
Istana kerajaan Dunia Bawah.
"Gege, selamat datang" ucap Luo Ning dan langsung melompat kedalam pelukan sang suami.
"Aku benar-benar merindukanmu, Ning'er."
"Apa kau hanya merindukan istrimu saja?"
Lin Feng melepaskan pelukannya, kemudian menghampiri Lin Hua yang juga berada di sana, "Tentu saja tidak, ibu. Aku juga sangat merindukan ibu" ucapnya sembari memeluk Lin Hua.
"Putraku, siapa mereka berdua?" tanya Lin Hua setelah Lin Feng melepaskan pelukannya.
"Ibu, mereka berdua adalah temanku, dia adalah Xiao Lang, penguasa dimensi ketujuh, lalu yang ini adalah Shen Long."
"Salam, Nyonya. Namaku Xiao Lang" Xiao Lang memperkenalkan dirinya seraya memberikan hormatnya kepada Lin Hua.
"Anda terlalu sopan, yang mulia. Aku hanyalah manusia biasa dan tidak pantas mendapatkan rasa hormat dari yang mulia" ucap Lin Hua.
Xiao Lang tersenyum ramah, "Aku juga manusia biasa seperti Anda, jadi jangan sungkan seperti itu padaku. Dan untuk rasa hormatku, Anda sangat pantas mendapatkannya, karena mulai sekarang, Anda adalah ibuku juga."
"Apa maksud yang mulia?" Lin Hua nampak bingung dengan perkataan Xiao Lang.
"Ibu, aku dan Xiao Lang sudah menjalin hubungan persaudaraan, jadi wajar jika dia menganggap ibu sebagai ibunya juga" jelas Lin Feng.
"Yasudah, bagaimana kalau kita pindah ke meja makan, aku akan menyiapkan hidangan spesial untuk kalian berdua" lanjutnya.
"Maksudmu?"
"Kau akan tahu nanti."
Setelah saling memperkenalkan diri, mereka kemudian berpindah ke meja makan, dan saat itu juga, Xiao Lang dibuat takjub dengan keahlian memasak Lin Feng. Bagaimana tidak, seseorang yang sangat gila dengan pertarungan seperti Lin Feng, ternyata memiliki keahlian dalam hal memasak, bahkan, masakannya mampu membuat Xiao Lang memujinya tanpa henti.
"Lin Feng, selain bertarung dan memasak, keahlian apa lagi yang kau miliki?" tanya Xiao Lang.
"Hanya itu saja" jawab Xiao Lang.
"Benarkah?"
"Itu tidak benar! Kenyataannya, Tuan sangat ahli dalam membuat orang lain kesal" sahut Lang Diyu.
"Hahahaha, kau benar, aku bahkan masih ingat bagaimana wajah kesal Yama ketika berhadapan dengan Tuan" imbuh Yin Ouyang.
"Dan jangan lupa, aku juga ahli menghukum seseorang yang tidak pandai menjaga mulutnya" ucap Lin Feng.
"Itu juga benar! Aku bahkan masih mengingat dengan jelas bagaimana nasib Dewa petir saat dihukum oleh Tuan."
"Hahaha!"
Ruang makan dipenuhi oleh suara gelak tawa para bawahan Lin Feng, namun suasana tersebut justru membuat Xiao Lang dan Shen Long kebingungan, pasalnya, hubungan antara Lin Feng dan mereka tidak terlihat seperti Tuan dan bawahan, melainkan seperti saudara yang sedang bercanda gurau.
"Tidak perlu bingung, di istanaku ini memang selalu seperti ini, ada kalanya kami serius dan ada kalanya kami bercanda" ucap Lin Feng.
"Aku benar-benar kagum dengan hubungan kalian, mungkin aku bisa menerapkan hal yang sama di istanaku nanti" sahut Xiao Lang.
Selesai makan, Lin Feng kemudian mengajak mereka semua berkumpul di ruang keluarga dan lagi-lagi, Xiao Lang dapat merasakan kehangatan dari sebuah keluarga di sana. Walaupun mereka semua bukanlah keluarganya, namun mereka tidak memperlakukannya sebagai orang asing.
Selain Xiao Lang, Shen Long juga merasakan hal yang sama, dan saat itu juga, ia akhirnya mengerti apa yang dimiliki oleh Huise dan tidak dimiliki olehnya, yaitu hubungan kekeluargaan. Selama ini, ia terlalu angkuh dan selalu menganggap bahwa dirinya lebih tinggi dari yang lain, oleh sebab itu, ia tidak pernah merasakan kehangatan dari sebuah keluarga.
"Benar juga, selama ini aku tidak pernah menganggap mereka semua sebagai keluargaku" ucap Shen Long dalam hatinya.
