
Lin Feng mengerutkan dahinya ketika mendengar perkataan Xin Yi, ia benar-benar tidak mengerti maksud dari perkataannya barusan, karena selama ini, ia tidak pernah merasa telah bertarung melawan Xin Yi.
"Apa maksudmu?" tanya Lin Feng.
"Abaikan saja, aku bisa memaklumi jika kau lupa dengan semuanya, karena kau bukanlah Dewa Asura yang aku kenal" jawab Xin Yi.
"Sudah kuduga, pantas saja Dewa Asura seperti menyembunyikan sesuatu dariku" sahut Lin Feng.
"Begini saja, aku akan menceritakan semuanya, dengan syarat kau harus mengalahkan-ku, bagaimana?"
"Tidak perlu, jika Asura menolak menceritakan semuanya, maka aku tidak ingin mendengarkannya dari mulut orang lain."
"Hahahaha!" Xin Yi kembali tertawa lantang, kemudian berdiri dari tempat duduknya, "Yasudah, kalau begitu aku akan menyiapkan arena pertarungan untuk kita" ucapnya.
Woshh!
Energi yang sangat dahsyat terpancar dari tubuh Xin Yi, membuat dirinya diselimuti oleh aura berwarna hitam pekat, bersamaan dengan itu, seluruh tempat tersebut ikut bergetar karena tekanan luar biasa yang dihasilkan dari energi tersebut.
Tidak lama berselang, Xin Yi kemudian menjentikkan jari tangannya dan seketika itu juga, istana tempat ia dan Lin Feng berada tiba-tiba saja lenyap tanpa jejak. Pada detik berikutnya, tempat itu telah berubah menjadi sebuah arena pertarungan yang sangat luas.
"Bagaimana menurutmu?" tanya Xin Yi.
"Tidak buruk, aku juga suka dengan nuansa kegelapan seperti ini" jawab Lin Feng, kemudian berdiri dari tempat duduknya.
"Kita mulai sekarang?"
"Lebih cepat lebih baik!"
Xin Yi tersenyum mendengar perkataan Lin Feng, kemudian ia melompat naik ke atas arena pertarungan yang telah ia ciptakan, lalu disusul oleh Lin Feng yang berdiri disisi berlawanan dengan Xin Yi.
Suasana yang awalnya biasa saja, berubah mencekam ketika keduanya melepaskan aura kekuatannya masing-masing, tekanan yang luar biasa besar muncul dari aura kekuatan keduanya, hingga membuat seluruh tempat itu bergetar.
Dua aura kekuatan yang luar biasa bertabrakan di udara, menimbulkan gesekan energi yang menciptakan percikan api dan juga petir, langit seolah terbelah menjadi dua bagian karena gesekan kekuatan yang terjadi.
Wushh!
Dhuaaar!
Dengan gerakan yang tidak bisa ditangkap oleh mata keduanya sama-sama melesat maju, ledakan yang sangat dahsyat seketika terjadi saat mereka berdua mengadu tinjunya, bahkan getaran yang terjadi bertambah semakin kencang karenanya.
"Asura, tunjukkan kekuatanmu padaku! Aku ingin melihat bagaimana perkembangan-mu setelah ribuan tahun tidak bertemu!"
"Nanti kau juga akan melihatnya seiring berjalannya pertarungan kita!"
"Hahahaha! Kalau begitu, aku akan memaksamu mengeluarkan kekuatanmu sekarang juga!"
Wushh!
Xin Yi melepaskan kekuatan yang jauh lebih dahsyat dari sebelumnya, bahkan tekanan yang timbul dari kekuatan itu sampai berhasil menindas Lin Feng. Selain itu, wujudnya juga ikut berubah bersamaan dengan kekuatan yang ia lepaskan.
Di punggungnya muncul tiga pasang sayap menyerupai sayap kelelawar, kemudian di kepalanya muncul sepasang tanduk, di bagian belakang pinggangnya juga tumbuh ekor yang cukup panjang, dan sekujur tubuhnya diselimuti oleh sisik menyerupai sisik naga.
