
Setibanya di istana, Huoshen kemudian menjelaskan jika ujian sebelumnya bukanlah ujian dari Phoenix perak, melainkan hanya ujian yang ia buat sendiri.
Lalu, Huoshen juga menjelaskan jika ujian mereka yang sebenarnya adalah menaiki anak tangga, dan setelah itu, Xie Long akan dibawa ke ruangan khusus.
Namun, karena sebelumnya Huoshen sudah menjahili mereka, iapun mengakhiri ujian mereka, dan hal itu ia lakukan atas permintaan dari Phoenix perak.
Xie Long dan Xiao Xue hanya bisa menghela napas panjang, karena ternyata, firasat yang mereka rasakan sebelumnya memang benar adanya.
Meski begitu, mereka tidak merasa kesal sedikitpun, karena bagaimanapun juga, mereka berdua telah menerima hadiah yang sangat luar biasa dari Huoshen.
"Baiklah, sekarang ikut aku."
Xie Long dan Xiao Xue mengangguk, lalu mengikuti Huoshen menuju ke salah satu ruangan yang ada di dalam istana nan megah tersebut.
"Xie Long, inilah salah satu peninggalan yang dimaksud oleh kakek-mu."
Tatapan Xie Long langsung tertuju pada sebilah pedang berwarna perak di tengah ruangan, bentuknya sangat indah dan unik karena menyerupai bulu sayap burung Phoenix.
"Ambillah, pedang ini memang pantas untuk menjadi milikmu" ucap Huoshen.
Xie Long mengangguk, kemudian menghampiri pedang perak tersebut, lalu ia menggores telapak tangannya dan meneteskan darahnya di gagang pedang perak tersebut.
Setelah itu, Xie Long menggenggam gagangnya dengan tangan kanannya, kemudian menariknya perlahan, dan seketika itu juga, tubuhnya diselimuti oleh cahaya yang cukup terang.
"Kakek, aku berhasil mendapatkan salah satu peninggalan mu" gumam Xie Long seraya mengacungkan pedangnya ke atas.
Pada saat yang bersamaan, pedang itu tiba-tiba saja bergetar, lalu dari dalamnya muncul jiwa burung Phoenix perak, namun dengan ukuran tubuh yang lebih kecil.
"Lin Xie Long, masih ada satu peninggalan lagi yang harus kau dapatkan" ucap Phoenix perak.
"Boleh aku tahu apa itu?"
"Kau akan tahu nanti" jawab Phoenix perak.
"Baiklah, tapi dimana aku bisa menemukannya?"
"Masih di pulau ini, tapi kau harus menerima satu ujian lagi dari Huoshen."
Huoshen memang setuju untuk mengakhiri ujian Xie Long dan Xiao Xue, namun sebagai syaratnya, Huoshen ingin memberi satu ujian lagi pada mereka.
Selain itu, Huoshen juga melarang Phoenix perak untuk ikut campur, karena ujian itu akan menentukan pantas atau tidaknya Xie Long mendapatkan peninggalan kedua.
"Baiklah, aku menerimanya" jawab Xie Long tanpa keraguan sedikitpun.
"Bagus! Aku suka dengan semangatmu, anak muda!" ujar Huoshen.
Berbeda dengan Xie Long, Xiao Xue justru nampak keberatan dengan hal itu, karena ia tidak ingin lagi dipermainkan oleh Huoshen seperti sebelumnya.
Meski begitu, Xiao Xue lebih memilih untuk bungkam, karena ia sadar jika dirinya tidak berhak melarang Xie Long, lagipula, ujian itu demi kebaikan tuannya juga.
"Senior, apa ujian selanjutnya?"
"Jangan buru-buru, sebaiknya kalian istirahat dan memulihkan tenaga terlebih dahulu" jawab Huoshen, kemudian mengajak mereka keluar dari sana.
***
Esoknya.
Selesai sarapan, Xie Long dan Xiao Xue langsung pergi ke halaman istana untuk menemui Huoshen, karena pria itu sudah menunggu kedatangan mereka di sana.
"Senior" sapa mereka berdua.
Huoshen menoleh, "Aku harap kalian berdua sudah siap," ucapnya.
Setelah itu, Huoshen menjelaskan tentang ujian yang akan mereka lakukan, yaitu mengalahkan beast ikan raksasa yang sebelumnya mereka hadapi di lautan lepas.
