapa yang akan kita pilih?" tanya Xie Ling setelah mereka masuk ke kediamannya.


Xie Long menggelengkan kepalanya, "Keputusan ini tidak bisa kita ambil sendiri, kita membutuhkan saran dari ayah dan ibu, atau setidaknya saran dari paman Huise dan yang lainnya."


"Bagaimana kalau ayah saja?"


"Hah" Xie Long menghela napas panjang, "Aku tidak yakin apakah ayah mau membantu atau tidak" ucapnya.


"Kakak tenang saja, jika aku yang bicara, ayah pasti akan membantu" ujar Xie Ling.