"Inikah wujud yang kau dapatkan dari kekuatan darah bangsa iblis?" tanya Lin Feng yang masih berada di bawah tekanan intimidasi.
"Kau benar! Inilah wujud yang aku dapatkan setelah menyerap kekuatan dan darah bangsa iblis!" jawab Xin Yi.
Sejak awal, Lin Feng sudah menyadari jika Xin Yi memiliki banyak darah di dalam tubuhnya, namun ia tidak menyangka jika Xin Yi mampu menggunakan kekuatan darah itu sampai ke tahapan yang benar-benar sempurna.
"Cepatlah! Aku akan menunggu sampai kau melepaskan kekuatanmu!" ujar Xin Yi.
Lin Feng menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya, ia sangat sadar jika tidak mungkin baginya untuk melawan Xin Yi hanya dengan kekuatan biasa, oleh karena itu, ia juga melepaskan kekuatan terkuat yang ia miliki.
Wushh!
Sama halnya dengan Xin Yi, wujud Lin Feng juga berubah setelah melepaskan kekuatan Asura dari dalam tubuhnya, namun karena tidak ada Luo Ning, perubahan wujudnya-pun tidak sempurna, begitu pula dengan kekuatannya.
"Kau... kenapa wujud-mu tidak sempurna?" tanya Xin Yi yang merasakan keanehan dalam perubahan wujud Lin Feng.
"Bukan urusanmu!"
"Hahahaha!" Xin Yi kembali tertawa lantang, "Lin Feng, kekuatanmu saat ini tidak akan cukup untuk menghadapi-ku!" ujarnya, kemudian menghilang dari pandangan.
Sama halnya dengan Xin Yi, Lin Feng juga ikut menghilang dari pandangan dan sesaat kemudian, suara ledakan mulai terdengar dimana-mana, juga disertai dengan percikan api yang muncul karena benturan tinju keduanya.
Boom!
Lin Feng dan Xin Yi sama-sama terpental ketika tinju mereka beradu untuk yang kesekian kalinya, namun hal itu masih belum bisa menghentikan keduanya.
Xin Yi menciptakan bola energi berwarna hitam di telapak tangan kirinya, kemudian melemparkan bola energi tersebut kearah Lin Feng, dan saat masih melesat di udara, bola energi yang awalnya hanya satu, tiba-tiba saja menjadi sangat banyak.
Lin Feng tentu tidak diam saja, namun ia tidak menciptakan bola energi seperti Xin Yi, melainkan menggunakan kekuatan api emas untuk melawan serangan yang dilakukan oleh musuhnya itu.
Wushh!
Dhuaaar!
Dhuaaar!
Ledakan dahsyat terus terdengar bersahut-sahutan ketika kekuatan yang mereka lepaskan bertabrakan di udara, menyebabkan gesekan energi yang sudah terjadi sejak awal semakin kuat, begitupun dengan getaran yang mengguncang tempat tersebut.
Ditengah-tengah ledakan yang masih menggema di udara, Xin Yi melesat dengan kecepatan tinggi melewati ledakan energi tersebut, ia bahkan tidak peduli apakah ledakan itu akan berdampak pada dirinya atau tidak.
Hanya dalam satu tarikan napas, Xin Yi sudah berada didepan Lin Feng, kemudian ia melancarkan serangan dengan kukunya yang sangat tajam, namun serangan itu masih berhasil dihindari oleh Lin Feng.
Disaat yang bersamaan, Lin Feng juga melancarkan serangannya, namun sama halnya dengan dirinya, Xin Yi juga dapat menghindari serangannya dengan mudah.
Dhuaaar!
Ledakan dahsyat kembali terjadi ketika pukulan Xin Yi berhasil mendarat di wajah Lin Feng, begitupun sebaliknya. Akibatnya, keduanya terlempar hingga puluhan meter jauhnya.
Namun, keduanya kembali menghilang saat berhasil mengembalikan keseimbangan tubuhnya, dan lagi-lagi, suara ledakan yang bersahut-sahutan kembali terdengar mengiringi pertarungan dahsyat keduanya.
"Lin Feng, kau pasti akan menyesal karena menghadapi-ku dengan kekuatan yang tidak sempurna!"