Dan terakhir, Huoshen mengatakan jika mereka harus menyelesaikan ujian itu dalam satu bulan, jika gagal, Xie Long tidak akan pernah mendapatkan peninggalan kedua.
"Ada yang ingin kalian tanyakan?" tanya Huoshen, namun hanya dijawab dengan gelengan kepala oleh Xie Long dan Xiao Xue.
"Baiklah, sebelum kalian berangkat, silahkan pilih tanaman herbal apapun yang kalian suka, tapi ingatlah, jangan lebih dari tiga."
"Hanya tiga?" tanya Xiao Xue.
Huoshen menghela napas panjang, ia tentunya mengetahui apa yang ada dalam pikiran Xiao Xue saat ini, tapi pada kenyataannya, Huoshen bukanlah orang yang pelit.
Tiga tanaman yang ia berikan sudah cukup untuk membuat kultivasi mereka meningkat pesat, dan jika lebih dari itu, maka akan ada resiko besar yang harus mereka terima.
"Senior, boleh kami tahu apa resikonya?" tanya Xie Long.
"Kematian, hanya itu satu-satunya resiko yang akan kalian dapatkan jika berani mengonsumsi lebih dari tiga tanaman." jawab Huoshen.
"Maafkan aku, senior" sahut Xiao Xue, ia merasa bersalah karena telah memikirkan hal yang buruk tentang Huoshen.
"Sudahlah, sebaiknya kalian segera pilih tanaman yang kalian inginkan."
"Baik, senior."
Setelah itu, Xie Long dan Xiao Xue mulai memilih tiga tanaman herbal, dan setelah mendapatkannya, mereka langsung menyerap energi yang terkandung di dalamnya.
***
Satu bulan telah berlalu sejak keduanya melakukan penyerapan, dan saat ini, kekuatan mereka telah meningkat ke ranah yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Awalnya mereka hanya berpikir jika kultivasi-nya hanya akan naik sebanyak beberapa tingkatan saja, tapi yang terjadi justru diluar perkiraan mereka berdua.
Tiga tanaman herbal yang mereka serap energinya, tidak hanya meningkatkan kultivasi mereka beberapa tingkatan saja, tapi justru meningkat sebanyak dua ranah.
Dan saat ini, kultivasi Xie Long berada di ranah Immortal bintang sembilan, sedangkan kultivasi Xiao Xue, telah meningkat sampai ranah Dewa bintang sembilan.
"Tidak usah bingung, kecepatan penyerapan kalian itu terjadi karena bantuan dari energi kehidupan di pulau ini."
"Maksudnya adalah, jika di luar pulau ini kalian butuh waktu satu tahun, maka di pulau ini hanya butuh waktu satu bulan" jelas Huoshen.
"Tempat ini benar-benar luar biasa" sahut Xiao Xue.
"Aku setuju dengan perkataan-mu, karena saat pertama kali datang ke sini, aku juga memikirkan hal yang sama."
"Maksud, senior?"
"Percayalah, dibalik tempat yang menurut kalian luar biasa, pasti ada sesuatu yang sangat mengerikan" jawab Huoshen.
Xie Long dan Xiao Xue saling berpandangan, meski tidak mengetahui kengerian apa yang dimaksud, namun mereka tahu jika perkataan Huoshen tidaklah salah.
Dunia kultivasi memang penuh dengan misteri, salah satunya seperti yang dikatakan Huoshen, karena tidak selamanya tempat yang luar biasa akan seluar biasa kelihatannya.
"Baiklah, apa kalian sudah siap menjalani ujian ketiga?"
"Kami siap, senior" jawab keduanya serempak.
"Baiklah, kalau begitu aku akan mengirim kalian ke tempat Beast ikan raksasa itu berada."
Setelah itu, Huoshen menciptakan sebuah portal ruang dan waktu, kemudian ia meminta mereka untuk segera masuk ke sana, karena ia tidak bisa menahannya terlalu lama.
"Sungguh luar biasa, kau berhasil menakuti mereka dengan kengerian yang tidak pernah ada" ucap jiwa Phoenix perak yang tiba-tiba muncul di samping Huoshen.
"Hahahaha!"
"Aku hanya tidak ingin mereka berlama-lama tinggal di pulauku ini."