
"Kakak, biar aku saja yang menghadapi mereka" ucap Xie Ling.
"Kau yakin?"
Xie Ling mengangguk pelan, "Jangan khawatir, aku akan menyelesaikannya dengan cepat."
"Baiklah, tapi kau harus tetap berhati-hati" sahut Xiao Lien.
Xie Ling hanya menanggapi perkataan Xiao Lien dengan anggukan kepala, kemudian mengarahkan pandangannya pada sekelompok kultivator yang menghadang perjalanan mereka bertiga.
Seketika itu juga, tatapan mata Xie Ling langsung berubah sangat tajam, begitupun dengan aura yang terpancar dari tubuhnya. Jika sebelumnya, aura Xie Ling terasa begitu tenang, sekarang malah terasa sangat mengerikan.
"Aku sudah berusaha untuk menahan diri, tapi kalian masih saja mengganggu kami, jadi jangan salahkan aku jika ada yang terluka."
"Hahahaha!"
Perkataan Xie Ling membuat mereka semua tertawa, karena mereka hanya menganggap perkataannya sebagai omong kosong belaka, dan menurut mereka, tidak mungkin gadis yang nampak lemah itu mampu melukai mereka semua.
"Nona cantik, apa kau yakin bisa melukai kami?"
"Justru kami-lah yang takut melukaimu, karena kalau kau terluka, kecantikan mu itu tidak akan ada gunanya lagi!"
Seulas senyum terukir di bibirnya yang tipis, namun bukannya terlihat menawan, senyuman yang ditunjukkan oleh Xie Ling justru terlihat sangat mengerikan, karena senyuman itu hanya ia tunjukkan saat ingin membunuh seseorang.
"Kalian ingin maju atau hanya ingin mengobrol?"
"Cihh! Bunuh wanita sombong itu!" ujar salah seorang dari mereka.
"Bagus, inilah yang aku harapkan" sahut Xie Ling, kemudian mengangkat tangannya ke depan.
Wushh!
Aura kekuatan yang sangat besar terpancar dari tubuh Xie Ling, bersamaan dengan itu, tekanan intimidasi yang sangat besar langsung menimpa tubuh mereka semua, bahkan gerakan mereka langsung terhenti saat itu juga.
Selain menimbulkan penindasan yang sangat besar, aura kekuatan yang Xie Ling lepaskan juga berhasil mengubah udara menjadi sangat dingin, bahkan Xiao Lien dan Xiao Ling Yun harus menggunakan energinya untuk menjaga tubuhnya.
Xie Ling kemudian mengarahkan telapak tangannya pada mereka semua dan seketika itu juga, udara di sekitar mereka menjadi jauh lebih dingin lagi, bahkan udara dingin itu sampai membuat tubuh mereka membeku dan diselimuti oleh es.
"Selamat tinggal" ucap Xie Ling kemudian mencengkeram jari tangannya.
Pada saat yang bersamaan, tubuh mereka yang telah diselimuti oleh es menjadi hancur berkeping-keping, dan bisa dipastikan jika tidak ada seorangpun dari mereka yang bisa selamat dari cengkeraman kematian.
"Putri dewa kematian benar-benar sangat mengerikan" ucap Zhu Lien dengan suara pelan.
"Kakak benar, aku bahkan tidak menyangka jika Ling'er bisa sangat kejam seperti ini" sahut Xiao Ling Yun.
Walaupun sudah melihat kekejaman Xie Ling secara langsung, namun hal itu tidak mengubah rasa sayang mereka padanya, bahkan keduanya merasa bangga karena memiliki adik yang begitu luar biasa.
Setelah Xie Ling berhasil melenyapkan mereka semua, kedua putri Xiao Lang itu langsung mengajaknya melanjutkan perjalanan, dan tempat tujuan mereka selanjutnya adalah wilayah tengah Benua Bintang.
Setibanya di wilayah tengah, mereka berdua kemudian mengenalkan Xie Ling kepada seluruh anggota keluarga Xiao, keduanya juga membawa Xie Ling menuju ke dunia kecil Xiao, yaitu tempat khusus yang diciptakan oleh ayah mereka dahulu.
Disisi lain.
"Syukurlah, aku senang melihatnya bisa ceria lagi" ucap Xiao Lang yang tengah mengawasi Xie Ling dan kedua putrinya.
"Tapi, bagaimana dengan para kultivator yang dibunuhnya tadi?"
"Abaikan saja, lagipula merekalah yang mendatangi kematiannya sendiri, dan kalau mereka masih ingin menuntut balas, aku akan meminta Xiao Hong mengurus mereka" jawab Xiao Lang.
"Lalu, bagaimana dengan masalah itu?"
Xiao Lang menghela napasnya, kemudian menjelaskan jika dirinya sudah melakukan segala persiapan untuk menyambut kedatangan Xin Yi, dan kalaupun Xin Yi tidak datang, setidaknya ia sudah bersiap untuk berperang melawannya.
