
"Dasar orang-orang bodoh! Bersiaplah untuk musnah di tanganku!" Ujar Xin Yi yang telah siap melancarkan serangan lagi.
"Tidak akan kubiarkan!"
Jia Zhen menghilang dari pandangan dan sesaat kemudian, ia telah muncul lagi di hadapan Xin Yi, pada saat yang bersamaan, ia juga melancarkan serangan dengan pedangnya.
Namun sayangnya, serangan itu berhasil dihindari dengan mudah oleh Xin Yi, tapi berkat serangan itu, bola energi kegelapan yang telah disiapkan oleh Xin Yi langsung lenyap begitu saja.
"Bocah sialan! Beraninya kau menggangguku!"
"Kenapa? Bukankah sejak awal kau mau menghadapi-ku?"
"Cihh! Bersiaplah untuk mati!" ujar Xin Yi, lalu menciptakan sebilah pedang dengan energi kegelapan.
Jika yang ia hadapi saat ini adalah Lin Feng, mungkin Xin Yi tidak akan pernah mau menghadapinya dengan pedang, karena ia sudah tahu betapa hebatnya Lin Feng menggunakan pedang.
Namun yang ia hadapi saat ini adalah Jia Zhen, sehingga ia merasa harus menggunakan pedang, karena dengan senjata itu, ia bisa memotong setiap bagian tubuh Jia Zhen dengan mudah.
Selain itu, Xin Yi juga sangat yakin jika teknik pedang Jia Zhen tidak sehebat ayahnya, apalagi kekuatan yang ia miliki berada jauh di atas Jia Zhen, sehingga tidak ada yang perlu ia khawatirkan.
"Hahaha! Sudah kuduga, kehebatan-mu tidak sebanding dengan ayahmu yang hanya seorang pecundang itu!"
Dhuaaar!
Perkataan Xin Yi membuat Jia Zhen terdiam dan kehilangan fokus. Akibatnya, sebuah tendangan mendarat tepat di dadanya, yang membuatnya terlempar hingga jatuh ke tanah.
"Siapa yang kau sebut pecundang, sialan?!"
"Siapa lagi kalau bukan a..."
Perkataan Xin Yi terhenti karena tubuhnya tiba-tiba saja tidak bisa digerakkan, kemudian sebuah pukulan keras mendarat di wajahnya dan berhasil membuatnya terlempar jauh.
Tidak lama berselang, udara di sekitarnya berubah menjadi sangat dingin, lalu setelah itu, bongkahan es yang sangat besar menghantam tubuhnya yang masih terbelenggu.
"Coba ulangi kalau kau berani?!" ujar Xie Long.
"Aku akui, kau memang hebat, tapi jangan pernah berpikir untuk merendahkan ayah kami di hadapan kami semua!" imbuh Xie Ling.
"Aku sudah tidak sabar ingin membakar-mu hingga tidak tersisa!"
Pada awalnya, mereka bertiga tidak ingin ikut campur dalam pertarungan itu, namun karena Xin Yi sudah merendahkan Lin Feng, tentu mereka tidak bisa diam begitu saja.
"Hahahaha! Apa kalian pikir, kekuatan kalian berempat sudah cukup untuk membunuhku?"
"Untuk itulah kami ada di sini!" jawab Jia Zhen.
"Hahahaha!"
Tawa mengerikan keluar dari mulut Xin Yi, pada saat yang bersamaan, aura kekuatan yang begitu dahsyat terpancar dari tubuhnya, bahkan aura kekuatannya itu sampai membuat tanah bergetar.
Namun, aura yang begitu dahsyat tersebut tidak membuat mereka berempat gentar sedikitpun, bahkan mereka berempat tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun.
"Kalau begitu, mari kita mulai!" ujar Xin Yi, lalu menghilang dari pandangan.
Pada saat yang bersamaan, Jia Zhen juga ikut menghilang dari pandangan dan sesaat kemudian, di udara muncul percikan api yang diiringi oleh suara senjata yang beradu.
Kecepatan mereka berdua benar-benar luar biasa, bahkan Zhen Jia dan Xie Ling sampai kebingungan saat mereka melihat percikan api yang muncul dimana-mana.
"Xin Yi, kau tidak akan aku maafkan!" ujar Xie Long, lalu menggunakan kekuatan mata ungu untuk mengunci pergerakan Xin Yi.
