Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-143. Melanjutkan perjalanan


Sementara itu.


Lin Feng yang telah kembali ke kediamannya, memutuskan untuk membantu kedua anaknya yang masih bermeditasi, terutama membantu Xie Ling dalam membangkitkan kekuatan api bumi, karena semakin cepat kekuatan itu bangkit, maka akan semakin baik pula untuk Xie Ling.


"Ning'er, apa kau masih menyimpan kristal suci dari Alam Nirvana?"


Luo Ning mengangguk, "Aku masih punya banyak."


"Gunakan kristal itu dan bantu Long'er, aku yakin dia akan menerobos tidak akan lama lagi, jadi dia membutuhkan energi yang kuat."


"Baiklah, akan aku lakukan" sahut Luo Ning, kemudian menghampiri Xie Long.


Setelah itu, Luo Ning mengeluarkan sebuah kristal dari cincin penyimpanannya, lalu ia meletakkan kristal tersebut didepan anaknya, kemudian membantunya menyerap kekuatan tersebut dengan menggunakan energi Dewa.


Sedangkan Lin Feng, ia sekarang tengah membantu Xie Ling membangkitkan kekuatan api bumi, dan untuk mempercepat proses kebangkitannya itu, Lin Feng sengaja menggunakan kekuatan api emas, karena hanya cara itulah yang lebih efektif untuk dilakukan.


Beberapa jam kemudian.


Boom!


Boom!


Wushh!


Suara ledakan teredam terdengar sebanyak beberapa kali dari dalam tubuh Xie Long, kemudian diiringi dengan pancaran aura kekuatan yang sangat besar, yang menandakan jika dirinya telah berhasil menerobos ke tingkatan yang lebih tinggi lagi.


Tidak lama kemudian, hal yang sama juga terjadi pada Xie Ling, ia tidak hanya berhasil menerobos ke tingkatan yang lebih tinggi, tapi juga telah berhasil membangkitkan kekuatan api bumi, bahkan, kekuatan itu langsung menyatu dengan tubuhnya sesaat setelah dibangkitkan.


Berkat bantuan dari ayah dan ibu mereka, kekuatan si kembar kini sudah menjadi semakin kuat, kultivasi Xie Long sekarang sudah meningkat sebanyak empat bintang, tepatnya di ranah Earth Spiritual bintang lima.


Sedangkan Xie Ling, ia juga telah berhasil menerobos ke ranah Earth Spiritual, dan tingkat kultivasinya saat ini berada satu bintang atau satu tingkatan di bawah kakaknya, yaitu ranah Earth Spiritual bintang empat.


Diumur mereka yang sekarang ini, keduanya sudah bisa dikatakan sangat hebat, bahkan luar biasa hebat, karena tidak akan ada lagi kultivator seumuran mereka yang bisa menandingi kekuatan yang mereka miliki saat ini.


"Long'er, Ling'er, meski kekuatan kalian sekarang sudah jauh lebih besar dari sebelumnya, tapi jangan sampai kalian sombong, apalagi sampai merendahkan dan meremehkan orang lain."


"Gunakan kekuatan kalian untuk menegakkan keadilan, jangan segan-segan untuk membantu orang-orang lemah dan yang membutuhkan bantuan kalian."


"Satu lagi, jika suatu hari nanti, ayah mengetahui kalian melakukan hal yang buruk, maka ayah akan melenyapkan kekuatan kalian untuk selamanya, apa kalian mengerti?!"


"Baik, ayah!"


"Bagus! Kalian boleh beristirahat sekarang dan besok, ayah akan membawa kalian kembali ke sekte."


Setelah itu, Lin Feng meminta Zhu Lien dan Zhu Ling menangkap beberapa hewan buruan, karena ia ingin membuatkan makanan spesial untuk kedua anaknya itu, atau lebih tepatnya, ia ingin mengadakan pesta kecil-kecilan untuk merayakan keberhasilan si kembar.


Malam harinya.


Selesai makan malam bersama, mereka berkumpul di halaman rumah, di sana juga sudah ada si kecil Jia Zhen yang sengaja dijemput oleh Lin Feng sebelum matahari terbenam, agar mereka sekeluarga bisa berkumpul bersama.


"Ayah, boleh aku meminta sesuatu?" tanya Xie Ling.


