
Dimensi ketujuh.
Xiao Lang serta seluruh bawahannya masih sibuk mencari Dewa Huo ke setiap sudut dimensi ketujuh, namun sampai saat ini, mereka belum menemukan hasil apapun, bahkan jejak keberadaannya saja tidak berhasil mereka temukan, padahal mereka telah menyusuri semua tempat, namun hasilnya tetap nihil.
"Sepertinya dia sudah pergi meninggalkan dimensi ini" gumam Xiao Lang, kemudian menghubungi Shen Long dan yang lainnya, "Hentikan pencariannya, Dewa Huo sepertinya sudah pergi meninggalkan dimensi ini."
"Baik, yang mulia!"
Setelah memerintahkan seluruh bawahannya untuk kembali, Xiao Lang kemudian melesat terbang melintasi Benua Bintang yang sangat luas, seketika itu juga, ingatan tentang kehidupan masa lalunya langsung muncul dalam benaknya.
Keadaan dan suasana Benua Bintang yang sekarang sudah jauh berubah, karena sejak Xiao Lang menjadi penguasa, orang-orang yang tinggal di sana benar-benar mendapatkan kedamaian dan ketenangan, bahkan sampai saat ini, belum pernah ada peperangan yang terjadi di Benua Bintang.
"Sungguh suasana yang tenang, semoga saja akan tetap seperti ini selamanya" gumamnya.
Xiao Lang menambah kecepatan terbangnya, ia ingin segera sampai di wilayah klan Xiao yang baru. Sebelumnya, klan Xiao sempat bersembunyi di sebuh dunia kecil ciptaan Xiao Lang, dan setelah semuanya membaik kini klan Xiao muncul kembali di Benua Bintang.
Selain telah muncul kembali di Benua Bintang, klan Xiao kini berkuasa di Inti Benua Bintang dengan mendirikan kekaisaran baru, yaitu kekaisaran Xiao dan kaisar pertama adalah Xiao Gang yang sebelumnya merupakan patriark klan Xiao setelah Xiao Erlong memutuskan untuk undur diri dari takhtanya.
Dan saat ini, kekaisaran Xiao dipimpin oleh cucu Xiao Gang yang bernama Xiao Bing Chun. Ketika sampai di istana kekaisaran, Xiao Lang langsung disambut oleh Xiao Bing Chun dan yang lainnya. "Hormat pada yang mulia" ucap Xiao Bing Chun dan para petinggi istana.
Xiao Lang mengangguk pelan, kemudian menghampiri keponakannya itu, "Chun'er, bagaimana kabarmu?" tanya Xiao Lang.
"Aku baik-baik saja, paman" jawab Bing Chun.
Meskipun wajah Xiao Bing Chun terlihat lebih tua, dan sepantasnya Xiao Lang lah yang memanggilnya paman, namun pada kenyataannya, umur Xiao Bing Chun masih sangat jauh dibawah Xiao Lang, bahkan umurnya masih lebih muda bila dibandingkan dengan Xiao Lien.
"Baguslah, aku senang mendengarnya, lalu bagaimana dengan kekaisaran, apakah ada masalah?"
Xiao Bing Chun menggelengkan kepalanya, "Sementara ini baik-baik saja, paman. Dan aku berharap kekaisaran Xiao akan selalu seperti ini."
Kemudian, Bing Chun mempersilahkan pamannya itu untuk duduk di singgasana yang sudah di khususkan untuknya, namun, Xiao Lang yang baru saja ingin duduk mendadak berdiri lagi, karena ia dapat merasakan adanya seorang Dewa yang akan datang ke dimensi ketujuh ini.
"Paman, ada apa?"
"Maaf, Chun'er, sepertinya paman harus pergi lagi, karena ada sedikit masalah yang harus paman selesaikan."
"Sayang sekali, padahal aku ingin mengobrol bersama paman" Xiao Bing Chun nampak sedikit kecewa karena tidak dapat mengobrol dengan pamannya itu.
"Tenang saja, setelah masalah ini selesai, paman akan datang lagi bersama yang lainnya" sahut Xiao Lang. Lalu setelah berpamitan, ia langsung menghilang dari pandangan semua orang.
Di tempat lain.
Lin Feng yang baru saja keluar dari lorong dimensi ruang dan waktu langsung dikejutkan oleh satu pasukan besar didepannya, tapi yang membuatnya terkejut bukan jumlah ataupun kekuatan pasukan itu, melainkan karena mereka semua adalah pasukan Beast Suci.
Meskipun baru pertama kali datang ke dimensi ketujuh, namun Lin Feng sudah mengetahui beberapa informasi mengenai dimensi ketujuh dari Shen Liu Yang. Diantaranya, Shen Liu Yang mengatakan bahwa dimensi ketujuh adalah dimensi yang memiliki banyak Beast Suci dan sekarang, Lin Feng menyaksikan buktinya secara langsung.
