Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-65. Melanjutkan perjalanan


Keesokan harinya.


Setelah berpamitan dengan anggota keluarganya di Dunia Bawah, Lin Feng kemudian pergi ke sekte Phoenix Emas untuk berpamitan kepada guru dan juga muridnya, selain itu, ia juga ingin berpamitan kepada pemimpin serta tetua sekte tersebut.


Meskipun statusnya di sana sudah menjadi seorang tetua, namun Lin Feng tidak pernah merasa jika dirinya adalah tetua sekte, sebaliknya, ia justru menganggap bahwa dirinya masih merupakan murid sekte Phoenix Emas.


Setibanya di sekte, Lin Feng kemudian mengajak Xiao Lang menemui guru dan juga muridnya.


"Guru, apa guru akan pergi lagi?" tanya Sun Xiang.


Lin Feng mengangguk pelan, "Maaf, guru belum bisa mengajarimu banyak hal, tapi kau tidak perlu khawatir, karena setelah misi guru selesai, guru akan mengajarkan teknik pedang terkuat padamu."


"Baik guru, aku akan selalu menunggu guru kembali" sahut Sun Xiang.


"Bagus! Ingatlah untuk terus berlatih, jangan pernah menyerah dan teruslah berusaha untuk menjadi kuat, karena semakin kuat dirimu, semakin banyak pula orang yang bisa kau lindungi."


"Murid akan menuruti nasehat guru!"


Kemudian, Lin Feng menghampiri tetua Liu Changhai dan tetua sekte lainnya, "Guru, aku..."


"Pergilah, masa depan alam semesta ini bergantung padamu" ujar tetua Liu Changhai.


"Terima kasih, guru" sahut Lin Feng, kemudian berlutut dan memberikan penghormatan kepada gurunya itu.


Selesai berpamitan dengan anggota sekte Phoenix Emas, Lin Feng kemudian pergi ke kota Zuanshi untuk menemui kakeknya. Namun, berpamitan dengan orang tua itu tidaklah semudah berpamitan dengan yang lain, karena sebelum mendapatkan izin, Lin Feng harus siap menerima beberapa serangan darinya.


"Hahahaha! Sepertinya orang tua ini memang tidak bisa menandingi mu lagi" ucap Lin Jianheeng disela-sela melancarkan serangan.


"Kakek terlalu merendah" sahut Lin Feng.


Disisi lain, Xiao Lang dan Shen Long yang menyaksikan pertarungan tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya, karena mereka tidak menyangka jika kakek Lin Feng ternyata adalah orang yang sama seperti cucunya, yaitu sama-sama suka bertarung.


"Sekarang aku mengerti kenapa Lin Feng sangat suka bertarung" ucap Xiao Lang.


"Yang mulia benar, mereka berdua benar-benar gila dengan pertarungan" sahut Shen Long.


Setelah setengah jam berlalu, pertarungan antara kakek dan cucunya itupun selesai, dan untuk pertama kalinya, Lin Jianheeng mengakui kekalahannya dari cucunya itu. Padahal, selama ini ia tidak pernah terima saat dikalahkan oleh Lin Feng.


"Pergilah dan cepat selesaikan misi mu" ucap Lin Jianheeng.


"Kakek, aku akan menyelesaikan misi ini secepatnya, setelah itu, aku akan kembali untuk menantang kakek bertarung lagi" sahut Lin Feng.


Lin Jianheeng tersenyum kemudian memeluk pelan pundak cucunya itu, "Dan semoga saat kau kembali nanti kakek masih ada di dunia ini" ucapnya.


Lin Feng tersentak kaget mendengar perkataan kakeknya itu, "Apa maksud kakek?"


"Hahahaha, bukan apa-apa, cucuku. Pergilah, kalahkan Dewa Huo dan ciptakan kedamaian untuk alam semesta ini."


"Baiklah, kalau begitu aku akan pergi sekarang" ucap Lin Feng, kemudian mengalihkan pandangannya kepada kedua pamannya, "Paman, jaga kakek untukku."


"Kau tidak perlu khawatir, kami akan menjaganya sebaik mungkin" jawab Lin Duan.


Lin Feng tersenyum senang mendengar perkataan pamannya itu, walaupun ia masih memikirkan perkataan sang kakek sebelumnya, namun ia yakin jika pamannya mampu menjaga dan melindungi kakeknya itu, lagipula, semua bawahannya juga ada di dimensi ini, termasuk Huise.