Lin Feng mengangguk, "Tentu saja, putriku, minta saja apapun yang kau inginkan, selagi ayah mampu, pasti akan ayah berikan."


"Mudah saja, aku ingin ayah menceritakan pertemuan pertama ayah dan ibu."


Lin Feng diam sejenak, "Baiklah, ayah akan menceritakan semuanya" ucapnya, kemudian menceritakan awal pertemuannya dengan Luo Ning sampai keduanya menikah.


Akan tetapi, tidak semua hal yang pernah mereka alami diceritakan oleh Lin Feng, misalnya seperti saat Luo Ning ditahan dan disiksa oleh Dewa Petir, ataupun tentang malam memalukan yang pernah mereka lewati sebelum menikah.


***


"Kebersamaan ini membuatku merasakan kebahagiaan yang tiada duanya" ucap Luo Ning.


"Kau benar, meski hanya sebentar, tapi kehidupan seperti inilah yang aku inginkan dari dulu" sahut Lin Feng.


"Tapi sayangnya, besok aku harus pergi lagi, karena tugasmu masih jauh dari kata selesai" lanjutnya.


"Sabarlah, semuanya pasti akan berlalu tanpa kita ketahui, yang penting, Gege harus berusaha untuk menyelesaikan tugas ini dengan baik."


"Tentu saja, istriku, karena aku tidak ingin ada pengganggu lagi dalam kehidupan kita" ucap Lin Feng, kemudian mengecup dahi istrinya itu.


Pada akhirnya, mereka berdua menghabiskan malam dengan kehangatan yang sulit untuk dijelaskan, dan untuk yang kesekian kalinya, kehangatan itu membuat mereka melupakan semua beban dan masalah yang selama ini mengganjal di hati dan pikirannya.


***


Keesokan harinya.


Karena urusannya di dimensi pertama telah selesai, Lin Feng kemudian membawa kedua anaknya kembali ke sekte Phoenix Emas, dan saat mereka tiba di sana, Jin Feng Huang dan para tetua sekte, langsung kaget saat mengetahui perubahan yang dialami oleh si kembar.


"Lin Feng, latihan macam apa yang kau lakukan pada mereka?" tanya Jin Feng Huang.


"Tidak ada, aku hanya melatih mereka cara untuk menstabilkan kekuatannya" jawab Lin Feng.


"Itu tidak mungkin! Jika memang hanya latihan itu saja yang kau lakukan, kenapa kekuatan mereka bisa meningkat secepat ini?"


"Aku sendiri tidak tahu, mungkin karena mereka berdua adalah anakku."


Alis Jin Feng Huang berkedut saat mendengar ucapan Lin Feng, ia tidak menyangka jika seorang Lin Feng ternyata bisa mengucapkan hal semacam ini, padahal, selama ini ia terkenal sangat serius dan tidak suka bercanda.


"Alasanmu sungguh membuatku ingin tertawa" sahut Jin Feng Huang.


"Sudahlah, tidak penting bagaimana aku melatih mereka, tapi yang jelas, peningkatan mereka ini juga merupakan bantuan dari kalian semua."


Setelah berbincang-bincang cukup lama, Lin Feng kemudian berpamitan untuk kembali ke kediamannya, karena selain anak dan istrinya masih ada di sana, ia juga harus mengantarkan mereka kembali ke istana kekaisaran Luo.


Kediaman Lin Feng.


"Ning'er, aku harus pergi sekarang."


Luo Ning mengangguk, kemudian memeluk suaminya itu dengan erat, "Selesaikan tugas ini dengan cepat dan segeralah kembali ke sini."


"Aku pasti akan berusaha menyelesaikan tugas ini secepat mungkin" sahut Lin Feng, lalu melepaskan pelukannya.


Kemudian, Lin Feng menggunakan kekuatan jiwa silat bayangan untuk menciptakan bayangan dirinya, lalu setelah itu, ia menghilang dari pandangan Luo Ning.


Tidak lama setelahnya, Lin Feng kembali muncul di Alam Nirvana Agung, tepatnya di istana Dewa untuk menemui Dewi Nuwa.


"Sudah selesai?" tanya Dewi Nuwa.


Lin Feng mengangguk, "Sebelum pergi aku ingin kau..."


"Tenang saja, aku pasti akan menjaga mereka dengan baik!" ujar Dewi Nuwa.


"Terima kasih."