
Waktu terus bergulir dengan sangat cepat dan pertarungan Lin Feng melawan Dewa Huo juga masih terus berlanjut, namun perbedaan kekuatan diantara keduanya sudah mulai terlihat dengan jelas, bahkan Lin Feng sudah sering kali terkena serangan dari Dewa Huo.
Meski begitu, serangan yang dilakukan oleh Lin Feng bukannya tidak membuahkan hasil apapun, justru setiap serangan yang ia lancarkan juga berhasil mengenai Dewa Huo, hanya saja, dampak dari serangannya itu tidaklah terlalu besar bagi Dewa Huo.
"Asura, apa hanya ini saja kekuatanmu? Bahkan gigitan seekor semut jauh lebih sakit daripada serangan mu" ucap Dewa Huo.
Lin Feng tidak menghiraukan kalimat provokasi yang dilontarkan oleh Dewa Huo, ia masih terus berusaha untuk melakukan serangan sembari mencari titik lemah Dewa Huo. Hanya saja, sejak pertarungan mereka dimulai, Lin Feng masih belum berhasil dimana titik lemah Dewa Huo berada.
Selain itu, ada satu alasan kuat yang membuat Lin Feng belum mau membuka segel yang mengekang kekuatannya secara sempurna, yaitu, Lin Feng ingin mengetahui seberapa besar kekuatan yang dimiliki oleh Dewa Huo sekarang, karena ia sendiri bisa merasakan jika Dewa Huo belum mengerahkan kekuatan penuhnya.
Wushh!
Dhuaarrr!
Satu lagi serangan Dewa Huo berhasil mendarat ditubuh Lin Feng hingga membuatnya terlempar hingga muntah darah, namun luka yang ia terima akibat serangan itu langsung disembuhkan oleh kekuatan api emas, sehingga ia bisa bertarung tanpa memikirkan luka-luka yang dideritanya.
Disisi lain.
Dewa Huo juga mulai jengkel dan kesal dengan sikap Lin Feng yang tidak mau mengerahkan semua kekuatannya, bahkan Dewa Huo mulai berpikir jika Lin Feng sedang merendahkan dirinya dengan tidak mengerahkan semua kekuatannya saat bertarung dengan dirinya.
"Asura! Berhentilah bersikap sombong dan hadapi aku dengan serius!" ujar Dewa Huo.
"Serius? Aku rasa itu tidak perlu dilakukan, karena untuk mengalahkan mu, aku tidak perlu mengerahkan kekuatan penuh" sahut Lin Feng memprovokasi.
"Kau..."
"Kenapa? Apa kau tidak percaya dengan ucapan ku?"
"Asura, kesombongan mu ini benar-benar membuatku muak!"
Wushh!
Dewa Huo melepaskan seluruh kekuatannya, aura yang sangat dahsyat keluar dari tubuhnya dan menyebar keberbagai arah, disaat yang sama, tekanan intimidasi yang sangat luar biasa juga ikut muncul bersamaan dengan terpaan aura kekuatan tersebut.
Bahkan, tekanan intimidasi itu sampai bisa dirasakan oleh pasukan yang sedang berperang, begitu juga dengan Lin Feng dan Ziran yang masih bertarung, padahal jarak mereka dengan tempat Dewa Huo berada sudah sangat jauh.
Sama halnya dengan mereka semua, Lin Feng yang berada dalam jarak yang tidak terlalu jauh dari Dewa Huo, juga bisa merasakan penindasan ditubuhnya, bahkan Lin Feng merasa tubuhnya seperti ditimpa oleh gunung yang sangat besar.
"Hahahaha" Dewa Huo tertawa lantang, "Rasakan lah, ini adalah kekuatan mutlak yang dimiliki oleh seorang penguasa yang sesungguhnya!"
Ditengah tekanan intimidasi yang menindas tubuhnya, Lin Feng masih bisa tersenyum remeh pada Dewa Huo, seolah-olah tekanan intimidasi itu tidaklah berarti apa-apa baginya.
"Hanya ini saja?"
Dewa Huo mengarahkan tatapan tajam pada Lin Feng, kemarahan dan kebencian yang sangat besar nampak terukir dengan sangat jelas di raut wajahnya, "Lin Feng, aku akan membuatmu merasakan murkanya seorang penguasa!"