"Naga Azure, Phoenix, Qilin, Kura-kura Hitam, dan Harimau Putih, dimensi ini benar-benar menarik" gumam Lin Feng.
"Apa kau teman Dewa Huo?" tanya Shen Long yang telah mengubah wujudnya menjadi manusia.
Lin Feng mengerutkan alisnya, "Apa Dewa Huo ada di sini?"
"Jawab pertanyaan ku, apa kau teman Dewa Huo?" Shen Long mengulang pertanyaannya dengan suara tinggi.
"Serang!" Shen Long langsung memerintahkan pasukannya untuk menyerang tanpa mendengar penjelasan Lin Feng terlebih dahulu.
"Bagus, sangat bagus! Karena kau tidak bisa bicara baik-baik, jangan salahkan aku jika tidak bisa menahan diri!" sahut Lin Feng, lalu mengeluarkan pedang Dewa Asura.
Pada saat yang bersamaan, lima pasukan Beast Suci langsung bergerak maju untuk menyerang Lin Feng. Pasukan bangsa Phoenix melancarkan ratusan bola api kearah Lin Feng. Pasukan Naga Azure juga tidak tinggal diam, mereka semua ikut menyerang dengan menghembuskan napas api birunya.
Lin Feng dihujani oleh serangan bola api merah dan juga biru, namun ia tidak menghiraukan serangan itu, karena kedua jenis api itu masih belum bisa dibandingkan dengan kekuatan api emas miliknya, bahkan, kedua api itu tidak mampu untuk membakar pakaiannya sedikitpun.
"Api kalian terlalu dingin untukku" ucap Lin Feng, kemudian menciptakan bola api emas di telapak tangan kirinya, lalu melemparkan bola api tersebut kearah mereka.
"Ciptakan perisai!" ucap Xuan Wu memberi aba-aba pada pasukan Kura-kura Hitam.
Dhuaarrr!
Ledakan yang sangat dahsyat terjadi ketika bola api emas sebesar kepala itu menghantam perisai, dan walaupun ukurannya sangat kecil, namun dampak dari ledakannya sangatlah besar, bahkan satu hantaman dari bola api emas itu berhasil membuat perisai tersebut retak.
"Kekuatan yang sangat luar biasa, padahal perisai bangsa Kura-kura Hitam adalah yang terkuat, tapi malah langsung retak hanya karena satu serangannya saja" gumam Shen Long.
"Tuan, kekuatan orang ini tidak bisa dipandang remeh."
"Aku tahu itu, tapi kita juga harus menangkapnya untuk mendapatkan informasi mengenai keberadaan Dewa Huo" sahut Shen Long.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang, Tuan?"
"Panggil pasukan bantuan, kalau perlu kerahkan semuanya!" jawab Shen Long.
"Baik, Tuan"
Sesuai dengan perintah yang diberikan oleh Tuannya, Qing Long sang raja bangsa Naga Azure kemudian memanggil bantuan, dan tidak tanggung-tanggung, ia meminta bantuan kepada seluruh pasukan di istana, termasuk pasukan inti, yakni pasukan Bulan Sabit dan juga pasukan klan Dewa Bintang.
Beberapa menit setelah Qing Long meminta bantuan, dua pasukan inti Dewa Bintang akhirnya muncul ditempat tersebut, namun kehadiran mereka bukannya membuat Lin Feng gentar ataupun merasa takut, tapi malah membuatnya semakin bersemangat untuk membantai mereka semua.
"Hahaha, bagus sekali! Memang sudah sepatutnya sekumpulan hewan ternak seperti kalian meminta bantuan untuk melawanku!" ucap Lin Feng.
"Siapa yang kau sebut sekumpulan hewan ternak, sialan?"
"Tentu saja kalian, memangnya siapa lagi?" jawab Lin Feng, lalu menghilang dari pandangan mereka semua.
Sesaat kemudian, Lin Feng telah muncul lagi di atas mereka, "Karena kalian sudah berkumpul, maka akan aku akhiri sekarang juga!"
"Teknik pedang hampa, pedang semesta!"
Sebilah pedang energi berwarna merah kehitaman dengan ukuran yang sangat besar muncul di atas pasukan tersebut, dan saat itu juga, aura kematian yang sangat dahsyat menyebar dan menerpa tubuh mereka.
Bersamaan dengan itu, tekanan intimidasi yang sangat besar juga menimpa tubuh mereka, bahkan Shen Long juga tidak lepas dari tekanan yang sangat besar itu, selain itu, tubuh mereka juga diselimuti oleh kengerian yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.
"Mati!" ucap Lin Feng. Kemudian, pedang energi yang sangat besar itu melesat turun ke bawah.
(Hari ini satu chapter dulu ya, besok author kasih crazy up)