
Masalah yang terjadi ditempat latihan menyebar luas ke seluruh penjuru sekte, entah siapa yang memulainya lebih dulu, namun rumor mengenai kekejaman Xie Long sudah tersebar luas di kalangan para murid.
Parahnya lagi, para murid menganggap bahwa Xie Long lah yang bersalah dan menurut mereka, Xie Long tidak pantas menjadi murid sekte, karena sikapnya yang kejam tidak mencerminkan sekte Phoenix Emas yang merupakan sekte aliran putih.
Sebenarnya alasan ini sangat tidak masuk akal, karena sebelum Xie Long masuk ke sekte Phoenix Emas, ada sosok yang jauh lebih kejam darinya, yaitu Lin Feng, namun pada saat itu, tidak satupun yang berani mengatakan hal ini padanya.
Kediaman si kembar.
"Kau puas dengan yang kau lakukan?" tanya Lin Feng.
Xie Long tertunduk dan tidak berani menatap mata ayahnya, "Aku minta maaf ayah, aku benar-benar tidak bisa membiarkan mereka menindas adikku begitu saja."
"Apa kau menyesal?"
Xie Long menggelengkan kepalanya, ia tidak merasa menyesal sedikitpun, karena menurutnya, apa yang ia lakukan tidaklah salah, lagipula, yang memulai keributan bukanlah dirinya, jadi tidak mungkin dia menyesali perbuatannya itu.
"Lalu, apa kau belajar sesuatu dari kejadian ini?"
"Berjalan disisi kebenaran sangatlah sulit, karena orang hanya melihat tindakanku sebagai kesalahan saja, mereka tidak mau mencaritahu alasan dibaliknya."
"Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang?"
"Hah" Xie Long menghela napas panjang, "Sesulit apapun pasti akan aku hadapi, karena aku melakukan hal yang benar!"
Lin Feng tersenyum seraya mengangguk pelan, "Bagus, ayah sangat bangga padamu" ucapnya, kemudian menghilang dari pandangan Xie Long.
Setelah berbicara dengan ayahnya, Xie Long bisa mendapatkan ketenangannya lagi, ia yang awalnya hanya mengurung diri di kamar, akhirnya memutuskan untuk keluar dan menghadapi apapun yang akan datang menemuinya.
"Kakak, apa ayah marah?" tanya Xie Ling yang nampak khawatir.
Xie Long tersenyum, kemudian menggelengkan kepalanya, "Ayah hanya memperingatkan ku agar tidak mengambil jalan yang salah" jawabnya.
"Syukurlah, aku benar-benar takut jika ayah marah pada kakak, karena bagaimanapun juga, akulah yang bersalah, jika bukan karena aku, kakak tidak mungkin melakukan hal itu."
"Sudahlah, jangan dipikirkan lagi" sahut Xie Long.
"Bocah sialan, keluar kau!"
Si kembar yang tengah mengobrol dikejutkan oleh suara teriakan dari luar kediaman mereka, meski tidak mengetahui apa yang terjadi diluar sana, namun Xie Long sangat yakin jika orang-orang itu hanya akan membawa masalah untuk dia dan adiknya.
"Sepertinya ada yang ingin meminta keadilan" ucap Xie Long, kemudian keluar dari kediamannya.
Di depan kediaman mereka, beberapa murid senior sudah berkumpul dengan raut wajah yang menggambarkan kemarahan dan kekesalan, namun Xie Long hanya menanggapi hal itu dengan ketenangan seperti biasanya.
"Ada apa?"
"Bocah, kau harus bertanggung jawab atas perbuatan mu!" ujar salah seorang dari mereka.
"Tentu, aku tidak akan menghindar dari tanggung jawab, tapi apa urusan kalian datang ke sini?"
"Kami adalah teman-temannya, jadi kami datang untuk menuntut balas padamu!"
"Ternyata begitu? Baiklah, lakukan apa yang ingin kalian lakukan, tapi jangan sampai menyesal" sahut Xie Long.
"Hajar bocah sombong ini!"
Tiga pemuda dengan tingkat kultivasi di ranah Earth Spiritual maju untuk menyerang Xie Long, namun sebelum mereka sempat melancarkan serangan, tetua pertama telah muncul di sana untuk menghentikan pertarungan mereka.
"Hormat, tetua" ucap mereka semua serempak.
