
Dimensi kesembilan.
Fenomena yang sama tentunya juga terjadi di dimensi kesembilan, yaitu dimensi tempat Dewa Huo berada dan mendapatkan perlindungan dari penguasanya. Dan sama halnya dengan para penguasa yang lain, Shen Guoshi juga dibuat kebingungan oleh fenomena aneh tersebut.
"Dewa Huo, apa kau mengetahui darimana dua kekuatan ini berasal?"
Dewa Huo mengangguk pelan, kemudian menjelaskan bahwa salah satu petir yang menyambar itu adalah kekuatan petir surga yang berasal dari dimensi pertama, Dewa Huo juga mengatakan bahwa kekuatan itu hanya dimiliki oleh satu orang saja, yaitu seseorang yang merupakan musuh utama bagi mereka berdua.
"Jika kekuatan ini berasal dari dimensi pertama, lalu kenapa bisa sampai di sini?" tanya Shen Guoshi.
"Itulah yang tidak hamba mengerti, yang mulia" jawab Dewa Huo.
"Lalu, bagaimana dengan petir yang satunya lagi?"
"Hamba juga tidak mengetahuinya, yang mulia, mungkin saja kekuatan itu adalah milik penguasa dimensi lain yang tidak kita ketahui."
"Sudahlah, tidak penting siapa yang memiliki kekuatan itu, yang jelas, aku akan tetap menjalankan rencana ku untuk menguasai alam semesta!"
"Yang mulia, ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan kepada yang mulia, dan ini berkaitan dengan rencana yang mulia untuk menguasai semesta" ucap Dewa Huo.
"Katakan!"
Dewa Huo kemudian menjelaskan siapa Lin Feng yang sebenarnya, ia juga menyarankan Shen Guoshi untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap Lin Feng, karena Lin Feng memiliki potensi untuk menghancurkan rencana mereka, terlebih lagi dia adalah Dewa yang sangat kuat, jadi tidak menutup kemungkinan jika Lin Feng lah yang akan menjadi musuh utama mereka nantinya.
"Sepertinya kau terlalu melebih-lebihkan pemuda itu, bagaimana mungkin dia yang bukan seorang penguasa mampu mengacaukan rencana kita?"
"Yang mulia, dia memang bukan seorang penguasa, tapi bukan berarti kekuatannya lebih lemah dari seorang penguasa."
"Baiklah, lalu apa kau punya saran untuk itu?"
Dewa Huo tersenyum licik, "Aku memiliki saran yang mungkin saja akan sangat membantu kita dalam menjalankan rencana ini."
"Benarkah? Coba jelaskan rencana seperti apa yang kau maksud itu."
Setelah itu, Dewa Huo menjelaskan jika dirinya berencana untuk menyerang dimensi pertama, yaitu dimensi tempat dirinya dan Lin Feng berasal. Namun, penyerangan yang akan mereka lakukan itu hanyalah sebuah pengalihan belaka, karena tujuan mereka yang sebenarnya adalah menculik kedua anak Lin Feng.
Awalnya Shen Guoshi sempat keberatan dengan rencana tersebut, karena menurutnya, menculik anak-anak Lin Feng hanya akan membuang-buang waktu saja. Tapi, setelah Dewa Huo menjelaskan bahwa satu-satunya kelemahan Lin Feng adalah kedua anaknya, barulah Shen Guoshi setuju untuk menjalankannya.
"Dengan kedua anak Lin Feng ditangan kita, maka kita bisa menguasai alam semesta tanpa mengerahkan tenaga" ucap Dewa Huo.
"Maksudmu?"
"Yang mulia, Lin Feng adalah sosok yang sangat kuat, dan demi melindungi keluarganya, dia pasti akan melakukan apapun, termasuk menyerang semua dimensi."
"Hahaha, baiklah! Kalau begitu aku akan menuruti saran mu ini."
"Terima kasih, yang mulia!"
***
Dimensi ketujuh.
"Yang mulia, dimana ini?" tanya Xiao Lang.
"Ini adalah dimensi ciptaan ku sendiri dan alasan kenapa aku membawa kalian ke sini adalah untuk menyampaikan sesuatu pada kalian berdua" jawab sang Maha Dewa.
"Apa yang ingin kau sampaikan sampai harus membawa kami ke sini?" tanya Lin Feng.