Setelah menyelesaikan kalimatnya, Dewa Huo mendadak menghilang dari pandangan, detik berikutnya, ia sudah berada didepan Lin Feng seraya melayangkan tinjunya dan berhasil mendarat tepat di dada Lin Feng.
Wushh!
Dhuaarrr!
Serangan kedua Dewa Huo juga berhasil mendarat ditubuh Lin Feng, akibatnya, Lin Feng kembali terlempar dan menghantam tanah dengan keras hingga menyebabkan ledakan dahsyat, dan sesaat setelah tubuhnya mendarat di tanah, serangan ketiga Dewa Huo kembali mendarat ditubuhnya.
"Hahahaha! Apa kau merasakannya? Inilah kekuatan seorang penguasa yang sebenarnya!" ujar Dewa Huo.
"Benar sekali, aku sudah melihatnya dengan jelas" sahut Lin Feng yang telah muncul tidak jauh dari Dewa Huo.
Dewa Huo sangat kaget saat mendengar suara Lin Feng berasal dari belakangnya, dan benar saja, saat ia berbalik, Lin Feng benar-benar ada di sana, "Kenapa kau bisa ada di sini?"
Karena bingung dan penasaran, Dewa Huo kemudian mengarahkan pandangannya ke tanah, tepatnya kearah Lin Feng terjatuh sebelumnya, dan betapa terkejutnya Dewa Huo saat melihat tubuh Lin Feng yang tadi ia serang berubah menjadi bayangan hitam.
"Bayangan?"
Dewa Huo benar-benar dibuat kebingungan dengan apa yang sedang terjadi, ia benar-benar tidak menyangka jika yang ia hadapi sejak tadi hanyalah bayangan saja, padahal, ia tidak merasakan apapun saat berhadapan dengan Lin Feng sebelumnya.
Disisi lain.
Dewi Nuwa juga tak kalah bingungnya dengan Dewa Huo, karena sebelumnya, ia juga tidak merasakan apapun saat bersama Lin Feng, bahkan ia tidak pernah menyangka jika Lin Feng yang berhadapan dengan Dewa Huo adalah bayangannya saja.
"Luo Ning, apa kau sudah menyadari semua ini sejak awal?" tanya Dewi Nuwa.
Luo Ning mengangguk pelan, "Semua ini sudah direncanakan oleh Gege sebelum peperangan dimulai" jawab Luo Ning.
"Tapi kapan Lin Feng berganti dengan bayangannya? Dan, kenapa aku tidak menyadarinya?"
"Saat kita berangkat ke sini, saat itulah Gege berganti dengan bayangannya."
Dewi Nuwa tersenyum sembari menggelengkan kepalanya, "Rencana Lin Feng benar-benar matang, bahkan aku sendiri sampai tidak menyadari rencananya ini."
"Pantas saja sejak tadi kau terlihat begitu santai dan tenang-tenang saja."
"Maafkan suamiku, yang mulia. Tapi semua ini ia rencanakan untuk mengetahui kekuatan Dewa Huo yang sebenarnya" ucap Luo Ning.
"Tidak masalah, karena aku percaya pada keputusan suamimu itu" sahut Dewi Nuwa.
Sementara itu.
Meski sempat merasa bingung dengan apa yang terjadi, namun Dewa Huo berhasil mengendalikan dirinya dan lebih memilih untuk melupakan hal itu, hanya saja, ia masih tidak percaya jika dirinya berhasil dikelabui oleh Lin Feng, atau lebih tepatnya, dia benar-benar masuk dalam jebakan Lin Feng.
"Tidak disangka, Dewa Asura yang agung ternyata memiliki rencana licik seperti ini" ucap Dewa Huo.
"Dalam pertarungan apapun bisa terjadi, termasuk menggunakan cara yang licik, bukankah kata-kata itu yang kau ucapkan sebelumnya?" Lin Feng dengan sengaja mengembalikan ucapan Dewa Huo sebelumnya.
"Hahahaha, kau memang benar! Tapi tetap saja percuma, karena kau tidak akan bisa mengalahkan aku!" ujar Dewa Huo, kemudian melesat terbang dengan kecepatan tinggi dan langsung menyerang Lin Feng.