Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-279. Takdir Jia Zhen


Istana Dewa.


Sejak kembali ke istana, Dewi Nuwa terus memandangi Zhen Jia dan Jia Zhen yang tengah mengobrol, meski keduanya nampak biasa saja, namun Dewi Nuwa merasakan adanya sesuatu yang aneh dari mereka berdua.


"Lin Feng, Luo Ning, bisa kita bicara sebentar" ucap Dewi Nuwa.


Keduanya mengangguk, kemudian mengikuti Dewi Nuwa keluar dari istana, "Ada apa, yang mulia?" tanya Luo Ning.


Dewi Nuwa menghela napasnya, "Tidakkah kalian merasakan keanehan pada kedua anak kalian? Khususnya Jia Zhen."


"Maksudmu hubungan mereka?" Lin Feng langsung bisa menebak arah pembicaraan Dewi Nuwa.


"Jadi kalian sudah mengetahuinya!?"


Lin Feng mengangguk, kemudian menjelaskan jika ia dan Luo Ning sudah mengetahui semuanya, termasuk takdir yang akan dilalui oleh kedua anaknya itu, takdir sulit yang mungkin akan merenggut nyawa mereka.


"Lalu, kenapa kau tidak menghentikannya?"


"Apa menurutmu aku bisa melawan takdir?"


Selama ini, Lin Feng memang selalu berusaha untuk menentang takdir, terutama takdirnya sendiri. Namun, seberapa keras pun ia berusaha menepisnya, takdir selalu saja menang dan berhasil mengalahkannya.


Memang benar, ada beberapa hal yang berhasil ia ubah dengan usaha dan perjuangan yang keras, tapi takdir selalu saja menuntunnya ke satu arah yang sama, padahal sudah sering menghindar namun akhirnya selalu sama.


Begitupun dengan kedua anaknya, meskipun ia berusaha menentang dan menjauhkan mereka dari jalan takdir tersebut, namun pada akhirnya, takdir akan tetap membawa kedua anaknya itu ke jalan yang sama.


"Pernah mendengar tentang lotus jiwa abadi?" tanya Lin Feng.


Dewi Nuwa tersentak, ia tentu mengetahui tentang bunga lotus yang dimaksud Lin Feng, "Darimana kau mengetahuinya?"


"Bunga itulah yang akan menuntun mereka ke jalan yang telah ditetapkan oleh takdir."


"Ini..."


"Lin Feng, setidaknya kau harus berusaha mencegahnya!"


"Caranya?"


Dewi Nuwa terdiam, ia hanya bisa mengepalkan tinjunya menahan kekesalan yang telah memenuhi dada. Tapi, tidak peduli seberapa kesal dirinya, karena pada akhirnya, ia hanya bisa menghela napas panjang.


"Bunga lotus jiwa abadi, aku tidak menyangka bunga ini akan muncul lagi setelah ribuan tahun menghilang dari alam semesta!"


Luo Ning mengerutkan dahi, "Maksud yang mulia?"


Dewi Nuwa kembali menghela napas panjang, kemudian menjelaskan tentang bunga lotus jiwa abadi pada Luo Ning, yang mana, bunga itu dulunya dimiliki oleh seorang Dewa yang pernah hampir mencapai tingkat tertinggi.


"Namanya Dewa Kekosongan dan jika aku benar, putra kita adalah reinkarnasinya" sahut Lin Feng.


"Bagaimana dengan Zhen Jia?" tanya Luo Ning.


Lin Feng menghela napas panjang, meski ada perasaan tidak menentu yang memenuhi dadanya, namun Lin Feng tetap menjelaskan siapa Zhen Jia sebenarnya, karena ia tidak ingin menyembunyikan apapun dari mereka.


Penjelasan suaminya membuat Luo Ning menitikkan air mata, ia benar-benar tidak menyangka jika putra dan putrinya akan memiliki takdir yang begitu rumit. Dan andaikan dia memiliki kekuatan, ia pasti akan menghentikan takdir mereka.


"Sudahlah, tidak ada yang perlu disesali, dan apapun yang akan terjadi nanti, kita hanya bisa berharap agar mereka bisa melaluinya dengan mudah."


Lin Feng menghela napas seraya menggeleng pelan, "Entahlah, aku juga tidak tahu."


Sementara itu.