Maha Dewa tidak menjawab pertanyaan Lin Feng, ia kemudian membentuk segel dengan kedua tangannya, lalu setelah itu, di hadapan mereka bertiga muncul sebuah lorong dimensi yang tidak terlalu besar. Kemudian, Maha Dewa memasukkan tangannya kedalam lorong tersebut dan saat ia mengeluarkan tangannya, dia sudah membawa sebuah buku ditangannya.
"Ini adalah buku yang ditinggalkan oleh para leluhur, di dalamnya terdapat semua informasi mengenai alam semesta, dan ada satu informasi penting yang harus kalian ketahui" ucap Maha Dewa, kemudian menyerahkan buku itu kepada Lin Feng dan Xiao Lang.
"Kenapa tidak bisa dibuka?" tanya Xiao Lang.
"Buku ini bukanlah buku biasa, dan untuk membukanya, kalian harus menyalurkan energi kalian kedalamnya, jika buku ini mengakui kalian sebagai penguasa, maka dia akan terbuka dengan sendirinya."
Xiao Lang dan Lin Feng saling berpandangan, kemudian mereka mengangguk pelan, lalu setelah itu, keduanya menyalurkan energi mereka kedalam buku tersebut. Dan benar saja, tidak lama kemudian, buku tersebut benar-benar terbuka, yang artinya buku itu mengakui bahwa mereka berdua adalah seorang penguasa.
Ketika buku itu terbuka, Xiao Lang dan Lin Feng langsung membaca catatan yang tertera di sana. Dalam catatan itu, terdapat sebuah gambaran mengenai apa yang akan terjadi di masa depan nanti jika dua penguasa yang ditakdirkan menyatukan kekuatan mereka melalui sebuah ikatan darah.
Namun, keduanya nampak kaget ketika membaca catatan mengenai kehancuran yang mungkin saja akan terjadi di masa depan nanti, dan yang lebih mengejutkan mereka adalah, penyebab dari kehancuran tersebut bukanlah pihak yang berada disisi kegelapan, melainkan dua penguasa yang ditakdirkan itu sendiri.
"Apa maksudnya ini?" tanya Lin Feng.
"Lin Feng, Xiao Lang, kalian berdua adalah penguasa yang ditakdirkan itu, dan kalian baru saja melakukan ikatan darah, yang artinya, suatu saat nanti kalian bisa saja menjadi penyebab kehancuran alam semesta ini" jelas Maha Dewa.
"Ini tidak mungkin! Aku rela mengorbankan nyawaku demi melindungi alam semesta, dan mustahil aku akan menghancurkan alam semesta dengan tanganku sendiri" sahut Xiao Lang.
"Itulah yang aku harapkan, tapi tidak ada seorangpun yang mengetahui jalannya sebuah takdir, baik itu aku, kalian berdua, ataupun orang lainnya."
"Takdir, lagi-lagi masalah takdir! Apakah menurutmu tidak ada yang bisa berjalan di jalan lain selain jalan yang ditunjukkan oleh takdir?"
"Benar! Tidak ada seorangpun yang bisa melakukannya."
"Kalau begitu, akan aku buktikan jika aku mampu melakukannya!" ujar Lin Feng.
"Jika saja takdir itu nyata dan bisa disentuh, aku pasti akan menghancurkannya dengan tanganku sendiri!" lanjutnya, kemudian menghilang dari tempat tersebut.
"Hah" Maha Dewa menghela napas panjang, "Xiao Lang, aku harap kau benar-benar bisa menepati ucapan mu, karena jika tidak, alam semesta ini akan berakhir untuk selamanya."
"Tenang saja, yang mulia. Aku pasti akan menjaga alam semesta ini dengan segenap kemampuan ku, dan aku berjanji akan melakukan apapun demi menjaganya."
"Apa itu termasuk membunuh saudaramu sendiri?"
"Apa maksud Anda, yang mulia?" tanya Xiao Lang, ia benar-benar bingung dan tidak mengerti maksud dari perkataan Maha Dewa.
"Bukan apa-apa" jawab Maha Dewa.
"Baiklah, kalau begitu aku akan kembali ke istana bintang."
Maha Dewa mengangguk pelan, "Bawa saja buku itu bersamamu, tapi jangan sampai jatuh ke tangan orang lain, karena jika catatan semesta ini sampai jatuh ke tangan yang salah, maka apa yang tertulis didalamnya pasti akan terjadi."