"Maaf, tetua, tapi kami tidak bisa membiarkan bocah ini begitu saja!"
"Itu benar! Perbuatannya sudah sangat keterlaluan, jadi dia pantas untuk mendapatkan hukuman."
"Pantas atau tidaknya bukan kalian yang memutuskan, kalaupun dia bersalah, juga bukan kalian yang harus memberikan hukuman padanya!"
"Kembalilah, jangan sampai aku menghukum kalian karena sudah bertindak seenaknya di sekte!"
"Baik, tetua!" jawab para murid tersebut, kemudian mereka pergi meninggalkan kediaman si kembar.
"Kalian berdua, ikut aku."
"Baik, guru!"
Setelah itu, Xie Long dan Xie Ling dibawa menuju ke aula pertemuan sekte, di sana sudah berkumpul seluruh tetua sekte, termasuk ayah mereka, begitu juga dengan Jin Feng Huang yang sudah berada di sana sejak awal.
"Zilong, apa kau tahu kenapa kami memanggilmu?"
Xie Long mengangguk, meski ia bisa menebak apa yang akan terjadi padanya, namun tidak sedikitpun ia merasa gentar, karena ia sudah bertekad untuk menghadapi apapun yang akan terjadi padanya.
"Bagi kalian, apa yang aku lakukan mungkin adalah sebuah kesalahan, tapi bagiku, yang aku lakukan adalah kebenaran, karena semua itu aku lakukan untuk melindungi adikku" ucap Xie Long tanpa ragu.
"Lalu, apa kau bersedia menerima hukuman atas perbuatan mu itu?"
"Aku bahkan tidak berniat untuk menghindar sedikitpun."
"Baiklah, kalau begitu..." ucapan Jin Feng Huang tiba-tiba terhenti karena Lin Feng mendadak berdiri dari tempat duduknya.
Tindakan ini sontak membuat seisi ruangan menjadi tegang, para tetua mulai berpikir jika Lin Feng akan murka pada mereka semua, karena bagaimanapun juga, Lin Feng tidak akan pernah membiarkan anaknya dalam masalah.
"Apa kalian tahu siapa yang paling bersalah dalam hal ini?" tanya Lin Feng.
Semua orang diam dan tidak seorangpun dari mereka yang berani menjawab pertanyaan Lin Feng, meski mereka sudah mengetahui kemana arah pembicaraannya itu, namun mereka lebih memilih untuk diam dan mendengarkan.
"Yang paling bersalah dalam hal ini adalah kalian, karena sejak mereka memasuki sekte Phoenix Emas, kalian seolah melupakan keberadaan murid-murid yang lain, bahkan kalian sampai mengabaikan murid kalian sendiri."
"Aku tidak keberatan jika kalian ingin menghukum mereka berdua, tapi apa kalian siap menerima hukuman atas kesalahan kalian ini?"
Suasana di aula pertemuan yang awalnya biasa-biasa saja, sekarang malah berubah menjadi sangat mencekam, walaupun Lin Feng tidak melepaskan aura kekuatannya, namun mereka merasa seperti ada tekanan yang luar biasa sedang menimpa tubuhnya.
"Lin Feng, yang kau katakan itu memang benar, kami semua lah yang seharusnya disalahkan" Jin Feng Huang memberanikan diri untuk bicara.
"Kalau begitu, biarkan mereka berdua menentukan siapa yang akan menjadi gurunya, mereka juga bebas memilih untuk tetap berada di sekte ini atau tidak."
"Baiklah, kami setuju dengan saran mu itu."
"Zilong, Ziling, apa keputusan kalian sekarang?"
"Aku dan adikku hanya ingin menjadi murid biasa, biarkan kami belajar seperti murid-murid lainnya" jawab Xie Long tanpa ragu.
Pada akhirnya, Xie Long memilih untuk tidak menjadikan salah seorang dari mereka sebagai gurunya, karena hanya dengan begitu, murid-murid lain tidak akan merasa iri lagi dengan mereka berdua.
Keputusan yang diambil oleh Xie Long diterima dengan terpaksa oleh Jin Feng Huang dan para tetua, karena bagaimanapun juga, mereka masih sangat menginginkan si kembar menjadi muridnya.
"Baiklah, kalau begitu aku akan mengumumkan di depan semua murid, mulai hari ini, Zilong dan Ziling bukan lagi murid khusus para tetua sekte!"