"Pertarungan masih berlanjut, jadi akhirnya masih belum diketahui!"
"Hahahaha! Kau ingin melihat akhirnya? Maka akan aku tunjukkan padamu!"
Xin Yi terbang menjauhi Lin Feng, kemudian ia menciptakan sebilah pedang dengan kekuatannya. Pedang yang ia ciptakan nampak mirip dengan pedang Dewa Asura, hanya auranya saja yang berbeda.
"Ining melawanku dengan pedang? Biar aku tunjukkan bagaimana cara menggunakan pedang dengan baik!" ujar Lin Feng, kemudian mengeluarkan pedang kebanggaannya, yaitu pedang emas hitam, atau pedang Dewa Asura.
Lin Feng, kehebatannya bukan hanya karena dia memiliki kekuatan Dewa Asura, atau dirinya yang merupakan Dewa Asura itu sendiri, tapi ia dikenal karena dialah satu-satunya manusia yang mendapatkan tiga gelar Dewa.
Diantara ketiga gelar Dewa yang melekat di dirinya, salah satunya adalah gelar Dewa Pedang. Gelar ini ia dapatkan karena memang tidak ada yang mampu menandinginya dalam menggunakan senjata pedang.
"Cihh! Berhentilah bersikap sombong saat kekuatanmu tidak sempurna!" ujar Xin Yi.
Pertarungan yang awalnya hanya menggunakan tangan kosong, kini berubah menjadi pertarungan dengan senjata, dan benar saja, saat pertarungan mereka dimulai, Lin Feng sudah terlihat jauh lebih unggul daripada Xin Yi.
Slash!
Slash!
Dhuaaar!
"Hahahaha! Kau benar, keputusanku untuk melawan-mu dengan menggunakan pedang adalah keputusan yang salah" ucap Xin Yi.
Xin Yi kemudian mengarahkan pandangannya ke tangan kirinya yang telah putus. Tidak lama berselang, tangan yang telah putus itu kembali tumbuh seperti semula, seolah tidak pernah terjadi apapun pada tangan kirinya itu.
Sementara itu.
Lin Feng yang masih melayang di udara nampak sedikit heran melihat tangan Xin Yi yang bisa tumbuh seperti semula, padahal sudah jelas jika pedangnya memiliki kekuatan petir surgawi, yang merupakan musuh alami kekuatan iblis.
Sekuat apapun kekuatan iblis yang dimiliki oleh Xin Yi, mustahil bagi dirinya untuk menumbuhkan tangannya lagi, karena kekuatan iblis akan langsung hancur secara perlahan jika terkena serangan kekuatan petir surgawi.
Disisi lain.
Xin Yi yang telah berhasil menyembuhkan tangannya, kemudian melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi, setelah dirinya berada di depan Lin Feng, ia kemudian mengangkat pedangnya dan bersiap untuk menebas Lin Feng.
Namun sayangnya, serangan yang ia lancarkan berhasil ditahan oleh Lin Feng dengan pedangnya. Xin Yi yang tidak kehabisan akal, kemudian melancarkan serangan kedua dengan tangan kirinya, tapi Lin Feng juga berhasil menangkap tinjunya itu dengan tangan kirinya.
"Kau sungguh hebat, aku bahkan tidak menyangka jika kekuatan tidak sempurna ini berhasil membuatku seperti ini" ucap Xin Yi.
Lin Feng tidak menjawab dan masih fokus menahan pedang dan juga tinju Xin Yi, kedua tangannya nampak gemetar karena menahan kekuatan yang sangat besar, bahkan ia dapat merasakan jika kekuatan Xin Yi semakin bertambah besar.
"Matilah!" ujar Xin Yi, seraya menyerang dengan lututnya.
Serangan itu, serangan itu mendarat tepat di ulu hati Lin Feng, hingga membuatnya memuntahkan darah segar dan juga terlempar jauh ke atas. Xin Yi yang masih belum puas kemudian menghilang dari pandangan.
