
Tatapan tajam diarahkan oleh penguasa selatan pada Xie Long, ia nampak sangat kesal ketika melihat tatapan Xie Long yang penuh akan rasa percaya diri, dan selama ini, ia belum pernah melihat tatapan seperti itu sebelumnya.
"Manusia, kau akan menyesal karena berani menggangguku!"
Penguasa selatan kemudian mengepakkan kedua sayapnya, sehingga menciptakan tiupan angin yang sangat kencang, namun hal itu tidak membuat Xie Long beranjak sedikitpun dari tempatnya berdiri.
Setelah itu, penguasa selatan melesat terbang ke langit, ketika berada di ketinggian, ia kembali mengepakkan sayapnya dengan kuat. Disaat yang bersamaan, puluhan bilah angin tercipta dan langsung melesat kearah Xie Long.
Xie Long mengangkat sudut bibirnya, kemudian menatap puluhan bilah angin tersebut, lalu ia menggunakan kekuatan mata ungu untuk menahan serangan tersebut, dan benar saja, puluhan bilah angin itu mendadak lenyap tanpa jejak.
"Kau sangat tidak sabaran, ya?" ucap Xie Long, kemudian mengeluarkan sebilah pedang dari cincin penyimpanannya.
"Mari kita mulai!"
Xie Long melesat terbang mendekati elang raksasa, kemudian menggunakan kemampuan mata ungu untuk membelenggu pergerakannya, setelah itu, Xie Long melancarkan serangan dengan teknik tebasan kematian.
Dhuaaar!
Ledakan yang sangat besar terjadi di udara ketika energi pedang itu menghantam tubuh penguasa selatan, namun sayangnya, kekuatan serangan Xie Long masih belum cukup untuk melukai elang raksasa itu.
"Jika ingin membunuhku, setidaknya gunakanlah kekuatan yang lebih besar!" ujar penguasa selatan.
Penguasa selatan melesat terbang ke langit, ia berputar-putar di udara dengan kecepatan yang terus meningkat, setelah beberapa saat berlalu, pusaran angin yang sangat besar tercipta, kemudian diikuti petir yang menyatu dengannya.
Xie Long tersenyum, meski pusaran angin itu terlihat sangat mengerikan, namun ia tidak merasa takut sedikitpun, bahkan, Xie Long malah melesat terbang menghampiri pusaran angin yang sangat dahsyat tersebut.
Petir yang berasal dari pusaran angin itu mulai menyambar Xie Long, namun setiap sambaran yang mengarah padanya, langsung lenyap sebelum sempat mengenai dirinya, bahkan kekuatan pusaran angin itu juga mulai melemah.
"Ini tidak mungkin!" ujar penguasa selatan.
"Tidak ada yang tidak mungkin!" sahut Xie Long yang telah muncul di atas tubuh penguasa selatan.
"Teknik pedang satu tebasan!"
Slash!
Tebasan yang dilakukan oleh Xie Long berhasil melukai sayap penguasa selatan, walaupun tidak berhasil memotong sayapnya, namun serangan itu sudah cukup untuk membuatnya kesulitan terbang.
Dhuaaar!
Ledakan yang sangat dahsyat terjadi ketika tubuh penguasa selatan menghantam puncak gunung, hantaman yang sangat keras juga membuat tulang sayapnya patah, yang membuatnya semakin sulit untuk terbang.
Meski begitu, penguasa selatan masih belum tumbang sepenuhnya, walaupun sangat sulit baginya untuk bisa terbang, namun bukan berarti ia tidak bisa melakukan perlawanan sedikitpun.
"Jangan senang dulu, bocah sialan!"
Tubuh penguasa selatan diselimuti oleh kekuatan petir hitam, kemudian, kekuatan petir hitam itu melesat kearah Xie Long yang masih melayang di udara, namun lagi-lagi, petir itu tiba-tiba menghilang sebelum mengenainya.
"Saatnya untuk mati" ucap Xie Long seraya mengarahkan tatapan tajam pada penguasa selatan.
Pupil matanya yang berwarna ungu memancarkan cahaya, disaat yang bersamaan, tubuh penguasa selatan tiba-tiba saja diselimuti oleh api hitam yang sangat besar.
"Arkhhh!"
"Ini belum selesai!" ujar Xie Long.
"Tujuh tebasan kematian!"
