Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-277. Ujian terakhir Sun Xiang


Setibanya ditempat yang dimaksud, Xie Long langsung mencari tempat yang nyaman untuk bermeditasi, setelah menemukannya, ia kemudian duduk bersila dan mengeluarkan ketiga sumberdaya tingkat yang ia dapatkan.


Pertama ada mutiara merah pemberian penguasa timur, kemudian ada kristal hitam yang juga merupakan pemberian penguasa timur, lalu yang ketiga ada kristal jiwa milik penguasa hutan bagian selatan yang telah ia bunuh pada pertarungan sebelumnya.


Sebenarnya masih banyak kristal jiwa lain yang dikumpulkan oleh Xiao Xue, namun untuk saat ini, Xie Long hanya ingin fokus menyerap energi pada ketiga benda itu terlebih dahulu, lagipula, menyerap terlalu banyak energi akan memiliki resiko.


"Semoga saja ketiga benda ini membuahkan hasil yang memuaskan" gumam Xie Long, kemudian memejamkan matanya dan mulai menyerap energi dalam tiga benda tersebut.


Sama halnya dengan Xie Long, Xiao Xue juga melakukan penyerapan pada beberapa kristal jiwa yang ia kumpulkan sebelumnya, karena bagaimanapun juga, ia harus meningkatkan kekuatannya ke tingkat yang lebih tinggi lagi.


***


Alam Nirvana Agung.


Setelah cukup beristirahat dan berhasil memulihkan tenaga, Sun Xiang kemudian menghampiri Dewi Nuwa untuk menjalankan ujian tahap kedua, yaitu ujian surgawi.


Sebenarnya ia bisa saja beristirahat lebih lama, bahkan Dewi Nuwa memberinya izin untuk beristirahat selama beberapa hari, namun Sun Xiang justru ingin segera menyelesaikan ujian tersebut agar bisa membanggakan gurunya.


"Sama seperti ujian pertama, pada ujian kedua ini kau juga akan menahan sambaran petir, namun dengan kekuatan yang lebih besar."


"Jika kau sudah benar-benar yakin, maka aku akan memberikan ujian kedua ini padamu, tapi kalau belum, kau bisa mengatakannya sekarang."


"Yang mulia, aku sudah siap!"


"Baiklah, kalau begitu kita akan mulai ujian tahap kedua ini" sahut Dewi Nuwa.


Sun Xiang mengangguk, kemudian berjalan ke bagian tengah altar, "Silahkan dimulai, yang mulia!"


Dewi Nuwa kemudian membentuk segel tangan, setelah selesai, ia mengarahkan tangannya ke langit. Pada saat yang bersamaan, di langit kembali terdengar suara gemuruh yang sangat kencang.


Kilatan cahaya merah memenuhi langit yang gelap, aura yang sangat kuat menyebar ke segala arah dan memberikan tekanan yang begitu luar biasa pada tubuh Sun Xiang.


"Ini kekuatan petir surgawi" Sun Xiang bergumam pelan menatap kilatan cahaya merah di langit.


"Benar! Ini adalah kekuatan petir surgawi milik gurumu" sahut Dewi Nuwa.


Sun Xiang menarik napas panjang, kemudian membuangnya secara perlahan dari mulut, ia melakukannya berulang-ulang untuk menenangkan dirinya, serta membuang segala beban yang mengganggu pikirannya.


"Guru, doakan aku!"


Dhuaaar!


Petir merah muncul di langit dan langsung menghantam tubuh Sun Xiang, hantaman yang begitu kuat itu sampai membuatnya tertunduk, jika dia tidak bisa menahan tekanannya, mungkin Sun Xiang sudah dibuat berlutut.


"Arkhhh!" Rasa sakit yang menyebar ke seluruh tubuhnya memaksa Sun Xiang untuk berteriak.


Dhuaaar!


"Arkhhh!"


Rasa sakit yang ditimbulkan oleh sambaran pertama belum menghilang, namun petir yang kedua telah muncul dan menyambar tubuhnya, memberikan siksaan yang jauh lebih menyakitkan dari sebelumnya.


Tidak lama kemudian, petir ketiga kembali muncul dan menghantam tubuh Sun Xiang lagi, memberikan penyiksaan yang jauh lebih menyakitkan daripada dua sambaran sebelumnya, dan kejadian itu terus terulang hingga delapan kali.


"Dengan kondisinya saat ini, rasanya mustahil ia bisa bertahan dari sambaran terakhir" gumam Dewi Nuwa.


"Tapi apapun hasilnya, aku harap gurumu bisa menerimanya dengan lapang dada."