Sesaat kemudian, Xin Yi telah muncul lagi di atas Lin Feng, saat tubuh Lin Feng sampai didekatnya, ia mengangkat pedangnya ke udara dan langsung mendaratkan tebasan di punggung Lin Feng.
Wushh!
Dhuaaar!
Tubuh Lin Feng jatuh dengan kecepatan tinggi dan menghantam puing-puing arena pertarungan, hantaman yang begitu keras menimbulkan ledakan yang sangat besar, bahkan puing-puing yang dihantam tubuh Lin Feng langsung hancur.
Serangan Xin Yi memang tidak melukai tubuh Lin Feng, karena jubah hitam Asura masih melindungi tubuhnya, namun tebasan itu berhasil memotong salah satu sayap Lin Feng, bahkan membuat Lin Feng memuntahkan darah untuk yang kedua kalinya.
Meski seluruh tubuhnya terasa sakit, namun Lin Feng masih mampu berdiri, serangan Xin Yi barusan tentu masih belum mampu membuatnya terkapar, apalagi serangan itu tidak memberikan luka tebasan di tubuhnya.
Lin Feng kemudian mengacungkan pedangnya ke langit, lalu ia membentuk segel dengan tangan kirinya, "Teknik pedang hampa, pedang semesta!"
Langit yang memang sudah gelap itu tiba-tiba saja bergemuruh, aura kekuatan yang sangat dahsyat menyebar kemana-mana, tidak lama berselang, di langit muncul sebilah pedang dengan ukuran yang sangat besar.
"Hanya ini saja? Aku bahkan bisa menciptakan yang lebih besar lagi!" ujar Xin Yi, kemudian menggunakan kekuatannya untuk menciptakan pedang yang jauh lebih besar.
Benar saja, pedang yang diciptakan oleh Xin Yi memang jauh lebih besar daripada pedang ciptaan Lin Feng, begitupun dengan kekuatan yang terkandung dalam pedang energi tersebut.
Wushh!
DHUAAAR!
Ledakan yang benar-benar sangat dahsyat terjadi ketika kedua pedang itu beradu, walaupun ukuran pedang Lin Feng lebih kecil, namun esensi kekuatannya tidak kalah daripada milik Xin Yi.
Buktinya, kedua pedang itu langsung hancur saat saling beradu di udara. Kehancuran kedua pedang itu menyebabkan terjadinya ledakan energi yang sangat dahsyat, yang bahkan berhasil mengguncang seluruh tempat itu.
Ledakan energi itu juga berhasil membuat Lin Feng dan Xin Yi sama-sama terlempar, bahkan Xin Yi nampak memuntahkan darah karena dampak yang diterima oleh tubuhnya cukup besar.
Sama halnya dengan Xin Yi, Lin Feng juga memuntahkan darah untuk yang ketiga kalinya, benturan dan ledakan energi barusan menyisakan luka dalam yang cukup parah untuk dirinya.
"Hahahaha! Ini benar-benar luar biasa, pertarungan ini bahkan lebih dahsyat dari pertarungan kita dulu!" ujar Xin Yi.
"Tapi sayangnya, pertarungan ini akan aku akhiri sekarang juga!"
Setelah menyelesaikan kalimatnya, Xin Yi kemudian menggunakan seluruh kekuatannya untuk menciptakan bola energi yang sangat besar, bahkan Xin Yi sampai menggunakan seluruh kekuatan darah yang ia miliki di tubuhnya.
Lin Feng menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya, kemudian mengarahkan pandangannya pada pedang emas hitam di tangan kanannya, lalu ia mengalirkan kekuatan api emas dan petir surgawi ke dalam pedang tersebut.
"Kau sudah menemaniku sangat lama dan sudah saatnya, kau menemukan Tuan yang baru, siapapun nanti yang ditakdirkan untukmu, aku harap kau bisa menerimanya dengan baik" ucap Lin Feng.
Pedang Dewa Asura atau pedang emas hitam bergetar ketika mendengar ucapan Lin Feng, seolah-olah mengerti dan memahami maksud ucapan Tuannya itu.
Lalu setelah Lin Feng melepaskan genggaman tangannya, pedang emas hitam kemudian melesat terbang meninggalkan tempat tersebut.