"Semoga saja peperangan ini adalah yang terakhir, aku benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya alam semesta ini jika selalu diselimuti oleh kegelapan."
"Semoga saja" sahut Xiao Lang.
***
Setelah puas mengunjungi berbagai macam tempat di Benua Bintang, mereka bertiga memutuskan untuk kembali ke istana bintang, karena bagaimanapun juga, Xie Ling masih harus menjalani latihan bersama Xiao Lang.
"Ayah, ibu, kami kembali."
"Apa kalian bersenang-senang?" tanya Xiao Lang.
Mereka bertiga mengangguk bersamaan, "Tentu saja ayah, bahkan aku tidak menyangka jika Ling'er bisa melupakan kesedihannya" jawab Xiao Ling Yun.
"Semua itu berkat kakak berdua, kalau tidak, aku pasti akan terus larut dalam kesedihan."
"Yasudah, sebaiknya kalian beristirahat sekarang, terutama kau Ling'er, karena besok paman akan mulai melatih-mu lagi."
"Baik, paman."
Terhitung sudah hampir dua Minggu berlalu sejak Xie Lin menginjakkan kaki di dimensi ketujuh ini, dan selama itu pula ia selalu menjalani latihan mengendalikan kekuatan darah naga bersama Xiao Lang.
Untuk saat ini, Xie Ling sudah mulai bisa mengendalikan kekuatan darah naga dalam dirinya, dan jika dirinya terus berlatih, maka tidak akan lama lagi, ia pasti bisa menguasai kekuatan darah naga sepenuhnya.
***
Esoknya.
"Latihan hari ini masih seperti biasa, dan setelah kau benar-benar menguasai kekuatan itu nanti, barulah paman akan mengajarkan hal baru padamu."
"Baik, paman!"
Sesuai perintah pamannya itu, Xie Ling kemudian duduk bersila dan mulai bermeditasi, dan pada saat yang bersamaan, ia juga melepaskan kekuatan darah naga dalam dirinya, kemudian mencoba mengontrol kekuatan itu lagi.
Energi yang sangat besar berkumpul di sekeliling tubuh Xie Ling, sehingga membuat tubuhnya diselimuti oleh aura berwarna biru. Selain itu, kemunculan energi tersebut juga membuat udara disekitarnya menjadi sangat dingin.
"Tetap fokus dan tenangkan dirimu, biarkan kekuatan itu mengalir ke seluruh titik Meridian dalam tubuhmu."
"Tapi ingatlah, jangan memaksakan dirimu, jika kau tidak sanggup menahannya lagi, segera akhiri meditasi mu."
Karena sedang bermeditasi, Xie Ling tidak menanggapi perkataan Xiao Lang, karena jika dirinya melakukan hal itu, maka konsentrasinya pasti akan kacau dan hal itu malah akan berakibat fatal untuk dirinya.
Meski begitu, Xie Ling masih bisa mendengar arahan Xiao Lang dengan jelas, dan iapun mengikuti arahan yang diberikan oleh pamannya itu. Seketika itu juga, aura biru yang menyelimuti tubuh Xie Ling menjadi semakin besar, kemudian membentuk siluet seekor naga.
"Perkembangannya sangat luar biasa cepat" gumam Xiao Lang menatap kearah siluet naga yang terbentuk dari aura Xie Ling.
"Teruskan, paman yakin kau bisa mencapai tahapan yang lebih tinggi lagi!"
Aura kekuatan yang jauh lebih besar terpancar dari tubuh Xie Ling, bersamaan dengan itu, siluet naga yang sebelumnya muncul hanya sebatas lehernya saja, sekarang telah hampir mencapai setengah badannya.
"Cukup!" ujar Xiao Lang menghentikan Xie Ling, karena jika dirinya berusaha lebih jauh lagi, maka ia bisa saja terluka karena terlalu memaksakan diri.
"Kenapa paman memintaku berhenti? Bukankah tadi paman sendiri yang memintaku untuk mengerahkan kekuatan yang lebih besar lagi?"
Xiao Lang tersenyum, "Paman memang memintamu mengerahkan kekuatan yang lebih besar, tapi bukan berarti memaksamu melewati batasan dirimu sendiri."
Kemudian, Xiao Lang menjelaskan jika melewati batasan diri sendiri memang akan memberikan kekuatan yang besar, itupun jika tubuhnya berhasil menahan kekuatan tersebut, jika tidak, maka nyawa-lah yang akan menjadi taruhannya.
Selain itu, Xiao Lang tidak memaksa Xie Ling untuk segera menguasai kekuatan darah naga dalam dirinya, karena ia lebih suka melakukannya secara perlahan, agar Xie Ling dapat memahami kekuatan apa yang terkandung dalam darah naga di tubuhnya itu.