DHUAAAR!


Petir yang terakhir akhirnya muncul dan langsung menyambar Sun Xiang, kekuatan yang dimiliki oleh petir terakhir ini sangatlah luar biasa dahsyat, bahkan Sun Xiang sampai dibuat hilang kesadaran dalam keadaan berdiri.


Boom!


Setelah berada di ketinggian, tubuh Sun Xiang meledak dan hancur menjadi serpihan cahaya, tidak ada apapun lagi yang tersisa dari tubuh Sun Xiang kecuali gumpalan energi yang merupakan jiwa milik Sun Xiang.


Beberapa saat kemudian, ratusan cahaya kecil yang beterbangan di udara, melayang menghampiri gumpalan energi yang berada di tengah-tengah altar, lalu semuanya menyatu dan membentuk tubuh baru untuk Sun Xiang.


Pada saat yang bersamaan, sembilan pilar raksasa yang mengelilingi altar tiba-tiba saja bergetar dan memancarkan cahaya terang, lalu cahaya tersebut memancar kearah tubuh Sun Xiang yang masih berbentuk cahaya.


"Sepertinya dia memang ditakdirkan untuk menjadi penguasa" gumam Dewi Nuwa.


"Selamat, kau berhasil melalui ujian tahap kedua."


Sun Xiang mengangguk, kemudian memandangi tubuhnya yang terasa berbeda dari sebelumnya, bahkan energi dalam dirinya juga telah berubah menjadi energi yang lebih kuat dari energi spiritual, yaitu energi Dewa.


"Apa ini yang dinamakan energi Dewa?"


"Kau benar, energi di tubuhmu itu adalah energi Dewa" jawab Dewi Nuwa.


"Tapi jangan senang dulu, karena masih ada ujian terakhir dari gurumu, jika kau berhasil melalui ujian neraka ini, maka kau akan menjadi penguasa baru dimensi pertama ini."


Sun Xiang mengangguk, "Aku mengerti, ujian terakhir ini akan menjadi penentu dari segalanya."


***


"Gege, bukankah sudah saatnya untuk ke Alam Nirvana Agung?"


Lin Feng mengangguk, kemudian mengumpulkan Huise dan yang lainnya, "Bersiap-siaplah, karena tidak akan lama lagi, kita akan menyambut penguasa yang baru."


"Baik, tuan!"


"Ayah, apa kami boleh ikut ke sana?" tanya Jia Zhen yang baru saja datang bersama adiknya.


"Baiklah, kalian juga boleh ikut" jawab Lin Feng, kemudian membawa mereka semua ke Alam Nirvana Agung.


Setibanya di sana, mereka kemudian menuju ke tempat sembilan pilar dewa berada, karena ujian terakhir juga akan dilaksanakan ditempat tersebut, dan tempat itu juga merupakan tempat penyambutan untuk sang penguasa baru.


"Guru!" sapa Sun Xiang.


Lin Feng mengangguk, "Apa kau sudah siap?"


"Aku sudah siap, guru!"


"Bagus! Tapi kau harus ingat, ujian terakhir ini sangatlah mengerikan dan resikonya sangat tinggi, jika kau tidak hati-hati, maka resikonya adalah kematian" jelas Lin Feng.


Sun Xiang mengangguk paham, ia tentunya mengerti betapa mengerikannya ujian terakhir ini, karena namanya saja terdengar sangat mengerikan, bahkan ujian terakhir ini lebih cocok disebut sebagai siksaan.


Setelah itu, Lin Feng kemudian meminta Luo Ning untuk menyatu dengannya, karena untuk menjalankan ujian terakhir ini, dibutuhkan kekuatan Dewa Asura yang sempurna.


"Sun Xiang, bersiap-siaplah" ucap Dewa Asura, kemudian membentuk segel dengan jari tangannya.


"Gerbang neraka Asura!"


Tidak lama kemudian, sebuah lingkaran sihir yang sangat besar muncul di atas altar, lalu dari dalam lingkaran sihir tersebut, keluar sebuah gerbang yang juga sangat besar.


Aura yang sangat mengerikan menyebar ke segala arah ketika gerbang itu terbuka, tekanan intimidasi yang sangat dahsyat juga menimpa mereka semua, dan jika bukan karena Lin Feng, mereka pasti sudah kesulitan menahannya.


"Masuklah, gerbang ini akan terbuka lagi setelah kau berhasil melewati ujian di dalam sana."


"Baik, guru!" ujar Sun Xiang, kemudian melangkah masuk ke dalam gerbang.