Tujuh energi pedang tercipta dari tebasan yang dilakukan Xie Long, kemudian ia menggunakan kekuatan mata ungu untuk menggandakan kekuatan serangannya itu.
Ledakan yang jauh lebih dahsyat terjadi ketika ketujuh energi pedang itu menghantam tubuh penguasa selatan, namun sayangnya, kekuatan serangan itu hanya mampu melukai penguasa selatan dan belum bisa merenggut nyawanya.
Meski belum meregang nyawa, namun kondisinya saat ini sudah jauh dari kata baik-baik saja, dan bisa dikatakan jika dirinya hanya tinggal menunggu waktu sampai dewa kematian datang mengambil nyawanya.
"Masih belum mati, ya?" ucap Xie Long yang telah turun di depan penguasa selatan, kemudian ia memadamkan api hitam yang membakar tubuhnya.
"Si-siapa kau sebenarnya?"
Xie Long mengangkat sudut bibirnya, kemudian mengacungkan pedangnya ke langit, "Namaku Lin Xie Long, putra Dewa Kematian!" ucapnya, kemudian memenggal kepala penguasa selatan.
Setelah berhasil membunuh penguasa selatan, Xie Long kemudian mengambil kristal jiwa milik elang hitam tersebut, senyuman indah nampak terukir di bibirnya ketika merasakan energi dari kristal jiwa tersebut.
"Lumayan, dengan adanya kristal ini, aku pasti bisa meningkatkan kekuatanku lagi" gumam Xie Long, kemudian turun dari puncak gunung.
"Tuan" sapa Xiao Xue.
"Bagaimana?"
"Aku sudah membunuh mereka semua dan mengumpulkan semua kristal jiwa milik mereka" jawab Xiao Xue.
Xie Long mengangguk pelan, "Mari kita cari tempat untuk bermeditasi" ucapnya.
"Tunggu!" ujar ular raksasa menghentikan langkah mereka.
Xie Long menoleh, "Kenapa kau datang ke sini?"
Ular raksasa menghampiri Xie Long, kemudian menundukkan kepalanya pada Xie Long, lalu diikuti oleh para Beast yang datang bersamanya.
"Sebagai penguasa hutan wilayah timur, aku mengucapkan terima kasih padamu, karena berkat bantuan mu, kami bisa terbebas dari ancaman penguasa selatan." ucapnya.
"Sudahlah, aku melakukan ini demi diriku sendiri" sahut Xie Long.
Penguasa timur tidak menjawab dan masih belum mengangkat kepalanya, kemudian, kristal hitam yang sebelumnya diberikan oleh Xie Long, keluar dari kepalanya.
"Kristal ini aku berikan padamu, anggaplah sebagai ucapan terima kasih kami semua" ucap penguasa timur.
"Ini..."
"Tuan, jangan menolaknya, meski tuan melakukan ini karena tuan ingin, tapi perbuatan tuan telah menyelamatkan banyak nyawa rakyatku."
Xie Long tersenyum, kemudian meraih kristal hitam yang melayang di depannya, "Terima kasih, jika suatu saat nanti kita bertemu lagi, aku pasti akan membalas kebaikanmu ini."
Setelah berpamitan dengan penguasa timur dan pasukannya, Xie Long dan Xiao Xue kemudian melanjutkan perjalanannya, namun sebelum itu, mereka harus menemukan tempat untuk bermeditasi terlebih dahulu.
"Ada apa, tuan?" tanya Xiao Xue melihat senyuman indah yang terukir di bibir tuannya.
Xie Long menggeleng pelan, "Aku hanya tidak menyangka jika buah dari kebaikan sangatlah manis."
Perbuatan Xie Long memang membuahkan hasil yang manis, walaupun ia melakukannya tanpa ada niat untuk membantu, namun secara tidak langsung, perbuatannya itu sudah membantu banyak nyawa Beast.
Selain itu, Xie Long juga mempelajari sesuatu dari peristiwa yang baru saja mereka alami yaitu, berbuat baik tidak selalu membutuhkan niat dan alasan khusus, selagi itu demi kebaikan maka lakukanlah, karena buahnya akan sangat manis.
"Tuan, di depan sana ada sumber energi alam yang sangat besar."
Perkataan Xiao Xue membangunkan Xie Long dari lamunannya, "Baiklah, mari kita ke sana" ucapnya, kemudian meningkatkan kecepatan terbangnya menuju ke tempat yang dimaksud oleh Xiao Xue.