"Ning'er, maafkan aku, mungkin aku tidak bisa menepati janjiku padamu" ucap Lin Feng pelan, tanpa ia sadari, setetes cairan bening mengalir keluar dari sudut matanya.
Setelah pedang emas hitam menghilang dari pandangannya, Lin Feng kemudian menoleh pada Xin Yi, "Kalau kau ingin mengakhiri semuanya, maka aku juga akan melakukan hal yang sama!"
Lin Feng mengangkat kedua tangannya ke atas, melepaskan semua kekuatan yang ia miliki untuk menciptakan bola energi yang sangat besar.
Namun sayangnya, kekuatan yang ia lepaskan itu tidak bisa menyatu, sangat berbeda dengan Xin Yi yang bisa menyatukan semua kekuatannya.
"Matilah!"
Wushh!
DHUAAARRR!
Ledakan yang jauh lebih dahsyat kembali terjadi ketika keduanya melepaskan serangan terakhir, bersamaan dengan itu, ledakan energi yang tidak kalah dahsyat juga terjadi, hingga menyebabkan terjadinya getaran di seluruh dimensi.
Beberapa menit setelahnya.
Xin Yi membuka matanya setelah pingsan karena dampak dari ledakan energi sebelumnya, tangan kiri yang sebelumnya sempat di potong oleh Lin Feng nampak putus untuk yang kedua kalinya.
Tidak hanya itu saja, tiga pasang sayap yang tumbuh di punggungnya terlihat sudah hancur dan hanya tersisa sebagian, sepasang tanduk di kepalanya juga patah, bahkan salah satunya benar-benar patah sampai ke pangkal.
Selain itu, sekujur tubuhnya juga dipenuhi oleh luka yang cukup parah, sehingga membuatnya sedikit kesulitan untuk bergerak.
"Sial! Aku tidak menyangka kekuatannya yang tidak sempurna itu bisa melukaiku sampai separah ini" ucap Xin Yi, kemudian menggunakan sisa kekuatannya untuk menyembuhkan dirinya.
Setelah benar-benar sembuh, Xin Yi kemudian beranjak dari sana, ia menoleh ke sekitar untuk mencari Lin Feng, namun tidak ia temukan, lalu ia melepaskan kekuatan jiwanya untuk merasakan keberadaan Lin Feng, namun hasilnya sama saja.
"Hahahaha!" Xin Yi tertawa bahagia, "Akhirnya aku berhasil membunuhnya!"
Meski suara tawa bahagia menggelegar dari mulutnya, namun tanpa ia sadari, matanya malah meneteskan air mata, bahkan dadanya terasa sangat perih seolah ada luka yang tergores di hatinya.
"Xin Yun, kenapa? Kenapa akhirnya malah seperti ini?"
Memang tidak bisa dipungkiri jika Xin Yi sangat membenci adik angkatnya itu, namun ia juga tidak memungkiri jika dirinya masih menganggap Xin Yun sebagai adiknya sendiri.
Walaupun adiknya yang bernama Xin Yun sudah tiada, namun baginya, Lin Feng yang memiliki kekuatan Asura tidak ubahnya seperti adiknya sendiri.
Dalam hati kecilnya, ingin sekali ia merangkul Lin Feng seperti ia merangkul Xin Yun ketika mereka masih kecil, dan ia ingin sekali memanggil Lin Feng dengan sebutan "adik."
"Maafkan aku, Lin Feng" gumamnya, kemudian menghapus jejak air mata di pipinya.
"Kau tenang saja, aku pasti akan melanjutkan impianmu, impian yang sama dengan adikku, Xin Yun."
Xin Yi mengepalkan tinjunya, "Kenapa aku malah menyesal? Bukankah seharusnya aku bahagia?"
"Arkhhh!" Xin Yi berteriak kencang untuk melepaskan perasaan yang tidak menentu dalam dadanya.
Di satu sisi, ia sangat bahagia karena berhasil mencapai tujuannya untuk mengalahkan Lin Feng, namun disisi lain, ia sangat menyesal karena telah membunuh adiknya sendiri.