Seketika itu juga, tubuh Xin Yi kembali menjadi kaku dan tidak bisa digerakkan sedikitpun. Akibatnya, sebuah serangan kembali mendarat di tubuhnya hingga membuatnya terlempar.
"Sekarang!" ujar Xie Long.
Xie Ling mengangguk paham dan langsung melepaskan kekuatan darah naga di tubuhnya. Lalu setelah itu, Xie Ling menciptakan seekor naga dari energi dingin ditubuhnya.
Tidak mau ketinggalan, Zhen Jia juga melepaskan kekuatannya, lalu ia menciptakan bola api berwarna emas dengan yang sangat besar di antara kedua telapak tangannya.
Wushh.
DHUAAAR!
Ledakan yang sangat dahsyat terjadi ketika bola api emas itu menghantam tubuh Xin Yi. Udara yang semula dingin, langsung berubah menjadi sangat panas karena api emas tersebut.
"Masih belum cukup!" ujar Jia Zhen.
Sebilah pedang raksasa yang diselimuti oleh kekuatan petir merah, melesat turun dengan kecepatan tinggi, kemudian menghantam tubuh Xin Yi yang masih dibakar oleh api emas.
Tidak hanya itu saja, Xie Long juga ikut andil dalam penyerangan tersebut, ia menggunakan kekuatan mata ungu untuk meningkatkan kekuatan serangan, sehingga dampaknya sangatlah dahsyat.
"Apakah sudah selesai?"
"Tidak, aku yakin dia masih bisa bertahan."
"Hahahaha!"
Suara tawa menggelegar ditengah asap hitam yang menghalangi pandangan mereka, "aku benar-benar tidak menyangka jika diriku akan dihajar habis-habisan oleh kalian berempat."
"Dan lihat ini, aku sampai terluka parah karena serangan kalian."
Meski berhasil lolos dari kematian, namun serangan beruntun mereka, berhasil meninggalkan luka yang cukup parah, bahkan sayap di punggungnya hancur karena serangan itu.
"Sepertinya, aku harus lebih serius lagi" ucap Xin Yi.
Kemudian, Xin Yi melepaskan kekuatan yang lebih besar lagi. Seketika itu juga, luka di sekujur tubuhnya langsung lenyap, dan tiga pasang sayap hitam di punggungnya juga tumbuh lagi.
Wushh!
Dhuaaar!
Serangan yang sangat cepat menghantam tubuh Xie Long dan membuatnya terlempar jauh, selain itu, pukulan tersebut juga membuatnya memuntahkan darah segar.
"Kekuatan-mu itu sangat merepotkan, jadi kaulah yang akan kubunuh pertama kali!"
Xin Yi mengangkat pedangnya dan bersiap untuk menebas Xie Long, namun sebelum ia sempat melakukannya, Jia Zhen telah muncul di depannya seraya melancarkan serangan.
Mau tidak mau, Xin Yi harus mengurungkan niatnya dan menjauh dari sana, jika tidak, serangan yang dilakukan oleh Jia Zhen pasti akan memenggal lehernya.
Namun, saat ia sedang fokus pada Jia Zhen, Xie Ling telah muncul di belakangnya, lalu menyerangnya dengan kekuatan Asura yang ia kombinasikan dengan kekuatan darah naga.
Dhuaaar!
Xin Yi kembali terlempar akibat serangan itu dan saat tubuhnya masih melayang di udara, Zhen Jia juga telah melancarkan serangan dengan kekuatan api emas.
Namun sayangnya, sebelum serangan itu sempat mengenai dirinya, Xin Yi telah lebih dulu menghilang dari pandangan, sehingga serangan itu hanya mengenai udara kosong.
"Cihh! Benar-benar merepotkan!" ujar Xin Yi.
"Mereka sebenarnya lemah, tapi gabungan serangan mereka sangatlah luar biasa."
Kekuatan mereka berempat mungkin tidak sebanding dengan Xin Yi, namun kombinasi serangan yang mereka lakukan benar-benar sempurna, sehingga sangat sulit untuk dihadapi, bahkan oleh seorang Xin Yi sekalipun.
"Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus menemukan cara untuk memisahkan mereka, atau membunuh salah seorang dari mereka."
"Jangan memikirkan hal yang berlebihan, karena aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi!" ujar Jia Zhen.
"Hahahaha! Baiklah, mari kita buktikan ucapan-mu itu!"