"Semuanya, maaf jika aku memotong obrolan, tapi aku harus pamit sekarang, karena aku ingin menemui kedua anakku" ucap Lin Feng.
"Tidak masalah, lagipula, tujuanmu kembali adalah untuk bertemu dengan mereka, bukan?"
"Terima kasih." Setelah berpamitan, Lin Feng dan Luo Ning pergi meninggalkan ruang keluarga.
"Mereka baik-baik saja, saat ini mereka tengah tidur di kamar" jawab Luo Ning.
Setibanya di kamar, Lin Feng langsung menghampiri kedua anaknya yang tengah tertidur lelap, namun ia nampak kebingungan ketika melihat kedua anaknya yang sudah tumbuh besar, padahal, ia merasa kepergiannya tidak terlalu lama.
"Berapa usia mereka sekarang?"
"Satu tahun" jawab Luo Ning.
"Satu tahun? Tapi kepergian ku hanya..."
Lin Feng menghentikan ucapannya, ia baru ingat jika perjalanan melintasi dimensi memakan waktu yang tidak sebentar, walaupun terasa sangat singkat, namun waktu yang berlalu sudah lebih lama dari yang ia bayangkan.
Misalnya seperti sekarang ini, Lin Feng merasa kepergiannya belum mencapai dua bulan, namun kenyataannya, kepergiannya telah memakan waktu selama beberapa bulan, bahkan hampir satu tahun telah berlalu sejak ia memulai perjalanan melintasi dimensi.
"Semakin lama aku menemukan Dewa Huo, artinya semakin lama pula aku meninggalkan mereka berdua."
Ada perasaan sedih yang sulit diungkapkan dengan kata-kata dalam ucapan Lin Feng, bagaimana tidak, sosok seorang ayah yang seharusnya berada disisi kedua anaknya dan menyaksikan pertumbuhan mereka, malah harus pergi untuk waktu yang tidak diketahui.
Saat ini saja, Lin Feng kembali setelah anaknya berumur satu tahun dan itupun masih dalam perjalanan menjalankan misinya, jika misinya tidak segera ia selesaikan, maka tidak menutup kemungkinan jika dirinya akan kembali setelah kedua anaknya remaja, atau bahkan lebih lama lagi.
Luo Ning yang mengerti akan kesedihan suaminya, mencoba untuk menghiburnya dengan memeluk tubuh Lin Feng dari belakang, "Gege, jangan sedih, aku yakin mereka berdua dapat memakluminya. Selain itu, misi yang Gege jalankan juga akan menentukan masa depan mereka berdua" ucapnya.
Lin Feng melepaskan tangan Luo Ning yang melingkar ditubuhnya, kemudian ia memutar tubuhnya dan langsung mengecup mesra bibir Luo Ning, tapi kemudian, rasa rindu yang sudah lama terpendam membuat kecupan mesra itu berakhir dengan ciuman hangat antara keduanya.
"Jangan sekarang, karena tidak baik meninggalkan tamu terlalu lama" ucap Luo Ning.
"Jangan sekarang? Apa maksudmu? Apa jangan-jangan kau berpikir aku ingin..."
"Yasudah, kalau begitu lupakan saja!" ujar Luo Ning kesal, kemudian beranjak pergi dari sana, namun Lin Feng menarik tangannya hingga membuatnya jatuh kedalam pelukannya sekali lagi.
"Nanti malam, tunggu aku di kamar kita."
Luo Ning tidak mengatakan apapun dan hanya menganggukkan pelan, "Sebaiknya kita kembali ke ruang keluarga, aku yakin mereka masih menunggu Gege di sana."
Setelah itu, Lin Feng dan Luo Ning beranjak dari kamar anak mereka dan kembali ke ruang keluarga, namun saat tiba di sana, mereka berdua justru tidak menemukan siapapun.
"Kemana mereka?"
"Mungkin di halaman istana" jawab Lin Feng.
"Ning'er, bagaimana keadaan ayah dan yang lainnya?"
"Mereka juga baik-baik saja."
"Sepertinya aku harus mengunjungi mereka besok, apa kau mau ikut?"
Luo Ning mengangguk, "Aku juga ingin mengunjungi kakak di sekte Pedang Suci."
"Sekte, ya? Sepertinya aku juga harus mengunjungi sekte Phoenix Emas, aku yakin mereka akan senang dengan kedatangan ku."
"Gege memang harus ke sana, karena sejak Gege pergi, Sun Xiang tidak pernah kembali ke Dunia Bawah, dia terus belajar dan berusaha untuk meningkatkan kekuatannya, agar suatu hari nanti dia bisa menyusul Gege."
"Anak itu memang sedikit berbeda, tapi aku senang karena dia memiliki semangat yang besar dalam berlatih."
*
*
*
(Next chapter update : 22.00 / 23.00wib)