Penyerangan yang dilakukan oleh Shen Guoshi nyatanya tidak hanya menimbulkan kepanikan saja, tapi serangan tersebut juga menimbulkan rasa khawatir yang sulit untuk dihilangkan dari dalam diri Luo Ning. Dan sampai saat ini, perkataan Shen Guoshi masih saja menghantui pikirannya.


Oleh sebab itu, Lin Feng memutuskan untuk tidak membawa Huise bersamanya, agar dia bisa menjaga dimensi pertama bersama dengan yang lainnya. Selain itu, dengan adanya Huise di kerajaan Dunia Bawah, Luo Ning pastinya akan lebih tenang dan tidak terlalu khawatir lagi.


***


Di dalam lorong dimensi.


"Lin Feng, apa yang kau pikirkan?" tanya Xiao Lang.


"Bukan apa-apa, aku hanya memikirkan perkataan kakek sebelumnya" jawab Lin Feng.


Perkataan Lin Jianheeng sebelumnya memang terdengar biasa saja, namun entah mengapa Lin Feng tidak pernah bisa berhenti memikirkan ucapan kakeknya itu, terlebih lagi ucapannya terdengar seperti ucapan perpisahan.


"Jangan terlalu dipikirkan, aku yakin kakakmu akan baik-baik saja" sahut Xiao Lang.


"Semoga saja."


Tidak lama kemudian, Lin Feng mendadak berhenti di tengah-tengah lorong dimensi, "Pergilah dulu, aku akan menyusul mu nanti."


"Memangnya kau mau kemana?" tanya Xiao Lang.


"Ada satu hal yang harus aku lakukan" jawab Lin Feng, "Tenang saja, aku tidak akan lama" lanjutnya.


"Baiklah, aku akan menunggumu di dimensi ketujuh" ucap Xiao Lang, kemudian melesat terbang meninggalkan Lin Feng sendirian.


Setelah Xiao Lang menghilang dari pandangannya, Lin Feng kemudian memutar arah sebaliknya, namun ia tidak bermaksud kembali ke dimensi pertama, melainkan menjemput bayangannya yang masih berada di dimensi kedua, tepatnya di kekaisaran Wu.


***


Dimensi ketujuh.


"Apa yang membuatmu sangat lama?" tanya Xiao Lang setelah Lin Feng sampai di istana bintang.


"Bukan apa-apa" jawab Lin Feng.


"Hah" Xiao Lang menghela napas panjang, "Lalu, apa kita akan berangkat sekarang?"


Lin Feng mengangguk pelan, "Jarak antara dimensi ketujuh dan sembilan memang tidak terlalu jauh, tapi pastinya akan memakan waktu yang tidak sebentar. Jika kita menundanya lagi, mungkin saja Dewa Huo akan melarikan diri lagi."


"Yang kau katakan itu memang ada benarnya, tapi menurutku, Dewa Huo tidak akan meninggalkan dimensi kesembilan."


"Alasannya?"


"Saat ini, dimensi kesembilan tidak memiliki penguasa lagi, karena kau dan istrimu sudah melenyapkannya, jadi aku yakin Dewa Huo tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini untuk menjadi penguasa selanjutnya."


"Selain itu, dia juga tengah mengumpulkan kekuatan untuk mencapai tujuannya, dan dengan menjadi penguasa dimensi kesembilan, aku yakin akan lebih mudah baginya untuk menjalankan rencananya itu" jelas Xiao Lang.


"Kau benar, kalau begitu mari kita berangkat sekarang!" ujar Lin Feng, namun saat ia hendak membuka gerbang dimensi, Xiao Lang malah menghentikannya.


"Biar aku saja, aku juga bisa menggunakan teknik dimensi ruang dan waktu" ucap Xiao Lang, kemudian membuka gerbang dimensi.


Dengan adanya Xiao Lang, perjalanan Lin Feng dalam mencari keberadaan Dewa Huo pastinya akan lebih mudah, apalagi karena Xiao Lang juga menguasai teknik dimensi ruang dan waktu, yang artinya, ia bisa menghemat energinya dengan tidak membuka gerbang dimensi secara terus menerus.


"Tunggu, bagaimana dengan Shen Long?"


"Dia tidak ikut, lagipula aku juga tidak akan setuju jika dia ikut dalam perjalanan ini" jawab Xiao Lang.