Sejak memasuki gerbang, Sun Xiang langsung disambut oleh kobaran api yang sangat panas, namun berkat kekuatan dan tubuh baru yang ia dapatkan, panas api itu tidak lagi dapat menyakitinya.


Akan tetapi, semakin jauh ia melangkahkan kakinya, semakin panas pula api yang ada di dalam sana, bahkan Sun Xiang harus mengerahkan kekuatannya untuk menahan api yang mulai menyelimuti dirinya.


"Aku tidak bisa berhenti sekarang" gumam Sun Xiang, kemudian melesat terbang melewati kobaran api tersebut.


Wushh.


Boom!


Tidak berselang lama, tekanan intimidasi yang sangat dahsyat langsung menimpa tubuh Sun Xiang, bahkan tekanan tersebut sampai membuatnya jatuh kedalam kobaran api yang sangat panas tersebut.


"Arkhhh!"


Pada saat yang bersamaan, disekitarnya muncul puluhan hingga ratusan roh yang memancarkan kebencian, mereka adalah roh orang-orang yang dibunuh oleh Lin Feng, dan selama ini mereka terjebak di dalam sana tanpa bisa bereinkarnasi.


"Bunuh!"


"Balas dendam, kami harus balas dendam!"


"Bunuh Lin Feng!"


"Kalahkan aku lebih dulu!" ujar Sun Xiang, kemudian melepaskan kekuatan dewa dalam dirinya.


Selama menjadi murid Lin Feng, Sun Xiang tentu sudah mempelajari banyak hal, salah satunya adalah cara melawan para roh, meski mereka tidak bisa disentuh, namun mereka bisa diserang dengan energi Dewa.


Sebenarnya, ada cara lain untuk melawan para roh, yaitu dengan menggunakan kekuatan api suci, namun karena Sun Xiang tidak memiliki satupun api suci, ia hanya bisa melawan mereka dengan energi Dewa.


Dengan energi Dewa dalam dirinya, tentu tidak terlalu sulit bagi Sun Xiang untuk melenyapkan para roh tersebut, namun masalahnya belum berhenti sampai di sana, karena siksaan yang harus ia lalui baru saja akan dimulai.


Setelah semua roh itu menghilang, Sun Xiang kemudian melanjutkan perjalanannya, namun baru saja beberapa langkah meninggalkan tempat tersebut, halangan yang jauh lebih besar sudah muncul di depannya.


Sejak masuk kedalam gerbang neraka Asura, api yang terus berkobar di sana adalah api merah atau yang disebut dengan api abadi, namun sekarang, yang berkobar didepan Sun Xiang adalah api biru, atau yang disebut api dingin.


Di dalam neraka Asura terdapat tujuh jenis api yang akan terus berkobar dan membakar apapun yang masuk ke dalamnya, ketujuh api ini adalah tujuh jenis api suci yang tersebar di seluruh penjuru alam semesta.


Yang pertama adalah api merah, atau api abadi, yang kedua api biru atau api dingin, lalu yang ketiga ada api hijau atau api kehidupan, kemudian yang keempat adalah api ungu atau yang disebut api roh.


Kekuatan api yang kelima adalah api putih, atau yang disebut api jiwa, lalu yang keenam ada api hitam atau yang dikenal dengan api kehancuran, lalu yang terakhir dan yang paling kuat adalah api emas, atau api surgawi.


"Hah" Sun Xiang menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya, "Sepertinya perjalananku masih panjang" gumamnya, kemudian melangkahkan memasuki kobaran api biru.


Suasana dan aura yang berbeda langsung dirasakan oleh Sun Xiang ketika kakinya memasuki kobaran api biru, jika sebelumnya ia merasakan panas yang begitu luar biasa, sekarang ia malah merasakan dingin yang menusuk tulang.


Aura dingin yang berasal dari api biru membuat tulang dan darahnya serasa membeku, bahkan Sun Xiang merasa jika dirinya sedang berada di daratan es yang sangat dingin, padahal sudah jelas jika di sana hanya ada api.


"Aku harus bisa bertahan agar berhasil melewati ujian ini!"


Dengan langkah yang mulai terasa berat, Sun Xiang maju secara perlahan melewati kobaran api yang dinginnya melebihi es, dan tidak lupa ia juga melepaskan energi Dewa agar tubuhnya tetap hangat.